Claim Missing Document
Check
Articles

SIMULASI EFEKTIVITAS SENYAWA OBAT ERITROMISIN F DAN 6,7ANHIDROERITROMISIN F DALAM LAMBUNG MENGGUNAKAN METODE SEMIEMPIRIS AUSTIN MODEL 1 (AM1) Prasetya, Agung Tri; Alaudin, M; Widiarti, Nuni
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i1.343

Abstract

Perkembangan pesat teknologi mikroprosesor telah mempengaruhiperkembangan ilmu kimia. Penggunaan komputer sebagai peralatan kerjalaboratorium dikembangkan menjadi suatu aspek kajian yang disebut dengankimia komputasi. Penelitian ini akan dibuat senyawa eritromisin F danΔ6,7anhidroeritromisin F beserta turunannya dan selanjutnya dihitung energinyamasing-masing menggunakan metode semiempiris AM1 dalam programHyperchem 7.5 versi evaluasi. Struktur eritromisin F dan Δ6,7anhidroeritromisin Fdioptimasi untuk memperoleh struktur yang mendekati keadaan yang sebenarnya.Analisis polaritas, energi ikat dan sudut torsinya dilakukan untuk mengetahui sifatstrukturnya. Energi ikat dari berbagai macam senyawa turunan eritromisin F danΔ6,7anhidroeritromisin F di dalam suatu reaksi dekomposisi dalam suasana asamdihitung untuk memperoleh suatu jalur mekanisme dekomposisi yang palingmungkin. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa mekanisme dekomposisieritromisin F dan Δ6,7anhidroeritromisin F dapat diprediksi menggunakan metodesemiempiris AM1. Senyawa eritromisin F dapat mengalami reaksi dekomposisidan diakhiri dengan terbentuknya senyawa eritralosamin dan lepasnya gula netralkladinosa, sedangkan senyawa Δ6,7anhidroeritromisin F dalam dekomposisi asamtidak dapat berlangsung hingga lepasnya gula netral kladinosa dan terbentuksenyawa 9,11;9,12-spiroketal. Jadi di dalam asam lambung, senyawaΔ6,7anhidroeritromisin F diprediksi akan lebih tahan asam dibandingkan senyawaeritromisin F.Kata Kunci: Dekomposisi, eritromisin, Δ6,7anhidroeritromisin F, energi ikat,Semiempiris, AM1
PENINGKATAN NPK PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH TAHU DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TULANG AYAM Mulyaningsih, Rina; Sunarto, Wisnu; Prasetya, Agung Tri
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i1.5566

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang peningkatan kadar N, P dan K pada pupuk organik cair dengan pemanfaatan Tepung Tulang Ayam (TTA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar NPK dari limbah cair tahu,massa optimal TTA yang harus ditambahkan ke dalam limbah cair tahu agar diperoleh kadar NPK tertinggi dan peningkatan kadar NPK pada limbah cair tahu terfermentasi setelah penambahan TTA. Metode yang digunakan untuk analisis kadar N total menggunakan metode Kjeldahl, sedangkan analisis kadar P dan K menggunakan metode spektrofotometri. Hasil penelitian untuk limbah cair tahu mempunyai kadar N (742 ppm), P (20 ppm), dan K (80 ppm), dan setelah penambahan TTA sebanyak 20 g pada 200 mL limbah dengan fermentasi 12 hari memiliki kadar N 1930 ppm (0,193 %), P sebesar 930 ppm (0,093%), dan K sebesar 920 ppm (0,092%). Dari hasil penelitian ini terjadi peningkatan kadar N 1380 ppm (0,138%), P 910 ppm (0,091%), dan K 840 ppm (0,084%).
Penjenjangan Berpikir Kritis melalui Pembelajaran Search Solve Create Share Materi Asam Basa Karmono, Harto; Wardani, Sri; Prasetya, Agung Tri
Chemistry in Education Vol 8 No 1 (2019): Terbit bulan April 2018
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran search solve create share pada materi asam basa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis, dengan desain one shot case study. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemampuan berpikir kritis siswa ada 3 klasifikasi yaitu tidak kritis, kurang kritis, dan cukup kritis. Klasifikasi siswa di tiap tingkat kemampuan berpikir kritis yaitu 6/33 siswa tergolong tidak kritis, 16/33 siswa tergolong kurang kritis, dan 11/33 siswa tergolong cukup kritis. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran search solve create share mampu melatih kemampuan berpikir kritis siswa, karena pada setiap tahapannya yaitu search (tahap pencarian), solve (tahap pemecahan masalah), create (tahap menyimpulkan), dan share (tahap menampilkan) memuat indikator kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan berpikir kritis siswa setelah dilakukan pembelajaran search solve create share cenderung pada klasifikasi kurang kritis.
Pengaruh Jenis Elektrolit Support pada Penurunan Logam Cr dalam Limbah dengan Menggunakan Metode Elektrokoagulasi Amelia, Laksmi Rahmaning; Priatmoko, Sigit; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penambahan elektrolit support untuk menurunkan logam Cr total dalam limbah dengan menggunakan metode elektrokoagulasi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan proses elektrokoagulasi yang didapat secara optimum berdasarkan efisiensi penyisihan, energi dan waktu. Pada penelitian ini dilakukan proses elektrokoagulasi dengan K2CrO4 sebagai model limbah artifisial dan Al sebagai elektroda, sehingga diperoleh hasil bahwa elektrolit support paling efektif diantara NaCl, Na2SO4, Na3PO4, NaBr dan NaI adalah larutan NaCl dengan penurunan konsentrasi Cr pada limbah elektroplating sebesar       357,257 ppm dengan prosentase penyisihan 98,28%. Hal ini berbeda dengan hasil penurunan Cr total dari proses elektrokoagulasi K2CrO4 tanpa elektrolit support yaitu hanya sebesar 349,649 ppm dengan prosentase penyisihan 97,70%. Pada proses elektrokoagulasi ditentukan oleh waktu, tegangan serta pH optimal. Waktu optimal dalam proses elektrokoagulasi dalam penelitian ini yaitu dengan waktu operasi selama 180 menit dengan tegangan optimal sebesar 12 volt dan pH optimalnya 5.  
Pengaruh Penggunaan Zeolit Alam sebagai Pengikat Impuritas pada Pembuatan Garam Rahmawati, Septiani Yuni; Jumaeri, Jumaeri; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan garam di Indonesia dari tahun  ke tahun semakin meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk dan perkembangan industri. Produksi garam di Indonesia sendiri masih kurang maksimal karena kualitas yang dihasilkan masih belum memenuhi standar yang disebabkan masih banyak pengotor-pengotor yang larut dalam garam. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan garam dengan penambahan zeolit untuk mengetahui pengaruh ukuran butir zeolit, dan dosis zeolit pada mebuatan garam terhadap kadar NaCl yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukan pembuatan garam dengan 24oBe tanpa penambahan zeolit memiliki kadar NaCl sebesar 92,10%, kadar air sebesar 2,96%, kadar ion Ca2+ dan Mg2+ masing-masing sebesar 168,8 dan 107,50 mg/Kg. Pembuatan garam dengan penambahan zeolit dengan variasi ukuran zeolit 16, 35, 60 mesh diperoleh zeolit dengan ukuran 60 mesh menghasilkan garam dengan kualitas lebih baik yaitu memiliki kadar NaCl 96,36%, kadar air 2,29%, kadar ion Ca2+ dan Mg2+ masing-masing sebesar 138,80 dan 104,00 mg/Kg. Pembuatan garam dengan penambahan zeolit dengan variasi dosis zeolit 2,5, 3,5, 4,5 mesh diperoleh zeolit dengan ukuran 4,5 g menghasilkan garam dengan kualitas lebih baik yaitu memiliki kadar NaCl 98,25%, kadar air 1,75%, kadar ion Ca2+ dan Mg2+ masing-masing sebesar 117,60 dan 100,00 mg/Kg.
Isolasi, Identifikasi, dan Uji Aktivitas Antibakteri Senyawa Alkaloid pada Daun Pepaya Jati, Ninda Kirana; Prasetya, Agung Tri; Mursiti, Sri
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 42, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi biasanya diatasi dengan menggunakan antibiotik. Antibiotika atau antibakteri dapat diperoleh dari senyawa bahan alam. Di dalam ekstrak daun pepaya terkandung alkaloid karpain yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa kimia apa saja yang terkandung dalam daun pepaya dan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun pepaya dan senyawa alkaloid hasil isolasi sebagai antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus. Tahapan penelitian dimulai dari pembuatan ekstrak daun papaya, uji skrining fitokimia (uji alkaloid, uji flavonoid, uji saponin, uji tanin, dan uji steroid dan triterpenoid), isolasi alkaloid, dan uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pepaya memiliki daya hambat bakteri lebih kuat dibandingkan isolat alkaloid. Pada inkubasi selama 1×24 jam daya hambat bakteri E. coli dari ekstrak etanol daun pepaya lebih kuat dibandingkan alkaloid yaitu 16,1 mm. Pada inkubasi selama 5×24 jam daya hambat bakteri semakin meningkat yaitu 17,1 mm. Senyawa aktif yang terkandung dalam daun pepaya adalah tanin, alkaloid, flavonoid, steroid, dan saponin.
PREPARASI ARANG AKTIF TREMBESI MAGNETIT UNTUK ADSORPSI SENYAWA TANNIN DALAM LIMBAH CAIR Istiana, shofa; Jumaeri, Jumaeri; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tanaman trembesi merupakan tanaman cepat tumbuh yang digunakan sebagai tanaman hias dan peneduh yang mampu dijadikan menjadi arang. Modifikasi penelitian ini yaitu penmbahan senyawa magnetit pada arang aktif trembesi sehingga mempermudah untuk pemisahan dengan larutan senyawa tannin setelah proses adsorpsi dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh waktu kontak, konsentrasi awal dan pH adsorspi senyawa tannin dalam larutan oleh arang aktif trembesi magnetit. Selain itu, penelitian ini juga mempelajari kinetika dan isoterm adsorpsinya. Pembuatan arang aktif trembesi magnetit dilakukan secara kopresipitasi dengan menambahkan NaOH 5 M dan arang aktif trembesi ke dalam larutan Fe3O4 yang terdiri dari FeCl3.6H2O dan FeSO4.7H2O. Preparasi Adsorben arang aktif trembesi magnetit dikarakterisasi dengan menggunakan XRD, FT-IR dan BET. Optimasi waktu kontak diperoleh pada waktu 50 menit, konsentrasi optimum 6,95 mg/L dan pada pH optimum 6 sebanyak 20,3412 mg/g. Model kinetika adsorpsi senyawa tannin dalam larutan oleh arang aktif trembesi mengikuti model kinetika orde dua semu (Ho) dengan harga koefisien relasinya (R2) 0,9989, k2 0,0330 g mg-1 menit, dan qe 0,0754 mg g-1. Model isoterm pada penelitian ini mengikuti model Freundlich dengan harga (R2) 0,8095, KF sebesar 1,8724 L mg-1 dan nF sebesar 1,955. Komposit arang aktif trembesi magnetit merupakan material yang baik untuk mengadsorpsi senyawa tannin karena dapat menyerap senyawa tannin dalam larutan dengan presentase penyerapan sebesar 81,56%. Pada limbah industri rokok, adsorben arang aktif trembesi magnetit mampu mengadsorpsi senyawa tannin dengan presentase penyerapan sebesar 56,47%. Abstract Trembesi plants are fast-growing plants that are used as ornamental plants and shade that can be used as charcoal. The modification of this study is the use of magnetite compounds on trembesi activated charcoal, making it easier for separation with a solution of tannin compounds after the adsorption process has been carried out. The purpose of this study was to study the effect of contact time, initial concentration and pH of adsorption of tannin compounds in the solution by activated charcoal magnetite. In addition, this study also studied the adsorption kinetics and isotherms. Making activated magnetite trembesi charcoal is done by coprecipitation by adding 5 M NaOH and activated charcoal trembesi into Fe3O4 solution consisting of FeCl3.6H2O and FeSO4.7H2O. Adsorbent preparation of magnetite activated charcoal is characterized by using XRD, FT-IR and BET. Optimization of contact time was obtained at 50 minutes, optimum concentration of 6.95 mg/L and at optimum pH 6 of 20.3412 mg/g. The kinetic model of adsorption of tannin compounds in solutions by trembesi activated charcoal follows pseudo second order kinetics (Ho) with the price of the correlation coefficient (R2) 0.9989, k2 0.0330 g mg-1 minute, and qe 0.0754 mg g-1. The isotherm model in this study follows the Freundlich model with price (R2) 0.8095, KF of 1.8724 L mg-1 and nF of 1.955. Trembesi magnetite activated charcoal composite is a good material for adsorbing tannin compounds because it can absorb tannin compounds in solutions with an absorption percentage of 81.56%. In cigarette industry waste, the magnetite trembesi activated charcoal adsorbent is able to adsorb tannin compounds with absorption percentage of 56.47%.
SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK TERMODIFIKASI KITOSAN DENGAN BIOREDUKTOR EKSTRAK DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM L.) DAN UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIBAKTERI Prasetyaningtyas, Tiwi; Prasetya, Agung Tri; Widiarti, Nuni
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK               Infeksi bakteri terhadap kesehatan manusia merupakan masalah yang sering dijumpai saat ini. Bakteri E.coli dan S.aureus merupakan salah satu bakteri penyebab penyakit kulit, radang paru-paru, diare, dan kegagalan ginjal (Fardias, 1992). Sintesis nanopartikel perak dan uji aktivitasnya terhadap bakteri telah dipelajari untuk mengetahui potensi nanopartikel perak sebagai antibakterial. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh volume AgNO3 terhadap karakteristik nanopartikel perak yang meliputi ukuran dan distribusi ukuran partikel serta pengaruh waktu kontak terhadap kestabilan nanopartikel dan aktivitas antibakteri. Nanopartikel perak disintesis dengan metode green synthesis, dengan cara mereduksi AgNO3 dengan bioreduktor daun kemangi dan ditambahkan kitosan 1% sebagai stabilisator. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun kemangi yang dipreparasi dengan metode sokletasi mengandung senyawa fenolik yang berperan dalam proses reduksi perak. Koloid nanopartikel perak yang disintesis selanjutnya dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan Particle Size Analyzer (PSA). Analisis terhadap spektra UV-Vis menunjukkan bahwa kondisi optimal sintesis nanopartikel perak diperoleh pada AgNPs II-kit (45:10:15 mL v/v) dengan waktu pembentukan pada hari ke-0. Identifikasi ukuran partikel menggunakan PSA menunjukkan bahwa nanopartikel perak yang disintesis mempunyai ukuran rata-rata terkecil 366 nm yaitu pada koloid AgNPs II-kit dengan distribusi melebar karena terkompositkan dengan kitosan. Analisis zeta potensial menunjukkan nanopartikel perak yang disintesis memiliki ukuran yang beragam dan kurang stabil. Nanopartikel perak hasil sintesis menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap bakteri E.coli lebih kuat dibandingkan dengan S.aureus. Abstract Bacterial infections against human health are a common problem today. E.coli and S.aureus is one of the bacteria that causes skin disease, pneumonia, diarrhea, and kidney failure (Fardias, 1992). The synthesis of silver nanoparticles and their activity on bacteria has been studied to determine the potential of silver nanoparticles as antibacterial. The purpose of this study was to determine the effect of the volume of AgNO3 on the characteristics of silver nanoparticles which included the size and distribution of particle size and the effect of contact time on nanoparticle stability and antibacterial activity. Silver nanoparticles were synthesized by the green synthesis method, by reducing AgNO3 with basil leaf extract and 1% chitosan added as a stabilizer. The results showed that basil leaf extract prepared by the socletation method contained phenolic compounds which played a role in the process of silver reduction. The synthesized silver nanoparticles colloid were then characterized using Spectrophotometers UV-Vis and Particle Size Analyzer (PSA). Analysis of UV-Vis spectra showed that the optimal conditions for synthesis of silver nanoparticles were obtained at AgNPs II-kit (45:10:15 mL v/v) with the formation time on day 0. Particle size identification using PSA showed that the synthesized silver nanoparticles had the smallest average size of 366 nm, namely AgNPs II-kit with a widening distribution because it was composited with chitosan. Potential zeta analysis shows that the synthesized silver nanoparticles have diverse and less stable size. The synthesized silver nanoparticles showed antibacterial activity against E. coli tends to be stronger than S. aureus bacteria.
PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) CALON GURU DAN GURU KIMIA PADA MATERI BUFFER Haryani, Sri; Prasetya, Agung Tri; Rusmawati, Diah Ika
Unnes Science Education Journal Vol 5 No 3 (2016): December 2016
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v5i3.13185

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis PCK guru dan calon guru kimia serta implementasinya dalam pembelajaran pada materi Buffer. Subjek penelitian deskriptif adalah 2 calon guru Kimia yang mengontarak mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Kimia (PPK), dan 2 guru kimia peserta kegiatan MGMP kota Semarang. Kemampuan PCK dianalisis dari hasil pengisian CoRe, serta keterkaitannya dengan RPP dan LKS. Implementasi PCK di kelas diobservasi melalui lesson study untuk guru, dan melalui peer dan micro teaching untuk calon guru. Hasil analisis CoRe menunjukkan bahwa gambaran PCK calon guru lebih runtut, detail, dan lebih lengkap dibandingkan guru. Mahasiswa calon guru lebih memperhatikan apersepsi dan aspek konstruktivis yang tampak LKS konstruktivis yang disusun. Baik guru maupun calon guru masih belum mencantumkan penurunan persamaan Buffer, sedangkan untuk mekanisme kerja Buffer hanya calon guru yang menuliskan baik dalam CoRe maupun LKS. Beberapa hal yang mulai dipertimbangkan guru maupun calon guru setelah pelatihan dan pembekalan PCK adalah dalam hal penulisan RPP dan LKS memikirkan apersepsi, materi prasyarat, keluasan dan kedalaman materi, dan strategi pembelajaran agar siswa mampu mengkonstruk pengetahuannya. Abstract ___________________________________________________________________ This study aimed to analyze the PCK chemistry teachers and prospective teachers and the implementation of learning in matter Buffer. Subjects are two prospective descriptive study Chemistry teacher who mengontarak subjects Chemistry Lesson Planning (KDP), and the second chemistry teacher MGMPs participants in the city of Semarang. PCK analyzed the ability of the results of the charging cores, as well as its association with RPP and LKS. Implementation of PCK in the classroom through lesson study observed for teachers, and through peer and micro teaching for prospective teachers. Core analysis results indicate that the picture PCK prospective teachers more coherent, detailed, and more complete than the teacher. Student teachers pay more attention apersepsi and constructivist aspects that seem LKS constructivist arranged. Both teachers and prospective teachers still have not included a decrease in Buffer equation, whereas for the working mechanism Buffer only prospective teachers who wrote in both the core and LKS. Some things that have been considered teachers and prospective teachers after the training and equipping PCK is in writing lesson plans and worksheets apersepsi thinking, material requirements, the breadth and depth of the material, and learning strategies so that students are able to construct knowledge.
Perbandingan Metode Destruksi Sedimen Sungai Kaligarang pada Analisis Logam Cu Menggunakan Flame Atomic Absorption Spectrometer (FAAS) Kristiyana, Kristiyana; Prasetya, Agung Tri; Kasmui, Kasmui
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v9i2.28756

Abstract

Abstrak Telah dilakukan perbandingan terhadap dua metode destruksi basah untuk analisis logam Cu dalam sedimen Sungai Kaligarang Semarang, yaitu destruksi basah menggunakan HNO3-HClO4 dan HNO3-H2O2 menggunakan FAAS. Validasi metode dilakukan untuk menentukan kelayakan metode destruksi berdasarkan beberapa parameter uji meliputi uji linieritas penentuan limit of detection (LoD) dan limit of quantitation (LoQ), uji akurasi, dan presisi. Linieritas kurva standar Cu dengan FAAS diperoleh sebesar 0,999174 dengan nilai LoD dan LoQ berturut-turut adalah 0,1788 mg/L dan 0,5960 mg/L. Uji akurasi dilakukan dengan menghitung persen recovery untuk metode destruksi HNO3-HClO4 sebesar 98,61% dan metode destruksi HNO3-H2O2 sebesar 91,23% (syarat keberterimaan 75-120%). Uji presisi dilakukan dengan pendekatan repeatability dihitung sebagai %RSD hasil yang diperoleh untuk metode destruksi HNO3-HClO4 sebesar 1,53% dan metode destruksi HNO3-H2O2 sebesar 0,44% (syarat keberterimaan 2%). Konsentrasi Cu dalam sampel sedimen Sungai Kaligarang sesuai dengan metode destruksi basah menggunakan HNO3-HClO4 sebesar 36,4969 mg/kg dan HNO3-H2O2 sebesar 39,1904 mg/kg. Hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada rata-rata konsentrasi Cu dari kedua metode pengujian. Berdasarkan hasil analisis validasi metode disimpulkan bahwa metode destruksi menggunakan HNO3-HClO4 dan HNO3-H2O2 dapat digunakan untuk mendestruksi sedimen yang dibuktikan dengan hasil dari uji akurasi dan presisi yang memenuhi syarat keberterimaan. Abstract Comparison of two methods of wet digestion has been carried out for the analysis of Cu in the sediment of the Kaligarang River Semarang, namely wet destruction using HNO3-HClO4 and HNO3-H2O2 using FAAS. The method validation is done to determine the feasibility of the digestion method based on several test parameters including the linearity test for the determination of limit of detection (LoD) and the limit of quantitation (LoQ), accuracy, and precision. The linearity of the Cu standard FAAS curve is 0,9992 with LoD and LoQ values ​​respectively 0,1788 mg/L and 0,5960 mg/L. Accuracy test was carried out by calculating percent recovery for the method of digestion of HNO3-HClO4 by 98,61% and the method of digestion of HNO3-H2O2 by 91,23% (acceptability requirement 75-120%). The precision test carried out with a repeatability approach was calculated as %RSD. The results obtained for the method of digestion of HNO3-HClO4 were 1,53% and the method of digestion of HNO3-H2O2 was 0,44% (acceptance requirement 2%). The Cu concentration in the sediment samples of the Kaligarang River is in accordance with the method of wet digestion using HNO3-HClO4 of 36.4969 mg/kg and HNO3-H2O2 of 39,1904 mg/kg. The results of unpaired t test indicate that there are significant differences in the average Cu concentration of the two test methods. Based on the results of the method validation analysis it was concluded that the method of digestion using HNO3-HClO4 and HNO3-H2O2 can be used to destroy sediments as evidenced by the results of accuracy and precision tests that meet the acceptability requirements.
Co-Authors - Jumaeri A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aditya Marianti Afria Wulan Prihatin, Afria Wulan Afriani, Erina Ainin Khilya, Ainin Alauhdin - Amelia, Laksmi Rahmaning Ani Rusilowati Anugrah Tri Ilyasa, Anugrah Tri Aqnes Budiarti Arif Widiyatmoko, Arif Aurelia Anggit Widya Munika, Aurelia Anggit Widya Bambang Subali Candra, Riski Ayu Cepi Kurniawan Deni Malik Ibrahim, Deni Malik Devi Tataning Pratiwi, Devi Tataning Dhewi - Gandaningrum, Dhewi - Diah Ika Rusmawati, Diah Ika Didik Iswadi, Didik Dwi Nugroho Dyah Kristiyani, Dyah Eko Budi Susatyo Ella Kusumastuti, Ella Ellianawati, Ellianawati Endang Susilaningsih Ersanghono Kusumo, Ersanghono Ervina Nur Hidayati, Ervina Nur Erwin Budi Pamungkas, Erwin Budi F Widhi Mahatmanti Fahrizal Nor, Fahrizal Faisal, Syarif Farikhah, Aflin Nur Fernanda, Adisti Firoos S, Reynata Hanifa, Deska Aisyia Harjito - Harjono Harjono Hartati, Ratni Hepi Endrias, Hepi Idammatussilmi, Idammatussilmi Ihsandi, Aldi Ika Devia Nursetiana, Ika Devia Intania, Belita Yoan Istiana, shofa Iwan Kurniawan Jati, Ninda Kirana Juniawan, Eko Rahmad Karmono, Harto Kartika Puspita Sari, Kartika Puspita Kasmadi Imam Supardi Kasmui -, Kasmui Khofifah, Nur Kotimah, Erlina Kusnul Kristanto, Tan Kevin Kristiyana, Kristiyana Latifa Putri Ridhaningtyas Latifah Latifah Lia Listantia, Lia M Alaudin M Alauhdin Mahmud Hilmi, Mahmud Maria Ayu Puspita Miftakhudin - Mirza Pahlevi, Mirza Miz Mazaya, Miz Mohammad Alauhdin, Mohammad Muhammad A’inni, Muhammad Muhammad Khoirul Huda Muhammad Naschan, Muhammad Muhammad Prio Bagus Santoso, Muhammad Prio Bagus Mujiatul Makiyah, Mujiatul Nanda Mahmudi, Nanda Nanik Wijayati Novilla Anggasari, Novilla Nugraha, Aditya Cahya Nugraha, Aditya Cahya Nuni Widiarti Nunik Kurniati, Nunik Nurbaeti, Lutfi Nurbaeti, Lutfi Nurul Fatimah octavia uriastanti, octavia Prasetiowati, Andi Lana Prasetiowati, Andi Lana Prasetyaningtyas, Tiwi Prasetyo, Ridho Pratiwi, Endiyana Pratiwi, Kadek Sintya Pri Andi Anggara, Pri Andi Rahayu, Endah Fitriani Rahmawati, Septiani Yuni Ratnawati, Nursanti Angger Ratnawati, Nursanti Angger Retha Aliefyan Rose, Retha Aliefyan Rina Mulyaningsih Rochmah, Vinny Rochmah, Vinny S Mursiti Sari, Erlin Purwita Sari, Erlin Purwita Sasmita, Media Setyo, Slamet Budi Sigit Nugroho Sigit Priatmoko Sofia, Aya Sofia, Aya Sri - Lestari, Sri - Sri Haryani Sri Susilogati Sumarti Sri Wahyuni SRI WARDANI Subiyanto Hadi Saputro Suci M.Hum SH Hartati Sudarmin Sudarmin - Sudarmin Sudarmin Sulistiyani, Indania Febry Sunyoto Eko Nugroho, Sunyoto Eko Suryat Hadi Kusuma, Suryat Hadi Tania Prameswari, Tania Tirtasari, Ni Luh Triastuti Sulistyaningsih Ulfana, Avia Rizka Uswatun Hasanah Utaminingsih, Esty Setyo Whiny Okta Faiza, Whiny Okta Winarni Pratjojo, Winarni Wisnu Sunarto Woro Sumarni Yhuni Karlina, Yhuni Yosi Pratama, Yosi Yulinda Ambar Sari, Yulinda Ambar Zaim, Haniza Hanim binti Mohd Zara Bunga Namira, Zara Bunga