Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Enterobiasis pada Anak Siska Mayasari Lubis; Syahril Pasaribu; Chairuddin P Lubis
Sari Pediatri Vol 9, No 5 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.878 KB) | DOI: 10.14238/sp9.5.2008.314-8

Abstract

Enterobiasis merupakan infeksi yang sering terjadi dalam satu keluarga atau pada orang yang tinggaldalam satu rumah. Infeksi cacing sering diduga pada anak yang menunjukkan rasa gatal di sekitar anuspada waktu malam hari. Anal swab merupakan metode terbaik dalam mendiagnosis enterobiasis.Pemeriksaan periodik disertai dengan pengobatan yang adekuat akan dapat membantu mengurangi kejadianenterobiasis pada anak. Meskipun demikian, masih terdapat kesulitan dalam mengontrol enterobiasis olehkarena mudahnya penularan dan reinfeksi
Efektivitas Kombinasi Artesunat-Klindamisin dengan Kinin-Klindamisin pada Pengobatan Malaria FalciparumTanpa Komplikasi pada Anak Erika S. Panjaitan; Syahril Pasaribu; Muhammad Ali; Munar Lubis; Chairuddin P. Lubis; Ayodhia P. Pasaribu
Sari Pediatri Vol 13, No 6 (2012)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp13.6.2012.420-5

Abstract

Latar belakang. Kombinasi antimalaria termasuk artemisinin sering tidak sesuai secara farmakokinetika sehingga berpotensi untuk resistensi. Untuk itu penilaian terhadap kombinasi artemisinin dengan obat yang mempunyai waktu paruh yang pendek diperlukan dalam pengobatan malaria falciparumtanpa komplikasi pada anak. Tujuan. Untuk membandingkan efektifitas kombinasi artesunat-klindamisin dengan kinin-klindamisin pada pengobatan malaria falciparumtanpa komplikasi pada anak.Metode. Penelitian dilakukan dengan metode uji klinis acak terbuka yang dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2010 di Mandailing Natal, Propinsi Sumatera Utara. Subjek berusia 7 sampai 12 tahun dan dijumpai Plasmodium falciparumpada pemeriksaan darah tepi. Kelompok I menerima kombinasi artesunat-klindamisin (artesunat 4mg/kg, dan klindamisin 7mg/kg, per dosis). Kelompok II menerima kombinasi kinin-klindamisin (kinin 4 mg/kg dan klindamisin 7mg/kg, per dosis). Kedua kelompok beri obat dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Parasitemia dihitung pada hari 1, 2, 3, 7, 14, dan 28. Analisis didasarkan intention to treat analysis.Hasil. Penelitian diikuti dua ratus anak. Adequate clinical parasitological respons dari artesunat-klindamisin dijumpai berbeda secara bermakna dibandingkan kinin-klindamisin 94% dan 62% (p=0,0001). Kesembuhan artesunat-klindamisin dicapai hari ke-3 dan ke-4 belas 97% (p=0,001). Kesembuhan kinin-klindamisin dicapai pada hari ke-14 dan ke-28 92% (p=0.236). Pada pengamatan tidak dijumpai efek samping yang serius.Kesimpulan.Kombinasi artesunat-klindamisin lebih efektif dari pada kinin-klindamisin pada pengobatan malaria falciparumtanpa komplikasi pada anak
Efikasi Kinin-Doksisiklin pada Pengobatan Malaria Falsiparum Tanpa Komplikasi Fitri Arianty Lubis; Syahril Pasaribu; Chairuddin P. Lubis
Sari Pediatri Vol 10, No 4 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp10.4.2008.246-9

Abstract

Pengobatan malaria masih merupakan masalah yang sering dihadapi karena terjadinya resistensi terhadap beberapa obat anti malaria. Kombinasi dua macam obat saat ini yang sering dipergunakan, terutama pada daerah hiperendemis, untuk meningkatkan efikasi dari obat tersebut. Kombinasi kinin-doksisiklin adalah salah satu kombinasi obat anti malaria yang dapat diberikan sebagai terapi alternatif untuk pengobatan malaria falsiparum tanpa komplikasi. Pada beberapa penelitian ditunjukkan bahwa kombinasi kedua obat ini mempunyai efikasi yang baik.
Perubahan Kadar Natrium dan Kalium Serum Akibat Pemberian Glukosa 40% pada Latihan Fisik Akut Wahyudi Wahyudi; Suryani Ginting; Charles Siregar; Chairul Yoel; Syahril Pasaribu; Munar Lubis
Sari Pediatri Vol 10, No 2 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp10.2.2008.77-82

Abstract

Latar belakang. Glukosa sumber energi untuk latihan fisik dan berpengaruh pada keseimbangan metabolisme tubuh. Glukosa menyebabkan masuknya ion natrium ke dalam sel. Sewaktu ATP terhidrolisis menjadi ADP, protein pembawa mengalami fosforilasi dan perubahan konformasi yang menyebabkan ion natrium dilepaskan ke cairan ekstrasel. Kemudian dua ion kalium berikatan di sisi ekstrasel masuk ke sel.Tujuan. Untuk mengetahui dan membandingkan perubahan kadar natrium dan kalium serum sebelum dan setelah latihan fisik akut pada kelompok yang diberikan air putih dan air berglukosa 40%.Metode. Empat puluh anak SLTP sehat yang dipilih secara acak sederhana mendapat minuman glukosa 40% (dosis 1 g/kgBB yang dilarutkan dalam 300cc air) (n=20) dan air putih sebanyak 300 cc (n=20). Semua anak diberi minum 10 menit sebelum latihan fisik, kemudian dilakukan latihan fisik selama 10 menit. Sampel darah vena diambil sebelum anak minum dan setelah melakukan latihan fisik.Hasil. Terjadi perubahan penurunan natrium serum berbeda bermakna setelah latihan fisik akut (p<0,05) pada kelompok air putih, sedangkan pada kelompok air berglukosa 40% terjadi peningkatan natrium serum. Perbandingan kadar natrium serum kedua kelompok berbeda bermakna (p<0,05). Kadar kalium serum tidak mengalami perubahan (p>0,05) pada kedua kelompok.Kesimpulan. �� � � � � � � ��� � � � � � -Pemberian minuman berglukosa 40% sebelum latihan fisik akut dapat menyebabkan peningkatan kadar natrium serum.
Co-Authors Abdurrozaq Hasibuan Adillida Adillida Amelia, Fereza Andaresta, Novi Araafi, Alif Ardila, Maisyah Aridamuriany D Lubis Ariyansyah, Fauzy Armila Armila Ayodhia P. Pasaribu Ayodhia P. Pasaribu Ayodhia Pitaloka Pasaribu Ayodhia Pitaloka Pasaribu Ayodhia Pitaloka Pasaribu Ayodhia Pitaloka Pasaribu Ayu, Delfriana Aznan Lelo Azwan H. Lubis Berlian Hasibuan Bidasari Lubis Bidasari Lubis Bugis Mardina Lubis Chairuddin P. Lubis Chairuddin P. Lubis Chairuddin P. Lubis Chairuddin P. Lubis Chairuddin P. Lubis Chairul Yoel Chairul Yoel Charles Siregar Charles Siregar Dachrul Aldy Danny Dasraf Dedi Satria Putra Dewi Sari Dina Evalina Gultom Dini Lailani Ditho Athos P. Daulay Dwika Ardelya Pratiwi Emil Azlin Erika S. Panjaitan Erniwaty P Panggabean Evi Kamelia Fauzi Rizal Fitri Arianty Lubis Fitri Asymida Hasibuan, Arini Salsabila HENDRI WIJAYA Ichwan HH Batubara Ifo Faujiah Sihite Inke Nadia Diniyanti Lubis Iskandar Z Lubis Iskandar Z. Lubis Isra Firmansyah Jenny Ginting Latifah Mutiah Nurhidayah Lily Irsa Lubis, Ade Irma Seftyani Mahadi Mahadi Mahruzzaman Naim Maisyah Ardila Muhammad Ali Muhammad Ali Muhammad Ali Muhammad Ali Muhammad Ali Muhammad Ali Muhammad Ali Muhammad Ali Muhammad Ali Muharani, Anisa Munar Lubis Nasution, Ummi Kalsum Nelly Rosdiana Nisrina Nisrina Novianty, Sri Novianty, Sri Nurhandayani dr Oktapiani, Friska Dela Pasaribu, Ayodhia Pitaloka Pasaribu, Ayodhia Pitaloka Pratiwi, Dwika Ardelya Purnama Fitri Raspiyahni, Raspiyahni Regita Cahyani Rita Angraini RIZKA AULIA Rizka Tiara ROSIHAN ANWAR Rusdidjas Rusdidjas Salianto Salianto, Salianto Seftyani, Ade Irma Siska Mayasari Siska Mayasari Lubis Sri Alemina Ginting Sri Rezky Gantina Sri Sofyani Suryani Ginting Susilawati Syafruddin Haris Syamsidah Lubis T. Ernalisna T. Murad El-Fuad T. Razif Tiangsa Sembiring Tiangsa Sembiring Tjut Dharmawati Tri Faranita Wahyudi Wahyudi Windya Sari Nasution Wisman Dalimunte Wisman Dalimunthe Wulan Andika Y Dimyati Yahya G. Lubis Yazid Dimyati Yoyoh Yusroh Yunnie Trisnawati