Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGARUH PEMAHAMAN ETIKA PROFESI TERHADAP KINERJA LULUSAN D3 ELEKTRONIKA UMPP DI DUNIA KERJA Dwi Septiady, R Kurniawan; Musyahar, Ghoni; Prasetyo, Imam; Yuliana Dewi, Alfa
Neraca Vol. 21 No. 1 (2025): NERACA
Publisher : FEB Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/neraca.v21i1.2104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman etika profesi terhadap kinerja lulusan D3 Elektronika Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) di dunia kerja. Dilatarbelakangi oleh pentingnya landasan etika bagi profesional teknik elektronika di era digital, penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional ini melibatkan 15 lulusan D3 Elektronika UMPP yang telah bekerja. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pemahaman etika profesi dan kinerja lulusan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, korelasi Pearson (r = 0.68, p < 0.01), dan regresi linear sederhana (β = 0.43, p < 0.01; R² = 0.46). Hasil penelitian menunjukkan pengaruh positif dan signifikan pemahaman etika profesi terhadap kinerja lulusan. Lulusan dengan pemahaman etika yang lebih baik cenderung menunjukkan kinerja yang lebih tinggi. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan pendidikan etika profesi dalam kurikulum vokasi teknik elektronika dan peningkatan kesadaran etika bagi lulusan dan industri.   Referensi Adriani, D. (2017). Etika Profesi Seorang Engineer (Insinyur). Wordpress.Aprianto, E. (2015). Konsep Etika Profesi dan Etika Engineer. In Etika Profesi Akuntansi (Vol. 1, Issue 1).Fuaidah, N. R., Sunuharyo, B. S., & Aini, E. K. (2018). Pengaruh Kompensasi Karyawan dan Lingkungan Kerja Karyawan terhadap Turnover Intention (Studi pada Karyawan Auto2000 Malang-Sutoyo). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 60(2).Hitalessy, V., Roni, H., & Iswandi, I. (2018). PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, PELATIHAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN. Image : Jurnal Riset Manajemen, 7(1). https://doi.org/10.17509/image.v7i1.23137Jufri, J., & Marimin, M. (2022). Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Tadbir Peradaban, 2(2). https://doi.org/10.55182/jtp.v2i2.166Musyafa, A. (2011). Identifikasi Kompetensi Sarjana Teknik Sipi Berdasarkan Persepsi Supervisor pada Badan Usaha Jasa Konstruksi. SEMINAR NASIONAL-1 BMPTTSSI - Konteks 5.Nani, D. A., Handayani, M. T. K., & Safitri, V. A. D. (2021). Fraud dalam Proses Akademik pada Perilaku Mahasiswa. JAF- Journal of Accounting and Finance, 5(1). https://doi.org/10.25124/jaf.v5i1.3640Sembiring, F. W., Handoko, W., Utami Batu Bara, F. A., & Sulaseh, S. (2023). PENERAPAN K-MEANS DALAM CLUSTERISASI TINGKAT PEMAHAMAN MAHASISWA STMIK ROYAL TERHADAP MATA KULIAH ETIKA PROFESI. J-Com (Journal of Computer), 3(1). https://doi.org/10.33330/j-com.v3i1.2185Unggullaga, I. (2017). Pengaruh Profesionalisme Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT BPD Jatim (Studi pada Kantor Cabang Surabaya). Jurnal Ilmu Manajemen. Vol 5 No, 5(4).Wignjosoebroto, S. (2020). Professional Engineer & Etika Profesi (Insinyur). Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL TALKING STICK PADA MUATAN IPA DI KELAS VI SDN 79/IV KOTA JAMBI Prasetyo, Imam; Muhammad Sofwan; Indryani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 t
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.26966

Abstract

Motivation and learning activity are two essential aspects that influence the success of the learning process. However, many students still show low levels of motivation and limited engagement, particularly in science subjects, which are often perceived as difficult and less interesting. To address this issue, this study aims to improve students' motivation and learning activity through the implementation of the Talking Stick learning model. The research method used is Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles. Data collection techniques include observation, motivation questionnaires, and learning outcome tests. The results show a significant improvement. In the first cycle, student motivation was recorded at 31.25%, and learning activity at 28.13%. After improvements in the second cycle, motivation increased to 78.13%, and learning activity reached 75%. The Talking Stick model proved effective in creating an interactive and enjoyable classroom atmosphere, as well as enhancing students’ confidence and active participation in the learning process
Potassium Permanganate Confined in Porous Carbon Pretreated Using Wet Ozone Oxidation for Hydrogen Sulfide Removal (H2S): Kalium Permanganat Terimpregnasi dalam Karbon Aktif Teraktivasi Oksidasi Ozon Basah untuk Penghilangan Hidrogen Sulfida (H2S) Suhirman; Ariyanto, Teguh; Prasetyo, Imam; Hardhianti, Meiga Putri Wahyu
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 26 No. 2 (2025)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2025.11385

Abstract

Abstrak Kontaminan gas merupakan masalah besar pada proses industri dan lingkungan, terutama hidrogen sulfida (H2S). Gas ini tidak berwarna, tidak berbau, korosif terhadap jaringan pipa gas alam, merusak katalis logam, dan menyebabkan hujan asam. Selain itu, gas ini sangat mudah terbakar dan sangat beracun, sehingga perlu dihilangkan meskipun dalam konsentrasi kecil. Salah satu metode untuk menghilangkan H2S, yang belum dipelajari secara luas, adalah oksidasi dengan kalium permanganat (KMnO4) yang diimpregnasikan pada karbon berpori atau dinamai nano-confinement KMnO4. Cangkang sawit (PKS) digunakan sebagai bahan baku karbon berpori, yang melimpah, terbarukan, dan murah. Proses produksi nano-confinement KMnO4 terdiri atas eberapa langkah. Langkah pertama adalah pirolisis cangkang sawit dalam tungku pada suhu 800°C, diikuti oleh aktivasi karbon uap. Ini menghasilkan karbon berpori cangkang sawit (CPKS). Tahap kedua adalah pembuatan karbon berpori dari cangkang sawit yang cenderung hidrofilik dengan cara oksidasi praperlakuan menggunakan ozonasi basah, yang selanjutnya dinamakan CKPS-Oz. Kalium permanganat yang teremban dalam karbon berpori dari cangkang sawit (KMnO4/CPKS-Oz) diproduksi dengan cara impregnasi secara basah variasi KMnO4 sebesar 5, 10, dan 20% wt. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa KMnO4/CPKS-Oz mampu menghilangkan H2S hingga 98% dan lebih efektif dibandingkan hanya menggunakan KMnO4 (67%). Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi antara oksidasi ozon basah dan impregnasi KMnO₄ ke dalam karbon aktif dari tempurung kelapa sawit (CPKS) menghasilkan peningkatan kapasitas oksidasi gas H₂S secara signifikan. Metode ini merupakan pendekatan baru yang belum banyak dilaporkan dalam pemanfaatan CPKS untuk penghilangan gas H₂S   Abstrak A gas contaminant is a big problem in the process industry and environment, especially hydrogen sulfide (H2S). It is colorless, odorless, corrosive to natural gas pipelines, damages metal catalysts, and causes acid rain. Moreover, it is extremely flammable and highly toxic, so it needs to be removed even in small concentrations. One method to remove H2S, which has yet to be studied widely, is oxidation by nano-confinement permanganate potassium (KMnO4) in a porous carbon support. Palm kernel shells (PKS) were used as a raw material of porous carbon, which is abundant, renewable, and cheap. The production process of nano-confinement KMnO4 consists of several steps. The first step is the pyrolysis of palm kernel shells in the furnace at 800°C, followed by steam activation of carbon. It produced palm kernel shells porous carbon (CPKS). The second step was to produce porous carbon of palm kernel shell that tends to be hydrophilic by pretreatment oxidation using wet ozone treatment, which was then named CKPS-Oz. Potassium permanganate confined in porous carbon from palm kernel shell (KMnO4/CPKS-Oz) was produced by incipient wet-impregnation with KMnO4 variations of 5, 10, and 20%wt. The performance test showed that KMnO4/CPKS-Oz could remove H2S up to 98% and was more effective than only using KMnO4 (67%). This work presents a novel synergistic strategy by integrating wet ozone oxidation and KMnO₄ confinement within palm kernel shell–derived porous carbon (CPKS), providing a sustainable and highly efficient material tailored explicitly for hydrogen sulfide (H₂S) removal from gas streams.
PEMBUATAN BIOPORI SEBAGAI MEDIA PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DAN RESAPAN AIR DI KELURAHAN PASIRKRATONKRAMAT Briliansyah, Arditya; Rahmadani, Trias Ayu; Maulana, Maisal Ardi; Dwiyani, Atikah; Aryudha, Fikky; Andini, Susi Amalia; Rizkika, Afiana Khusnul; Fazarima, Fitroh; Atmanegara, Fenda Ramadhani; Fajriyah, Nuniek Nizmah; Prasetyo, Imam
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPermasalahan sampah masih menjadi isu serius di Indonesia, termsuk di kelurahan Pasirkratonkramat, Kota Pekalongan, yang juga menghadapi risiko banjir akhibat curah hujan yang tinggi, banjir rob, dan berkurangnya lahan resapan air. Kondisi ini menuntut adanya solusi yang tepat guna dalam pengelolaan sampah organik sekaligus peningkatan kapsitas masyarakat. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan praktik langsung mengenai pengelolaan sampah organik mengenai penerapan teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB), sehingga masyarakat dapat mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan daya resap tanah. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan lingkungan, serta pelatihan praktik pembuatan biopori. Mitra sasaran kegiatan adalah warga Kelurahan Pasirkratonkramat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dan pengurus lingkungan. Jumlah peserta yang terlibat aktif dalam sosialisasi dan pelatihan mendapai sekitar 30 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah organik menjadi kompos serta kemampuan membuat lubang biopori secara mandiri. Selain itu, masyarakat juga lebih peduli terhadapa kelestarian lingkungan dengan adanya kesadaran menjaga dan memelihara biopori. Dengan demikian, program ini memberikan manfaat ekologis dan soisal yang berkelanjutan bagi masyarakat.Kata kunci:Biopori; Resapan Air; Sampah OrganikABSTRACTWaste remains a serious issue in Indonesia, including in Pasirkratonkramat Village, Pekalongan City, which also faces flood risks due to high rainfall, tidal floods, and reduced water catchment areas. These conditions demand effective solutions for organic waste management and community capcity building. This Community Service Program (KKN) aimed to provide education and hands-on training on rganic waste management through the application of Biopore Infiltration Holes (LRB), enabling residents tp reduce organic waste while improving soll infiltration capacity. The method included field surveys to identify environmental issues, socialization on eco-friendly waste management, and practical training in biopore construction. The target partners were residents of Pasirkratonkramat Village, particulary housewives and community leaders, with approximately 30 participants actively involved in the socialization and training sessions. The results indicated increased community knowledge and participation in processing organic waste into compost, as well as the ability to independently construct and maintain biopores. In addition, there was a growing awareness among residents to preserve the environment. Therefore, the program provided both ecological and social benefits, ensuring long-term sustainability.Keywords: Biopore; Infiltration.; Organic Waste
Binary Composite of Chitosan-Derived Porous Carbon/PANI for High Capacitance Performance of Supercapacitors Gala, Kyla Amalia; Henra Gurning; Prasetyo, Imam; Ariyanto, Teguh
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Sains dan Materi Indonesia
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jsmi.2025.9207

Abstract

The study of carbonaceous electrode materials for supercapacitors is expanding and remains challenging. Chitosan is one of the many biomasses found in nature that can be converted into porous carbon for electrode materials in supercapacitors. Despite having a high specific surface area and good chemical stability, porous carbons have a limitation of specific capacitance. On the other hand, polyaniline (PANI), a conductor polymer, typically exhibits high specific capacitance but has low stability. Thus, a binary nanocomposite of chitosan-derived porous carbon (CCS) and PANI is suggested to obtain an optimal performance. Porous carbon was produced from chitosan through two steps: (i) hydrothermal carbonization; (ii) chemical activation using steam at a temperature of 800 °C for 2 hours. The CCS was then oxidized with diluted H2O2 to increase surface wettability. Binary nanocomposites were produced by a nanocompositing method of in situ polymerization of PANI with a variation of 5% (CCS/PANI5%), 10% (CCS/PANI10%), and 15% (CCS/PANI15%). The materials were characterized by scanning electron microscopy–energy dispersive X-ray (SEM-EDX), Fourier-transform infrared (FTIR), N2-sorption analysis, and thermogravimetric analysis (TGA). Meanwhile, electrochemical tests were performed using a three-electrode method to obtain cyclic voltammetry and the capacitance of each sample. The N2-sorption analysis showed that the surface area of samples CCS, CCS/PANI5%, CCS/PANI10%, and CCS/PANI15% are 1305 m2.g-1, 430 m2.g-1, 333 m2.g-1, and 238 m2.g-1, respectively. SEM-EDX, FTIR, and TGA proved that PANI is loaded in the carbon surface. From the electrochemical tests conducted at a scan rate of 5 mV.s⁻¹, the specific capacitance values for the samples CCS, PANI, CCS/PANI5%, CCS/PANI10%, and CCS/PANI15% were determined to be 220.27 F.g⁻¹, 143.81 F.g⁻¹, 330.42 F.g⁻¹, 434.73 F.g⁻¹, and 391.27 F.g⁻¹, respectively. The CCS/PANI10% sample exhibited the highest specific capacitance of 434.73 F.g⁻¹, corresponding to an energy density of 86.9 Wh.kg⁻¹ and a power density of 1.3 kW.kg⁻¹. These significant enhancements in specific capacitance underscore the effectiveness of the nanocomposite approach and highlight its potential for improving electrode performance. As a result, the chitosan-based porous carbon and polyaniline nanocomposite developed in this study is a promising candidate for supercapacitor electrode materials.
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN EDUCANDY DI SEKOLAH DASAR Ilham Ifliadi; prasetyo, imam; suhaidi; ineswenty mendrofa, lola; kurniawan, anggi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 2 (2024): Prosiding Seminar Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang cepat di era globalisasi saat ini memberikan pengaruh yang signifikan pada bidang pendidikan. Keberadaan teknologi dianggap penting dalam menunjang aktivitas pendidikan di era pendidikan abad ke-21 dan revolusi pendidikan keempat (Pendidikan 4.0). Dalam fase ini, peran guru bergeser dari pusat pembelajaran menjadi fasilitator yang mendukung siswa dalam memenuhi kebutuhan belajar mereka. Salah satu aplikasi teknologi yang populer adalah Educandy, sebuah platform berbasis web yang menawarkan berbagai permainan dan kuis pendidikan untuk mendukung pembelajaran interaktif. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif melalui studi pustaka untuk mengevaluasi pemanfaatan media pembelajaran Educandy dalam konteks pembelajaran. Penelitian ini berisikan ulasan mengenai Langkah-langkah mengaplikasikan Educandy meliputi pembuatan akun, pembuatan permainan, dan penggunaan dalam kelas. Hasilnya menunjukkan bahwa Educandy dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, serta memberikan pengalaman pembelajaran yang menarik dan interaktif serta menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari media pembelajaran Educandy.
Effect of Presence of Ammonia in Aqueous Solution on Urea Adsorption Capacity Using Porous Carbon Prasetyo, Imam; Rahayu, Theresia Evila Purwanti Sri; Ariyanto, Teguh
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 1 No. 01 (2019): JPPL, September 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v1i01.47

Abstract

Urea is the main source of nitrogen for plants. Conventional urea fertilizer is made by reacting ammonia and carbon dioxide. Wastewater produced by urea fertilizer plants usually contains urea and ammonia in high concentrations. In each m3 of wastewater urea content can reach 650 - 4000 ppm and ammonia amounting to 100 - 1300 ppm. The disposal of wastewater that still contains urea and ammonia with high levels can cause eutrophication in waters which is very detrimental to aquatic organisms. The uptake of urea in the urea fertilizer plant wastewater is an interesting study because it can provide a double benefit of reducing the concentration of urea in wastewater so that it can meet environmental quality standards that are environmentally friendly and obtain cheap urea fertilizer for plants. This study aims to determine the adsorption capacity of urea with porous carbon if there is ammonia in the liquid. Porous carbon is made from pyrolysis of coconut shell which is oxidized with sulfuric acid. The oxidation process is carried out by heating porous carbon which is immersed in a 50% w/w sulfuric acid solution at 90oC for 2 hours. The adsorption process is carried out at room temperature with an initial concentration of urea between 500 - 8000 ppm in a solution of urea-ammonia as a simulated liquid. The results showed that the urea adsorption capacity increased significantly in urea-ammonia solution compared to urea solution with an increase of 41%. The capacity of urea adsorption in urea-ammonia solution is 27 - 444 mg urea / g carbon.
PENGARUH KECEPATAN PUTAR (RPM) SPINDLE DAN KEDALAMAN PEMAKANAN PADA MESIN BUBUT TIPE KW C0636AX1000 TERHADAP KONSUMSI DAYA LISTRIK Towijaya, T; Prasetyo, Imam
Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering Vol 7, No 2 (2024): Gorontalo Journal Of Infrastructure And Science Engineering
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gojise.v7i2.3814

Abstract

The influence of cutting conditions on power consumption in turning machines is affected by various factors, such as spindle speed, the material being machined, depth of cut, and the tool used during the turning process. This study aims to obtain data on electrical energy consumption in relation to the spindle speed (RPM) settings and depth of cut during the turning process. In this study, the material used is ST-40 steel. The power consumption is obtained from theoretical calculations based on the current data measured empirically during the turning process. With varying spindle speeds of 65 rpm, 180 rpm, and 235 rpm at a cutting depth of 1 mm, the current data measured were 2.25 Amp, 2.12 Amp, and 1.98 Amp, respectively. For a cutting depth of 2 mm, the current measured was 2.46 Amp, 2.27 Amp, and 2.13 Amp. Therefore, the theoretical power obtained at a cutting depth of 1 mm was 1035.41 Watts, 975.58 Watts, and 911.16 Watts. At a cutting depth of 2 mm, the power consumption was 1132.04 Watts, 1044.61 Watts, and 980.18 Watts. The conclusion of this study is that as the spindle speed (RPM) increases, power consumption decreases, while deeper cutting increases the electrical energy required.Pengaruh kondisi pemotongan terhadap pemakaian daya listrik pada mesin bubut dipengaruhi banyak faktor, misalnya kecepatan putaran spindle, material yang dikerjakan, kedalaman pemakanan, dan pahat yang dilakukan pada saat proses pembubutan. Penelitian pada bertujuan untuk memperoleh data konsumsi energi listrik terhadap setting putaran (Rpm) dan kedalaman pemotongan pada proses pembubutan. Pada penelitian ini material yang digunakan adalah ST-40. Konsumsi daya listrik diperoleh dari perhitungan teoritis dari data kuat arus listrik yang dilakukan secara empiris pada saat proses pembubutan berlangsung. Dengan variasi kecepatan putaran 65 rpm, 180 rpm dan 235 rpm kedalaman 1 mm didapat data 2.25 Amp, 2.12 Amp, dan 1.98 Amp. Dan 2.46 Amp, 2.27 Amp dan 2.13 Amp pada kedalaman pemakanan 2 mm. Sehingga daya teoritis yang didapat pada kedalaman pemotongan 1 mm adalah 1035.41 Watt, 975.58 Watt, dan 911.16 Watt. Dan pada kedalaman 2 mm didapat 1132.04 Watt, 1044.61 Watt dan 980.18 Watt. Dari penelitian ini menunjukkan semakin kecepatan putar (Rpm) bertambah konsumsi energi listrik semakin kecil, dan makin dalam pemotongan semakin menambah kebutuhan energi listrik.
PERANCANGAN DISPENSER PAKAN AYAM OTOMATIS MEMANFAATKAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) Musyahar, Ghoni; Prasetyo, Imam; Septiady, R Kurniawan Dwi; Dewi, Alfa Yuliana
Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/suryateknika.v9i2.2169

Abstract

Perancangan otomatisasi alat pemberi pakan ternak ayam merupakan solusi krusial untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternakan, mengingat metode manual seringkali tidak efektif dalam ketepatan waktu dan jumlah pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemberi pakan otomatis yang beroperasi mandiri energi dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), mengatasi keterbatasan akses listrik di lokasi peternakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksperimental melalui perancangan dan implementasi prototype. Sistem ini mengintegrasikan mikrokontroler untuk kontrol logika, sensor berat untuk akurasi pakan, modul Real Time Clock (RTC) untuk penjadwalan, serta rangkaian PLTS yang terdiri dari panel surya, solar charge controller, dan baterai. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prototype mampu memberikan pakan secara presisi dan sesuai jadwal, dengan deviasi minimal pada kuantitas pakan dan waktu. Lebih lanjut, sistem PLTS terbukti efektif dalam menyuplai daya secara stabil dan berkelanjutan, memungkinkan operasional alat selama 24 jam penuh bahkan tanpa sinar matahari langsung. Kemampuan ini menegaskan kemandirian energi prototype dan potensinya untuk diterapkan di berbagai lokasi tanpa bergantung pada listrik konvensional. Kesimpulan menunjukkan bahwa inovasi ini secara signifikan berkontribusi pada efisiensi peternakan dan keberlanjutan energi, memberikan solusi praktis bagi sektor peternakan ayam.
PEMANFAATAN MESIN PENCETAK DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI USAHA KERIPIK OPAK Arifiyanto, Muhammad; Prasetyo, Imam; Kholidah, Nur; Kurniawan, M. Risqi; Faza, Aji Hufron; Maskhuri, Muhammad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35584

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu wujud TriDharma dari akademisi perguruan tinggi dalam menerapkan ilmunya di masyarakat yang dapat membantu pemerintah dalam menyelesaikan berbagai masalah di bidang ekonomi, kesehatan, sosial dan lainnya. Mitra yang terpilih pada pengabdian ini adalah usaha kecil menengah rumah tangga yang menjual keripik opak mentah dan memproduksi produknya masih manual menggunakan tangan sehingga kapasitasi produksinya masih sangat terbatas. Selain kapasitasi produksi, pengemasan produk juga masih sederhana. Tujuan kegiatan pengabdian adalah pemberdayaan masyarakat dengan keterlibatan mitra secara aktif. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion yang dimaksudkan untuk menggali informasi, sikap, persepsi, analisis kebutuhan serta pengambilan keputusan. Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari hibah pendanaan dari Kemendiktisaintek yang dilaksanakan oleh tim pengabdian yang terdiri dari tiga dosen umpp, tiga mahasiswa umpp serta mitra pelaksana. Untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui kunjungan langsung ke lokasi mitra sekaligus melakukan wawancara serta pengamatan proses produksi produk mitra. Hasil dari evaluasi diperoleh adanya peningkatan kapasitas produksi mitra sebesar 116% dari 6 kg menjadi 13 kg setiap harinya. Sedangkan dalam hal kemasan, produk mitra telah dikemas menjadi menarik sebesar 100% yang sebelumnya masih dikemas sangat sederhana.Abstract: Community service activities are one of the manifestations of the TriDharma of university academics in applying their knowledge in the community that can help the government in solving various problems in the economic, health, social and other fields. The partners selected for this service are small and medium-sized household businesses that sell raw opak chips and produce their products manually using their hands, so that the production capacity is still very limited. In addition to production capacity, product packaging is also still simple. The purpose of the service activity is community empowerment with the active involvement of partners. The method used is Focus Group Discussion, which is intended to explore information, attitudes, perceptions, needs analysis and decision making. This service activity is part of a funding grant from the Ministry of Education and Science, which was carried out by a service team consisting of three UMPP lecturers, three UMPP students and implementing partners. To monitor and evaluate the implementation of service, it is carried out through direct visits to partner locations, as well as conducting interviews and observing the production process of partner products. The results of the evaluation showed an increase in the production capacity of partners by 116% from 6 kg to 13 kg every day. Meanwhile, in terms of packaging, partner products have been packaged to be attractive by 100% which was previously still packaged very simply.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Achmad Vandian Nur, Achmad Vandian Ade Kurniawan Ainun Ikbal, Alif Andini, Susi Amalia Arifiyanto, Muhammad Aryudha, Fikky Atmanegara, Fenda Ramadhani Baginda Harahap Baihaki, Iqbal Bayu Wicaksono Briliansyah, Arditya Budi Satria Panandita BUDIYONO Budiyono Budiyono Cahyono, Rochim Bakti Dewi, Alfa Yuliana Dwi Kurniawan, Ari Dwiyani, Atikah Evila Purwanti Sri Rahayu, Theresia FADHOLI, MUHAMMAD Faizi, Ahmad Nur Farid Afrian, Muhammad Farlina Hapsari Faza, Aji Hufron Fazarima, Fitroh Firdan, Muhammad Firman Faradisi Firmansyah Firmansyah Gala, Kyla Amalia Hardaning Pranamuda Hardhianti, Meiga Putri Wahyu Henra Gurning Hery Widijanto Hufron Faza, Aji Ilham Ifliadi Indryani ineswenty mendrofa, lola Irfan Setiawan, Muhammad Irfan Zidni1, Muhammad Jeon, Sanghee Khalilullah, Aulia Rafif Khoirul Anam KHOIRUL ANAM Kholidah, Nur Kurniawan, Anggi Kurniawan, M. Risqi M. Ilham Fredian Syah , M. Ilham Marwan Effendy Maskhuri, Muhammad Masruroh, Kuni Maulana, Aqiem Maulana, Maisal Ardi Miftahul F., Ahmad Muhammad Rifqi Muhammad Sofwan Musyahar, Ghoni Ngudhi Raharjo, Rias Nulhakim, Lukman Nuniek Nizmah Fajriyah Nur Faqih, Mochamad Nur'aini, Aprilianti Nurfaizi, Ahmad Nurhadi, A'an Perdana, Muhammad Faza Pohan, Adekasna Rosadi Prabowo, Joko Setyo Pradana, Nova Yoga Prasetyo, Yuda Prayogi, Yoga Priyanto, Teguh Pujiono, Akhmad Putra Pardana, Arfian R.Kurniawan Dwi Septiady Raharjo, Rias Ngudhi Rahmadani, Trias Ayu Rakhman, Dani Risnawati, Dhea Atika Rizkika, Afiana Khusnul Rochmadi Rochmadi Rozana, Monna Saputra, Daffa Dewa Saputro, , Iwan Saputro, Yoyo Sarjito Sarto Septiady, R Kurniawan Dwi Setiawan, Feri Setiawan, Muhammad Irfan Setiawan, Sofian Setyo Prabowo, Joko Shafiyurrhaman, Muhammad Faiz Shofa Rijalul Haq Siregar, Fhikry Ahmad Halomoan Suhaidi T Towijaya Tandio, Sugianto Teguh Ariyanto Ubaidillah, Akhmad Urmatul Waznah Valentino, Febi Wicaksono, Bhayu Widi Astuti Wiratni Budhijanto Yulianti, Fina Yuliyanti , Fina Zaky Khusniati, Isna Zuhria, Faida