Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Dampak Keberadaan Perguruan Tinggi Terhadap Perekonomian Dan UKM: Pendekatan Kuantitatif Rini Anggriani; Juliana Palit; Baiq Candra Herawati; Ridha Nurul Hayati; Elyakim Nova Supriyedi Patty
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i1.5932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak keberadaan perguruan tinggi terhadap perekonomian dan perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan angket sebagai alat pengumpulan data untuk menilai manfaat ekonomi yang dirasakan oleh para pedagang di sekitar kampus Universitas Bumigora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang mengaku mendapat manfaat signifikan berupa peningkatan omset dan keberlangsungan usaha berkat keberadaan mahasiswa dan dosen. Temuan ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi berperan penting dalam mendukung perekonomian lokal, terutama sektor UKM. Penelitian ini memberikan kebaruan dalam menggambarkan peran perguruan tinggi dalam konteks perekonomian mikro di daerah kampus.
Peningkatan Kompetensi Guru STEM Dalam Pembelajaran Informatika Berbasis HOTS dan Computational Thinking Guna Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka di MTsN I Mataram Dyah Susilowati; Reny Refitaningsih Peby Ria; Rini Anggriani; Suci Indah Salsabila; Rifqi Aditia; Fatahul Aziz
Journal of Community Development Vol. 5 No. 3 (2025): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i3.1290

Abstract

Increasing teacher competence in learning informatics based on Higher Order Thinking Skills (HOTS) and Computational Thinking in the Merdeka Curriculum is an important aspect in facing educational challenges in the digital era. The importance of increasing teacher competence in HOTS and Computational Thinking-based informatics learning lies in the ability to equip students with critical and analytical skills needed in the digital era. In addition, competent teachers can create an innovative learning environment, so that students are better able to face complex challenges in the future and are ready to contribute optimally in society. Therefore, the objectives of this service activity are 1) conducting training for STEM teachers (Informatics, Science, Mathematics subjects) in implementing Informatics learning. (2) Training in compiling HOTS and Computational Thinking based learning assessments, (3) Training in laboratory management.. This activity was attended by 20 teachers, laboratory managers at MTsN 1 Mataram. The results of this activity are proven: (1) STEM teacher competency training in Informatics learning, the average pre-test is 39% and post-test is 96% there is an increase of 58%. (2) HOTS and Computational Thinking assessment preparation training, the average pre-test is 60% and post-test is 94% there is an increase of 34%. (3) Laboratory management training, the average pre-test is 48% and post-test is 89% there is an increase of 41%. Thus, this activity has succeeded in improving teacher skills in utilizing information technology and applying it to the preparation of assessments in learning while improving the overall management capabilities of laboratory management.
Implementasi Komunikasi Informasi Publik dan Administrasi pada BBPOM Mataram: Perspektif Manajemen Pemasaran: The Implementation of Public Information Communication and Administration at the Food and Drug Supervisory Agency of Mataram: A Marketing Management Perspective Reza Irawan; Rini Anggriani; Fajar Hari Firmansyah; M Mulya Haqiqi
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.10235

Abstract

Kegiatan magang merupakan bagian penting dari kurikulum pendidikan tinggi yang menghubungkan teori akademik dengan praktik kerja nyata. Penelitian berbasis magang di dunai kerja ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi komunikasi informasi publik dan administrasi pada Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram serta menganalisisnya dalam perspektif manajemen pemasaran. Metode yang digunakan adalah observasi partisipatif dan deskriptif kualitatif selama pelaksanaan magang pada 2 Februari hingga 2 Maret 2026. Penulis ditempatkan di dua divisi, yaitu Tata Usaha dan Informasi dan Komunikasi (Infokom). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa BBPOM Mataram menerapkan prinsip-prinsip manajemen pemasaran dalam konteks pelayanan publik, meliputi strategi promosi melalui media sosial, segmentasi audiens, social marketing melalui program GAS-PAMAN (Gerakan Ayo Sadar Pangan dan Makan), serta pembentukan brand image institusi. Pemanfaatan platform digital seperti Instagram dan TikTok terbukti efektif dalam menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas, khususnya generasi muda. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa komunikasi informasi publik yang efektif di instansi pemerintah memiliki dimensi strategis yang selaras dengan konsep pemasaran modern, khususnya dalam menciptakan nilai bagi masyarakat melalui edukasi keamanan obat dan makanan.
PELATIHAN PROMOSI DAN PENJUALAN BATIK MOTIF WAYANG PADA REMAJA KOTA MATARAM Rini Anggriani; Dian Syafitri Chani Saputri; Khasnur Hidjah; Irwan Cahyadi; Raden Bagus Faisal Irani; Bq. Candra Herawati
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39886

Abstract

Wayang-motif batik is one of the local cultural heritages of West Nusa Tenggara with high artistic and economic value, yet its commercial utilization by young people remains very limited. This community service activity aims to improve the ability of youth in Mataram City to promote and sell wayang-motif batik through digital marketing and entrepreneurship-based training. The methods used include participatory training with a hands-on approach, covering the introduction of wayang motif cultural values, product photography techniques, creation of promotional content on social media (Instagram and TikTok), use of marketplaces (Shopee, Tokopedia, TikTok Shop), and sales strategies. Participants were 30 youth aged 16-25 years from local youth communities in Mataram. The results showed significant improvements in participants' knowledge of wayang batik, ability to create digital promotional content, ownership of active marketplace accounts, and confidence in selling. This activity makes a real contribution to local cultural preservation while empowering youth economically through a digital entrepreneurship approach.