Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penyusunan Dokumen Mutu Laboratorium Guna Peningkatan Kualitas Pengelolaan Laboratorium di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN): Preparation of Quality Laboratory Documents to Improve the Quality of Laboratory Management in State Vocational Schools (SMKN) Tri Candra Setiawati; Wachju Subchan; Sigit Prastowo; Basuki Basuki
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v8i3.4720

Abstract

Vocational High Schools (SMK) in the learning process are supported by laboratories or workshops that provide competence to students. The existence of the Teaching Factory program as a result of cooperation between SMKN and industry is one factor that requires the school to prepare quality documents, competent laboratory managers, and skilled students. Therefore, well-organized Laboratory Management will benefit schools, students, laboratory users, and stakeholders. This activity aims to provide understanding and assistance in compiling laboratory quality documents that adopt the SNI ISO 17025:2017 quality management system. This system regulates testing laboratories and calibration laboratories, but it is very appropriate if adopted in several cases to be applied to educational laboratories, especially the preparation of laboratory quality documents. Community Service activities were conducted at SMKN 4 in Bondowoso Regency and SMKN 8 in Jember Regency. Based on the discussion and questionnaire results, the activity showed that at both SMKNs, the understanding of the laboratory quality management system increased (72.7%) for both students and managers (teachers and technicians/labor). Quality documents for levels 2, 3, and 4 at both SMKNs have been compiled. The number of Standard Operational Procedure (SOP) documents at SMKN 4 is 8 SOPs; at SMKN 8, as many as 31 SOPs are based on SNI ISO 17025:2017 laboratory QMS.
Kecocokan Antara Mikoriza dan Pupuk Organik Cair Berbasis Nanas pada Bawang Merah Varietas Lokal untuk Menekan Penyakit Layu Fusarium: Kecocokan Antara Mikoriza dan Pupuk Organik Cair Berbasis Nanas pada Bawang Merah Varietas Lokal untuk Menekan Penyakit Layu Fusarium Wafa, Ali; Muwahidi, Amirul; Pradana, Ankardiansyah Pandu; Prastowo, Sigit; Purwandarini, Anggi Arsy
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 20 No. 4 (2024): Juli 2024
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.20.4.187-194

Abstract

Pendekatan yang komprehensif diperlukan untuk mengendalikan penyakit moler pada bawang merah akibat infeksi Fusarium oxysporum. Penggunaan mikoriza diketahui cukup menjanjikan untuk mengendalikan penyakit layu fusarium. Banyak petani mengombinasikan agens hayati dengan limbah tanaman seperti limbah kulit buah nanas, tetapi efek sinergis belum diketahui secara jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kompatibilitas pupuk cair dan mikoriza sebagai upaya mengembangkan teknik baru dalam pengelolaan penyakit layu Fusarium. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Pengujian yang dilakukan meliputi pengukuran persentase infektivitas mikoriza, persentase keparahan penyakit, produksi umbi, dan biomasa tanaman bawang merah. Hasil analisis kandungan pupuk organik cair berbahan dasar kulit nanas (PLOF) mengandung sumber karbon organik sebesar 11.14%, nitrogen 0.14%, serta makro dan mikro nutrient lainnya. Kombinasi mikoriza dan PLOF dapat bersimbiosis dengan akar tanaman dengan tingkat kolonisasi 66.67%. Sementara itu, kombinasi keduanya tidak dapat menekan keparahan penyakit moler, serta tidak dapat meningkatkan produksi umbi dan biomasa tanaman bawang merah.
INISIATIF KKN UNEJ: PENYERAHAN 1000 BIBIT NANGKA KEPADA BUMDES SEBAGAI PONDASI UNTUK PERSEDIAAN BAHAN BAKU Mubarok, Ananda Nur Ichwan; Zahra, Ayu Fatimatus; Farok, Ahfas Syahdan Anwar; Artamevia, Adella Vadia; Ayunda, Berliana Dwi; Al Musa, Akmalus Salam; Fermansyah, Mahatir Muhammad Febi; Putra, Muhammad Agustin Akhirul; Chandra, Vegarico; Nafis, Muhammad; Prastowo, Sigit
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): KARYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Duren di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terkenal karena potensi pertaniannya, terutama dalam menghasilkan buah nangka yang diolah menjadi keripik oleh BUMDES Duren. Namun, karena kurangnya akses informasi, KKN UMD Kelompok 16 menginisiasi program untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat dan BUMDES Duren tentang penanaman bibit nangka dan produksi keripik buah nangka. Program ini menggunakan metode analisis masalah, pendampingan, dan praktik langsung. Hasilnya, masyarakat memperoleh pemahaman tentang budidaya nangka, serta meningkatnya ketersediaan bibit nangka dan pengetahuan tentang perawatannya. Tujuan akhir program ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Duren melalui pertanian lokal yang berkelanjutan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Pasca-Sapih Kambing Boer dan Persilangannya pada Populasi Peternakan Tertutup Nugroho, Tristianto; Widyas, Nuzul; Widi, Tri Satya Mastuti; Prastowo, Sigit
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 18 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.18.4.193-201

Abstract

This study aimed to analyze the factors affecting the post-weaning growth of Boer and Boer cross goats in a closed breeding farm population. A total of 1,083 female kids were selected from a record of 1,501 weaned kids produced by mating Boer bucks with Boer does, Jawarandu does, and Boer × Jawarandu does. The data collected at a private company's goat farm represent a closed breeding population from January 2013 to January 2016. The data were selected based on the weaning weight and at least one post-weaning weight at approximately 6, 9, or 12 months. Two-step linear models were applied: complete model and reduced model. The complete model factors included genetic group, buck, litter size, birth season, weaning season-year, and their interactions. The reduced model included only significant factors and two-way interactions. The results showed that the genetic group, bucks, litter size, birth season, and weaning season-year significantly affected Boer and Boer cross goats' post-weaning weight and average daily gain. Additionally, interactions between the genetic group with the buck, litter size, and birth season were observed. In conclusion, genetic and non-genetic factors significantly influence the post-weaning growth of Boer and Boer cross goats. Non-genetic factors should be considered in the model and selection to achieve optimal goat performance.
Pemberdayaan Masyarakat Sukorambi Melalui Implementasi Pertanian Sehat ADU (Anti Residu) Upaya Menghasilkan Produk Hortikultura Bebas Residu Pestisida Hoesain, Mohammad; Masnilah, Rachmi; Prastowo, Sigit; Pradana, Ankardiansyah Pandu; Alfarisy, Fariz Kustiawan; Wagiyana, Wagiyana; Suharto, Suharto; Hasjim, Saifuddin; Sunartomo, Aryo Fajar
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 6, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v6i2.2773

Abstract

AbstrakDesa Sukorambi merupakan Desa Sentra Tanaman Hortikultura untuk pemasok di Kabupaten Jember. Masyarakat di desa tersebut mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Sistem budidaya tanaman hortikultura yang diterapkan oleh Masyarakat Desa Sukorambi menggunakan sistem pertanian intensif dengan input pupuk dan pestisida sintetis, menjadi suatu permasalahan. Selain sistem pertanian, Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) menjadi masalah utama dalam budidaya tanaman. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah memberikan pemberdayaan dan pendampingan masyarakat mengenai implementasi pertanian sehat dengan teknologi produksi Anti Residu (ADU) untuk alternatif ketergantungan terhadap pestisida sintetis. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian desa binaan dilaksanakan dengan dua metode yaitu Focus Group Discussion (FGD) dan praktek di beberapa kelompok tani. Tujuan dilakukan FGD adalah untuk memberikan penyuluhan dan wawasan terkait implementasi pertanian sehat. Metode praktek teknologi produksi bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat terkait teknologi produksi ADU yang telah berhasil efektif dan teruji dalam skala laboratorium maupun di lahan percobaan untuk mengendalikan permasalahan seputar OPT. Kegiatan pengabdian desa binaan melibatkan beberapa perangkat desa, tokoh masyarakat, dan petani yang menjadi sasaran. Hasil program pengabdian ini memberikan respon positif untuk transfer teknologi mengenai implementasi pertanian sehat, petani mengetahui produksi ADU secara mandiri, dan memberikan pengaruh positif dalam menghasilkan produk-produk pertanian sehat bebas residu pestisida.Kata kunci: Anti Residu, Berkelanjutan, Desa Binaan, Terpadu.
Asosiasi Variasi Genotipe PIT1|HinfI pada Tampilan Produksi Susu Sapi Perah Friesian Holstein Indonesia Prastowo, Sigit; Saviera, Shavya Sarah; Vanessa, Rebecca; Pambuko, Galih; Susilowati, Ari; Sutarno, Sutarno
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 1 (2022): JITRO, January
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.939 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v9i1.17595

Abstract

ABSTRAK Gen Pituitary Specific Transcription Factor 1 (PIT1) adalah gen yang mengatur kelenjar pituitari dan merupakan regulatory factor hormon pertumbuhan serta hormon lain yang terkait dengan produksi susu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengasosiasikan variasi genotipe PIT1 dengan produksi susu sapi Friesian Holstein (FH) di Indonesia. Sebanyak 42 ekor sapi dipilih sebagai sumber DNA. Variasi genotipe ditentukan dengan metode Polymerase Chain Reaction-Restriction Fragment Length Polymorphism (PCR-RFLP) menggunakan enzim restriksi HinfI. Data produksi susu diambil pada laktasi 1 dan 2 yang distandardisasi ke catatan produksi 305 hari. Sebanyak 3 variasi genotipe terdeteksi yaitu AA, AB, dan BB dengan frekuensi masing-masing 0,21; 0,26; dan 0,52. Pada penelitian ini diperoleh frekuensi alel A sebesar 0,35 dan B sebesar 0,65, dan populasi berada pada kondisi setimbang (p<0,05). Genotipe BB pada penelitian ini memproduksi susu lebih tinggi (p>0,05) dibanding AA dan AB pada laktasi 1, namun pada laktasi 2 antar genotipe tidak berbeda nyata. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa variasi genotipe gen PIT1 memiliki potensi untuk digunakan sebagai penanda genetik kemampuan produksi susu sapi FH di Indonesia.Kata Kunci: asosiasi, produksi susu, sapi FH Indonesia, variasi genotip gen PIT1.Association of PIT1|HinfI Genotype Variation on Milk Production of Indonesian Friesian Holstein Dairy Cattle ABSTRACT Pituitary Specific Transcription Factor 1 or known as PIT1, is a gene which function to control the pituitary gland and act as regulatory factor for growth hormone and other hormones related to milk production. The current study was aimed to associate the variant of PIT1 genotype on milk production in Indonesian Friesian Holstein. In total, 42 dairy cows were sampled for DNA source. Phenotypic data of milk yielded from first and second lactation were recorded then standardized to 305 days. To scan PIT1 genotype variation, PCR-RFLP was employed using HinfI restriction enzyme. Three types of PIT1 genotype were found, namely AA, AB, and BB; its frequencies were 0.21; 0.26; and 0.52, respectively. The allele frequencies of allele A and B were 0.35 and 0.65, and the population is in equilibrium condition (p<0.05). Significant associations (p<0.05) were found between genotypes in lactation 1. In this study, BB genotype yielded highest milk compared to other genotypes in lactation 1, but no differences among genotypes were observed in lactation 2. In a conclusion, the variation of PIT1 genotype in Indonesian Friesian Holstein shows potential use for genetic marker to improve milk production in this study.Keywords: association, milk yield, Indonesian Friesian Holstein, PIT1 genotype variation
Learning from Community Practices: Social Capital of Farming Communities in Supporting Sustainable Agriculture Widjayanthi, Lenny; Kusmiati, Ati; Ibanah, Indah; Agung, Sih; Wijayanto, Yagus; Wulanjani, Distiana; Prastowo, Sigit; Gabrillo, Christina A.
Journal La Lifesci Vol. 5 No. 2 (2024): Journal La Lifesci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallalifesci.v5i2.1017

Abstract

The use of chemical production facilities in farming, both food crops and horticultural crops, has an impact on agricultural land and human health, as well as causes damage to the environment, soil, water, air and living creatures. To achieve success in sustainable development, this is done by identifying social capital and developing farmer capacity. The research objectives are to identify sustainable agricultural practices carried out by farmers, identify community social capital in supporting sustainable agriculture. The research area was determined purposively in Pontang Village, Jember district. Determination of the research sample was carried out by simple random sampling on rice farmers. The research sample consisted of 106 respondents (margin of error of 10%). The data used in this research are primary and secondary data obtained from interviews, observations and document studies. Data analysis was carried out descriptively using scoring and categorization. Some sustainable agricultural practices carried out by communities in the research area are: organic agriculture, crop rotation and polyculture, soil management and agroforestry. Extension workers also conduct Field Schools (FS) for farmers. Farmers are given the knowledge and skills to utilize agricultural waste around them to make organic fertilizer. Extension workers also teach farmers in making PGPR, Beauveria bassiana, Pseudomonas fluorescens (Pf), Trichoderma, and planting refugia in rice fields. The social capital of the farming community in supporting sustainable agriculture is in the moderate category, as well as the supporting dimensions such as the social, norm and network dimension are also in the moderate category.
PENINGKATAN KOMPETENSI POKDARWIS MELALUI PELATIHAN WISATA (STUDI KASUS: SELO AJI CAMP DAN WATERPARK) Rasidi, Ahmad Haris; Pratama, Andhika Surya; Mukarromah, Dilayatul; Fahrani, Dinda Inggar; Nugraheni, Dita Fauziah; Maulidyanu, Firdaus Putra; Handayani, Nurika; Sitio, Raffly Pandapotan; Bagaskara, Septian Tri Cahyo; Pratama, Yoga Surya; Anggara, Yudistira Dwi; Darusalam, Zulfan Riski; Prastowo, Sigit
PAPUMA: Journal of Community Services Vol. 2 No. 03 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/papuma.v2i03.1545

Abstract

Indonesia, with its rich cultural diversity, has a significant tourism sector that needs to be managed optimally to attract both local and international tourists. Village-based tourism development, such as Selo Aji Camp dan Waterpark in Kaligondo Village, Banyuwangi, East Java, is increasingly popular due to its focus on cultural and environmental interaction. A community service program by KKN UMD 313 from the University of Jember aimed to enhance the digital marketing skills of the local tourism awareness group (Pokdarwis) to improve the promotion and management of Selo Aji Camp dan Waterpark. The program included collaboration with the village's BUMDes, in-depth interviews, and digital marketing strategy training. This program was held in Selo Aji Camp and Waterpark Auditorium, Selorejo hamlet. The program showed up on Tuesday, July 30, 2024. The method used in the training program was a discussion each audience or focus group discussion (FGD). The training was successful, with participants showing great interest and beginning to apply their new skills, particularly in social media management to increase the waterpark's visibility. The program also strengthened social networks among stakeholders and was expected to increase visitor numbers and improve the welfare of the Kaligondo community
Variasi dan Pola Pewarisan Karaktersitik Eksterior pada Populasi Ayam Kedu (Gallus gallus domesticus Mustaqiem, Muhammad; Pradista, Luthfi Adya; Pambuko, Galih; Kusumaningrum, Rahayu; Sumarno, Lanjar; Widyas, Nuzul; Ratriyanto, Adi; Prastowo, Sigit
Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jstp.v6i1.4197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi karakteristik warna tubuh ayam kedu menggunakan uji Wilcoxon dan Principal Component Analysis (PCA). Riset ini menggunakan ayam kedu jantan sebanyak 146 ekor dan ayam kedu betina sebanyak 185 ekor, dimana ayam kedu jantan dan betina tersebut berasal dari keluarga 12 pejantan ayam kedu dari dalam dan luar satker. uji Wilcoxon dilakukan pada parameter warna bulu kepala, badan, ekor, jengger/pial, dan shank, menunjukkan perbedaan signifikan (P<0,05). Analisis PCA mengidentifikasi tiga pola penyebaran antara ayam kedu hitam dan kedu putih, dimana warna bulu badan dan shank menjadi klaster pembeda antara ayam kedu hitam dan kedu putih. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapatnya klaster perbedaan warna bulu menandakan masih tingginya variasi parameter yang diturunkan oleh tetua dari 12 ekor pejantan baik didalam maupun diluar satker. Penelitian lanjutan mengenai penerapan seleksi untuk menyusun program breeding bagi ayam kedu penting dilakukan untuk menghasilkan commercial stock ayam lokal dengan variasi parameter yang terkontrol.
Karakterisasi Fenotipe Ayam Arab dan Lingnan di Populasi Tertutup Balai Pembibitan dan Budidaya Ternak Ayam Temanggung Jawa Tengah Novitasari, Erliana Dwi; Kusumaningrum, Ayu; Sumarno, Lanjar; Widyas, Nuzul; Ratriyanto, Adi; Prastowo, Sigit
Jurnal Peternakan Vol 21, No 2 (2024): September 2024
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v21i2.26666

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi fenotipe kualitatif dan kuantitatif Ayam Arab dan Lingnan di Balai Pembibitan dan Budidaya Ternak Ayam Temanggung. Sampel penelitian menggunakan 60 ekor Ayam Arab dan 70 ekor Ayam Lingnan jantan maupun betina, dengan  penentuan sampel secara  proportionate stratified random sampling. Data diambil pada observasi bagian-bagian dan ukuran-ukuran tubuh ayam, dan selanjutnya dianalisa secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan warna bulu Arab jantan dan betina secara berurutan didominasi warna putih kekuningan dan putih (kepala), lurik (badan), hitam dan lurik (ekor) serta shank dominan hitam dan abu-abu. Lingnan jantan dan betina secara berurutan didominasi warna coklat kemerahan dan coklat keemasan (kepala), coklat tua dan coklat muda (badan dan ekor), serta shank dominan putih dan kuning. Bentuk jengger dan pial kedua galur dominan single. Warna pial dominan lebih gelap dibandingkan warna jengger. Warna mata Ayam Arab dominan hitam kecoklatan dan Ayam Lingnan dominan hitam kekuningan. Analisis PCA menunjukkan karakteristik Ayam Arab dan Lingnan terbagi ke dalam kelompok yang berbeda. Hasil uji T-test menunjukkan ukuran tubuh ayam jantan pada kedua galur lebih besar (p<0,05) dibandingkan betina. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa perbedaan karakteristik sifat kualitatif dan kuantitatif ayam Arab dan Lingnan dapat digunakan sebagai salah satu kriteria dasar untuk seleksi.Kata kunci: Ayam lokal, kualitatif, kuantitatif, kriteria seleksiCharacterization of Arabic and Lingnan Chicken Phenotypes in a Closed Population of Chicken Breeding and Rearing Unit in Temanggung Central JavaABSTRACT. The purpose of this study was to describe the qualitative and quantitative characteristics of Arabian and Lingnan chickens at the Temanggung Center of Breeding and Rearing in Central Java. A total of 60 male and 70 female Arabian and Lingnan chickens were selected at random using proportionate stratification. Data were gathered by observing and measuring the chicken's body parts, followed by descriptive statistical analysis. Male and female Arabian chickens' feather colors were discovered to be dominated by yellowish white and white (head), striated (body), black and striated (tail), and black and gray dominant shank.Lingnan males and females have reddish brown and golden brown heads, dark brown and light brown bodies and tails, and dominant white and yellow shanks. Both breeds have predominantly single-shaped combs and wattles. The dominant wattle has a darker color than the comb. Arabian chickens have brownish black eyes, whereas Lingnan chickens have yellowish black ones. The PCA analysis also revealed that the characteristics of Arabian and Lingnan chickens were classified into separate groups. Male chickens in both breeds had significantly larger body sizes (p<0.05) than females, according to T-test results. To summarize, the qualitative and quantitative trait differences between Arabian and Lingnan chickens can be used as a basic selection criterion.
Co-Authors . Jihan . Jihan . Suharto Adi Ratriyanto Agung Sih Kurnianto Agung, Sih Al Musa, Akmalus Salam Alfarisy, Fariz Kustiawan Ali Wafa Ambar Susanti Ananta, Rizqi Candra Yuda Anggara, Yudistira Dwi Ani Toshiba Anif Nur Artanti, Anif Nur Anindya Salsabilla Ankardiansyah Pandu Pradana ARI SUSILOWATI Arsanti, Titania Artamevia, Adella Vadia Aryahya, Mayisya Najmuts Zahra Aryo Fajar Sunartomo Ati Kusmiati Ayunda, Berliana Dwi Bagaskara, Septian Tri Cahyo Bambang Pujiasmanto Basuki, Basuki Chandra, Vegarico Citra, Amelia Ariadna Mahawa DANI KURNIAWAN Darusalam, Zulfan Riski Distiana Wulanjari Edi Purwanto Endang Yuniastuti Fadilla Rahma Aulia Fahrani, Dinda Inggar Farok, Ahfas Syahdan Anwar Fathurrohmah Putri Dzikriyah Fawnia, Antesa Farah Fermansyah, Mahatir Muhammad Febi Gabrillo, Christina A. Hadian, Gloria Rida Handayani, Nurika Hari PURNOMO Hasjim, Saifuddin Hoesain, Mohammad Hutapea, Fredella Ibanah, Indah Ida Rumia Manurung Ika Sumantri Indah Kurniasari Khansa Bashira Pondavi Kusumaningrum, Ayu Laily Dwi Dzulhijja Laily Dwi Dzulhijja Lanjar Sumarno Lenny Widjayanthi Mas Rizky A.A. Syamsunarno Maulidyanu, Firdaus Putra Mawla, Ega Fazle Moh. Wildan DJADMIKO Mubarok, Ananda Nur Ichwan Muhammad Hoesain MUHAMMAD RIZAL Mukarromah, Dilayatul Mustaqiem, Muhammad Muwahidi, Amirul Nafis, Muhammad Nandariyah, Nandariyah Nisa, Nadia Novitasari, Erliana Dwi Nugraheni, Dita Fauziah Nurlita Pratiwi Octaviani, Nayla Pambuko, Galih Paramasari Dirgahayu Pradiar Ikhsanu Pradista, Luthfi Adya Pratama, Andhika Surya Pratama, Yoga Surya Purwa Desriyandi Purwandarini, Anggi Arsy Putra, Muhammad Agustin Akhirul Putri, Azzahra Purwo Sugito Rachmi Masnilah Rahayu Kusumaningrum Rasidi, Ahmad Haris Ridhlo, Muhammad Rosyid Rini Widyastuti Rosi, Annisa Salsabila S, Setiyono Samanhudi Samanhudi Saviera, Shavya Sarah Shohab MABDUH Sitio, Raffly Pandapotan Sri Hartati Sri Mulyani Suharto Suharto Sulandjari Sulandjari, Sulandjari Sutarno Sutarno Teni Wahyuningsih Tri Candra Setiawati Tri Satya Mastuti Widi Tristianto Nugroho Ulfa, Laila Badriyah Vanessa, Rebecca Venty Suryanti Verdaningsih, Yasmin Wachju Subchan Wagiyana Wagiyana Wagiyana Wagiyana, Wagiyana Widi, TriSatya Mastuti Widyas, Nuzul Widyas, Nuzul Winanti, Ananda Ines Putri Wulanjani, Distiana Wulanjari, Distiana Yagus Wijayanto Yunus, Ahmad Yusuf, Alvin Zahra, Ayu Fatimatus Zikri, Fahrul