Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peluang Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI Untuk Memperkuat Demokrasi Partisipatoris Prayudi, Prayudi
Jurnal Politica Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Politica Mei 2025
Publisher : Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jp.v16i1.5107

Abstract

Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) sebagai alat kelengkapan dewan (AKD) DPR RI telah melahirkan harapan bagi terciptanya demokrasi partisipatoris di Indonesia yang lebih tertata secara politik dan bukan sekedar prosedural administratif. Masalahnya, di tengah koalisi pemerintahan yang besar dan masih kuatnya ego sektoral setelah Pemilu 2024, maka perwujudan bagi demokrasi partisipatoris bukan hal mudah diwujudkan. Bagi DPR RI, relasi antar AKD dalam menangani pengaduan dan aspirasi masyarakat menjadi faktor yang masih harus diperjuangkan dalam menempatkan BAM agar menjadi garda terdepan bagi perwujudan demokrasi partisipatoris. Perkembangan DPR RI hasil Pemilu 2024 yang masih tergolong di awal periode keanggotaannya di tahun 2025 ini cenderung menunjukkan beberapa langkah BAM dalam menangani aspirasi masyarakat yang masuk dan proses konsolidasi internal keanggotaan dan organisasi sistem pendukungnya terlihat cukup kondusif. Meskipun dalam penataan kembali infrastruktur politik pelaksanaan fungsi-fungsi kelembagaan, termasuk penambahan jumlah Komisi sebagai AKD dari 11 menjadi 13, secara umum BAM tetap memiliki prospek yang positif bagi upaya konsolidasi perwakilan politik rakyat dimasa mendatang. Tulisan ini menganalisis peluang BAM sebagai alat kelengkapan dewan dalam memperkuat perwujudan demokrasi partisipatoris di ranah nasional. Direkomendasikan agar dilakukan reformulasi tugas dan kewenangan AKD DPR RI utamanya atas munculnya BAM baik di tingkat UU MD 3 maupun peraturan tata tertib DPR RI.
Penerapan Metode Quality Function Deployment Guna Meningkatkan Kualitas Pelayanan Jasa Pada Koperasi Pegawai Negeri Lisdiana, Lisdiana; Yuwono, R Sapto; Prayudi, Prayudi; Wicaksono, Arief; Isnatul, Via
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 1 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i1.13470

Abstract

Koperasi Pegawai Negeri (KPN) XYZ didirikan tahun 1959 dengan nama Perkumpulan Koperasi Simpan Pinjam Pegawai Negeri XYZ yang memiliki beberapa bidang usaha yaitu; bidang usaha mini market yang menyediakan berbagai macam kebutuhan pokok seperti sembako, bidang usaha simpan pinjam yang membuka rekening tabungan/simpanan bagi anggota yang dinamakan tabsus (Tabungan Khusus) dan bidang usaha lainnya penjualan elektronik dimana koperasi melakukan kerjasama dengan perusahaan yang menjual elektronik, bagi anggota yang berminat, dapat membeli elektronik tersebut secara cash maupun kredit. Jenis kegiatan lainnya dengan semakin berkembangnya unit usaha disekitar lingkungan koperasi sehingga semakin ketatnya persaingan diluar dan akibatnya kepuasan pelanggan belum mencapai target yang diinginkan, dan dampak lainnya terjadi penurunan pada pembiayaan unit-unit usaha. Sebagai langkah utama dalam meningkatkan pangsa pasar yang persaingan semakin ketat, diharapkan KPN XYZ bisa mempertahankan dan memenangi persaingan di pasaran, untuk itu diperlukan tekad dan upaya yang lebih keras lagi untuk lebih ditingkatkan kualitas dalam melayani konsumen agar target yang diinginkan dapat dicapai sesuai yang diharapkan. Study yang dilakukan ini dengan menganalisis penerapan  QFD yang bertujuan agar dapat mengetahui harapan dan kebutuhan pelanggan. Penelitian dilakukan dengan observasi, wawancara dan mensurvey responden. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner untuk mengumpulkan data tentang kinerja yang dirasakan dan harapan pelanggan terhadap atribut kepuasan pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode QFD yang menggambarkan skala prioritas utama dalam pemenuhan kebutuhan konsumen untuk meningkatkan pelayanan dan tingkat kepuasan pelanggan dengan memperhitungkan bobot absolut maupun bobot relatif yang ada pada persyaratan pelanggan.   Keywords : Quality Function Deployment (QFD), Pelayanan Koperasi, Persyaratan Pelanggan dan Atribut Teknis.
Menelisik Kebebasan Berkesenian Dalam Tinjauan Yuridis Prayudi, Prayudi; Fachdar, Rully Ashari
Vifada Assumption Journal of Law Vol. 1 No. 2 (2023): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/n9sxst56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis urgensi kebebasan berkesenian serta peraturan mengenai kebebasan berkesenian. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif dengan mengamati realitas hukum dalam berbagai norma-norma hukum yang berkaitan dengan artikel ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kebebasan berkesenian menjadi perbincangan intens dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, terutama terkait dengan RUU Permusikan yang mencuat ke permukaan. Keberadaan RUU Permusikan menuai kontroversi dan dianggap sebagai intervensi terhadap kebebasan berekspresi, meskipun pada akhirnya dibatalkan. Dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan beberapa undang-undang lainnya memberikan pengakuan terhadap HAM yang berkaitan dengan kebebasan berkesenian. Pada Pasal 13 memberikan pengakuan hak untuk berkesenian bagi warga negara, menegaskan bahwa setiap orang berhak mengembangkan dan memperoleh manfaat dari seni dan budaya.
Analisa Perawatan Sea Water Pump Terhadap Kebutuhan Direct Cooling System Di KMP. Salvino PT. Samudra Ferry Oktarina, Kurniawati; Yugianto, Haris; Saputra, Denni; Prayudi, Prayudi
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i1.410

Abstract

Kapal merupakan sarana transportasi yang saat ini menjadi salah satu transportasi yang diperlukan bagi menunjang aktivitas masyarakat sehingga diperlukan ketahanan kapal dalam main engine untuk beroperasi lebih lama maka dibutuhkan sistem pendingin yang dapat membantu main engine sehingga tidak terjadi overheat. Main engine memerlukan sistem yang dapat menjaga kestabilan suhu maka dibutuhkan direct cooling system. Untuk memenuhi kebutuhan direct cooling system perlu adanya komponen pendukung yang dapat menyuplai kebutuhan direct cooling system yaitu sea water pump. Metode yang digunakan adalah metode FTA (Fault Tree Analysis). Metode untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya kerusakan pada sea water pump yang akan mempengaruhi kebutuhan pada direct cooling system. Dari hasil penelitian ini di simpulkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan direct cooling system perlu dilakukan pemeriksaan dan pengontrol yang lebih intens pada sea water pump untuk menghindari terjadinya kerusakan yang dapat menimbulkan peningkatan suhu pada main engine akibat kurangnya kebutuhan direct cooling system.
Perancangan UMKM Keripik Kentang Mustofa Berbasis Teknologi di Lingkungan PKK RT.004 RW.008 Griya Alam Sentosa-Cileungsi-Bogor Caswito, Ade; Sulastri, Sulastri; Yuwono, R. Sapto; Lisdiana, Lisdiana; Prabowo, Eri; Adi, Tri Wahyu; Ahsan, Muh; Prayudi, Prayudi; Ananda, Shafia; Tambun, Johan Rivaldo
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 4, No 1 (2024): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v4i1.430

Abstract

Community Service (PKM) Summary: Empowering Technology-Based Small and Medium Enterprises (SMEs). This Community Service (PKM) aims to enhance the economic empowerment of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the PKK RT.004 RW.008 Griya Alam Sentosa-Cileungsi-Bogor community. The project, titled designing Mustopa Potato Chips SMEs Based on Technology, is conducted by the Entrepreneurship/Business Energy Program at IT-PLN. Utilizing a descriptive statistical approach, we assess the training's effectiveness, including participant profiles, feedback, and outcomes. The results encompass increased entrepreneurial design knowledge and assistance in developing technology-based businesses for MSME players. This initiative supports MSME growth and strengthens the relationship between IT-PLN and the community.
The heartfelt communication model of the 'Gerakan Indonesia Membantu' in enhancing awareness among Indonesian students in China Jandevi, Uspal; Lestari, Puji; Prayudi, Prayudi
Informasi Vol. 54 No. 1 (2024): Informasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/informasi.v54i1.71028

Abstract

This research aims to discover the latest philanthropic communication model employed by the Gerakan Indonesia Membantu (GIM) organization during their efforts to provide aid to Indonesian students in need in China. The spirit of providing tangible support to Indonesian students from lower-middle economic backgrounds, enabling them to continue their studies in China, inspired the formation of the GIM organization. In fulfilling its mission, GIM communicates with various parties so that Indonesian students in China can help one another, with the hope that all Indonesian students in the country can live decently and concentrate on completing their studies successfully This study evaluates and develops the efforts made by the GIM organization in providing assistance, awareness campaigns, and support to Indonesian students who need help to sustain their lives and complete their studies in China. The research adopts a qualitative approach with a phenomenological research type. Data were collected through interviews, focus group discussions, observations, and documentation. The collected data were then processed and conclusions were drawn. The results of this study show that GIM's awareness activities are not only focused on fundraising but also on building public trust in fund management and fostering a sense of belonging among donors towards Indonesian students in need in China. Further explanations are detailed in nine key points discussed in the findings and discussion chapter of this paper. This paper can serve as a reference for social organization activists with humanitarian visions and missions in conducting fundraising activities. It also provides new insights for scholars studying organizational communication, particularly in relation to philanthropic activities.
Branding the Creative City of Design: Lesson from Singapore Prayudi, Prayudi; Ardhanariswari, Kartika Ayu; Probosari, Ninik
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20 No 3 (2022)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v20i3.8331

Abstract

Over the last two decades, creative cities have become an issue of interest as governments in several countries have worked to develop ecosystems where the creative class can innovate and share ideas. Many city governments focus more on developing creative cities and pay less attention to their city's branding. This study aims to see Singapore as a newly appointed UNESCO creative city brand, even though it already has a destination brand. There are challenges about which brand should come first or how to strategically brand a city and ensure all interests are accommodated in the branding process. This study uses a qualitative method with in-depth interview data collection techniques with the Head of the Singapore Polytechnic Department of Architecture and Design, literature studies through books, journals, newspapers, and related matters, as well as observations in the city of Singapore. The results of this study show that Singapore's branding as a creative city of design is a component of the city-state's leading branding. First, the city branding process includes identifying the uniqueness of the city brand. In this case, the emphasis on Singapore is built and grown by design. Next is the development of a brand identity that differentiates Singapore from other UNESCO design creative cities. Finally, the delivery of brand messages to all relevant stakeholders. This research contributes to the development of branding concepts related to creative cities.
Pengaruh Komunikasi Interpersonal dan Gaya Kepemimpinan Melalui Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Rexady, Virda Ghesela; Lestari, Puji; Prayudi, Prayudi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21 No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i2.10146

Abstract

Komunikasi interpersonal, kepemimpinan dan motivasi kerja di Koperasi Unit Desa Minanga Ogan sudah tergolong baik, namun ternyata belum dapat memberikan kontribusi yang maksimal terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi interpersonal dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening. Metode penelitian ini adalahkuantitatif dengan perolehan data melalui 95 responden menggunakan sampling total. Analisis data yang digunakan adalah uji regresi linier berganda, uji sobel dan analisis jalur. Hasil penelitian menggunakan uji sobel dengan nilai z hitung pada uji sobel > z tabel, ini membuktikan bahwa Teori Empat Sistem teruji pada karyawan KUD Minanga Ogan sehingga motivasi kerja memediasi pengaruh komunikasi interpersonal dan gayakepemimpinan pada kinerja karyawan KUD Minanga Ogan. Substansi penelitian ini memberikan kontribusi kepada KUD Minanga Ogan berupa komunikasi interpersonal dan gaya kepemimpinan serta motivasi kerja memiliki dampak penting bagi keberhasilan lembaga dalam mencapai tujuannya.
Unveiling the Online Presence: A Comparative Study of Social Media Use in Branding Creative Cities - A Case Study of Singapore and Bandung Prayudi, Prayudi; Ardhanariswari, Kartika Ayu; Probosari, Ninik
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 22 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v22i1.11547

Abstract

This article compares the social media strategies and engagement metrics utilized by two prominent creative cities, Singapore and Bandung. Singapore and Bandung are creative cities using different social media techniques and measurements. This research examined how the Singapore Design Council and Bandung Creative City Forum used social media to brand their cities. This research further analyzes social media in terms of reach and sentiment. The study adopted descriptive and social media analyses. The purpose was to obtain social media strategies and compare their social media channels, mentions, reach, and sentiment. The research findings show that Singapore's leading creative city branding platform is Instagram, proposing a more focused strategy. Bandung communicates with its numerous online citizens via Instagram and Twitter. Bandung generates more social media mentions and reaches, indicating a more active and engaged online community. Despite this, Singapore's social media sentiment is overwhelmingly positive, reflecting a solid and favorable perception of the city as a creative center. In addition, the study emphasizes the significance of platform selection and content diversity when developing social media strategies. This comparative analysis contributes to a comprehension of the effective use of social media for creative city branding. The study informs stakeholders in Singapore and Bandung about the strengths, limitations, and opportunities of their social media engagement. By utilizing these findings, policymakers, urban planners, and creative industry professionals can enhance their efforts to promote their cities as thriving creative centers.
Social Media in Indonesia: Communication Network Analysis on Twitter Concerning the Issues of the Disbursement of Retirement Insurance Arswendi, Alif; Prayudi, Prayudi; Susilo, M. Edy
Jurnal Paradigma Vol 28 No 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/paradigma.v28i1.11573

Abstract

The government creates a retirement insurance program for workers to prepare for their lives when they retire. However, the regulation draft No. 20 of 2022 in one of the articles stipulates that payment of the program can only be disbursed after a worker reaches the age of 56. This has caused many reactions of rejection from various parties, especially workers. In the real world, this rejection also occurs in the social media network Twitter. Therefore, this study aims to determine the network structure and the actors' roles in the communication network with the old age security editor on social media Twitter within February 12 – 18, 2022. This research uses descriptive quantitative methods and is analyzed using Social Media Network Analysis. The theory used was the theory of communication networks. Data was collected and analyzed using NodeXL and Netlytic software. The old-age security communication network has become a trending topic because of the many tweets users provide for different purposes. This shows that a hashtag in social media conveys the community's voice against government policies and can also be used for other interests.