Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Strategi Formulasi SNEDDS dan SMEED Ekstrak Jahe dan Senyawa Bioaktifnya Tri Awalani sapa'ati Gusti; Ratih Aryani; Sani Ega Priani
Bandung Conference Series: Pharmacy 209 - 216
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v6i2.24718

Abstract

Abstract. Ginger (Zingiber officinale) extract and its bioactive compounds, such as 6-gingerol and 6-shogaol, have various pharmacological activities. However, their oral use is still hampered by low bioavailability. This study aims to analyze the formulation strategies of self-nanoemulsifying drug delivery systems (SNEDDS) and self-microemulsifying drug delivery systems (SMEDDS) to increase the bioavailability of ginger extract and its bioactive compounds. The study was conducted using a systematic literature review (SLR) method with secondary data sources obtained from PubMed, Scopus, Taylor & Francis, and Google Scholar for articles published in 2016-2026 according to inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed descriptively through the extraction of formulation components, preparation characteristics, and pharmacokinetic profiles. The study results showed that formulations based on long- and medium-chain triglyceride oil, nonionic surfactants (Tween 80 and Cremophor), and PEG 400 or propanediol cosurfactants were able to produce droplet sizes of 13.10–73.06 nm with a polydispersity index value of less than 0.5. The SMEDDS formulation was proven to increase pharmacokinetic parameters, one of which was the area under the curve (AUC) by approximately 5.7 – 6,6  times compared to the compound without formulation, indicating increased bioavailability of the compound. Thus, the delivery of SNEDDS and SMEDDS is an effective formulation strategy to increase the bioavailability of ginger extract and its bioactive compounds. Abstrak. Ekstrak jahe (Zingiber officinale) dan senyawa bioaktifnya, seperti 6-gingerol dan 6-shogaol, memiliki berbagai aktivitas farmakologis. Namun, pemanfaatannya secara oral masih terkendala oleh bioavailabilitas yang rendah. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis strategi formulasi self-nanoemulsifying drug delivery system (SNEDDS) dan self-microemulsifying drug delivery system (SMEDDS) dalam meningkatkan bioavailabilitas ekstrak jahe dan senyawa bioaktifnya. Penelitian dilakukan menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan sumber data sekunder yang diperoleh dari PubMed, Scopus, Taylor & Francis, dan Google Scholar terhadap artikel yang dipublikasikan pada tahun 2016–2026 sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis secara deskriptif melalui ekstraksi komponen formulasi, karakteristik sediaan, serta profil farmakokinetika. Hasil kajian menunjukkan bahwa formulasi berbasis minyak trigliserida rantai panjang maupun rantai menengah, surfaktan nonionik (Tween 80 dan Cremophor), serta kosurfaktan PEG 400 atau propanadiol mampu menghasilkan ukuran droplet 13,10–73,06 nm dengan nilai indeks polidispersitas kurang dari 0,5. Formulasi SMEDDS terbukti meningkatkan parameter farmakokinetika, salah satunya area under the curve (AUC) hingga sekitar 5,7–6,6 kali dibandingkan dengan senyawa tanpa formulasi, yang menunjukkan peningkatan bioavailabilitas senyawa. Dengan demikian, penghantaran menggunakan SNEDDS dan SMEDDS merupakan strategi formulasi yang efektif untuk meningkatkan bioavailabilitas ekstrak jahe dan senyawa bioaktifnya.
Studi Literatur: Sistem In Situ Gel dalam Pengembangan Sediaan Farmasi Dewi Nanda Aulia; Sani Ega Priani; Siti Hazar
Bandung Conference Series: Pharmacy 295 - 302
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v6i2.24792

Abstract

Abstract. In situ gel is a drug delivery system that undergoes a sol–gel transition in response to physiological stimuli, providing prolonged drug residence time and controlled drug release compared with conventional dosage forms. This study aimed to review the development of in situ gel systems in pharmaceutical formulations based on gelation mechanisms, polymers used, formulation characteristics, and their potential applications. A narrative review was conducted by analyzing selected original research articles. The review identified three major gelation mechanisms, namely thermosensitive, pH-triggered, and ion-activated systems. Thermosensitive systems generally employ a combination of Poloxamer 407 and Poloxamer 188, pH-triggered systems utilize Carbopol combined with HPMC, while ion-activated systems use deacetylated gellan gum as the primary gelling polymer. Despite differences in gelation mechanisms, all systems demonstrated favorable formulation characteristics, including rapid gel formation under physiological conditions, prolonged drug retention, and sustained drug release. Although the reviewed studies mainly focused on ophthalmic drug delivery, in situ gel systems show promising potential for broader pharmaceutical applications. Abstrak. In situ gel merupakan sistem penghantaran obat yang mengalami transisi dari bentuk cair menjadi gel sebagai respons terhadap kondisi fisiologis sehingga mampu meningkatkan waktu retensi obat dan mengontrol pelepasan obat dibandingkan sediaan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan sistem in situ gel dalam pengembangan sediaan farmasi berdasarkan mekanisme pembentukan gel, jenis polimer, karakteristik formulasi, dan potensi aplikasinya. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan narrative review terhadap artikel penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan tiga mekanisme utama pembentukan in situ gel, yaitu thermosensitive, pH-triggered, dan ion-triggered. Sistem thermosensitive menggunakan kombinasi Poloxamer 407 dan Poloxamer 188, sistem pH-triggered menggunakan Carbopol yang dikombinasikan dengan HPMC, sedangkan sistem ion-triggered menggunakan deasetilasi gellan gum sebagai polimer utama. Ketiga mekanisme tersebut menunjukkan karakteristik formulasi yang baik, meliputi pembentukan gel pada kondisi fisiologis, peningkatan retensi obat, dan pelepasan obat secara terkendali. Meskipun penelitian yang ditelaah didominasi oleh aplikasi oftalmik, sistem in situ gel berpotensi dikembangkan pada berbagai sediaan farmasi lainnya.
Co-Authors Ainul Fatihah Halim Aisyah Nurul Fitri Aisyah, Nurul Siti Almirah Azis Amila Gadri Anan Suparman Anan Suparman Anan Suparnan Anindi Febrilia Annisa Khansa Pratiwi Aprian Dwiatama Arini Gania Shapira Aulia Fikri Hidayat Aulia Nurfauziyah Islamiati Budi Prabowo Soewondo Clarisa Ananda Putri Putri Debby Prihasti Ayustine Delfiana Aura Efrida Desti Puspa Rahayu Dewi Nanda Aulia Dina Mulyanti Dina Mulyanti Dina Mulyanti Dina Mulyanti Dinda Ayu Fauziyah Dinnanda Yussepina Wulansari Dinnanda Yussepina Wulansari Dona Indriastuti Dwiatama, Aprian Dyah Ayu Nurismawati Efrida, Delfiana Aura Faqih Radina Fetri Lestari Fetri Lestari Fida Surtiniyati Shofia Fitri Mellyna Cantika Fitrianti Darusman Frida Anggita Amalia G.C. Eka Darma Gita Cahya Eka Darma Halim, Ainul Fatihah Hanifa Rahma Hanifa Rahma Hasna Syakira Fauziah Hilmi Fauzan Nurhakim Indah Ayu Lestari Indra T Maulana Indra Topik Maulana Iwo, Maria Immaculata Jahra Farhanuddin Lanny Mulqie Linda Nur'Aini Livia Syafnir Maria Immaculata Iwo Maria Immaculata Iwo Melati Sasabila Mentari Luthfika Dewi Mentari Luthfika Dewi Mira Nurseha Muhammad Taufik Septian Mulkiya, Kiki Nadya Lutfiah Nashita Rafawziya Nazela Constantia Hilyatul Aulia Neneng Alifia Nur Fauziah Nurrayyan Nurrayyan Nurrayyan, Nurrayyan Nurul Siti Aisyah Pedriantini Iqlima Subekti Putri, Clarisa Ananda Radina, Faqih Rafanisa Apriansah Rafika Susun Nursunda Raisha Az Zahra Ratih Aryani Ratih Aryani Ratih Aryani, Ratih Ratri Putri Chairunnisa Restianti Mutiara Reyhan G Reza A K Rizki Anggara Permana Rizza F. Nurasyfa Robby Prayitno Saadiya Noerman Salsabilla Wijaya Salwa Fajriati Maulida Mudakir Sasanti Tarini Darijono Setianty, Tia Nur Shelma Azhari Abdilla Sifa Tamhaz Siti Anggina Ismiyati Solihat Siti Hazar Somantri, Sri Yulianingsih Sri P. Fitraningsih Sri Peni Fitrianingsih Sri Yulianingsih Somantri Syafira Nissa Fahira Syafnir, Livia Syifa Siti Fatimah Azzahro Tati Kurniati Taufik Muhammad Fakih Tri Awalani sapa'ati Gusti Tri Suciati Vina Azzahra Siti Nurhedian Widad Aghnia Shalannandia Wijaya, Salsabilla Wulan Kartika Dewi Yasmin Ramadania Burhanudin Zainab Zahira Azzahra Zalfa Ainun Rozak