Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Public Relations POS IND Logistik Indonesia dalam Mengelola Reputasi Perusahaan Koesworo Setiawan; Maria Fitriah; Muhammad Supriatno
J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Vol. 12 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jika.v12i1.11579

Abstract

Di era digital saat ini arus dunia informasi dan komunikasi tidak selalu membawa pesan yang positif bagi suatu perusahaan melainkan pasti terdapat pesan atau informasi negatif yang hal tersebut dapat merusak nama baik perusahaan sehingga diperlukan pengelolaan reputasi yang baik oleh para praktisi Public Relations. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Public Relations POS IND Logistik Indonesia dalam mengelola reputasi perusahaanya. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dengan pendekatan kualitatif yang dalam tahap pengumpulan datanya diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini antara lain reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukan bahwa dalam pengelolaan reputasi yang dilakukan oleh praktisi Public Relations Pos Indonesia meninjau kembali terkait identitas, citra dan kepribadian perusahaan yang dari ketiga hal itu merupakan elemen penting dalam mengelola reputasi kemudian akan tercipta suatu gap atau celah untuk bagaimana mereka fokus mengelola reputasi dengan memperhatikan ketiga elemen tersebut. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu Public Relations Pos Indonesia telah berhasil melakukan perannya dalam mengelola reputasi perusahaan.
Komunikasi Interpersonal Caddy dalam Meningkatkan Loyalitas Pelanggan di Rancamaya Golf & Country Club Alinda Alinda; Koesworo Setiawan; Undang Suryatna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.758

Abstract

Pelayanan caddy golf berperan penting membentuk kenyamanan dan pengalaman bermain pelanggan, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi interpersonal yang dibangun oleh caddy dapat memengaruhi loyalitas pelanggan di Rancamaya Golf & Country Club. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap pemain golf dan caddy. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur dengan panduan pertanyaan yang diturunkan dari lima indikator komunikasi interpersonal menurut DeVito, yaitu keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif, dan kesetaraan. Observasi dilakukan untuk merekam interaksi langsung yang memperlihatkan ekspresi emosional dan bentuk dukungan dari caddy kepada pemain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif terutama keterbukaan dan empati berkontribusi besar dalam menciptakan kenyamanan emosional pemain, yang berujung pada loyalitas. Loyalitas pelanggan tercermin dalam bentuk kunjungan berulang, pemberian referensi kepada orang lain, dan penolakan terhadap tawaran dari klub golf pesaing. Namun, terdapat hambatan yang dihadapi caddy dalam membangun komunikasi efektif, seperti perbedaan karakter pemain, kurangnya pengalaman komunikasi pada caddy baru, kelelahan fisik, serta gangguan lingkungan saat permainan. Kesimpulannya, komunikasi interpersonal yang baik dari caddy, terutama dalam aspek keterbukaan, empati, dan sikap mendukung, merupakan faktor kunci dalam membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dan meningkatkan loyalitas mereka. Pelatihan komunikasi dan manajemen kesejahteraan caddy menjadi rekomendasi penting untuk mempertahankan kualitas layanan secara berkelanjutan.
Pengaruh Live Streaming Windah Basudara Terhadap Ketergantungan Penggemarnya Koesworo Setiawan; Muhammad Luthfie; Rizky Anugrah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6090

Abstract

Perkembangan platform live streaming telah merubah cara audiens berinteraksi dengan konten hiburan digital, termasuk dalam membentuk ketergantungan terhadap figur penyiar daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pengaruh live streaming Windah Basudara terhadap ketergantungan penggemarnya, khususnya pada aspek afektif, kognitif, dan perilaku. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain survei, di mana data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 384 responden yang merupakan anggota aktif komunitas penggemar Windah Basudara di platform Discord dan X (Twitter). Hasil penelitian menunjukkan ketergantungan afektif menempati urutan tertinggi, diikuti oleh ketergantungan kognitif dan perilaku. Mayoritas audiens menonton untuk memenuhi kebutuhan emosional, sementara manfaat secara kognitif dan perilaku muncul sebagai dampak tambahan. Kesimpulan pada penelitian ini ketergantungan penggemar terhadap live streaming Windah Basudara didominasi oleh aspek afektif, sementara aspek perilaku lebih dipengaruhi oleh interaksi sosial dalam komunitas, bukan oleh media secara langsung.
The effect of digital literacy on women’s intentions to report gender-based violence among womenspirasi summit participants Afifah, Mujahidah; Ruhimat, Ruhimat; Setiawan, Koesworo
Priviet Social Sciences Journal Vol. 6 No. 2 (2026): February 2026
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v6i2.1623

Abstract

This study examines the effect of digital literacy on women’s intentions to report gender-based violence among participants of the Womenspirasi Summit. Employing a quantitative explanatory design, data were collected through an online survey distributed to 212 female participants selected using purposive sampling. Digital literacy was measured using a multidimensional framework adapted from UNESCO, while reporting intention was analyzed through the Theory of Plannssed Behavior, encompassing attitudes toward the behavior, subjective norms, and perceived behavioral control. Data were analyzed using descriptive statistics and simple linear regression with IBM SPSS 25. The findings indicate that participants exhibit a very high level of digital literacy (mean = 4.34) and a very strong intention to report gender-based violence (mean = 4.54). Regression analysis demonstrates that digital literacy has a positive and statistically significant effect on reporting intention (β = 0.498; p < 0.001), accounting for 61.2% of the variance in reporting intention. These results suggest that digital literacy enhances women’s perceived control over the reporting process, fosters positive attitudes toward reporting, and strengthens supportive social norms within digital and community-based environments. The study concludes that digital literacy is a key determinant in increasing women’s intentions to report gender-based violence, highlighting the importance of integrating digital literacy development into gender-based violence prevention and response strategies to address underreporting and promote access to justice.
The Three Pillars of Communication in Local Culture: Driving Force in Combating Village Fund Corruption Setiawan, Koesworo
JURNAL KOMUNIKATIO Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Komunikatio
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jk.v12i1.23295

Abstract

Corruption in villages continues to rise, along with the increased value of government budget assistance. Statistics on budget misuse in villages show no improvement despite ongoing law enforcement action. This article aims to identify and explain the strengths of local culture that can help overcome irregularities in village fund management. This research uses a qualitative-argumentative approach, with a literature study. Data were obtained from scientific articles and other documents relevant to the research objectives using Publish or Perish software. Data was reduced, categorized, and interpreted based on three operational concepts of the communication model in local culture: communicator (traditional figure), message (ancestral teachings), and medium (traditional institutions). Data validity was tested using two techniques: source triangulation (comparing data across relevant articles) and assuming the data in each article were valid because they had been reviewed before publication. The results show that, first, traditional figures serve as moral and ethical references. Second, teachings as messages instill values of goodness and harmony among humans, and between humans and their environment. Third, the sanction mechanism for norm violators serves as a deterrent and maintains harmony. Result reveal that, the combination of these three cultural pillars can strengthen efforts to address corruption in villages.
Representasi Kasih Sayang Representasi Kasih Sayang Ayah Disabilitas melalui Gestur dan Ekspresi (Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film Miracle In Cell No.7 Indonesia) Agustina, Eneng; Koesworo Setiawan; Robby Firliandoko
Buana Komunikasi (Jurnal Penelitian dan Studi Ilmu Komunikasi) Vol 7 No 1 (2026): April
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USB YPKP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of family communication demonstrates the importance of nonverbal communication in building emotional closeness. The Indonesian version of the film Miracle in Cell No. 7 depicts the affection of a father with a disability to his child through gestures and facial expressions. This study aims to analyze the delivery of affection through gestures and expressions. The method used is a descriptive approach and Roland Barthes' semiotic analysis. Data were obtained through observation, documentation, interviews, and literature studies. The results show that affective gestures, caring expressions, and a combination of both are the main signs representing protection, warmth, sincerity, and responsibility of a father. Connotatively, these meanings strengthen father-child closeness, while at the mythical level, this film challenges stereotypes about fathers with disabilities. Thus, nonverbal communication becomes the main means of displaying sincere fatherly affection in the family. Keywords: gesture, facial expression, disabled father, affection, Roland Barthes' semiotics.
Persepsi Masyarakat terhadap Political Branding Anggota DPRD Kota Bogor Raja Aybeun Daffa Sayanda; Koesworo Setiawan; Robby Firliandoko
TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humani... Vol. 4 No. 2 (2026): Mei: TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/tuturan.v4i2.2169

Abstract

The low level of public trust in local legislative institutions poses a serious challenge to the democratic dynamics in Bogor City, as indicated by various fluctuating community satisfaction survey results. This research aims to analyze in depth the public perception of the political branding strategy carried out by members of The Bogor Parlementary as an effort to restore and increase public trust. Using the Brand Identity Prism theoretical framework developed by Jean-Noel Kapferer, this research dissects political identity through six main dimensions: physique, personality, culture, relationship, reflection, and self-image. The research method applied is descriptive qualitative, with primary data collection techniques through in-depth interviews with key informants in Tanah Sareal District, field observations, and documentation studies. The results showed that public perception of the subject's political branding tended to be positive in the external dimensions, where the subject was portrayed as a young, professional, neat, and communicative figure. However, in the internal dimension, public perception was found to be not optimal due to the lack of emphasis on Bogor's local cultural values and the existence of direct communication access barriers resulting from the use of intermediaries in constituent interactions. The conclusion of this study emphasizes that although the visual image has been well-formed, the level of public trust is still in a transitional stage. Strengthening the consistency between the identity displayed and the actual realization of political promises is needed to transform positive perceptions into stable and sustainable public trust.  
Analisis Bentuk-Bentuk Bullying dalam Film Rumah untuk Alie di Netflix Evi Lia Fauziah; Koesworo Setiawan; Agustini Agustini
TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humani... Vol. 4 No. 2 (2026): Mei: TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/tuturan.v4i2.2174

Abstract

Bullying is a social phenomenon that frequently occurs in everyday life and is often portrayed in media as a reflection of power imbalance This study aims to analyze the forms of bullying represented in the film Rumah untuk Alie on Netflix. This research employs a qualitative descriptive approach using a representation analysis method. Data were collected through observation of selected scenes depicting bullying behaviors in the film. The findings reveal that bullying is represented in various forms, including physical, verbal, emotional, and social exclusion. These forms are portrayed through interactions between characters in both family and social environments, illustrating how bullying occurs in different contexts. The results indicate that bullying in the film is not presented as a simple act, but rather as a complex social phenomenon involving emotional impact and unequal power relations. This study implies that film, as a medium, plays an important role in shaping audience understanding of bullying, particularly in recognizing that bullying can occur not only physically but also through subtle social and emotional actions.
Peran Komunikasi Kelompok dalam Kegiatan Wisata Kebangsaan terhadap Pembentukan Nasionalisme Siswa SMP: Studi Kasus Festival Merah Putih 2025 di Kota Bogor Purnama, Maulana Hasyim; Koesworo Setiawan; Robby Firliandoko
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi kelompok dalam kegiatan wisata kebangsaan pada Event Festival Merah Putih 2025 di SMP Zafirah Kota Bogor dalam menumbuhkan rasa nasionalisme siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma constructivist. Data dikumpulkan melalui participant observation, in-depth interviews, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kelompok dalam ruang audio visual dan interaktif berjalan cukup efektif berdasarkan teori 7C’s of Communication, meskipun masih terdapat kendala pada kejelasan, kedalaman informasi, dan kemampuan audiens. Dampak kegiatan ini terlihat pada peningkatan aspek kognitif, afektif, dan konatif siswa terhadap nilai nasionalisme, meskipun masih berada pada tahap dasar hingga menengah. Dengan demikian, wisata kebangsaan melalui komunikasi kelompok terbukti berperan dalam membentuk pemahaman dan sikap nasionalisme siswa melalui pengalaman belajar yang participatory.
Pola Komunikasi Organisasi dalam Pelaksanaan Program Kampung Iklim (Proklim) di Kampung Sadanta Muhammad Luthfie; Koesworo Setiawan; Febriansyah Febriansyah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian dalam bidang komunikasi organisasi yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pola komunikasi organisasi dalam pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim) di Kampung Sadanta, Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten. Sebagai program berbasis komunitas, keberhasilan ProKlim sangat ditentukan oleh efektivitas komunikasi organisasi dalam mendukung koordinasi dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap empat informan kunci, serta dokumentasi, dan divalidasi menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi organisasi terbentuk melalui tiga alur utama, yaitu komunikasi ke bawah, ke atas, dan horizontal. Komunikasi ke bawah berlangsung secara multilapis dengan memadukan saluran digital dan non-digital untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Komunikasi ke atas berjalan secara terbuka dan partisipatif melalui forum komunitas, sehingga aspirasi warga dapat terserap dengan baik. Sementara itu, komunikasi horizontal berkembang secara organik melalui interaksi sosial yang kuat dan budaya gotong royong. Ketiga pola komunikasi tersebut saling melengkapi dan membentuk sistem komunikasi yang adaptif dalam mendukung efektivitas pelaksanaan ProKlim.
Co-Authors Adisti, Esty Afifah, Mujahidah Agnesha, Nova Agung Muhamad Budiarsyah Agustin, Sri Ayu Agustina Multi Purnomo Agustina, Eneng Agustini Agustini Agustini Agustini Agustini Agustini, Agustini Alfadila, Mutia Ali Alamsyah Kusumadinata Alif, Qori Aliffiani Alinda Alinda Amirusna, Rialna Andreansyah, Rafli Anita Anwar, Muhammad Rasyid Apriliani, Afmi Aryatama, Mohammad Dika Atikah, Ike AYU LESTARI Bagoes Arya Zyawahir Suharto Bilqis, Tri Dewi Dede Syahrudin Denny Hernawan Desi Hasbiyah Desi Hasbiyah Euis Salbiah Evi Lia Fauziah Fahriza Permana, Muhammad Fanny Aulia Rachmah Fauzan, Dhafa farchan Febriadha, Marshela Febrian, Yandi Febriansyah Febriansyah Febriyanti, Aulia Adhinia Gotfridus Goris Seran Hakim, Muhammad Fadly Hasbiyah, Desi Isaak, Laureen Leony Jayanti Magdalena Isa Juantara, Muhammad Aziz Karim, Moh Syifaatul Khaerani, Nurlatifah Lutfie, Muhammad Luthfie, Muhammad M. Yogi Riyantama Isjoni Maria Fitriah Maria Fitriah Maulana, Mochamad Fajar muhammad luthfie Muhammad Luthfie Muhammad Supriatno Nabilah Fitria Anisa Said Nur Afifah, Kamilia Nurani, Sifa Nurhaepi, Harum Dwi Nuryana Pangestu, Dimas Ahmad Permana, Muhamad Fahriza Purnama, Maulana Hasyim R. Akhmad Munjin Radja Salafy, Radja Raja Aybeun Daffa Sayanda Raka, Muhammad Reza Kurniawan Rizki, M. Rizky Anugrah Robby Firliandoko Ruhimat Ruhimat, Ruhimat Sa'diah, Halimatu Sabarudin, Audra Putra Saepudin Salsabila, Vidya Zahra Sari, Ika Rosdiana Sigalingging, Luthfiah Hayati Siti Nurul Hikmah Siti Zulfa Fauziah Subekti, Eki Agustio Sukarelawati Sumarso, Diana Perwitasari Supriatno, Muhammad Suryatana, Undang Undang Suryatna Wardani, Zahara Eka Wati, Sukarela Wiratama, Gio