Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Apa yang Dipikirkan Orang Tua: Perspektif Kesiapan Sekolah Hapidin, Hapidin; Pujianti, Yuli; Dhieni, Nurbiana
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 13 No 2 Desember 2024 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v13i2.1083

Abstract

Abstract School readiness is an essential factor for the academic success of primary school students, and children's social skills influence it, as well as teachers' understanding of transitional learning and parental support. This study examines students' school readiness, focusing on these three variables. Through a survey using tests, questionnaires, interviews and document analysis, this study was conducted among elementary school students in DKI Jakarta. It also developed a standardized school readiness instrument and a transition learning model for early-grade teachers. Results show that 50% of parents prioritize reading, 48.8% writing and 38.1% arithmetic as academic readiness. However, non-academic aspects such as disciplinary behaviour (98.8%), social skills (98.8%), emotion regulation (98.9%), independence (98.9%), and self-confidence (100%) were highly prioritized. In addition, 100% of parents supported a conducive educational atmosphere, teachers who respect students, a playful approach in the early grades, and fun learning media. In conclusion, school readiness covers academic and non-academic aspects in a balanced way, contributing to national policies to support developmentally appropriate transition learning in the early grades of primary school. The findings support Government policy in developing developmentally appropriate transition learning models for young children in the early grades of primary school. Keywords: School Readiness; Transitional Learning Model; Literacy Numeracy; Social Skills Abstrak Kesiapan sekolah merupakan faktor penting bagi keberhasilan akademis siswa sekolah dasar, dipengaruhi oleh keterampilan sosial anak, pemahaman guru tentang pembelajaran transisi, dan dukungan orang tua. Penelitian ini bertujuan menguji kesiapan siswa masuk sekolah, dengan fokus pada ketiga variabel tersebut. Melalui survei menggunakan tes, kuesioner, wawancara, dan analisis dokumen, penelitian ini dilakukan pada siswa sekolah dasar di DKI Jakarta. Penelitian ini juga mengembangkan instrumen standar kesiapan sekolah dan model pembelajaran transisi bagi guru kelas awal. Hasil menunjukkan bahwa 50% orang tua memprioritaskan kemampuan membaca, 48,8% menulis, dan 38,1% berhitung sebagai kesiapan akademik. Namun, aspek non-akademik seperti perilaku disiplin (98,8%), keterampilan sosial (98,8%), regulasi emosi (98,9%), kemandirian (98,9%), dan kepercayaan diri (100%) sangat diprioritaskan. Selain itu, 100% orang tua mendukung suasana pendidikan kondusif, guru yang menghargai siswa, pendekatan bermain di kelas awal, dan penggunaan media pembelajaran yang menyenangkan. Kesimpulannya, kesiapan sekolah mencakup aspek akademik dan non-akademik secara seimbang, berkontribusi pada kebijakan nasional untuk mendukung pembelajaran transisi yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini di kelas awal sekolah dasar. Temuan ini mendukung kebijakan pemerintah dalam mengembangkan model pembelajaran transisi yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini di kelas awal sekolah dasar. Kata kunci: Kesiapan Sekolah; Model Pembelajaran Transisi; Literasi Numerasi; Keterampilan Sosial
Pemberdayaan anak usia dini melalui bermain sains dalam mengembangkan kemampuan saintifik di SPS Bunga Mawar Pujianti, Yuli; Suharti, Suharti; Wijaya, Purwani Kusumawati; Mustofa, Edy
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.17882

Abstract

Anak usia dini adalah masa kritis dalam perkembangan kognitif dan pengetahuan saintifik. Pengenalan sains melalui metode bermain dapat memberikan dasar yang kuat untuk keterampilan berpikir kritis dan analitis pada anak. SPS Bunga Mawar menyediakan lingkungan yang kondusif untuk mengimplementasikan program pemberdayaan ini melalui aktivitas bermain sains. Tujuan kegiatan ini  untuk pengembangan kemampuan saintifik anak usia dini melalui bermain sains. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, melibatkan anak-anak, orang tua, dan guru dalam aktivitas bermain sains, seperti demonstrasi, eksperimen sederhana, dan permainan interaktif. Evaluasi program dilakukan melalui observasi dan penilaian perkembangan kemampuan saintifik anak setelah mengikuti kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan kemampuan saintifik anak usia dini, termasuk kemampuan mengamati, menanya, menalar, dan berkomunikasi. Simpulan dari program ini adalah bahwa bermain sains dapat menjadi metode yang efektif untuk memperkenalkan konsep-konsep saintifik kepada anak-anak sejak dini, serta program serupa direkomendasikan untuk diimplementasikan di berbagai institusi pendidikan anak usia dini di Indonesia.   Development of early childhood scientific abilities through science play at SPS Bunga Mawar   Abstract: Early childhood is a critical period in cognitive development and scientific knowledge. Introducing science through play can provide a strong foundation for children's critical and analytical thinking skills. SPS Bunga Mawar provides a conducive environment for implementing this empowerment program through science play activities. The purpose of this activity is to develop early childhood scientific abilities through science play. The method used is a participatory approach, involving children, parents, and teachers in science play activities, such as demonstrations, simple experiments, and interactive games. The program evaluation was conducted through observation and assessment of children's scientific skills development after participating in the activities. The results show that the program is efficacious in improving children's scientific skills, including the ability to observe, question, reason, and communicate. This program concludes that science play can be an effective method to introduce scientific concepts to young children, and similar programs are recommended to be implemented in various early childhood education institutions in Indonesia.
Peran guru PAUD dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis karakter Pujianti, Yuli; Nuryati, Entin; Aminah, Siti; Komara, Endang; Mulyanto, Agus
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v7i1.21219

Abstract

Lembaga PAUD, bersama dengan keluarga dan lingkungan anak itu sendiri, memainkan peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak usia dini.  Guru di PAUD memiliki peran besar dalam meningkatkan pendidikan karakter anak. Guru harus memberikan contoh yang baik kepada anak agar anak dapat meniru apa yang dikatakan. Guru akan membantu anak menerapkan nilai-nilai karakter. Guru juga digugu dan ditiru oleh anak didiknya. Tujuan dari kegiatan PKM adalah untuk memberikan pemahaman kepada guru PAUD tentang implementasi kurikulum berbasis karakter pada anak usia dini sampai penilaian tentang implementasi kurikulum karakter yang sudah diterapkan oleh lembaga PAUD masing-masing. Lembaga mitra kegiatan PKM adalah ketua IGTKI Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Peserta dalam kegiatan ini sebanyak 22 orang terdiri dari kepala sekolah dan guru PAUD. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM adalah seminar dan workshop. Pengumpulan data dengan memberikan instrumen berupa angket kepada guru dalam bentuk google form. Hasil dari kegiatan ini adalah guru-guru sangat antusias ketika narasumber menjelaskan materi, hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan dari guru. Selain itu, guru mendapatkan buku saku yang berisi contoh penerapan kurikulum karakter pada anak usia dini.