Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PELATIHAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM PEMBELAJARAN LITERASI STEAM PADA KURIKULUM MERDEKA DI KEPULAUAN SERIBU Hapidin, Hapidin; Gunarti, Winda; Pujianti, Yuli
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 7 No. 1 (2025): Periode April 2025
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v7i1.5914

Abstract

Educators in Kepulauan Seribu District, DKI Jakarta, experience challenges in designing and implementing an independent curriculum in Early Childhood Education (ECE), especially in project learning that includes elements of religion, character, identity, literacy, and STEAM. In addition, the lack of curriculum documents in PAUD prompted the need for assistance developing an effective Education Unit Operational Curriculum (KOSP). Through participatory training and mentoring, focusing on improving pedagogical competencies, this service program assists PAUD teachers in preparing learning documents, implementing effective learning, and conducting assessments. The methods used include participatory training, focus discussions, and workshops, encouraging participants to more actively understand, analyze, and apply the STEAM Literacy model in the Merdeka Curriculum. The results of this activity show a significant increase in teacher competence, where the pre-test results show the categories of excellent 8.1%, good 13.5%, sufficient 21.6%, and less 56.8%, while the post-test increased to excellent 48.6%, good 27.1%, sufficient 18.9%, and less 5.4%. The program also provides illustrative examples of concepts, practice videos, and the use of a fun L-STEAM project learning model. Children were more active in learning with loose parts media and natural materials, as evidenced by their enthusiasm during project-based play, despite being supervised by many teachers around them. This program improved PAUD teachers' understanding of curriculum development, learning implementation, and early childhood assessment.
Apa yang Dipikirkan Orang Tua: Perspektif Kesiapan Sekolah Hapidin, Hapidin; Pujianti, Yuli; Dhieni, Nurbiana
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 13 No 2 Desember 2024 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v13i2.1083

Abstract

Abstract School readiness is an essential factor for the academic success of primary school students, and children's social skills influence it, as well as teachers' understanding of transitional learning and parental support. This study examines students' school readiness, focusing on these three variables. Through a survey using tests, questionnaires, interviews and document analysis, this study was conducted among elementary school students in DKI Jakarta. It also developed a standardized school readiness instrument and a transition learning model for early-grade teachers. Results show that 50% of parents prioritize reading, 48.8% writing and 38.1% arithmetic as academic readiness. However, non-academic aspects such as disciplinary behaviour (98.8%), social skills (98.8%), emotion regulation (98.9%), independence (98.9%), and self-confidence (100%) were highly prioritized. In addition, 100% of parents supported a conducive educational atmosphere, teachers who respect students, a playful approach in the early grades, and fun learning media. In conclusion, school readiness covers academic and non-academic aspects in a balanced way, contributing to national policies to support developmentally appropriate transition learning in the early grades of primary school. The findings support Government policy in developing developmentally appropriate transition learning models for young children in the early grades of primary school. Keywords: School Readiness; Transitional Learning Model; Literacy Numeracy; Social Skills Abstrak Kesiapan sekolah merupakan faktor penting bagi keberhasilan akademis siswa sekolah dasar, dipengaruhi oleh keterampilan sosial anak, pemahaman guru tentang pembelajaran transisi, dan dukungan orang tua. Penelitian ini bertujuan menguji kesiapan siswa masuk sekolah, dengan fokus pada ketiga variabel tersebut. Melalui survei menggunakan tes, kuesioner, wawancara, dan analisis dokumen, penelitian ini dilakukan pada siswa sekolah dasar di DKI Jakarta. Penelitian ini juga mengembangkan instrumen standar kesiapan sekolah dan model pembelajaran transisi bagi guru kelas awal. Hasil menunjukkan bahwa 50% orang tua memprioritaskan kemampuan membaca, 48,8% menulis, dan 38,1% berhitung sebagai kesiapan akademik. Namun, aspek non-akademik seperti perilaku disiplin (98,8%), keterampilan sosial (98,8%), regulasi emosi (98,9%), kemandirian (98,9%), dan kepercayaan diri (100%) sangat diprioritaskan. Selain itu, 100% orang tua mendukung suasana pendidikan kondusif, guru yang menghargai siswa, pendekatan bermain di kelas awal, dan penggunaan media pembelajaran yang menyenangkan. Kesimpulannya, kesiapan sekolah mencakup aspek akademik dan non-akademik secara seimbang, berkontribusi pada kebijakan nasional untuk mendukung pembelajaran transisi yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini di kelas awal sekolah dasar. Temuan ini mendukung kebijakan pemerintah dalam mengembangkan model pembelajaran transisi yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini di kelas awal sekolah dasar. Kata kunci: Kesiapan Sekolah; Model Pembelajaran Transisi; Literasi Numerasi; Keterampilan Sosial
SEMINAR PARENTING: PENGEMBANGAN LITERASI ANAK USIA DINI PADA MASYARAKAT PESISIR DI PULAU UNTUNG JAWA KEPULAUAN SERIBU JAKARTA Paramansyah, Arman; Pujianti, Yuli; Wijaya, Purwani K; Mardianah, Mardianah; Ariyani, Ria Puji
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.48893

Abstract

Permasalahan rendahnya literasi anak usia dini di wilayah pesisir menjadi perhatian serius, khususnya di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Jakarta. Minimnya akses terhadap bahan bacaan, kurangnya keterlibatan orang tua dalam kegiatan literasi, serta terbatasnya fasilitas pendidikan menjadi faktor penghambat utama. Kegiatan seminar parenting ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas orang tua dalam mendampingi proses pengembangan literasi anak sejak usia dini. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui seminar interaktif dan diskusi kelompok terarah (FGD) yang melibatkan 30 orang tua dari masyarakat pesisir. Materi meliputi pentingnya stimulasi literasi di rumah, teknik bercerita, serta pemanfaatan sumber daya lokal sebagai media belajar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman orang tua mengenai peran mereka dalam mendukung literasi anak, ditandai dengan perubahan sikap dan komitmen untuk menyediakan waktu khusus membaca bersama anak. Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi berbasis pemberdayaan orang tua efektif dalam meningkatkan literasi anak usia dini di wilayah pesisir.
From Play to Learning : Designing a Transition Model to Early Childhood School Readiness Hapidin, Hapidin; Pujianti, Yuli; Dhieni, Nurbiana; Utami, Ade Dwi
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): December 2025 in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1311

Abstract

This study aims to develop a contextual transition learning model to improve the readiness of early childhood schools in Jakarta. The method used is based on Borg & Gall's research and development process, which involves the stages of needs analysis, model design, limited testing, evaluation, and model refinement. A needs analysis of 150 children showed that 43% were ready, 38% were somewhat prepared, and 19% were not ready, with the main weaknesses identified in the social-emotional and independence aspects. The designed model consists of six phases: relaxation, orientation, exploration, collaborative planning, implementation, and expression, based on neuropedagogical principles. Limited testing results showed significant improvement, with the ready category increasing from 43% to 61%, while the not ready category decreased from 19% to 8%. Expert validation resulted in an average score of 3.78 (very good). These results suggest that the contextual transition model is effective in enhancing children's readiness and have implications for teacher practice, parental involvement, and systematic educational policy.
Pemberdayaan anak usia dini melalui bermain sains dalam mengembangkan kemampuan saintifik di SPS Bunga Mawar Pujianti, Yuli; Suharti, Suharti; Wijaya, Purwani Kusumawati; Mustofa, Edy
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.17882

Abstract

Anak usia dini adalah masa kritis dalam perkembangan kognitif dan pengetahuan saintifik. Pengenalan sains melalui metode bermain dapat memberikan dasar yang kuat untuk keterampilan berpikir kritis dan analitis pada anak. SPS Bunga Mawar menyediakan lingkungan yang kondusif untuk mengimplementasikan program pemberdayaan ini melalui aktivitas bermain sains. Tujuan kegiatan ini  untuk pengembangan kemampuan saintifik anak usia dini melalui bermain sains. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, melibatkan anak-anak, orang tua, dan guru dalam aktivitas bermain sains, seperti demonstrasi, eksperimen sederhana, dan permainan interaktif. Evaluasi program dilakukan melalui observasi dan penilaian perkembangan kemampuan saintifik anak setelah mengikuti kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan kemampuan saintifik anak usia dini, termasuk kemampuan mengamati, menanya, menalar, dan berkomunikasi. Simpulan dari program ini adalah bahwa bermain sains dapat menjadi metode yang efektif untuk memperkenalkan konsep-konsep saintifik kepada anak-anak sejak dini, serta program serupa direkomendasikan untuk diimplementasikan di berbagai institusi pendidikan anak usia dini di Indonesia.   Development of early childhood scientific abilities through science play at SPS Bunga Mawar   Abstract: Early childhood is a critical period in cognitive development and scientific knowledge. Introducing science through play can provide a strong foundation for children's critical and analytical thinking skills. SPS Bunga Mawar provides a conducive environment for implementing this empowerment program through science play activities. The purpose of this activity is to develop early childhood scientific abilities through science play. The method used is a participatory approach, involving children, parents, and teachers in science play activities, such as demonstrations, simple experiments, and interactive games. The program evaluation was conducted through observation and assessment of children's scientific skills development after participating in the activities. The results show that the program is efficacious in improving children's scientific skills, including the ability to observe, question, reason, and communicate. This program concludes that science play can be an effective method to introduce scientific concepts to young children, and similar programs are recommended to be implemented in various early childhood education institutions in Indonesia.
Integrating Local Wisdom and Scientific Inquiry in Early Childhood Education: A Contextualized Science Learning Approach Suharti, Suharti; Hapidin, Hapidin; Pujianti, Yuli; Suwandi, Edi; Fairuzillah, Muhammad Naufal
Atfaluna Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 8 No 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Atfaluna: Journal of Islamic Early Childhood Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/atfaluna.v8i1.11349

Abstract

This study explores the integration of local wisdom and scientific inquiry in early childhood education (ECE) on Untung Jawa Island, Administrative City of Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Employing a mixed-method approach, the quantitative phase utilized a one-shot posttest experimental design involving 21 children aged 5-6 years old, consisting of 11 boys and 10 girls. The children participated in culturally contextualized science activities that incorporated local wisdom. In addition to quantitative data collection, qualitative data were gathered through observations and interviews with five ECE teachers to gain deeper insights into the implementation process. The results indicate that integrating local wisdom enhances children's engagement and understanding of scientific concepts. This study recommends further research to explore long-term impacts and broader applications of culturally responsive teaching methods in early childhood settings.
Peran guru PAUD dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis karakter Pujianti, Yuli; Nuryati, Entin; Aminah, Siti; Komara, Endang; Mulyanto, Agus
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v7i1.21219

Abstract

Lembaga PAUD, bersama dengan keluarga dan lingkungan anak itu sendiri, memainkan peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak usia dini.  Guru di PAUD memiliki peran besar dalam meningkatkan pendidikan karakter anak. Guru harus memberikan contoh yang baik kepada anak agar anak dapat meniru apa yang dikatakan. Guru akan membantu anak menerapkan nilai-nilai karakter. Guru juga digugu dan ditiru oleh anak didiknya. Tujuan dari kegiatan PKM adalah untuk memberikan pemahaman kepada guru PAUD tentang implementasi kurikulum berbasis karakter pada anak usia dini sampai penilaian tentang implementasi kurikulum karakter yang sudah diterapkan oleh lembaga PAUD masing-masing. Lembaga mitra kegiatan PKM adalah ketua IGTKI Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Peserta dalam kegiatan ini sebanyak 22 orang terdiri dari kepala sekolah dan guru PAUD. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM adalah seminar dan workshop. Pengumpulan data dengan memberikan instrumen berupa angket kepada guru dalam bentuk google form. Hasil dari kegiatan ini adalah guru-guru sangat antusias ketika narasumber menjelaskan materi, hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan dari guru. Selain itu, guru mendapatkan buku saku yang berisi contoh penerapan kurikulum karakter pada anak usia dini.