Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Digital Irrigation Timer pada Budidaya Tanaman Pekarangan di Kelompok Wanita Tani Anggrek Desa Marga Kaya Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Edy, Akari; Ramadiana, Sri; Pujisiswanto, Hidayat; Widyastuti , RA. Diana; Ermawati, Ermawati; Suprihatin, Suprihatin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan (Oktober - Desember 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpmpt.v3i4.1721

Abstract

Kelompok Wanita Tani Anggrek berlokasi di Desa Marga Kaya Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan.  Usaha untuk menyejahterakan keluarga petani dapat dimulai dengan memanfaatkan lahan pekarangan.  Pekarangan di Desa Marga Kaya, khususnya di KWT Anggrek dipenuhi oleh aneka ragam tanaman sayuran dan rempah.  Namun demikian, belum ada sistem budidaya dengan pemakaian air yang efisien dan dapat meningkatkan produktivitas.  Dengan demikian, tujuan pengabdian ini adalah petani dapat mengaplikasikan digital irrigation timer pada budidaya tanaman pekarangan sehingga pemberian air lebih terkontrol, tepat, dan efisien dan memungkinkan peningkatan produktivitas tanaman.  Metode yang digunakan ceramah/diskusi, pendampingan terjadwal, dan demplot (demonstration plot) tentang aplikasi digital irrigation timer pada budidaya tanaman pekarangan. Sasaran pengabdian ini adalah Kelompok Wanita Tani Anggrek dan masyarakat di sekitar Desa Marga Kaya Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan.  Evaluasi akhir hasil kegiatan aplikasi digital irrigation timer pada budidaya tanaman pekarangan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah kegiatan pengabdian. Setelah pengabdian dilaksanakan tingkat pengetahuan meningkat: dasar digital irrigation timer dari 20% menjadi 95%; manfaat digital irrigation timer dari 25% menjadi 75%; instalasi digital irrigation timer dari 37,5% menjadi 80%. Ketertarikan/preferensi terhadap digital irrigation timer dari 45% menjadi 90%. Rata-rata umum dari 33% menjadi 84%.
EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT UMBI UBI JALAR PADA PERKECAMBAHAN BIJI DAN PERTUMBUHAN GULMA JAJAGOAN (Echinochloa crus-galli) Pujisiswanto, Hidayat; Alamanda Lily Astari; Nanik Sriyani; Dad Resiworo J. Sembodo; Purba Sanjaya
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.10966

Abstract

Gulma Echinochloa crus-galli sangat kompetitif terhadap tanaman padi karena perkembangbiakan dan pertumbuhannya cepat, sehingga dapat menurunkan produksi padi. Alternatif pengendalian gulma dapat memanfaatkan senyawa alelokimia yang diperoleh dari tumbuhan, seperti kulit umbi ubi jalar (Ipomoea batatas L.). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak kulit umbi ubi jalar pada perkecambahan biji dan pertumbuhan gulma Echinochloa crus-galli. Penelitian ini terdiri dari dua set yaitu Uji Perkecambahan di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan yaitu kontrol dan konsentrasi ekstrak kulit umbi jalar 5%, 10%, 15%, 20% dan Uji Pertumbuhan di rumah kaca menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama konsentrasi ekstrak kulit umbi ubi jalar 5%, 10%, 15%, dan 20% dan faktor kedua dosis ekstrak 2,5 l ha-1 dan 5 l ha-1. Data hasil penelitian dilakukan uji homogenitas yang diuji dengan uji Barlett dan uji Aditivitas data dengan dilakukan uji Tukey. Bila asumsi terpenuhi, data dianalisis dengan analisis ragam dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi ekstrak kulit umbi ubi jalar di laboratorium pada konsentrasi 15-20% dapat menekan perkecambahan sampai 100% dan pengaplikasian ekstrak kulit umbi ubi jalar konsentrasi 10-20% dengan dosis 2,5 l ha-1 l ha-1 di rumah kaca dapat menghambat pertumbuhan jajagoan. Penekanan tertinggi gulma terjadi pada konsentrasi 20% dengan dosis 5% untuk seluruh peubah yang diamati.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Sidodadi Melalui Inovasi Pengolahan Limbah Hasil laut Menjadi Pupuk Organik cair Ramah Lingkungan Widyastuti, Diana; Pujisiswanto, Hidayat
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21758

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan limbah hasil laut seperti sisa ikan, kulit udang, dan cangkang kerang sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik cair (POC) di Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan teknis kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi POC yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Program ini tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga mendorong ekonomi sirkular melalui terbentuknya kelompok usaha mikro berbasis pengolahan limbah. Kegiatan ini menjadi model pengelolaan limbah berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya.  
Herbisida organik berbasis air kelapa terfermentasi sebagai alternatif pengendalian gulma di Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran Pujisiswanto, Hidayat; Yosilia, Rani; Jannah, Husna Fii Karisma; Fahrizi, Dimas
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38057

Abstract

AbstrakHingga saat ini, pengendalian gulma masih didominasi oleh penggunaan herbisida kimia sintetik. Namun, penggunaan herbisida kimia secara berulang dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, memicu resistensi gulma, serta membebani petani akibat harga produk yang relatif mahal. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian gulma yang lebih ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah diaplikasikan oleh petani.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan serta penerapan herbisida organik berbahan limbah air kelapa melalui metode fermentasi sebagai alternatif pengendalian gulma. Sasaran khusus kegiatan meliputi peningkatan pemahaman petani mengenai dampak gulma terhadap biaya dan pemeliharaan tanaman, pengenalan konsep dasar herbisida, serta penguasaan teknik pembuatan dan aplikasi herbisida organik.Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan berupa pemberian materi, pelatihan pembuatan herbisida organik berbahan limbah air kelapa, serta praktik lapang melalui demplot uji aplikasi herbisida organik. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran, dengan melibatkan petani yang tergabung dalam kelompok tani. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tingkat pemahaman dan penguasaan materi terkait gulma, herbisida, serta teknologi pembuatan dan aplikasi herbisida organik. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan petani dalam memahami konsep pengendalian gulma serta keterampilan sebesar 30% yang diukur menggunakan pre-test dan post-test dalam memproduksi dan mengaplikasikan herbisida organik pada lahan budidaya tanaman. Kata kunci: gulma; herbisida organik; air kelapa; fermentasi; pengendalian gulma. Abstract Weeds are a major constraint in crop production as they reduce yield and quality, increase production costs due to additional labor, and serve as hosts for pests and plant diseases. Weed control in agriculture still largely depends on synthetic chemical herbicides. However, their long-term and repeated use can cause environmental degradation, induce herbicide resistance in weed populations, and increase production costs for farmers. Therefore, alternative weed management strategies that are environmentally friendly, affordable, and easily adopted by farmers are urgently needed. This community service program aimed to enhance farmers’ knowledge and skills in producing and applying organic herbicides derived from fermented coconut water waste as an alternative method for weed control. The objectives included improving farmers’ understanding of the impacts of weeds on crop management, introducing basic concepts of herbicides, and developing technical skills in the preparation and application of organic herbicides. The program was implemented through extension activities, hands-on training, and field practice using demonstration plots. It was conducted in Sidodadi Village, Pesawaran Regency, involving local farmer groups. Program evaluation focused on participants’ understanding of weed management and organic herbicide production. The result of this activity was an improvement in farmers’ ability to understand weed control concepts, as well as a 30% increase in skills measured using pre-test and post-test in producing and applying organic herbicides in cultivated fields. Keywords: weeds; organic herbicide; fermented coconut water; weed management; sustainable agriculture.