Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ANALYSIS OF STUDENT PERCEPTIONS ON THE USE OF ONLINE LEARNING APPLICATIONS USING THE RASCH MODEL IN PHYSICS LEARNING Dewa Gede Eka Setiawan; Vivit Idrus; Muhammad Yusuf; Trisnawaty Junus Buhungo; Ritin Uloli
Jambura Physics Journal Vol 4, No 2 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jpj.v4i2.17286

Abstract

SMAN 1 Tapa initially used the Zoom and Google Meet applications, but there were still many students who were late for learning due to their difficult circumstances in getting internet coverage, so the teachers decided to change the application by using Classroom and Whatsapp to minimize student delays in learning. This study aims to describe students' perceptions of the use of online learning applications using Rasch modeling in physics learning. This research method is descriptive qualitative. The results of this study indicate that students' perceptions based on absorption indicators of object stimuli from outside the individual, students prefer online learning using Classroom and Whatsapp applications. Based on the indicators of understanding or understanding of the object, students understand and understand physics learning. Based on the indicators of individual evaluation of the object, students are enthusiastic and motivated in learning physics. Thus, it can be concluded that students' perceptions of online learning using the classroom and whatsapp applications can help and facilitate students in the learning process during the pandemic in class XI IPA 1.
PENGARUH TEKNIK PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING DENGAN MEDIA SIMULASI PhET TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA Mohamad Fitrah Ramadhan Tatali; Muhammad Yusuf; Citron S. Payu
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 19, No 1 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v19i1.36800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan dari pengaruh teknik pembelajaran Probing-Prompting dengan media simulasi berbantuan PhET terhadap hasil belajar siswa dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan alat peraga pada percobaan sederhana pada materi gelombang. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Lolak menggunakan metode eksperimen dengan design Posttest Only Control Group Design, dalam penelitian ini melibatkan 2 kelas yaitu kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan teknik pembelajaran Probing-Prompting berbantan media simulasi PhET dan kelas pembanding yaitu XI MIA 2 sebagai kelas kontrol menggunakan model Inkuiri Terbimbing berbantuan alat peraga pada percobaan sederhana. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes hasil belajar dengan 8 butir soal dalam bentuk tes uraian. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t. Hasil penelitian yang diperoleh adalah t_hitung  = 3,36 lebih dari t_tabel  = 1,69, maka kesimpulannya terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan teknik pembelajaran Probing-Prompting berbantuan media PhET dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan alat peraga sederhana.
Kepraktisan Media Pembelajaran Permainan Ular Tangga Menggunkaan Model Kooperatif Tipe STAD pada Materi Suhu dan Kalor Di SMP Jusriana R. Danggu; Muhammad Yusuf; Dewi Diana Paramata
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 3 No. 02 (2023): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Mei 2023
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v3i02.427

Abstract

Penelitian ini bertujuan akan melihat tingkat kepraktisan dari penggunaan media pembelajaran permainan ular tangga memakai  model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap  materi suhu dan kalor. Metode penelitan dan pengembangan ( R&D)  mengacu pada langkah  penelitian dan pengembangan  Brog and Gall yang suda dimodifikasi, 5 tahapan yang diadaptasi kemudain dikelompokkan menjadi 3 bagian penting yang suda disesuaikan yakni: 1) Studi pendahuluan, 2) Pengembangan produk, dan 3) Uji coba. Teknik pengumpulan data digunakan untuk melihat kepraktisan media digunakan lembar keterlaksanaan pembelajaran, angket respon guru dan angket respon siswa mengenai pengembangan media pembelajaran permainan ular tangga.  Hasil penelitian ini terlihat bahwa media pembelajaran permainan ular tangga begitu praktis digunakan dalam proses pembelajaran dengan memperolah rata-rata presentase keterlaksanaan aktivitas pembelajaran yakni 98,7% mencapai kriteria sangat baik serta respon siswa diperoleh rata-rata presentase 89,32% mencapai  kriteria sangat baik serta respon guru diperoleh presentase 85,77% dengan kategori baik.
PELATIHAN PENGGUNAAN ALAT KIT IPA BAGI GURU-GURU IPA SE-KECAMATAN BATUDAA KABUPATEN GORONTALO UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013 Se-Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo Untuk Mendukung Kegiatan Belajar Mengajar Dalam Mengimplementasikankurikulum 2013 Citron Payu; Abdul Haris Odja; Muhammad Yusuf; Idawati Supu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.13986

Abstract

ABSTRAKKegiatan Pelatihan KIT IPA merupakan program pelatihan yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan utama yang dihadapi oleh guru IPA. Permasalahannya adalah masih kurangnya kemampuan guru dalam menggunakan KIT IPA dalam proses pembelajaran. Pelatihan ini bertujuan agar guru-guru dapat memahami dan menerapkan proses pembelajaran menggunakan KIT IPA.Pelatihan ini diharapkan berjalan dengan baik dan lancar sehingga dapat meningkatkan efektifitas guru dalam menggunakan alat KIT IPA untuk mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 serta mengatasi kurangnya kemampuan dalam menggunakan KIT IPA menggunakan metode pembelajaran jigsaw. Kegiatan inti yang akan dilaksanakan yakni, Pelatihan Penggunaan Alat KIT IPA Bagi Guru-guru IPA Se-Kecamatan Batudaa dalam Mengimplementasikan Kurikulum 2013, dan kegiatan Mengajar di sekolah. Dengan adanya pelatihan ini dapat menambah lmu dan kemampuan guru-guru Kecamatan Batudaa dalam mengimplementasikan penggunaan KIT IPA di sekolah. Kata kunci: efektifitas; guru; kemampuan; KIT IPA; kurikulum ABSTRACTThe Science Set Tools Training Activity is a training program that can provide solutions to the main problems faced by science teachers. The problem is that there is still a lack of teacher ability in using Science Set Tools in the learning process. This training aims so that teachers can understand and apply the learning process using the Science Set Tools. The main activities to be carried out training used Science Set Tools for Science Teachers in Batudaa District in Implementing the 2013 Curriculum, and teaching activities in schools by this training. It is hoped that it will increase the knowledge and ability of Batudaa District teachers in implementing the use of Science Set Tools in schools. Keywords: ability; curriculum; effectiveness; science set tools; teacher
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR SISWA PADA MATERI PESAWAT SEDERHANA Ardita Ardita; Mursalin Mursalin; Masra Latjompoh; Dewa Gede Eka Setiawan; Muhammad Yusuf
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v6i2.5280

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir siswa pada materi Pesawat Sederhana. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Mootilango. Kemampuan peserta didik diukur menggunakan Indikator Taksonomi SOLO. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, eksprerimen semu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi dan lembar tes. Hasil penelitian yang didapatkan Kemampuan Berpikir peserta didik setelah diajarkan menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Materi Pesawat Sederhana menyatakan: Kemampuan berpikir peserta didik pada level Unistruktural dengan persentase 58,75%, termasuk dalam kriteria baik. Kemampuan berpikir peserta didik pada level  Multistruktural dengan persentase 40%, termasuk dalam kriteria cukup baik. Kemampuan berpikir peserta didik di level Relasional dengan persentase 1,25%, termasuk dalam kriteria kurang. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan kemampuan berpikir peserta didik sebagian besar masih berada pada tingkat rendah, kemudian diikuti peserta didik yang berkemampuan sedang, peserta didik yang berkemampuan tinggi.
PENGARUH MEDIA PhET MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERUBAHAN ENERGI DALAM KEHIDUPAN Muhammad Rajes Tolas; Muhammad Yusuf; Nancy Katili
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v6i2.5315

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh media PhET menggunakan model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar siswa pada materi perubahan energi dalam kehidupan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun 2023-2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu true eksperimen. Tempat pelaksanaan penelitian Di SMP Negeri 1 Suwawa, kelas VII dengan subjek penelitian pada kelas VII-A dengan jumlah siswa 30, kelas VIII-C dengan jumlah siswa 30. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas, hipotesis dan uji N-Gain. Hasil analsis data hipotesis pada tes posttest yaitu thitung -7.68 sedangkan untuk ttabel diperoleh 2.048 dengan kriteria –t1-1/2????(n1+n2-2)tt1-1/2(n1+n2-2) atau -2.048 -7.68 2.048 dan pada tes pretest yaitu thitung -7.50 sedangkan untuk ttabel diperoleh 2.048 dengan kriteria –t1-1/2????(n1+n2-2)tt1-1/2(n1+n2-2) atau -2.048 -7.50 2.048, dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Hasil uji N-Gain pada kelas kontrol yaitu 0.51 dan pada kelas eksperimen yaitu 0.78. Dengan demikian media PhET menggunakan model pembelajaran discovery learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa di SMP Negeri 1 Suwawa Kelas VII.
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MATA PELAJARAN IPA Iis Rahayu Timbola; Mursalin Mursalin; Nova Elysia Ntobuo; Masri Kudrat Umar; Muhammad Yusuf; Citron Supu Payu
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v6i2.5024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk berupa video animasi berbasis kearifan lokal pada mata pelajaran IPA. Kemudian dilakukan uji validasi untuk mengetahui kelayakan dan kualitas video animasi berbasis kearifan lokal. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (RD) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu analisis, perancangan, pengemabangan, penerapan dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi atau pengamatan, dan kuesioner (angket). Hasil uji validasi memperoleh rata-rata 3.62 diinterprestasikan kedalam kategori valid atau layak. Responden peserta didik terhadap video animasi berbasis kearifan lokal memperoleh hasil presentase sebesar 81% dengan kategori baik. Serta pencapaian presentase pada aktivitas peserta didik sebesar 88% dengan kategori baik. Berdasarkan data yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa video animasi berbasis kearifan lokal pada mata pelajaran telah memenuhi kriteria valid, praktis, efektif sehingga layak untuk digunakan dalam pembelajaran IPA di sekolah.
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU KUARTET BERBANTUAN ETNOSAINS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP PADA MATERI ZAT ADITIF MAKANAN Ingka M. Djafar; Nova Elysia Ntobuo; Citron S. Payu; Muhammad Yusuf
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v6i2.5277

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan validitas, kepraktisan, dan keefektifan media kartu kuartet berbantuan etnosains. Jenis penelitian ini ialah penelitian  RD dengan memakai model ADDIE. Subjek penelitian ini  masing-masing berjumlah 22 dan 19 siswa kelas VIII-3 dan VIII-4. Hasil penelitian  menunjukkan skor validasi ahli materi mencapai rata-rata 3,36 dengan kriteria valid, dan validasi media mencapai rata-rata 3,79 dengan kriteria sangat valid, yang dapat digunakan pada tahap selanjutnya. Kepraktisan media dapat dilihat dari a) hasil pelaksanaan pembelajaran pertemuan pertama dan kedua dinilai ‘’baik’’pada  kelas VIII-3 sebesar 88,89%, sedangkan pada kelas VIII-4 masing-masing memperoleh nilai 83,33 dan 88,89. b) respon peserta didik kelas VIII-3 dan VIII-4 mencapai standar sangat baik dengan memperoleh nilai rata-rata masing-masing 89,70 dan 89,17. Nilai keefektifan diperoleh dari kinerja: a) aktivitas peserta didik pada pertemuan 1 dan 2 kelas VIII-3 mencapai skor rata-rata 83,78% dan 88,21% sedangkan pada kelas VIII-4 mencapai skor rata-rata 84,20% dan 87,01%, dan b) tes pemahaman konsep kelas VIII-3 mempunyai rata-rata skor pre-test 32,32%, post-test 90,18%, serta diperoleh skor n-gain 0,86; pada kelas VIII-4 mencapai rata-rata skor pre-test sebesar 37,16%, skor post-test sebesar 89,05%, dan skor n-gain  kategori tinggi sebesar 0,83. Berdasarkan hasil penelitian bisa disimpulkan bahwa media kartu kuartet berbantuan etnosains untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa SMP pada materi zat aditif makanan sudah layak digunakan dalam pembelajaran karena telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif.
Desain Perangkat Pembelajaran Konsep Listrik Statis Dengan Strategi Berdiferensiasi Dalam memfasilitasi Pendidikan Inklusi Julanita Saleh; Abdul Haris Odja; Masri Kudrat Umar; Mursalin Mursalin; Muhammad Yusuf; Trisnawaty Junus Buhungo; Muznawaty Pilobu
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.9269

Abstract

Students' learning needs need to be considered when teaching in the classroom. Implementation of differentiated learning is one of the teaching applications that pays attention to students' needs. The study aims to design static electricity learning devices with a differentiated approach in facilitating inclusive education. The study is part of the development of learning devices consisting of three stages, namely: preliminary stage, development stage and implementation stage. The results show a valid value teaching module with an average value of 81.25 including the valid category. In the implementation, a trial of differentiated learning devices was carried out through teaching in class IX. At this stage, information was obtained on the value of the implementation of learning implementation above 90 including the Very High category. Likewise, student learning outcomes at this implementation stage increased with an N-Gain value of 0.578 including the moderate category. The effect size test value was obtained at 6,510 including a strong effect. This shows that the implementation of the differentiated learning device design has a strong effect on static electricity learning outcomes. The conclusions of the study were obtained as follows: (1) the design of differentiated learning devices assessed by experts and practices is valid; (2) the implementation of the differentiated learning device design is included in the high category, there are two students who have obstacles in the form of slow learners at the regular school which is the trial location; (3) the design of the differentiated learning device which is arranged effectively is shown by the N-Gain value in the medium category and the effect size value in the strong effect category
Effectiveness of Interactive Learning Media Based on Virtual Laboratory on Scientific Literacy and Concept Mastery in Dynamic Electricity Asnianti A. Awila; Tirtawaty Abdjul; Muhammad Yusuf; Abdul Haris Odja; Mursalin Mursalin; Supartin Supartin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.13530

Abstract

Scientific literacy is an individual's ability to apply scientific knowledge, identify questions, and draw conclusions based on evidence to understand and make informed decisions about the natural world and changes resulting from human activities. This study aims to analyze the effectiveness of interactive learning media based on the Virtual Laboratory in enhancing scientific literacy and improving students' conceptual understanding of the Dynamic Electricity. The study employed a quasi-experimental design, specifically the One-Group Pretest–Posttest Design, without a control group. The research subjects consisted of four ninth-grade students from two schools, namely SMPN 3 Pagimana and SMPN 5 Pagimana, totaling 80 students. The research instruments consisted of a science literacy test and a concept mastery test, each consisting of 10 essay questions and validated by experts. The results showed that the use of Virtual Laboratory media effectively improved students' science literacy, as indicated by a significant increase in scores on the posttest compared to the pretest. Statistical analysis using a paired sample t-test yielded a significance value < 0.05 in all classes, indicating a meaningful difference between students' initial and final abilities. Furthermore, the Normalized Gain (N-gain) value was in the high category (0.93–0.97). Thus, interactive learning media based on Virtual Laboratories have proven effective in improving students' science literacy and concept mastery of the Dynamic Electricity, and can serve as an alternative solution in science learning in schools with limited laboratory facilities