Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Vasectomy Family Planning Policy and the Rights of Social Assistance Recipients: A Critical Study from the Perspective of Ḥifẓ an-Nasl and al-Māl Nabilah, Deva; Ma’rifah, Aula Nurul; Pranata, Eka Octavian; Puspita, Mega; Gunawan, Hendra
Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/almaqasid.v11i1.15760

Abstract

Policies that link access to social assistance with vasectomy reflect a form of state intervention that has the potential to violate basic principles of justice and human rights. Instead of strengthening welfare, such a policy raises serious problems in terms of the protection of offspring (ḥifẓ an-nasl) and the protection of property (al-māl) as stipulated in Maqāṣid as-Sharī'ah. This study uses normative legal approaches and qualitative methods to analyze these policies from the perspective of Islamic ethics and social rights frameworks. The results of the study show that imposing permanent contraceptive methods as a prerequisite for social assistance is not only contrary to the principles of maqāṣid, but also creates systemic discrimination against vulnerable groups. In this context, the state should not necessarily sacrifice the basic rights of citizens for the sake of achieving demographic figures. Therefore, this research challenges policy logic that ignores the values of protection and justice, and encourages the formulation of public policies that are more humane, inclusive, and in accordance with the socio-religious ethics of the Indonesian nation.
Vasectomy Family Planning Policy and the Rights of Social Assistance Recipients: A Critical Study from the Perspective of Ḥifẓ an-Nasl and al-Māl Nabilah, Deva; Ma’rifah, Aula Nurul; Pranata, Eka Octavian; Puspita, Mega; Gunawan, Hendra
Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/almaqasid.v11i1.15760

Abstract

Policies that link access to social assistance with vasectomy reflect a form of state intervention that has the potential to violate basic principles of justice and human rights. Instead of strengthening welfare, such a policy raises serious problems in terms of the protection of offspring (ḥifẓ an-nasl) and the protection of property (al-māl) as stipulated in Maqāṣid as-Sharī'ah. This study uses normative legal approaches and qualitative methods to analyze these policies from the perspective of Islamic ethics and social rights frameworks. The results of the study show that imposing permanent contraceptive methods as a prerequisite for social assistance is not only contrary to the principles of maqāṣid, but also creates systemic discrimination against vulnerable groups. In this context, the state should not necessarily sacrifice the basic rights of citizens for the sake of achieving demographic figures. Therefore, this research challenges policy logic that ignores the values of protection and justice, and encourages the formulation of public policies that are more humane, inclusive, and in accordance with the socio-religious ethics of the Indonesian nation.
Penguatan Nilai-Nilai Moderasi Beragama Pada Siswa di SMP Negeri 2 Nibung Hangus Nasution, Mhd Fikar Ardiansyah; Puspita, Mega; Dalimunthe, Zulkifli; Ilmanun, Lulu; Ujung, Abdul Azis; Salianto, Salianto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15454

Abstract

Moderasi beragama tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sekitar, salah satunya terjadi dalam lingkup keluarga. Temperance adalah rasa kemauan dan kemampuan untuk mengalami perbedaan dari orang lain, dan merupakan bagian dari cara kita mempelajari agama. Kegiatan kuliah kerja nyata yang dilaksanakan oleh 26 mahasiswa/i UIN SU ini merupakan bentuk sosialisasi dengan tema ‘’Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Sikap Moderasi Beragama Pada Anak’’, yang memberikan kontribusi pemahaman terhadap siswa/siswi tingkat remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sikap moderasi beragama pada anak. Faktor-faktor yang mendukung sikap moderasi beragama meliputi; pola komunikasi yang terbuka dan toleran dalam keluarga, nilai-nilai agama yang diajarkan dengan bijaksana serta tidak memaksakan, contoh perilaku orang tua yang moderat dan toleran, serta adanya dukungan dan partisipasi keluarga dalam kegiatan keagamaan. Sebaliknya, faktor-faktor yang menghambat sikap moderasi beragama meliputi; pola komunikasi yang tertutup dan dogmatis, nilai-nilai agama yang diajarkan secara kaku dan fanatik, contoh perilaku orang tua yang intoleran dan radikal, serta kurangnya dukungan dan pasrtisipasi keluarga dalam kegiatan keagamaan.
Kepastian Hukum pada Dispensasi Kawin Janda/Duda dibawah Umur (Analisis Pandangan KUA dan Pengadilan Agama di Kota Yogyakarta) Ali, Zezen Zainul; Puspita, Mega; Zainab, Zainab
Al-Syakhsiyyah: Journal of Law and Family Studies Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Faculty of Shariah UIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/syakhsiyyah.v4i2.5051

Abstract

Artikel ini akan membahas tentang dispensasi kawin janda/duda dibawah umur. Dispensasi kawin merupakan pemberian izin menikah oleh Pengadilan kepada pasangan yang masih belum berusia 19 tahun melalui pengajuan dispensasi kawin ke Pengadilan. Dalam praktiknya terdapat beberapa kasus dispensasi kawin yang diajukan oleh janda/duda ke Pengadilan dikarenakan adanya penolakan permohonan menikah oleh KUA karena dianggap calon pengantin masih dibawah umur sebagaimana dalam UU Nomor 16/2019. Faktanya di beberapa Pengadilan Agama juga terdapat penolakan terhadap permohonan dispensasi kawin oleh janda/duda dengan alasan ketika seseorang telah menikah telah dianggap dewasa. Sehingga menimbulkan tidak adanya kepastian hukum bagi janda/duda dibawah umur yang menikah meskipun telah mengajukan dispensasi kawin pada pernikahan sebelumnya. Lalu bagaimana pandangan KUA dan Pengadilan Agama dalam kasus ini? artikel ini akan mengkaji pandangan KUA dan Hakim Pengadilan Agama di Kota Yogyakarta terkait dispensasi kawin bagi janda/duda dibawah umur. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode yuridis-normatif dengan pendekatan statute approach dan case approach. Temuannya; pihak KUA dalam menolak permohonan menikah janda/duda dibawah umur terkesan tekstualis terhadap Pasal 7 UU 16/2019 dan mengabaikan peraturan perundang-undangan lainnya dikarenakan tunduk terhadap instansi kementerian Agama, sementara pihak Pengadilan Agama tetap beranggapan bahwa janda/duda dibawah umur yang hendak menikah tidak perlu mengajukan dispensasi kawin karena telah dianggap dewasa sebagaimana KUHPerdata dan Peraturan Mahkamah Agung nomor 5 tahun 2019.
The Implementation of Learning Strategies to Improve Students’ Learning Outcomes at MI Bustanul Ulum Sumbersuk Puspita, Mega; Sholikhudin, Muhammad Anang
-
Publisher : AR-RASYID : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/arrasyid.v5i2.26979

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of implementing varied and structured learning strategies in improving student learning outcomes at MI Bustanul Ulum Sumbersuko. Using a qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and document analysis. The results showed that the implementation of active learning methods, group discussions, and the use of visual media significantly increased students' active participation, learning motivation, and understanding of the material. In addition, the analysis of student needs allows for the adjustment of materials according to their abilities and background of understanding, which has a positive impact on increasing evaluation scores and critical thinking skills. This study provides recommendations for the development of sustainable learning strategies to improve the quality of education in madrasah.