Claim Missing Document
Check
Articles

Pilihan Karier Lulusan Program Pendidikan Profesi Dokter Universitas Islam Bandung Tahun 2015 Eka Nurhayati; Titik Respati; Budiman Budiman
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.313 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v4i2.1827

Abstract

Tahun 2014 merupakan tahun penting bagi dokter di Indonesia karena mulai diberlakukannya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan persiapan menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Alasan tersebut dapat memengaruhi pilihan karier lulusan fakultas kedokteran di Indonesia. Banyak penelitian terkait pemilihan karier kedokteran telah dilakukan di luar negeri, namun penelitian semacam ini belum pernah dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba). Tujuan penelitian adalah mengetahui pilihan karier lulusan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) FK Unisba tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif potong lintang, dilakukan pada bulan April 2015 menggunakan kuesioner dengan sampel 53 orang menggunakan teknik whole sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas lulusan program P3D FK Unisba 2015 adalah perempuan (68%) dan profesi yang paling banyak diminati adalah dokter spesialis (85%). Tempat bekerja yang paling banyak diminati adalah rumah sakit (74%). Lokasi pekerjaan yang paling banyak diminati ialah wilayah urban di Indonesia (68%). Pilihan sektor pekerjaan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara sektor publik (40%) dan swasta (43%). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa lulusan P3D FK Unisba 2015 lebih banyak berminat pada profesi dokter spesialis dan bekerja di rumah sakit yang berlokasi di wilayah urban Indonesia. CAREER OPTIONS AMONG GRADUATES OF FACULTY OF MEDICINE BANDUNG ISLAMIC UNIVERSITY YEAR 2015Year 2014 was a very important moment for doctors in Indonesia since the Government began to enforce Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) and the preparation for the ASEAN Economic Society (AEC) by 2015. Both reasons might influenced the choice of career of medical graduates in Indonesia. Many medical careers selection related research has been conducted abroad, but this kind of research has not been done in Medical Faculty of Bandung Islamic University (FK Unisba). The purpose of this study was to determine the career choice of graduates of Physician Professional Education Program (P3D) FK Unisba year 2015. This was cross sectional design. The study was conducted in April 2015 using questionnaire with 53 respondents. The results of this study indicated that the majority of P3D graduates FK Unisba were women (68%), with the most favourable profession were specialists (85%). The most demanding work place was hospital (74%), location of the most interesting work was the urban area in Indonesia (68%). Selection work sector showed no significant differences between the public sector (40%) and private (43%). The conclusion of this study showed that graduates of P3D FK Unisba year 2015 mostly interested to be specialist and works in hospital which located in urban area in Indonesia.
Dengue Cases Prediction in Kupang Titik Respati; Wanti Wanti; Ricvan Dana Nindrea
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.098 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v8i3.6727

Abstract

The pandemic of coronavirus (COVID-19) causes another infectious disease such as dengue is neglected in Indonesia. Since the majority of resources, both human and capital, are focusing more on COVID-19, it is still essential to also manage dengue as it is still becoming a threat to the community. This study aims to predict the number of cases of dengue in Kupang, East Nusa Tenggara, Indonesia. This study area is in Kupang city, East Nusa Tenggara province, Indonesia. Data regarding monthly dengue reported cases by months from January 2010–December 2019 in Kupang city was collected to describe the temporal patterns of dengue cases. The Box-Jenkins approach is used to fit the auto-regressive integrated moving average (ARIMA) models. This model will predict monthly dengue cases for the year 2020 (12 months). Data analyzed using the Minitab program version 18.0. This study shows that seasonality was an essential component for Kupang city, which performed an exploratory analysis of dengue incidence (ln data) for 2010–2019. The linear trend model shows the prediction of dengue cases in 2020 was Yt=36.9−0.131 × t. The forecast tells that dengue will remain high for the whole year. Maintaining a clean environment, reduction of breeding sites, and other protective measurements against dengue transmission are significant to perform. PREDIKSI KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE DI KUPANGPandemi virus corona (COVID-19) mengakibatkan penyakit menular lain seperti dengue terbengkalai di Indonesia karena mayoritas sumber daya, baik manusia maupun permodalan, lebih berfokus pada COVID-19, sedangkan penanggulangan demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi hal yang penting karena masih menjadi ancaman bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan memprediksi jumlah kasus DBD di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Wilayah studi ini berada di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Data bulanan kasus DBD yang dilaporkan per bulan dari Januari 2010–Desember 2019 di Kota Kupang dikumpulkan untuk menggambarkan pola temporal kasus DBD. Pendekatan Box-Jenkins digunakan untuk menyesuaikan model auto-regressive integrated moving average (ARIMA). Model ini akan memprediksi kasus DBD bulanan untuk tahun 2020 (12 bulan). Data dianalisis menggunakan program Minitab versi 18.0. Studi ini menunjukkan bahwa musim merupakan komponen penting bagi Kota Kupang yang melakukan analisis eksplorasi kejadian DBD (dalam data) untuk tahun 2010–2019. Model tren linier menunjukkan prediksi kasus DBD tahun 2020 adalah Yt=36.9−0.131 × t yang memperkirakan DBD akan tetap tinggi sepanjang tahun. Menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi tempat berkembang biak, dan tindakan perlindungan lainnya terhadap penularan DBD penting dilakukan.
Karakteristik dan Gaya Hidup Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Al-Islam Bandung Rizky Ramdhani; Titik Respati; Siska Nia Irasanti
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1903.821 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v1i2.1521

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang semakin penting, karena prevalensi yang meningkat setiap tahun. Pada tahun 2000 World Health Organization memperkirakan prevalensi hipertensi sebesar 26,4% di dunia. Menurut Riskesdas tahun 2007 memperkirakan prevalensi hipertensi sebesar 31,7%. Faktor risiko hipertensi dapat dibedakan menjadi non modifiable (seperti keturunan, jenis kelamin, dan usia) dan modifiable (seperti kurang olahraga, obesitas, dan garam). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan gaya hidup pasien hipertensi di RS Al-Islam Bandung. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien yang datang ke poli rawat jalan Instalasi Penyakit Dalam RS Al-Islam periode 1 April–31 Juli 2012. Sebanyak 230 subjek mengikuti penelitian terdiri atas 114 pasien hipertensi dan 116 pasien normotensi. Hasil penelitian menunjukkan pasien hipertensi rata-rata berusia 61–70 tahun (38,6%), berjenis kelamin perempuan (68,4%), berpendidikan S-1 (42,1%), ibu rumah tangga 48,2%, memiliki faktor genetik (66,7%), serta tidak rutin melakukan olahraga (47,4%). Hasil penelitian memperlihatkan faktor risiko yang mempunyai hubungan dengan hipertensi adalah usia (p=0,0001), jenis kelamin (p=0,007), riwayat hipertensi (p=0,048), tidak rutin olahraga (p=0,004), dan tidak melakukan pencegahan (p=0,0001). Simpulan penelitian ini adalah kejadian hipertensi dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, faktor risiko, dan kebiasaan olahraga rutin. Hasil ini diharapkan dapat dipergunakan untuk meningkatkan pengetahuan tentang faktor risiko hipertensi sehingga dapat menurunkan kejadian hipertensi di masyarakat.  CHARACTERISTIC AND LIFESTYLE OF HYPERTENSION PATIENTS AT AL-ISLAM HOSPITAL BANDUNGHypertension is an increasingly important health problem, showed by an increasing prevalence every year. In 2000 the World Health Organization estimates that the prevalence of hypertension in the world were 26.4%. According to Riskesdas in 2007 it was estimated that the prevalence of hypertension in Indonesia was 31.7%. Risk factors for hypertension can be divided into non modifiable (such as heredity, gender, and age) and modifiable (such as lack of exercise, obesity and salt). This study aimed to investigate the patient's characteristics and lifestyle. This is a descriptive study using cross sectional analytic approach. Subjects were patients attending the outpatient clinic at Al-Islam Hospital, Internal Medicine Department during 1st April to 31st July 2012. A total of 230 subjects completed the study with 114 subjects diagnosed as hypertensive and 116 normotensive. The results showed that majority of  hypertensive patients were 61–70 years old (38.6%), female (68.4%), university graduate (42.1%), housewives 48.2%, has genetic factor (66.7%), and doing exercise irregularly (47.4%). The results showed that risk factors associated with hypertension were age (p=0.0001), gender (p=0.007), genetic factors (p=0.048), irregular exercise (p=0.004) and no prevention of hypertension (p=0.001). The conclusion of this study is the incidence of hypertension is influenced by age, sex, genetic factors and regular exercise habits. These results are expected to be used to increase knowledge about risk factors for hypertension that may be used to help decreasing the incidence of this disease in the community. 
Pemanfaatan Kalender 4M Sebagai Alat Bantu Meningkatkan Peran Serta Masyarakat dalam Pemberantasan dan Pencegahan Demam Berdarah Titik Respati; Eka Nurhayati; Mahmudah Mahmudah; Yudi Feriandi; Budiman Budiman; Fajar Awalia Yulianto; Kince Sakinah
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.144 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v4i2.1858

Abstract

Upaya pemberantasan sarang nyamuk yang dikenal selama ini adalah gerakan 3M, yaitu Menguras-Menutup-Mengubur. Program ini belum berjalan dengan optimal terbukti dengan masih tingginya insidensi DBD dan masih terjadi kejadian luar biasa. Dibutuhkan monitoring yang kuat untuk mencapai keberhasilan 3M. Penelitian ini bertujuan mempergunakan alat bantu berupa kalender 4M (Menguras-Menutup-Mengubur-Monitor) untuk dipergunakan sebagai alat monitoring dalam program pemberantasan sarang nyamuk. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus menggunakan teknik wawancara mendalam dan diskusi grup terfokus. Metode sampling yang digunakan adalah maximal variation sampling dengan teknik analisis triangulasi. Informan berasal dari Dinas Kesehatan Kota Bandung, Puskesmas Tamansari, dan Kader Kesehatan di Kelurahan Tamansari selama bulan Juli 2015. Berdasarkan analisis data didapatkan bahwa masalah yang terjadi adalah pengabaian aktivitas rutin seperti 3M karena tidak terdapat mekanisme monitoring dan feedback. Salah satu keunggulan yang ada di lingkungan adalah motivasi dan partisipasi kader. Simpulan, kalender 4M berhasil dikembangkan sebagai sarana monitoring sekaligus edukasi untuk masyarakat. Kalender 4M merupakan alat bantu yang memfasilitasi keberadaan kader dalam mendukung program 3M. 4M CALENDAR AS MONITORING TOOLS TO INCREASE COMMUNITY PARTICIPATION IN DENGUE CONTROL PROGRAMDengue prevention program in Indonesia, 3M, Menguras-Menutup-Mengubur have not been optimal as can be seen from the still high cases of dengue and some outbreak in several areas. A good monitoring process is needed to ensure the success of this program. This study aimed to develop monitoring tools to assist monitoring process in dengue prevention program. This was a qualitative study with case study approach using in-depth interview and focus group discussion with informants from Bandung City Health Department, Tamansari Health center and community cadres on July 2015. Sample method used was maximal variation sampling with triangulation analysis method. Results showed community participation hindered by the lack of monitoring and feedback tools. On the other hands participations from cadres were good that can be used to support 3M program. In conclusion, to assist the monitoring process, a tool—4M (Menguras-Menutup-Mengubur-Monitor) calendar—is developed to assist health cadres in supporting 3M program through monitoring process as well as for education purposes. A strong commitment and collaboration between cadres and community is needed to ensure the success of 3M program.
The Relation of Acid Fast Bacilli with Ziehl Neelsen Staining and Histopathologic Examination of Biopsy Specimens in Extrapulmonary TB Suspected Patients Yani Triyani; Maya Tejasari; Wida Purbaningsih; Sadeli Masria; Titik Respati
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.035 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v8i2.2527

Abstract

Case finding and diagnosis of extrapulmonary tuberculosis (EPTB) infection are difficult to enforce in the field because not all primary services can do it. The 2016 TB Health Guidelines, the diagnosis of EPTB, is made by clinical, bacteriological, and or histopathological examination from the biopsy. This study analyzed tissue biopsy histopathologically and bacterial of acid-fast bacilli (AFB) slide stained (by Ziehl Neelsen method) associated with histopathological features in patients diagnosed with EPTB. The study conducted in the laboratory of Al Islam Hospital Bandung from November to December 2017. Histopathological diagnosis collected from 1,304 patients, with 760 noninfectious disease patients (58%), 461 infectious disease patients (35%), and 83 (7%) infectious and non-infectious patients. EPTB found in 10% of infectious disease patients. EPTB was mostly originating in neck lymph nodes (18 of 37 patients). The histopathological diagnosis of EPTB infection found that 36 of 37 patients showed granulomas (+), but AFB stained (+) found only in 6 of 37 slides. It is possible because of granulomas is a collection of several inflammatory cells. The lesions develop granulomatous defined by necrosis. There are fewer organisms that usually exist on the periphery both inside and outside the site of infection. This important immune reaction provides the body with protection from antigen recognition, very important in the case of mycobacterial infections. In conclusion, there is no relation between AFB and histopathological examination in patients with EPTB. HUBUNGAN ANTARA BASIL TAHAN ASAM PEWARNAAN ZIEHL NEELSEN DAN HASIL PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGI PADA PREPARAT JARINGAN BIOPSI PASIEN TUBERKULOSIS EKSTRAPARUPenemuan kasus dan diagnosis infeksi tuberkulosis ekstraparu (TBEP) sulit ditegakkan di lapangan karena tidak semua layanan primer dapat melakukannya. Berdasar atas Pedoman Kesehatan TB 2016 untuk Pengendalian TB, diagnosis TBEP dapat dilakukan dengan pemeriksaan klinis, bakteriologis, dan atau histopatologis dari biopsi. Penelitian ini menganalisis semua sediaan histopatologis dari biopsi jaringan dan menganalisis pemeriksaan bakteriologis pewarnaan basil tahan asam (BTA) (dengan metode Ziehl Neelsen) terkait dengan gambaran histopatologis pada pasien yang didiagnosis TBEP. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium RS Al Islam Bandung dari November hingga Desember 2017. Diperoleh 1.304 pasien dengan sediaan histopatologis, diagnosis penyakit noninfeksi 760 pasien (58%), penyakit infeksi 461 pasien (35%), penyakit gabungan (infeksi dan noninfeksi) 83 pasien (7%), serta TBEP 10% dari seluruh penyakit infeksi. Sebagian besar TBEP berasal dari kelenjar getah bening leher (18 dari 37 pasien). Hasil diagnosis infeksi TBEP 36 dari 37 pasien ditemukan gambaran histopatologisnya dengan granuloma (+), tetapi dengan pewarnaan BTA (+) hanya 6 dari 37 sediaan. Hal ini mungkin karena granuloma adalah kumpulan beberapa sel inflamasi yang berkembang menjadi nekrosis sehingga lebih sedikit organisme yang biasanya terdapat di dalam maupun di luar lesi. Pembentukan granuloma merupakan reaksi kekebalan yang memberi perlindungan tubuh dari serangan antigen dalam kasus infeksi mikobakterium. Simpulan, tidak terdapat hubungan hasil pewarnaan BTA dengan pemeriksaan histopatologis pada pasien TBEP.
Spatial Distribution of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Urban Setting of Bandung City Titik Respati; Ardini Raksanagara; Henni Djuhaeni; Asep Sofyan
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.601 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v5i3.2535

Abstract

The proximity of urban area provides fertile ground for the exchange of bacteria, virus and other health problem. One of the diseases which have a close relationship with the environment and people interaction is dengue. At present, it still is one of the major health problems for Indonesia. One method to understand the disease is by using spatial analysis that the prevention program can be focusing on the area most affected. This study aims to analyze the spatial distribution of dengue cases in Bandung city. The method used was the mapping of dengue cases using geographic information system (GIS) with ArcView software. Data were collected from August 2015 to March 2016 in Bandung city. Results showed that dengue cases increased with fluctuated hyperendemic years especially in the year 2009, 2012, and 2013. Spreading pattern of the disease was from north of Bandung to east. The conclusion of this study dengue cases in Bandung city showed an increased trend with fluctuated hyperendemic year especially in the year 2009, 2012, and 2013. Pockets of highest reported cases were found in north to middle and east for the whole year. The spread of this disease, especially in east Bandung, showed wider affected areas in the observed year. Land usage for residential purposes without good development plan might be on factors that increase the disease transmission. DISTRIBUSI SPASIAL KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE DI DAERAH URBAN KOTA BANDUNGKedekatan dalam wilayah urban memberikan kemudahan dalam pertukaran bakteri, virus, dan masalah kesehatan lainnya. Salah satu penyakit yang erat hubungannya dengan kedekatan pemukiman, lingkungan, dan interaksi manusia adalah demam berdarah dengue (DBD). Sampai saat ini DBD masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pencegahan suatu penyakit akan lebih mudah dilakukan apabila pemahaman mengenai penyakit tersebut sudah dapat dilakukan dengan baik. Dengan pemetaan (distribusi spasial), kasus DBD akan lebih mudah dimonitor sehingga program pencegahan dapat difokuskan pada wilayah dengan angka kejadian yang tinggi. Penelitian ini bertujuan melihat distribusi spasial kasus DBD mempergunakan geografic information system (GIS) di Kota Bandung. Metode penelitian ini adalah pemetaan kasus di wilayah tertentu dengan GIS menggunakan ArcView software menggunakan data kasus DBD dan data spasial dilaksanakan pada tahun 2015 di Kota Bandung. Hasil penelitian kasus DBD di Kota Bandung menunjukkan peningkatan dengan pola tahun hiperendemik berfluktuasi terutama pada tahun 2009, 2012, dan 2013. Pola pergerakan kasus tampak berawal dari arah utara menuju timur. Kantong wilayah dengan kasus DBD yang tinggi terkumpul di daerah utara menuju timur Kota Bandung sepanjang tahun. Simpulan penelitian ini, penyebaran kasus di wilayah Bandung menunjukkan daerah sebaran yang semakin besar dari tahun ke tahun. Pemanfaatan lahan sebagai pemukiman memiliki keterkaitan terhadap kejadian DBD.
Stepping Up to New and Better Us Titik Respati; Herry Garna
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.51 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v6i2.4003

Abstract

This is another milestone for our Journal, Global Medical and Health Communication (GMHC). Starting from this volume in August 2018, GMHC will only publish in English. This move is following our mission to be involved in the global arena. The best approach is by publishing in one of United Nation Language official and working languages, and we choose English.
Karakteristik Penderita Drop Out Pengobatan Tuberkulosis Paru di Garut Nevi Nurkomarasari; Titik Respati; Budiman Budiman
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2943.891 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v2i1.1526

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah penyakit infeksi di dunia termasuk di Indonesia. Walaupun penggunaan Directly Observed Treatment Shortcourse Chemotherapy (DOTS) sebagai terapi yang direkomendasikan World Helath Organization (WHO) dipergunakan, kasus drop out masih cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan faktor yang mempengaruhi kejadian drop out di Puskesmas Sukamerang, Garut selama tahun 2011. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan instrument penelitian berupa kuesioner yang didasarkan pada petunjuk perawatan TB yang diterbitkan oleh Kementrian Kesehatan. Subjek adalah semua penderita TB yang drop out selama pengobatan di Puskesmas Sukamerang, Garut sejumlah 30 orang. Analisis data dilakukan menggunakan statistical programme for social sciense (SPSS) versi 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien TB drop out adalah laki-laki dengan usia <35 tahun, pendidikan tamat SMP, pendapatan di bawah upah minimum regional dan bekerja sebagai buruh. Tingkat pengetahuan tentang TB paru penderita drop out pengobatan TB paru dan sikap mereka termasuk kurang baik walaupun peran pengawas menelan obat (PMO) telah cukup baik. Masalah tersebut ditambah dengan sulitnya akses menuju pelayanan kesehatan. Upaya penting dalam penanganan kasus TB adalah bagaimana memotivasi penderita agar mereka mau menyelesaikan pengobatan sesuai dengan program yang ditetapkan. Untuk mewujudkan upaya tersebut, diharapkan program penanggulangan TB paru dapat meningkatkan upaya penjaringan penderita TB paru dan meningkatkan strategi pelaksanaan pengobatan TB paru melalui penyebaran informasi tentang pengobatan TB paru dan peningkatan peranan PMO. CHARACTERISTICS OF DROP OUT PATIENTS DURING TREATMENT OF PULMONARY TUBERCULOSIS IN GARUTTuberculosis is still one of the major infectious disease in the world including Indonesia. Although the therapy using Directly Observed Treatment Short course Chemotherapy (DOTS) recomended by World Health Organization has been used, the drop out cases is still high. This study aim was to describe factors contributing to drop out cases in Sukamerang Health Center, Garut during year 2011. This was a cross sectional study using standard questionairres based on Ministry of Health Tuberculosis handbook. Subjects were all , 30  drop out patients during medication at Sukamerang Health Center. Statistical Programee for social science (SPSS) version 17 was used to analize the result. The study results showed  that majority of drop out cases were male less than 35 years old with junior high school education and monthly earning of less than IDR 800.000. Knowledge of TB and attitude towards medication were not satisfactory although the role of pengawas minum obat (PMO) was quite good. The results showed that the problem was heightened by their difficulty to access the health services. The important aspect in the treatment of tuberculosis is determining how to motivate people to complete the treatment in accordance with the established regiment. To achieve that, various pulmonary TB control programs needs to be enhanced to assist pulmonary TB patients.
Level of Depression, Anxiety, and Stress of College Students in Indonesia during the Pandemic COVID-19 Nurul Romadhona; Susan Fitriyana; Raden Ganang Ibnusantosa; Titik Respati
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.287 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v9i3.8337

Abstract

The COVID-19 pandemic has caused a shift in learning methods to online. The obstacles felt by college students can have an impact on mental health. However, data on student mental health in Indonesia during the pandemic is still limited. This study describes the depression, anxiety, and stress of college students in Indonesia during the COVID-19 pandemic. This research method is descriptive, conducted on college students in Indonesia from July to August 2021. Sampling is done by voluntary sampling collection, with 258 respondents. The research instrument is a questionnaire of characteristics and depression, anxiety, stress scale (DASS) 42 in the form of Google Form. Data analysis using Microsoft Excel. The results of the research on the characteristics of the most respondents, namely, age in the range of 20–24 years (85.3%), female (64.7%), from Java (60.8), third grade (66.7%), living with parents (74.8%), and from the faculty of medicine (23.3%). More college students are not depressed (55.0%) or not stressed (57.4%) than those who are depressed or stressed. However, more college students experience anxiety than those who are not anxious, 60.1%. Based on the level, most college students experienced moderate depression (12.8%), very severe anxiety (20.9%), and severe stress (13.6%). This study concludes that most college students experience moderate depression, very severe anxiety, and severe stress. The success of online education depends on several factors, such as basic technical skills and the ability to access hardware and software, good self-motivation, and the availability of a conducive learning environment. This problem can have an impact on the mental health of college students. TINGKAT DEPRESI, KECEMASAN, DAN STRES PADA MAHASISWA DI INDONESIA SELAMA MASA PANDEMI COVID-19Pandemi COVID-19 menyebabkan peralihan metode pembelajaran menjadi daring. Terdapat manfaat dan kendala pada pembelajaran daring. Kendala yang dirasakan mahasiswa dapat berdampak pada kesehatan mental. Data kesehatan mental mahasiswa di Indonesia selama pandemik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan depresi, kecemasan, dan stres pada mahasiswa di Indonesia selama masa pandemi COVID-19. Metode penelitian adalah deskriptif yang dilakukan pada mahasiswa di Indonesia pada Juli hingga Agustus 2021. Pengambilan sampel dengan cara sampling sukarela dengan jumlah responden 258 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner karakteristik dan depression, anxiety, stress scale (DASS) 42 dalam bentuk Google Form. Analisis data menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian karakteristik responden yang terbanyak, yaitu usia pada rentang 20–24 tahun (85,3%), perempuan (64,7%), berasal dari Pulau Jawa (60,8), tingkat tiga (66,7%), tinggal bersama orangtua (74,8%), dan dari fakultas kedokteran (23,3%). Lebih banyak mahasiswa yang tidak depresi (55,0%) atau tidak stres (57,4%) daripada yang depresi atau stres. Namun, lebih banyak mahasiswa yang mengalami kecemasan daripada yang tidak cemas, yaitu 60,1%. Berdasar atas tingkatannya, mahasiswa paling banyak mengalami depresi sedang (12,8%), kecemasan sangat berat (20,9%), dan stres berat (13,6%). Simpulan penelitian ini adalah sebagian besar mahasiswa mengalami depresi sedang, kecemasan sangat berat, dan stres berat. Keberhasilan pendidikan daring bergantung pada beberapa faktor seperti keterampilan teknis dasar dan kemampuan mengakses perangkat keras dan lunak, motivasi diri yang baik, serta ketersediaan lingkungan belajar yang kondusif. Terkendalanya hal ini dapat berdampak pada kesehatan mental mahasiswa.
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Mengenai Kesehatan Reproduksi Siswa SMA Swasta dan Madrasyah Alliyah Agam Mayzufli; Titik Respati; Budiman Budiman
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1878.595 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v1i2.1520

Abstract

Kesehatan reproduksi (kespro) menjadi perhatian pemerintah Indonesia sebagai salah satu masalah kesehatan yang perlu ditangani dengan baik. Tingkat pengetahuan tentang reproduksi merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku seksual remaja. Di beberapa sekolah kesehatan reproduksi telah dijadikan salah satu pengetahuan tambahan untuk siswa, akan tetapi belum semua melakukan hal tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang kesehatan reproduksi pada remaja siswa-siswi SMA swasta (SMA BPI 1) dengan siswa-siswi Madrasah Aliyah Sukamiskin Bandung. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2010 dan subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMA BPI 1 dan Madrasah Alliyah Bandung berjumlah 137 responden. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang telah divalidasi. Statistical for social science (SPSS) ver 17 dipergunakan untuk mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen pengetahuan, sikap, dan perilaku antara siswa-siswi SMA dan Madrasah Alliyah mengenai kesehatan reproduksi berbeda pada sikap. Sikap siswa-siswi Madrasah Alliyah mayoritas kurang mendukung kesehatan reproduksi tetapi perbedaan ini tidak signifikan. Pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi sebaiknya diberikan secara lebih terarah untuk semua remaja agar mendukung tercapainya kesehatan reproduksi yang baik. KNOWLEDGE, ATTITUDES AND BEHAVIOR REGARDING REPRODUCTIVE HEALTH OF HIGH SCHOOL AND MADRASAH ALIYAH'S STUDENTSReproductive health is one of the program that government's focus on. The level of knowledge about reproductive health is one factor that can influence adolescent sexual behavior. The purpose of this study was to determine the comparative level of knowledge, attitudes and behavior regarding reproductive health of adolescent in high school and Madrasah Aliyah. This research used descriptive analytical method with cross sectional approach. The study was conducted in May 2010 and subjects of this study were a total of 137 high school students represented by High School (SMA BPI 1) and Madrasyah Aliyah Bandung. Statistical for social science (SPSS) version 17 was used for analysis data. The results showed that reproductive health knowledge and behaviors between High School SMA BPI 1 and Madrasah Alliyah Bandung were similar. The difference were only in the attitude. The majority of students from Madrasah Aliyah had little suport for reproductive health, however the diferences not significant. It is recomended that reproductive health knowledge be given comprehensively to support a better reproductive health in general.
Co-Authors Abdulhadi, Abdulrazak Adi Imam Cahyadi Afrijal Muhammad Agam Mayzufli Agam Mayzufli, Agam Agly Adithya Agly Adithya, Agly Agustina Aisha Berliana Nugraha Aisyah Sufrie Aisyah Sufrie, Aisyah Alamsyah, Indra Fajar Alya Kamila Ramadhanty Ami Rachmi Andika Aulia Ramadhan Andriane, Yuke Anita Asmara Anwar Hidayat Ardini Raksanagara ardini raksanagara, ardini Ardini Raksanegara Ardini Saptaningsih Raksanagara Ariko Rahmat Putra Ariko Rahmat Putra Arin Nandita Asep Sofyan Asri Destriani Astuti, Ratna Dewi Indi Atia Mansoorah Budiman Budiman , Budiman Buti Azfiani Azhali Dartiwen Dartiwen Dede R Oktini Deis Hikmawati Dewi Sartika Djonny Djuarsa Dwi Agustian Eka Nurhayati Enggar Hestu Enggar Hestu, Enggar Engkun Sopian Indrayana Erika Maria Resi Ervan Meidan Ariatama Fahmi Arief Fajar A. Yulianto Fajar Awalia Yulianto Fathya Puspita Wijaya Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hani Burhanudin Heni Djuhaeni Henni Djuhaeni Henni Djuhaeni Herri S. Sastramihardja Herry Garna Hilmi Sulaiman Rathomi Ieva B. Akbar Imanuel Ruku Isnawati Isnawati Isnawati Isnawati Kusmiran, Eni Kusumahwardani, Dessiana Lelly Yuniarti Lia Faridah Lina Jamilah Lisa Adhia Garina Lu&#039;lu Ulul Albab Luh Putu Ratna Sundari Mahmudah Mahmudah Maretha Puspa Nuraili Maya Tejasari Meike Rachmawati Millatul Malihah MMSI Irfan ,S. Kom Mochammad Rachmat Deriansyah Mohamad Satori Muhamad Iqbal Nada Nabila Ramadhani Nanan Sekarwana Nasyifa Nurul Fitriany Nevi Nurkomarasari Nevi Nurkomarasari, Nevi Nindrea, Ricvan Dana Nugraha Nugraha Nurul Romadhona Pahmi Firman Fauzi Pahmi Poernomo Prasetia, Ayu Purnomo Putri Anggraini Aswad Putri, Leni Yuliani Qiswatun Mukhoyyaroh R Kince Sakinah R. Kince Sakinah Raden Ganang Ibnusantosa Ragu Harming Kristina Ramadhani Ferrial Nugraha Ratih Tresnati Revan Muhammad Ridad Agoes Rizky Ramdhani Rizky Ramdhani, Rizky Romadhona, Nurul Rosady, Dony Septriana Roy Rillera Marzo Rudiansyah Rudiansyah Sadeli Masria Salma Nur Fauziah Setyo Dwi Widyastuti Siprianus Singga Siska Nia Irasanti Sri Yusnita Irda Sari Sunarjati Sudigdoadi Susan Fitriyana Sutisna, Ade Jaya Tony S. Djajakusumah Usep Abdullah Husin Vinda Maharani Patricia Vira Annisa Fitriyani Vira Annisa Fitriyani Wanti Wanti Wanti Wanti Wawang S. Sukarya Wida Purbaningsih Widia Nurul Aidah Yani Triyani Yudi Feriandi Yuktiana Kharisma Yusrawati Yusrawati Yusup Junaedi Zulfi Noor Fadia