Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : jurnal niara

PROSES PENDAMPINGAN OLEH PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PENGEMBANGAN SDM PELAKU INDUSTRI KULINER RENDANG DI KOTA PADANG Mulyadi; Wahyuni, Sri; Hery Bachrizal Tanjung
Jurnal Niara Vol. 12 No. 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.406 KB) | DOI: 10.31849/nia.v12i1.2670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pendampingan yang dilakukan oleh pemangku kepentingan dalam pengembangan sumber daya manusia pelaku industri kuliner rendang di Kota Padang serta menganalisis aspek-aspek keberhasilan SDM pelaku industri kuliner rendang di Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Proses analisis data kualitatif menggunakan analisis data lapangan Model Miles dan Huberman. Miles dan Huberman (1984) dalam Sugiyono (2012: 246). Pemangku kepentingan meliputi unsur pemerintah, swasta dan perguruan tinggi di Kota Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pendampingan yang dilakukan oleh pemangku kepentingan meliputi sosialisasi, pelatihan serta monitoring dan evaluasi. Namun, proses pendampingan tidak berjalan secara optimal, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan anggaran, dan SDM dari pemangku kepentingan. Sedangkan pada aspek keberhasilan SDM pelaku industri kuliner rendang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Terdapat perubahan pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Pada aspek kognitif terjadi perubahan pengetahuan meliputi penentuan harga produk, jenis kemasan, masa kadarluasa dan strategi pemasaran. Namun pada aspek afektif dan psikomotorik sebagian pelaku industri kuliner rendang mengalami perubahan secara baik. Hal ini mengindikasikan bahwa SDM pelaku industri kuliner rendang mengalami peningkatan dalam berwirausaha rendang.
Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kabupaten Pasaman Santi Yusneli; Hery Bachrizal Tanjung
Jurnal Niara Vol. 14 No. 2 (2021)
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.03 KB) | DOI: 10.31849/niara.v14i2.5829

Abstract

Kabupaten Pasaman terdiri dari 12 kecamatan dengan jumlah penyuluh sebanyak 56 orang yang terbagi atas 48 orang penyuluh pertanian PNS dan 8 orang penyuluh THL-TBPP. Kelompok tani yang ada pada saat ini sejumlah 1.118 kelompok tani. Untuk itu penting mengetahui kompetensi penyuluh pertanian di Kabupaten Pasaman. Tujuan penelitian adalah : 1) menganalisis kompetensi penyuluh pertanian di Kabupaten Pasaman 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi penyuluh pertanian. Kompetensi penyuluh pertanian dalam memberdayakan petani, terdiri dari tujuh dimensi yaitu : kompetensi pemahaman potensi wilayah, kompetensi komunikasi inovasi, kompetensi pengelolaan pembelajaran, kompetensi pengelolaan pembaharuan, kompetensi pengelolaan pelatihan, kompetensi pengembangan kewirausahaan dan kompetensi pemandu sistem jaringan. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kusioner. Penyuluh pertanian yang berjumlah 56 orang secara keseluruhan menjadi sampel dalam penelitian ini. Teknik Analisis data mengunakan regresi linear berganda pada software IBM SPSS Statistik 22. Secara deskriptif hasil penelitian ini menyatakan tingkat kompetensi penyuluh pertanian di Kabupaten Pasaman kategori sedang. Sedangkan secara analisis statistik faktor yang berpengaruh nyata terhadap kompetensi adalah; motivasi, lingkungan dan pengembangan diri sedangkan karakteristik kurang memberi pengaruh nyata terhadap kompetensi penyuluh
Analisis Partisipasi Petani Dalam Sekolah Lapang Di Kabupaten Sijunjung Liza Prayeti; Hery Bachrizal Tanjung; Fuad Madarisa
Jurnal Niara Vol. 17 No. 1 (2024): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v17i1.20598

Abstract

Sekolah Lapang merupakan salah satu program pembangunan pertanian oleh pemerintah yang dilakukan dengan pendekatan bottom-up, yang menuntut peran aktif petani untuk berpartisipasi pada keseluruhan kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisa partisipasi petani dalam pelaksanaan Sekolah Lapang; dan (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi petani dalam Sekolah Lapang, khususnya yang terjadi di Kabupaten Sijunjung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian yaitu petani di Kabupaten Sijunjung yang melaksanakan Sekolah Lapang, dengan sampel sebanyak 93 orang. Data dikumpulkan dengan instrumen berupa kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS) dengan bantuan software SmartPLS. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu; (1) Partisipasi petani dalam program Sekolah Lapang tergolong tinggi dengan persentase 76,36%, namun jika dirincikan, partisipasi pada tahap evaluasi masih berada di kategori sedang. (2) Karakteristik individu, pendekatan pembelajaran, kemampuan dan kesempatan petani merupakan faktor-faktor yang secara simultan mempengaruhi partisipasi petani dalam Sekolah Lapang sebesar 65,1% sementara sisanya sebesar 34,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Sementara secara parsial, pendekatan pembelajaran, kemampuan, serta kesempatan petani memiliki pengaruh yang signifikan terhadap partisipasi petani dalam program Sekolah Lapang di Kabupaten Sijunjung.
Analisis Partisipasi Anggota Kelompok Tani Hutan Pada Kegiatan KTH Di Kota Padang Mekar Sari Eka Putri; Hery Bachrizal Tanjung; Zul Irfan
Jurnal Niara Vol. 16 No. 1 (2023): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v16i1.13953

Abstract

Management Forestry Social conducted by Group farmer Forest (KTH) in shape activity KTH covers manage institutional, manage area, and manage effort. In reach purpose activity KTH this needed participation from member KTH. In Padang city area there is 2 (two) location Forestry Social with scheme Forest societal ( HKm ), however participation member second KTH this still low. For that, need study deep for answer how participation member KTH on activity KTH at KTH Sikayan Balumuik, KTH Padang Janiah, and Padang City, as well as factors what which influence participation. Study this is study explanatory ( survey ) and quantitative. Next in analysis data used regression linear double which processed use application IBM SPSS Statistics 20. Level participation member KTH on activity KTH Sikayan Balumuik in category tall. Factor which affect it is level education formal, role companion as advocate, and Support market. Level participation member KTH on activity KTH Padang Janiah in category low. Factor which affect it is Support government, and Support market. Next for level participation member KTH on activity KTH in Padang City in category tall which influenced by level education formal Support government, Support stake holders other, and Support market
Dinamika Lembaga Penyuluhan Dan Adaptasi Penyuluh Dalam Memberikan Pelayanan Inovasi Teknologi Kepada Petani Reno Seprama; Helmi; Hery Bachrizal Tanjung
Jurnal Niara Vol. 16 No. 2 (2023): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v16i2.16232

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan kelembagaan layanan penyuluhan pertanian lokal, menganalisis kegiatan penyuluh pertanian melakukan dalam adaptasi pelayanan penyuluhan pertanian pada kondisi kelembagaan pelayanan penyuluhan pertanian lokal yang berubah, dan mengidentifikasi faktor/komponen penting kerangka kerja pelayanan penyuluhan pertanian berkelanjutan kepada petani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena sosial di masyarakat melalui data-data yang dikumpulkan kemudian dianalisa secara mendalam untuk menemukan jawaban. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Pada kelembagaan pelayanan penyuluhan pertanian di tingkat desa yang langsung dirasakan oleh petani telah terjadi perubahan yang dari awalnya penyuluhan pertanian hanya dilakukan oleh penyuluh pertanian yang berada pada lembaga seperti BPP atau perusahaan swasta dengan program penyuluhan yang cendrung tidak sesuai dengan kebutuhan dan minat petani. Sekarang petani mencari kebutuhan layanan penyuluhan pertanian secara mandiri tidak terbatas hanya pada penyuluh pertanian yang telah ada, petani juga mendatangi petani yang berhasil dalam mengembangkan komoditas sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka. Beberapa petani juga menjadi inisiator lokal untuk melakukan layanan penyuluhan berupa berbagi informasi yang berkaitan dengan usaha tani, baik tentang dana usaha, sarana produksi, cara budidaya terbaru yang terjangkau, penanganan pasca panen serta pemasaran yang berkaitan dengan komoditas yang sedang diusahakan maupun komoditas yang akan diusahakan. Adaptasi layanan penyuluhan pertanian di tingkat desa yang berhubungan langsung dengan petani dilakukan dengan mengutamakan kebutuhan petani. Petani yang memutuskan jenis usahatani yang akan dilakukan lalu layanan penyuluhan pertanian mengikuti sesuai dengan keputusan petani tersebut. Kerangka kerja penyuluhan pertanian yang diperoleh dari penelitian ini berupa penyuluhan pertanian yang mengutamakan keuntungan bagi petani dengan penyesuaian pada sumberdaya yang tersedia dan pengelolaan inovasi yang dilakukan secara menyeluruh untuk satu jenis usahatani
Problems Of Adopting Artificial Insemination (AI) In Cattle (Case Study In Kamang Baru District, Sijunjung Regency) Ricky Aprinaldi; Hery Bachrizal Tanjung; Fuad Madarisa
Jurnal Niara Vol. 16 No. 3 (2024): Januari
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v16i3.18480

Abstract

Artificial Insemination has proven to be the right technology to improve genetic quality. AI technology is also predicted to be a breakthrough technology that can improve livestock quality. It's just that this technology is not adopted optimally. It is alleged that there are problems (problematics) that occur at the grassroots farmer level. However, the problem has not been scientifically proven. This is the background to the birth of this research. This research aims to mdescribe and analyze the problems of adopting AI for cattle in Kamang Baru District, Sijunjung Regency and Describe and analyze factors related to the problems of adopting AI for cattle in Kamang Baru District, Sijunjung Regency. This research method is qualitative with a case study approach. The results of this research found that problems with the adoption of artificial insemination biotechnology in Sijunjung Regency exist at each stage of adoption. The problem at the knowledge stage is that disinformation arises and causes knowledge about IB to not spread properly. The problem with the persuasion stage is the emergence of calls to abandon artificial insemination biotechnology using disinformation. The problem with the decision-making stage states that there are breeders who do not make decisions independently, resulting in inaccurate assumptions when they fail. And, the implementation of AI which has to be used is problematic for semi-intensive farmers, they have difficulty getting calves of the best quality which of course results in a decrease in selling prices, so that they find it increasingly difficult to build pens which are considered expensive
Kompetensi Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Urban Farming di Tiga Kota Provinsi Sumatera Barat Pitra Neli; Hery Bachrizal Tanjung; Devi Analia
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/47qcsr23

Abstract

Penelitian ini mengkaji dan menganalisis kompetensi penyuluh dalam pengembangan urban farming di tiga Kota Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan bulan April s.d Juni 2024 pada tiga kota di Sumatera Barat, yaitu : Kota Padang, Kota Padang Panjang, dan Kota Bukittinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kompetensi Penyuluh Pertanian dalam pelaksanaan urban farming di tiga kota Provinsi Sumatera Barat dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi Penyuluh Pertanian dalam pengembangan urban farming di tiga kota Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan sampel secara sensus terhadap 36 Penyuluh Pertanian di tiga kota Provinsi Sumatera Barat yang mendampingi urban farming sejak tahun 2016. Adapun alat analisis tujuan pertama yaitu menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan alat ukur yaitu skala likert. Selanjutnya, untuk tujuan kedua yaitu menggunakan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian pada tujuan pertama menunjukkan bahwa tingkat kompetensi Penyuluh Pertanian berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 38,9% yang meliputi dimensi penguasaan inovasi dengan kategori sedang sebesar 38,9%, pemahaman potensi wilayah dengan kategori sedang sebesar 55,6%, pemahaman potensi agribisnis di perkotaan dengan kategori sedang sebesar 36%, dan pemahaman kebutuhan petani dengan kategori sedang sebesar 33,3%. Hasil penelitian pada tujuan kedua menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan berdasarkan taraf kepercayaan 5% terhadap kompetensi penyuluh dalam pengembangan urban farming yang nilai Sig. dibawah 5% yaitu : pendidikan formal (0,020), sikap (0,013), dan keterampilan (0,022). Kata Kunci : Kompetensi, Penyuluh Pertanian, Urban Farming
Analisis Fungsi Kelompok Wanita Tani Pengolahan Hasil Pertanian di Kabupaten Pasaman Anna Ummi Khaira; Hery Bachrizal Tanjung; Fuad Madarisa
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/53kw5v77

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang analisa fungsi kelompok wanita tani di Kabupaten Pasaman. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai Oktober 2024 pada kelompok wanita tani pengolahan hasil pertanian. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Menganalisis pelaksanaan fungsi KWT pengolahan hasil pertanian di Kabupaten Pasaman, dan (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi fungsi KWT pengolahan hasil pertanian di Kabupaten Pasaman. Penelitian ini menggunakan survey dengan pendekatan kuantitatif dalam pengumpulan data dari populasi semua anggota kelompok KWT pada 10 (sepuluh) KWT pengolahan hasil pertanian di kabupaten Pasaman. Adapun alat yang digunakan untuk tujuan pertama penelitian ini diperoleh dari hasil perhitungan skor total nilai yang dijawab responden dibagi dengan total nilai maksimal kuisioner dikali 100% dengan rincian sebagai berikut : (1) sangat rendah (1-25), rendah (26-50), sedang (51-75), dan tinggi (76-100). Sedangkan analisis untuk tujuan penelitian kedua adalah Partial Least Squarw (PLS). Hasil Penelitian pada tujuan pertama menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi KWT pengolahan hasil pertanian di Kabupaten Pasaman dinilai berada pada kriteria tinggi 69,8% untuk wahana belajar, wahana kerjasama dengan kriteria tinggi 61,4%, unit produksi dengan kriteria sedang, 45,8% dan unit usaha 52,1% dengan kriteria tinggi. Hasil penelitian pada tujuan kedua menunjukkan bahwa faktor – faktor yang berpengaruh terhadap fungsi KWT pengolahan hasil pertanian di Kabupaten Pasaman meliputi : karakteristik responden/KWT (pengalaman berusahatani), peran penyuluh  (inisiator), dukungan pasar (permintaan produk), dan dinamika kelompok (struktur kelompok).