Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis faktor Community-Based Participatory Framework untuk pengembangan Urban Village Tourism: Studi Kasus kampung tematik di Kota Sukabumi Novianti, Syifaa; Susanto, Eko; Septyandi, Chandra Budhi
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 7, No 1 (2024): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (April)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v7i1.62930

Abstract

Pemerintah Kota Sukabumi, melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) telah mencanangkan 7 Kampung Tematik pada tahun 2021 dengan pertimbangan sumber daya wisata dan ekonomi kreatif di wilayah tersebut. Penetapan kampung tematik merupakan upaya Pemerintah Kota Sukabumi untuk memberikan nilai tambah ekonomis dari sisi ekonomi kreatif dan pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat yang lebih luas. Konsep kampung tematik tidak hanya pembentukan kegiatan pariwisata dan ekonomi yang berbasis masyarakat, tetapi juga penciptaan ruang kampung berciri khas yang berkelanjutan Namun, meskipun manfaatnya sangat besar, dalam perencanaan dan praktiknya kampung tematik sebagai bagian dari CBT ini mempunyai banyak tantangan. Membangun partisipasi masyarakat dalam kegiatan pariwisata dapat terhalang oleh adanya konflik antar kepentingan dalam masyarakat, kurangnya kepercayaan, dan bahkan minimnya kapabilitas masyarakat itu sendiri dalam mengelola sumber daya. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor dalam merumuskan model kerangka kerja partisipasi masyarakat (community-based participatory framework) untuk kampung tematik dalam mewujudkan pengelolaan destinasi wisata partisipatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan metode deskriptif verifikatif. Variable partisipasi masyarakat dan determinannya (community attachment dan involvement, perceived benefits dan costs) dalam konteks CBT diadopsi dan kajian pustaka terkait. Survei dengan berbasis instrument kuesioner dilakukan kepada masyarakat dan pengelola pada Kampung Tematik di Kota Sukabumi. Validitas dan reliabilitas variable konstruk serta analisis karakteritik masyarakat akan dilakukan dengan uji deskriptif analisis dengan SPSS. Sedangkan pengujian model dianalisis dengan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan masyarakat terhadap pengembangan pariwisata sangat dipengaruhi oleh manfaat dan biaya yang dirasakan oleh masyarakat (perceived benefit and cost). Lebih lanjut, faktor manfaat dan biaya dirasakan oleh masyarakat ini juga memainkan peran penting sebagai katalisator hubungan antara keterikatan dan keterlibatan masyarakat (community attachment and involvement) dengan dukungan mereka terhadap pengembangan pariwisata di Kampung Tematik Kota Sukabumi. Pengaruh faktor-faktor tersebut pada dukungan pengembangan kepariwisataan menekankan bahwa dalam merumuskan kerangka kerja partisipasi masyarakat (community-based participatory framework) perlu menitikberatkan perencanaan partisipatif, di mana anggota masyarakat terlibat aktif dalam mengidentifikasi sumber daya pariwisata, memetakan aset, dan menetapkan tujuan lingkungan. Hal ini juga berfokus pada menghasilkan pendapatan tambahan bagi masyarakat dalam jangka panjang. Secara keseluruhan, hasil dari penelitian ini mendukung bahwa kerangka partisipatif berbasis masyarakat dalam pariwisata diharapkan dapat mendorong pendekatan kolaboratif dan inklusif yang memberdayakan masyarakat lokal dan menjamin keberlanjutan inisiatif pariwisata dalam jangka panjang.  
Development of self-guided tour ecotourism Bandung Regency Distria, Tiara Fadila; Septyandi, Chandra Budhi; Nugraha, Azizah Salsabila; Susanto, Eko
Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Vol. 4 No. Spesial Issue 4 (2022): Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Departement Of Accounting, Indonesian Cooperative Institute, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of ecotourism in the South Bandung Region has empirically impacted nature and society. To overcome the negative impacts of these developments, efforts are needed to educate tourists about the protection of nature and society and the purpose and principle of sustainable ecotourism development. This article contains the process of designing a guidebook for self-guided ecotourism tours in South Bandung to support sustainable tourism management in the region. By involving 134 South Bandung tourist respondents, this design has successfully applied the Technology Acceptance Model theory as a design platform. The results of this design in the form of a travel guidebook are expected to be widely used by stakeholders and become empirical evidence of the application of TAM as a framework for designing the latest travel guidebook
PENERAPAN HIGIENE DAN SANITASI PADA PELAKU USAHA KULINER Tangguh Dwi Pramono; Mohammad Rizal Gaffar; Sri Surjani Tjahjawati; Siti Samsiyah Purwaningsih; Ivon Sandya Sari Putri; Sri Raharso; Nugroho Hardiyanto; Chandra Budhi Septyandi; Marceilla Suryana
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 4 No 1 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v4i1.496

Abstract

Makanan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh manusia. Selain kecukupan gizi yang ada dalam makanan yang dikonsumsi, hygiene dan sanitasi dalam pengolahan makanan juga harus menjadi perhatian khusus. Adanya mikroba yang bersifat parasit dapat muncul akibat pengolahan makanan tidak meperhatikan factor hygiene dan sanitasi. Kupat tahu khas padalarang pak usep dan bu imas meupakan jenis usaha kuliner. Jenis usaha tersebut tidak bisa lepas dari risiko yang disebabkan oleh factor hygiene dan sanitasi makanan. Dari hasil observasi, mereka belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang hygiene dan sanitasi makanan. Tim Pengabidan kepada Masyarakat (PkM) mulai mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra. Dari hasil identifikasi, tim mencoba untuk memenuhi kebutuhan mitra dalam rangka menerapkan hygiene dan sanitasi pada usaha mereka. Setelah dilakukan penerapan hygiene dan sanitasi pada usaha mitra, ada peningkatan persepsi yang positif dari konsumen kupat tahu khas padalarang tentang penerapan hygiene dan sanitasi. Pada pra survey dengan 65 responden persepsi konsumen terhadap penerapan hygiene dan sanitasi rata-rata 2,31 dari skala 4, setelah adanya penerapan hygiene dan sanitasi pada usaha mitra Kembali dilakukan survey. Ada peningkatan persepsi konsumen terhadap usaha kupat tahu khas padalarang pak usep n bu imas dengan rata- rata 3,42 dari skala 4. Persepsi yang baik dari konsumen diharapkan dapat meningkatkan loyatitas mereka.
Implementing Circular Economy Model In Rural Eco-tourism: A Case Study From Bandung Dwi Wiryawan, I Gusti Ngurah; Kusdibyo, Lusianus; Rafdinal, Wahyu; Septyandi, Chandra Budhi
Journal Integration of Social Studies and Business Development Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Integrasi Sains Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58229/jissbd.v3i1.322

Abstract

This study examines the implementation of the Circular Economy Business Model (CEBM) in rural eco-tourism through a case study of Cikahuripan Village, Bandung. It explores how circular economy principles can support environmental sustainability, improve waste management, and enhance local economic resilience amid infrastructural, financial, and technological limitations. A qualitative approach was employed using in-depth interviews and focus group discussions involving community leaders, tourism actors, and policymakers. The findings highlight three major barriers, namely ineffective waste handling, weak financial mechanisms to sustain recycling initiatives, and low adoption of digital tools. These constraints undermine the viability of community-based eco-tourism efforts. The study recommends improving infrastructure, providing incentives for eco-friendly enterprises, and expanding digital literacy. Strengthening multi-stakeholder collaboration and encouraging visitor participation in conservation activities are also essential for fostering sustainable tourism in rural areas.
Tourist Perceptions About the Implementation of CHSE in Greater Bandung: A Preliminary Study Harini Fajar Ningrum; Chandra Budhi Septyandi
Journal of Tourism Sustainability Vol. 1 No. 1 (2021): Volume 1 Number 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/jtos.v1i1.5

Abstract

This research is based on the phenomenon of a shift in tourist behaviour during the Covid-19 pandemic. Cleanliness, Health, Safety, and Environment (CHSE) are the primary considerations for tourists when deciding to choose a tourist destination while on vacation, beating other aspects such as low prices. This study provides an initial picture of how tourists perceive the application of CHSE in a tourist destination. The method used in this research is descriptive quantitative through a survey using a questionnaire, then the results are tabulated into a frequency distribution table. The results of this study indicate that according to the perception of tourists who are dominated by the Millennials market segment, assessing that the application of CHSE in destinations around Bandung Raya is in the category of fair. Keywords: tourist perception, CHSE, Cleanliness, Health, Safety
AI and Spiritual Compatibility: Examining Human-Technology Interaction in Gen-Z Muslim Pilgrimage Septyandi, Chandra Budhi; Utomo, Sherly Rakasiwi Putri
Journal of Tourism Sustainability Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Number 2 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/jtospolban.v5i2.183

Abstract

This study investigates the adoption of artificial intelligence (AI) in domestic Islamic pilgrimage (ziarah) among urban Generation Z Muslims in Indonesia. Using the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) approach, the study tests a conceptual model that incorporates perceived usefulness, AI-spiritual compatibility, trust in AI-generated religious content, perceived social norms, attitude, behavioral intention, and actual use behavior. Based on responses from 323 participants, the results indicate that attitude toward AI-assisted pilgrimage is the strongest predictor of both intention and actual usage. Perceived usefulness, trust, and social norms also significantly influence behavioral outcomes, while AI-spiritual compatibility exerts a weaker yet positive effect. These findings suggest that a combination of individual evaluation and socio-cultural context shapes the adoption of spiritual technology. The study contributes to the growing discourse on digital religion by demonstrating how AI can facilitate meaningful religious experiences. Implications for developers, religious leaders, and policymakers are discussed, along with directions for future research.