Claim Missing Document
Check
Articles

Penambahan Ekstrak Jeruk Nipis Sebagai Penambah Citarasa pada Teh Cascara terhadap Sifat Fisikokimia Akbar Nashrullah, Irsyad Ali; Putri, Selly Harnesa; Widyasanti, Asri
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol18n1.9

Abstract

Cascara merupakan kulit kopi yang telah dikeringkan dan dapat diminum seperti teh melalui proses penyeduhan. Kemampuan menangkal radikal bebas yang baik teh cascara penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Akan tetapi rasa dari teh cascara masih kurang diterima masyarakat karena adanya sensasi langu. Oleh karena itu rasa manis dan segar diperlukan untuk menghilangkan sensasi langu agar daya terima teh cascara meningkat. Jeruk nipis dapat menjadi penambah citarasa pada teh cascara untuk menghilangkan rasa langu. Belum diketahui karakteristik fisikokimia teh cascara dengan penambahan ekstrak jeruk nipis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisikokimia teh cascara dengan penambahan ekstrak jeruk nipis. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pada sampel teh cascara dengan konsentrasi ekstrak jeruk nipis. Uji yang dilakukan terhadap sampel adalah kadar air, kadar abu, kadar vitamin C, kadar kafein dan kadar antioksidan. Penentuan kadar air dan kadar abu diuji dengan metode gravimetri, penentuan kadar vitamin C diuji menggunakan metode titrasi iodometri, penentuan kadar kafein diuji menggunakan metode Spektrofotometri Uv-Vis dan kadar antioksidan diuji dengan metode DPPH dengan mencari nilai IC50. Hasil pengujian sifat fisik menunjukan kadar air terbesar pada penambahan ekstrak jeruk nipis 20 % adalah 20,45 % dan kadar abu terbesar 5,63 %. Nilai pengujian sifat kimia menentukan kadar vitamin C terbaik adalah 11.70 mg/100g dari penambahan ekstrak jeruk nipis 20 % dan kadar kafein terbaik adalah 0,84 mg/g. Kadar antioksidan memiliki penghambatan DPPH sebesar 63,27 – 93,88 % dengan nilai IC50 terkecil dengan nilai 5,43 ppm dari 20 % penambahan ekstrak jeruk nipis. Dari beberapa pengujian yang dilakukan menunjukan bahwa konsentrasi ekstrak jeruk nipis berpengaruh nyata terhadap kualitas teh cascara tetapi tidak dengan kadar kafein.
Pengaruh Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum L.) pada Edible Film Pati Singkong Terhadap Aktivitas Antibakteri Yudha, Welly Kusuma; Putri, Selly Harnesa; Widyasanti, Asri
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol18n1.7

Abstract

Plastik merupakan bahan kemasan yang paling populer dan sangat luas penggunaanya. Akan tetapi kemasan plastik mengandung resiko yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, maka dibutuhkan kemasan yang aman dan ramah lingkungan. Kemasan edible film yang dapat menggantikan kemasan plastik karena berbahan dasar pati yang didapat dari umbi-umbian salah satunya, singkong yang memiliki kadar pati lebih dari 72%. Edible film dapat dimodifikasi dengan menambahkan zat antibakteri guna menghambat proses pembusukan produk makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan efektivitas zona hambat yang ditimbulkan edible film pati singkong ekstrak bawang putih. Metode yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap Faktorial, dengan faktor konsentrasi pati singkong dan faktor konsentrasi ekstrak bawang putih. Sampel ekstrak bawang putih diproses dengan metode ekstraksi maserasi lalu dilakukan uji kadar pelarut. Sampel edible film diproses melalui metode solution casting dengan uji karakteristik berupa elongasi dan kuat tarik, kemudian dilakukan pengujian antibakteri dengan metode Kirby-Bauer. Nilai elongasi dan kuat tarik tertinggi berurutan yaitu sebesar 80 % dan 1,354 N/mm2. Nilai uji antibakteri pada bakteri E. coli dan bakteri S.aureus memiliki nilai berurutan yaitu kategori ‘sedang’ dengan nilai terbesar yaitu 6,55 mm dan kategori ‘kuat’ dengan nilai terbesar yaitu 13,52 mm pada kode sampel S3B4. Dari pengujian antibakteri yang dilakukan memiliki pengaruh nyata terhadap aktivitas antibakteri edible film pati singkong ekstrak bawang putih.
SISTEM ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) BERBASIS WEB DENGAN PENDEKATAN OBJECT-ORIENTED PROGRAMMING (OOP) BAGI KEDAI KOPI Ardiansah, Irfan; Ghifary, Abdurachman; Putri, Selly Harnesa; Rahmah, Devi Maulida; Rubiyanti, Yanti; Permana, Ryan Hara
JTIKA (Jurnal Teknik Informatika, Komputer dan Aplikasinya) Vol 6 No 1 (2024): March 2024
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jtika.v6i1.356

Abstract

Kadatuan Koffie, sebuah perusahaan penjualan kopi yang telah beroperasi selama hampir sepuluh tahun, telah menghadapi tantangan dalam menjalankan operasinya secara manual. Aktivitas administratif, seperti pencatatan laporan keuangan, riwayat transaksi, manajemen pergudangan, dan lainnya, masih dilakukan dengan cara konvensional. Kondisi ini semakin rumit seiring bertambahnya volume data. Enterprise Resource Planning (ERP) menjadi solusi sistem informasi yang mengintegrasikan semua unit dan fungsi dalam sebuah organisasi ke dalam satu sistem komputer terintegrasi, memenuhi kebutuhan spesifik dari berbagai unit. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem informasi ERP berbasis web untuk meningkatkan efisiensi operasional Kadatuan Koffie menggunakan metode Object-Oriented Programming (OOP). Hasilnya adalah aplikasi ERP berbasis web yang telah berhasil diimplementasikan dan menjadi bagian integral dari operasional harian Kadatuan Koffie. Sistem ini mencakup pencatatan data pemasukan, pengeluaran, manajemen stok, dan penyusunan laporan keuangan sesuai kebutuhan perusahaan. Penilaian kinerja sistem informasi menunjukkan hasil yang sangat baik pada berbagai kriteria. Berdasarkan wawancara dengan responden, evaluasi menunjukkan bahwa sistem ERP yang dibangun dinilai "sangat baik" dengan mayoritas nilai tinggi pada setiap kriteria dengan perbandingan nilai "sangat baik" dan "baik" adalah 64.7% dan 35.3%, menandakan tingkat keberhasilan dan penerimaan yang tinggi terhadap sistem di kalangan penggunanya.
Pengaruh Konsentrasi Pati Singkong Terhadap Karakteristik Edible Film Berbahan Pati Singkong dengan Penambahan Ekstrak Daun Belimbing Wuluh Dewi, Sinta Ramanda; Widyasanti, Asri; Putri, Selly Harnesa
Journal of Tropical Agricultural Engineering and Biosystems - Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol. 11 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2023.011.02.05

Abstract

Pati singkong (Amylum manihot) merupakan pati yang berasal dari umbi akar yang bersifat hidrokoloid sehingga memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan dasar pembuatan edible film. Pati singkong memiliki kandungan amilopektin 87% dan amilosa 17%. Kandungan amilopektin yang tinggi memungkinkan edible film yang dihasilkan lebih kuat dan fleksibel. Selain itu, penggunaan pati singkong dapat mempengaruhi kualitas fisik edible film menjadi lebih jernih. Penambahan ekstrak daun belimbing wuluh digunakan sebagai antifungi yang dapat menghambat pertumbuhan jamur. Ekstrak daun belimbing wuluh positif memiliki kandungan antifungi seperti tanin, flavonoid dan saponin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh konsentrasi pati singkong terhadap karakteristik edible film berbahan pati singkong dengan penambahan ekstrak daun belimbing wuluh. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan perlakukan variasi konsentrasi. Tahapan penelitian meliputi pembuatan ekstrak daun belimbing wuluh dan pembuatan formulasi edible film berbasis pati singkong. Parameter pada penelitian ini adalah rendemen, kelarutan dan laju transmisi uap. Hasil yang diperoleh menunjukan nilai rendemen sebesar 3.18–4.78%, kelarutan 37.95–43.61% dan laju transmisi uap 0.815–1.121 g/m2.jam. Kombinasi perlakuan terbaik pada konsentrasi pati singkong 4% menghasilkan nilai kelarutan 37.95% dan laju transmisi uap sebesar 1.121 g/m2.jam.
Optimization of Pectin Extraction Process from Albedo of Citrus Lemon (Citrus limon) Using Ultrasonic Method Filianty, Fitry; Alifia, Rachma Nur; Yuliana, Tri; Yusuf, Asep; Putri, Selly Harnesa
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.industria.2024.013.01.6

Abstract

Abstract Pectin is an industrial raw material that can form gels, thickeners, and emulsifiers widely applied in the food and non-food industries. Extracting pectin with citric acid solvent using ultrasonic waves is considered more effective and efficient. This study aimed to obtain an optimization model for the pectin production process to produce maximum pectin yield and obtain the optimized pectin characteristics. This study used the Response Surface Methodology (RSM) as the optimization method with the Central Composite Design (CCD) experimental design with Design Expert 13 software to determine the treatment combination based on time factors and solvent concentration. The treatment combination obtained was 11. The results showed that the maximum pectin yield value was 34.63% at a 7-minute extraction time using the citric acid solvent concentration of 20% and a validation value accuracy of 99.08%. The optimized pectin characteristics were a water content of 7.66%, ash content of 0.33%, equivalent weight of 183.28 mg, methoxyl content of 7.52%, galacturonic acid content of 67.13%, and degree of esterification of 63.56%. The pectin produced followed the pectin quality standards according to the International Pectin Producers Association (IPPA), except for the equivalent weight.Keywords: extraction, lemon albedo, pectin, ultrasonic AbstrakPektin merupakan bahan baku industri yang memiliki kemampuan dalam pembentukan gel, zat pengental, dan sebagai zat pengemulsi yang banyak diaplikasikan pada industri pangan dan non-pangan. Proses ekstraksi pektin dengan pelarut asam sitrat menggunakan bantuan gelombang ultrasonik dianggap lebih efektif dan efisien. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan model optimasi proses produksi pektin hingga menghasilkan rendemen pektin yang maksimum dan mendapatkan karakteristik pektin hasil optimasi. Metode optimasi dalam penelitian ini menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan dengan rancangan eksperimen Central Composite Design (CCD) menggunakan software Design Expert 13 untuk menentukan kombinasi perlakuan berdasarkan faktor waktu dan konsentrasi pelarut. Kombinasi perlakuan yang diperoleh adalah 11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rendemen pektin maksimum adalah 34,63% pada waktu ekstraksi 7 menit dengan konsentrasi pelarut asam sitrat 20% dengan keakuratan nilai validasi adalah 99,08%. Karakteristik pektin hasil optimasi diperoleh nilai kadar air 7,66%, kadar abu 0,33%, berat ekuivalen 183,28 mg, kadar metoksil 7,52%, kadar asam galakturonat 67,13%, dan derajat esterifikasi 63,56%. Pektin yang dihasilkan sudah sesuai dengan standar mutu pektin menurut International Pectin Producers Association (IPPA) kecuali pada berat ekuivalen.Kata kunci: albedo lemon, ekstraksi, pektin, ultrasonik
Aplikasi Prediksi Debit Aliran Bulanan Berbasis Web menggunakan Model Regresi Linier Ardiansah, Irfan; Putri, Selly Harnesa; Rubiyanti, Yanti; Pujianto, Totok
JURNAL FASILKOM Vol. 14 No. 3 (2024): Jurnal FASILKOM (teknologi inFormASi dan ILmu KOMputer)
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jf.v14i3.7950

Abstract

High rainfall is one of the main factors causing flooding in a Watershed. To overcome this problem, we develop internet-based applications to be a potential solution. This study aims to design a web-based application that is able to predict the monthly flow rate, as well as determine the flow rate at each measuring station in a Watershed. The method used in this study is software engineering by applying simple linear regression as a prediction method. In this case, rainfall acts as an independent variable, while flow discharges as a dependent variable. The prediction results showed that the flow rate at several stations that we coded A, B, C, D, and E were 3.37 m3/s, 4.49 m3/s, 11.96 m3/s, 19.79 m3/s, and 12.26 m3/s, respectively. These results provide an overview of the potential of water flow at various Sub-watershed points to be utilized as a data-based flood mitigation measures.
PENGARUH ASAM SITRAT DAN JENIS KEMASAN TERHADAP MUTU MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) Faza Rizki Safira; Hasyyati Nadhilah; Setia Permana; Selly Harnesa Putri
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1294

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) adalah varietas jahe dengan kandungan volatil lebih tinggi daripada jenis jahe lainnya, minyak atsiri jahe merah memiliki banyak aktivitas farmakologis seperti antimikroba, antiinflamasi, antikanker, dan antioksidan. Jenis kemasan dan keberadaan bahan pengkelat bisa mempertahankan mutu minyak atisri jahe merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu minyak atisri jahe merah setelah penambahan variasi kadar asam sitrat yang disimpan dalam kemasan plastik HDPE dan botol kaca gelap. Minyak atsiri jahe merah dimasukkan ke dalam kemasan botol kaca gelap (BKG) dan high-density polyethylene (HDPE) dan masing-masing ditambahkan asam sitrat dengan variasi kadar 0, 2, 4, 6% (b/b) dan didiamkan selama 14 hari. Parameter mutu ditetapkan meliputi kadar zingiberen dan sifat organoleptik (warna, aroma, dan rasa). Hasil penetapan kadar zingiberen secara gas chromatography-mass spectrophotometry (GC-MS) menunjukkan kadar zingiberen tertinggi adalah 21,46±0,03% yang terdapat pada kemasan BKG dengan kadar asam sitat 4% (BKG4). Sampel dengan penambahan asam sitrat 2% dan 4% b/b pada kemasan BKG memiliki warna paling stabil. Sampel dengan botol kaca gelap menghasilkan aroma jahe segar yang lebih baik dibandingkan sampel yang disimpan dalam HDPE. Hasil penelitian dapat disimpulkan minyak atsiri jahe merah yang disimpan di dalam botol kaca gelap dengan penambahan asam sitrat 4% b/b memiliki kadar zingiberen tertinggi yang dimana 0,56% lebih tinggi dibandingkan tanpa penambahan asam sitrat dengan sifat organoleptik stabil.
Formulasi ekstrak fraksi etanol kulit biji kakao (Theobroma cacao L.) sebagai antioksidan alami pada sabun padat Selly Harnesa Putri; Resha Nurvabilla; Asri Widyasanti
AGROINTEK Vol 18, No 4 (2024)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v18i4.20433

Abstract

A cocoa bean shell is a waste from cocoa bean processing that contains active compounds such as flavonoids, polyphenols, saponins, and tannins, where these compounds are antioxidant compounds that can be utilized as natural antioxidants in soap. This study aimed to determine the formulation by adding cocoa bean shell extract that produces solid soap with the highest antioxidant activity according to SNI 3532:2021. The Complete Randomized Design (CRD) method was used in this study with concentration treatments, which were F0 = 0% (w/v), F1 = 1% (w/v), F2 = 2% (w/v), F3 = 3% (w/v), F4 = 4% (w/v), F5 = 5% (w/v), and F6 = 6% (w/v), on moisture content, acidity (pH), organoleptic, irritation, and antioxidant activity of solid soap. The results showed that cocoa bean shell extract had an IC50 value of 68.12 ppm. The moisture content value of solid soap was in the range of 14.21-23.11%, pH 8.88-9.05, antioxidant activity of 43.33-61.46%, and non-irritating. Thus, the solid soap formulation with the highest antioxidant activity and according to SNI 3532:2021 was solid soap with the addition of 5% extract (F5).
Aktivitas antioksidan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan aplikasinya dalam sediaan serum Selly Harnesa Putri; Hasyyati Nadhilah; Dian Juliadmi; Asri Widyasanti
AGROINTEK Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v19i2.20206

Abstract

The unhealthy lifestyle of Indonesians can increase the amount of free radicals that have an impact on skin health. Free radicals can be prevented by increasing antioxidants derived from telang flower (Clitoria ternatea L.). The purpose of this study was to determine the antioxidant activity and phytochemical screening results of telang flower extract and to determine the effect of adding extract in serum gel preparation. Telang flower extract was obtained through maceration process using 96% ethanol solvent in a ratio of 1:10 for 2x24 hours. Antioxidant activity was tested using DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) method. Data analysis was performed using One Way Anova test method followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) with 95% confidence level. Telang flower extract is positive for flavonoids, saponins, triterpenoids, and tannins with an IC50 value of 53.546 ppm. The IC50 value of serum gel preparations with formulations F0, F1, F2, F3, F4, F5 consecutively amounted to 261.847 ppm, 91.294 ppm, 82.748 ppm, 74.487 ppm, 72.041 ppm, 66.985 ppm. The pH value of the serum gel preparation is in the range of 5.70 - 7.38 with a viscosity value of 581.33 - 1625 mPas and no irritation reaction on the skin. Based on the results of the study, it can be concluded that the higher the concentration of telang flower extract, the higher the antioxidant activity in serum gel preparations.
. The Utilization of Cocoa Pod Husk on Process Alkalization Nib (Seed Meet) Cocoa and Effect on Quality Cocoa Powder Neni Cahyati; Eko Heri Purwanto; Selly Harnesa Putri
AGROINTEK Vol 18, No 4 (2024)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v18i4.15746

Abstract

The problem facing the industry of cocoa powder in Indonesia is that cocoa powder on the market has a high fat content, high acidity, a color quality that is not comparable with imported cocoa products, and a variety of flavors and aromas. Alkalization is a method that can handle these problems. Alkalization is a process to improve the quality and appearance of cocoa powder. Alkalization is carried out by adding potassium, magnesium, and others to cocoa. High potassium content can be found in cocoa pod husks. Cocoa pod husks are the main by-product from the cocoa industry, constituting  67 – 76% of the cocoa fruit weight. Cocoa pod husk contains potassium, fiber, and antioxidants that function as biomaterials for food and non-food products. The aims of the study were to determine and evaluate the quality of cocoa powder with the effect of alkalization treatments using cocoa pod husks. The study was carried out at The Indonesian Industrial and Beverage Crops Research Institute, Sukabumi, West Java, from January to June 2022. This study was designed in a factorial completely randomized design. The first factor was the alkaline material, which consisted of two levels (cocoa pod husk and baking soda). The second factor was the concentration, which consisted of 3 levels (1%, 2%, and 3%). The variables observed were the L*, a*, b*, moisture content, ash content, fineness, pH, fat content, protein, antioxidant activity, and organoleptic properties. The results showed that the alkalization process with alkaline material from cocoa pod husk and a concentration of 2% is the best quality characteristic of cocoa powder in accordance with SNI 01-3747-2013.
Co-Authors Abdurrahman Hanif Abdurrahman Hanif Abil Fadila Akbar Nashrullah, Irsyad Ali Albert Triokto Alifia, Rachma Nur Alya Azzahra S Nawawi Amara Alya Nur Cantika Anas Bunyamin Andryas, Prasetyo Anis Yohana Chaerunnisaa Anis Yohana Chaerunnisaa Ardy Yusuf Wibawa Artta Gracia Malau Asep Yusuf Asri Widyasanti Astriani, Elisa Dian Awaly Ilham Dewantoro Boy Sohmo Banurea Chay Asdak Debora Handarni Desi Nurliasari Desy Nurliasari Suparno Devi Maulida Devi Maulida Rahmah Dewi, Sinta Ramanda Dian Juliadmi Diandra Puteri Salsabilla Efatmi, Fajri Efri Mardawati Eko Heri Purwanto Elisa Dian Astriani Endryaz Vergian Nusantara Fajri Efatmi Farah Nuranjani Faza Rizki Safira Fitry Filianty Fitry Fillianty Ghifary, Abdurachman Hasyyati Nadhilah Hasyyati Nadhilah Hazli Nurdin Hilman Maulana Hilman Maulana Hilmi Daffa Aziz In-In Hanidah Irfan Ardiansah Irsyad Fauzi Adiarsa Jeremia Kristian Kardaya, Rahmat Subrata Kralawi Sita Kurnia Rahmah Nurshiyam Amaliasari M Iqbal Prawira-Atmaja Melly Indriyani Mery Andriyani Mery Andriyani Muhammad Rafli Mukhammad Iqbal Prawira-Atmaja Mukhammad Iqbal Prawira-Atmaja Nadhilah, Hasyyati Nellen Fadillah Permata Rachman Neni Cahyati Nirwana, Fricella Mayanggita Nur Oktavia Benedicta Nurpilihan Bafdal Nurpilihan Bafdal Putri Wilujeng Lestari Putri Wilujeng Lestari Putri Wilujeng Lestari Rachma, Danisa Fathiya Raden Bramadi Nugraha Wargadibrata Rafli, Muhammad Rahmat Subrata Kardaya Raissa Ariany Putri Resha Nurvabilla Rifda Rihhadatu Aisy Rizki Safira, Faza Roni Kastaman Ryan Hara Permana Ryan Hara Permana Ryan Hara Permana S Shabri S Shabri S. Rosalinda, S. Sarifah Nurjanah Sarinarulita Rosalinda Sayuti, Kesuma Seila Teresia Devi Sinaga Setia Permana Setia Permana Sinta Ramanda Dewi Sudaryanto Zain Sudaryanto Zain Sugeng Harianto Sugeng Harianto Suparno, Desy Nurliasari Syahnur, Siti Ismaya Tensiska, Tensiska Totok Herwanto Totok Pujianto Tri Yuliana Tri Yuliana Triokto, Albert Yanti Rubiyanti Yudha, Welly Kusuma Yuriga Salsya Sahertia