Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Variabel Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian Minuman Milktea oleh Mahasiswa Universitas Padjadjaran di Jatinangor Raissa Ariany Putri; Totok Pujianto; Selly Harnesa Putri
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.04.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan unuk menganalisis pengaruh variabel bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian minuman milktea pada mahasiswa Universitas Padjadjaran Jatinangor. Milktea merupakan minuman ready to drink hasil perpaduan teh dan susu, hasil perpaduan ini menjadikan minuman milktea banyak digemari. Penelitian ini tergolong sebagai penelitian deskriptif kuantitatif. Variabel independen pada penelitian ini adalah variabel bauran pemasaran yang terdiri dari empat variabel, yaitu: produk, harga, lokasi, dan promosi  yang mempengaruhi varibel dependen yaitu, proses keputusan pembelian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi liniear berganda dengan bantuan program Statistical Package for Social Science (SPSS) 23.0 for windows. Penelitian menunjukkan bahwa variabel produk, harga, lokasi dan promosi secara simultan dan parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian, dibuktikan dengan nilai pada uji F dan uji t < 0,05. Pengaruh yang diberikan oleh variabel bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian minuman milktea pada mahasiswa Universitas Padjadjaran Jatinangor termasuk dalam kategori sedang, yaitu sebesar 42,3%.
Evaluasi Kehilangan Bahan selama Proses Produksi Gondorukem Berdasarkan Analisis Neraca Massa Awaly Ilham Dewantoro; Selly Harnesa Putri
METANA Vol 18, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v18i1.43762

Abstract

Gondorukem menjadi produk utama dari pengolahan getah pinus yang dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia. Peningkatan permintaan terhadap gondorukem terjadi pada setiap tahunnya karena produk ini banyak dimanfaatkan dalam berbagai sektor industri. Permintaan yang semakin meningkat menyebabkan kapasitas produksi gondorukem perlu ditingkatkan, termasuk pada Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Sindangwangi yang merupakan pabrik pengolahan getah pinus milik Perum Perhutani. Peningkatan kapasitas produksi secara langsung mempengaruhi kinerja produksi yang meliputi manajemen proses dan desain produksi, khususnya yang berkaitan dengan jumlah kehilangan bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jumlah kehilahan bahan yang berupa larutan getah selama proses produksi berlangsung di PGT Sindangwangi. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung mengenai tahapan produksi dan pendekatan analisis perhitungan neraca massa sehingga dapat teridentifikasi setiap komponen dalam aliran massa bahan di setiap unit proses. Proses produksi gondorukem di PGT Sindangwangi terdiri dari tiga tahapan utama yang diuraikan ke dalam lima unit proses. Kelima unit proses yang terdiri dari unit penerimaan getah, unit pengenceran, unit pencucian dan pengendapan, unit penampungan, dan unit pemasakan kemudian dianalisis mengenai input dan output aliran massa bahan pada setiap unitnya. Hasil analisis menunjukkan larutan getah yang hilang selama proses produksi gondorukem yaitu sebesar 0,03% dari jumlah bahan baku yang diolah. Angka tersebut memenuhi kriteria jumlah kehilangan bahan yang telah ditetapkan oleh perusahaan yaitu ≤0,50% (per bahan baku yang diolah).  Gum rosin is the main product of pine resin processing and known as leading commodities export in Indonesia. The increasing demand for gum rosin occurs every year because this product is widely used in various industry. The increasing demand caused the production capacity to be increased, including PGT Sindangwangi which is one of pine resin processing owned by Perum Perhutani. Increased production capacity affected to production performance its consist to process management and production design, especially related to material losses. This study aims to evaluate the amount of material losses in the form of pine gum solution during production processes in PGT Sindangwangi. Research methods deployed direct observation on production process and an analytical approach of mass balance calculation its could be identified material composition on each mass flow. Production processes at PGT Sindangwangi consist to three main stages processes then divided into five process units. The five units consist to pine sap receiving unit, dilution unit, settling unit, shelter unit, and distillation unit were then analysed based on material mass flow inputs and outputs in each unit. The results of analysis showed the amount of material losess during gum rosin production process is 0.03% of raw materials. The value was qualified to company criteria about an amount of material losses about ≤0,50% (per raw materials amount).
Analisis kualitatif kandungan senyawa polifenol pada daun herba kitolod (Hippobroma longiflora (L.) G.Don) dan potensi pemanfaatannya sebagai sumber polifenol alami Awaly Ilham Dewantoro; Selly Harnesa Putri; Efri Mardawati
AGROINTEK Vol 16, No 3 (2022)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v16i3.13235

Abstract

As the most significant secondary metabolites in plants with various beneficial properties, polyphenols have an increased demand for industrial use. These issues prompted various exploratory studies on various plants to be utilized as natural polyphenols sources. Kitolod (Hippobroma longiflora (L.) G.Don) has the potential to be utilized as natural polyphenols source because of the abundant amount in nature as weed and is known as a traditional herb based on ethnobotanical studies. This study aims to investigate optimal potential utilization by identifying the polyphenols content on kitolod leaves. Identification was carried out by deploying HPLC qualitative analysis methods to specifically evaluate polyphenols content in kitolod leaves. The results showed kitolod leaves contain 14 polyphenols compounds and consist of phenolic acids (gallic acid, caffeic acid, and ferulic acid), flavonoids (catechin, gallocatechin, epigallocatechin,  gallocatechin gallate, epicatechin gallate, myricetin, quercitrin, pelargonidin, baicalin, and diosmin), and another polyphenols groups (ellagic acid). Contained polyphenolic compounds in kitolod leaves can be utilized optimally as natural polyphenols in various industries such as in food, cosmetics and pharmaceutical, pulp and paper, dyes, textiles, biomaterials, and utilized as additional compounds in wastewater treatment.
Identifikasi Sifat Fisik Produk Samping dari Mesin Ball Tea pada Pengolahan Teh Hijau Putri Wilujeng Lestari; Sugeng Harianto; Mukhammad Iqbal Prawira-Atmaja; Mery Andriyani; S Shabri; Hilman Maulana; Selly Harnesa Putri
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol16n2.4

Abstract

Teh hijau diproduksi melalui proses inaktivasi enzim polifenol oksidase menggunakan panas. Proses pengolahan teh hijau dimulai dari proses pelayuan, penggulungan, pengeringan I dan pengeringan II menggunakan Mesin Ball Tea. Penggunaan Mesin Ball Tea pada proses pengeringan teh akan menghasilkan teh hijau yang menggulung, bulat, melintir dan mengkilap. Namun, selama proses pengeringan di Mesin Ball Tea menghasilkan produk samping berupa partikel teh hijau kering. Hembusan udara yang kuat masih membawa partikel debu dan daun teh berukuran kecil keluar meskipun terdapat penyaring pada Mesin Ball Tea. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produk samping yang dihasilkan selama proses pengeringan di Mesin Ball Tea No. 1 dan No. 2 untuk mewakili kinerja mesin yang terbaik pada pengolahan teh hijau. Penurunan kadar air produk samping yang dihasilkan selama proses pengeringan di Mesin Ball Tea No. 1 lebih cepat dibanding penurunan kadar air produk samping di Mesin Ball Tea No. 2. Persentase susut produk samping yang dihasilkan dari Mesin Ball Tea No. 1 sebesar 1,94% dan dari Mesin Ball Tea No. 2 sebesar 1,71%. Kadar air produk samping dari Mesin Ball Tea setelah 1 jam proses pengolahan berkisar 27-30%, kemudian meningkat pada jam ke-2 dan menurun signifikan hingga diperoleh kadar air berkisar 5% pada akhir operasional Mesin Ball Tea. Banyak partikel berukuran 1410 µm dan 1000 µm karena pada jam pengambilan sampel tersebut, produk samping yang keluar berukuran besar. Rekayasa Mesin Ball Tea perlu dilakukan lebih lanjut untuk dapat meminimalisir produk samping yang dihasilkan dari Mesin Ball Tea selama proses pengolahan teh hijau.
Laju Penurunan Kadar Air dan Nilai Karakteristik Fisik Berdasarkan Sistem Pengeringan Akhir pada Pengolahan Teh Hijau Mery Andriyani; Sugeng Harianto; Mukhammad Iqbal Prawira-Atmaja; Putri Wilujeng Lestari; S Shabri; Hilman Maulana; Selly Harnesa Putri
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol16n2.1

Abstract

Komoditas teh merupakan salah satu komoditi hasil pertanian yang mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian. Teh merupakan produk agribisnis Indonesia yang mempunyai prospek yang cukup baik untuk terus dikembangkan sebagai sumber devisa. Hal ini menyebabkan Indonesia memperbaiki kualitas produk untuk bersaing di pasar global. Kualitas produk teh merupakan faktor utama guna meningkatkan daya saing produk teh Indonesia, dimana diperlukan evaluasi kesesuaian mutu produk teh dengan persyaratan SNI yang berlaku, salah satunya mengenai persyaratan nilai kadar air. Sifat karakteristik fisik pada produk teh hijau pun mempengaruhi kualitasnya, seperti pada persentase peko yang dihasilkan dan densitas hasil keringan teh. Hasil keringan ini dipengaruhi oleh sistem pengeringan akhir yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi laju penurunan kadar air dan nilai karakteristik fisik berupa nilai densitas dan persentase peko berdasarkan dari sistem pengeringan akhir pada proses pengolahan teh hijau. Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel teh hijau pada setiap stasiun proses pengolahan teh hijau. Laju penurunan kadar air yang baik dan menghasilkan kualitas teh yang baik pada parameter nilai densitas terjadi ketika menggunakan penambahan pengeringan semi (RD) yakni menghasilkan kadar air 2-4%, nilai densitas sebesar 0,16 g/mL dan waktu pengolahan yang efektif selama 552 menit, dibandingkan tanpa menggunakan RD yakni kadar air sebesar 4-5%, nilai densitas 0,18 g/mL, dan waktu proses pengolahan selama 762 menit. Penggunaan tambahan pengering semi (RD) memiliki kekurangan yaitu nilai persentase peko sebesar 17,02% yang lebih rendah daripada tanpa pengeringan semi (RD) yaitu sebesar 19,15%.
Improvement Standard Operating Procedures Banana Chips Production In CV. Zanana Indonesia Diandra Puteri Salsabilla; Totok Pujianto; Selly Harnesa Putri
JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Vol 6, No 1 (2022): "JASc" JOURNAL OF AGRIBUSINESS SCIENCES
Publisher : JASc (Journal of Agribusiness Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jasc.v6i1.11806

Abstract

In order to improve national standards, Micro Small and Medium Enterprises (MSME) empowerment is considered to be one of the right solutions. Currently, many MSME already have standards but are still considered incomplete in the implementation of the production process. This research takes a case study in CV. Zanana Indonesia is an MSME engaged in the food sector and producing banana chips. Currently, the business already has Standard Operating Procedures but does not have work instructions and production activity forms. This study aims to improve the SOP and design work instructions and forms of production process activities. The primary data used is interviews with employees about the production of banana chips meanwhile secondary data used is about business management, business model and production process. Interview by production employees using the interview guide, observations are made directly in production and study literature using existing business data and related journals. The results of the design are in the form of 11 SOP for the production, 8 work instructions, and 4 forms for the production. The level of importance of the SOP design classified as important (76,26%), the level of implementation has 75,96% and improvement of the SOP design has 74,05%.
Kajian Stabilitas Losion Berbasis Minyak Kelapa dengan Kombinasi Surfaktan Tween 80 dan Setil Alkohol Asri Widyasanti; Melly Indriyani; Selly Harnesa Putri; Fitry Fillianty
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 17, No 1 (2023): TEKNOTAN, April 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol17n1.5

Abstract

Losion merupakan kosmetik berupa emulsi minyak dalam air yang digunakan pada kulit bagian tangan dan tubuh. Umumnya losion terdiri dari berbagai minyak nabati atau sintesis. Dalam penelitian ini, minyak nabati yang digunakan yaitu minyak kelapa yang mampu melembutkan kulit. Salah satu bahan penting untuk terjadinya emulsifikasi dan kestabilan emulsi pada losion adalah penambahan surfaktan. Stabilitas emulsi pada losion dapat ditingkatkan dengan mencampur 2 jenis surfaktan. Surfaktan yang digunakan pada penelitian ini adalah Tween 80 serta setil alkohol bertindak sebagai kosurfaktan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi Tween 80 dan setil alkohol terhadap stabilitas losion serta mengetahui rasio kombinasi Tween 80 dan setil alkohol terbaik yang menghasilkan losion minyak kelapa stabil. Parameter kestabilan losion meliputi penampakan, pH, viskositas, bobot jenis, daya sebar, uji freeze-thaw, uji panas-dingin, uji sentrifugasi. Parameter pendukung meliputi rendemen dan uji hedonik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji lanjut Duncan. Penelitian ini memiliki 5 perlakuan penambahan perbandingan variasi rasio Tween 80 dan setil alkohol, yaitu perlakuan A 0:1, perlakuan B 3:1, perlakuan C 1:1, perlakuan D 1:3 dan perlakuan E 1:0. Selama penyimpanan losion perlakuan B, C, D dan E memenuhi standar SNI 16-4399-1996 seperti rendemen, pH, viskositas dan bobot jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan variasi Tween 80 dan setil alkohol mempengaruhi kestabilan fisik losion. Perlakuan C dan D menghasilkan losion yang stabil diantara perlakuan lainnya, keduanya tidak terjadi pemisahan dan tetap homogen pada pengujian kestabilan losion.
Optimization on turmeric extraction to obtain curcuminoid with low-cost operation technique Abil Fadila; Efri Mardawati; Desy Nurliasari; Roni Kastaman; Selly Harnesa Putri
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2023.006.02.10

Abstract

Turmeric (Curcuma longa L.) has become one of the potential plants to be developed due to its numerous benefits from the active ingredient, curcuminoid. Curcuminoid has antibacterial, antioxidant, and antihepatotoxic properties that can enhance the absorption of vitamins A, D, E, and K. The process to obtain curcuminoid can be carried out through an extraction process using a solvent. This research aimed to optimize the extraction process of curcuminoid from turmeric at a lower cost. The response surface methodology with a central composite design was used in this study to optimize the concentration of ethanol solvent (50-90%, v/v) and the flow rate of ethanol solvent (20-40 mL/minute) on the yield and curcuminoid. The research results indicate that the optimum conditions for the percolation extraction process (ethanol concentration = 90% and ethanol flow rate = 20 mL/minute) result in a yield value of 22.75% (w/w) and curcuminoid content of 13.54% (w/v). The curcuminoid was characterized based on several parameters, including water content of 11.15% (w/w) and antioxidant activity of 98.39% (w/v). The research concludes that the optimum results of the process conditions demonstrate the percolation extraction method with the variables of ethanol concentration and minimal ethanol solvent flow rate, which require lower costs while yielding optimum yield and curcuminoid content. Therefore, this can be applied in further research on curcumin production or its application in the food and non-food industries.
PENGARUH JENIS PELARUT EKSTRAK DAUN PINUS TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN APLIKASINYA PADA SABUN PADAT Rifda Rihhadatu Aisy; Selly Harnesa Putri; Tri Yuliana
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 10 No. 1: January 2022
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2022.010.01.6

Abstract

Daun pinus berpotensi sebagai antibakteri alami. Aktivitas antibakteri dipengaruhi oleh variasi fitokimia yang dihasilkan setiap ekstrak dengan berbagai jenis pelarut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut ekstrak terhadap aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Daun pinus dimaserasi menggunakan pelarut air, etanol 96%, dan n-heksana. Uji antibakteri ekstrak dilakukan dengan metode difusi sumuran. Ekstrak beraktivitas antibakteri tertinggi diaplikasikan menjadi sabun padat dengan konsentrasi ekstrak 1 gram, 1.5 gram; dan 3 gram, selanjutnya dilakukan evaluasi karakteristik (organoleptik, pH, stabilitas busa), uji hedonik dan iritasi. Ekstrak air memiliki zona hambat tertinggi (19.39 mm) dibandingkan dengan ekstrak etanol (11.44 mm) dan ekstrak n-heksana (tidak ada). Formulasi sabun berbagai variasi konsentrasi ekstrak daun pinus sebagai bahan aktif beraktivitas antibakteri menghasilkan sabun padat yang berwarna kuning kehijauan hingga berwarna coklat tua, memiliki aroma khas sabun dengan pH berkisar 10-11, stabilitas busa sekitar 57.33 – 66%, tidak menimbulkan iritasi serta panelis lebih menyukai sabun padat dengan penambahan 1 gram ekstrak daun pinus.
Analisis Pengendalian Kualitas Pada Proses Produksi Teh Hitam Menggunakan Metode Statistical Quality Control Seila Teresia Devi Sinaga; Selly Harnesa Putri; Totok Pujianto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2023): TEKNOTAN, Agustus 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol17n2.10

Abstract

Peningkatan jumlah konsumsi teh di dunia mendorong perkembangan produksi pengolahan teh yang berada di Indonesia untuk mampu bersaing di pasar internasional. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai jual dan daya saing suatu produk yaitu kualitas produk yang dihasilkan. PTPN IV Unit Tobasari sebagai salah satu industri pengolahan teh hitam yang berada di Kabupaten Simalungun masih menemukan produk cacat dalam proses produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan pengendalian mutu produk teh hitam yang selama ini dilakukan oleh PTPN IV Unit Tobasari, mengidentifikasi faktor penyebab penyimpangan mutu produk dan memberikan tindakan korektif atau usulan perbaikan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Statistical Quality Control (SQC) dengan menggunakan alat bantu data statistik. Pengolahan data dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif yang dapat dilakukan dengan tujuan untuk menggambarkan kondisi penelitian berdasarkan fakta. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) pengendalian kualitas dilakukan pada pendekatan penerimaan bahan baku, proses produksi dan pendekatan produk akhir tetapi hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat produk yang masih berada di luar batas kendali statistik; (2) faktor-faktor penyebab penyimpangan mutu teh hitam adalah faktor manusia, faktor bahan baku, faktor metode, faktor mesin dan faktor lingkungan; (3) Tindakan korektif atau usulan perbaikan yang dapat dilakukan yaitu peningkatan kualitas bahan baku, peningkatan kemampuan kerja, perbaikan metode, dan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman.
Co-Authors Abdurrahman Hanif Abdurrahman Hanif Abil Fadila Akbar Nashrullah, Irsyad Ali Alifia, Rachma Nur Amara Alya Nur Cantika Anas Bunyamin Andryas, Prasetyo Anis Yohana Chaerunnisaa Ardy Yusuf Wibawa Artta Gracia Malau Asep Yusuf Asri Widyasanti Asri Widyasanti Asri Widyasanti Asri Widyasanti Asri Widyasanti Astriani, Elisa Dian Awaly Ilham Dewantoro Boy Sohmo Banurea Chay Asdak Debora Handarni Desi Nurliasari Desy Nurliasari Suparno Devi Maulida Devi Maulida Rahmah Dewi, Sinta Ramanda Dian Juliadmi Diandra Puteri Salsabilla Efatmi, Fajri Efri Mardawati Eko Heri Purwanto Elisa Dian Astriani Endryaz Vergian Nusantara Fajri Efatmi Farah Nuranjani Faza Rizki Safira Fitry Filianty Fitry Fillianty Ghifary, Abdurachman Hasyyati Nadhilah Hasyyati Nadhilah Hazli Nurdin Hilman Maulana Hilman Maulana Hilmi Daffa Aziz In-In Hanidah Irfan Ardiansah Irfan Ardiansah Irsyad Fauzi Adiarsa Jeremia Kristian Kardaya, Rahmat Subrata Kralawi Sita Kurnia Rahmah Nurshiyam Amaliasari M Iqbal Prawira-Atmaja Melly Indriyani Mery Andriyani Mery Andriyani Mukhammad Iqbal Prawira-Atmaja Mukhammad Iqbal Prawira-Atmaja Nadhilah, Hasyyati Neni Cahyati Nirwana, Fricella Mayanggita Nur Oktavia Benedicta Nurpilihan Bafdal Nurpilihan Bafdal Putri Wilujeng Lestari Putri Wilujeng Lestari Putri Wilujeng Lestari Rachma, Danisa Fathiya Raden Bramadi Nugraha Wargadibrata Rafli, Muhammad Raissa Ariany Putri Resha Nurvabilla Rifda Rihhadatu Aisy Rizki Safira, Faza Roni Kastaman Ryan Hara Permana Ryan Hara Permana S Shabri S Shabri Sarifah Nurjanah Sarinarulita Rosalinda Sayuti, Kesuma Seila Teresia Devi Sinaga Setia Permana Setia Permana Sinta Ramanda Dewi Sudaryanto Zain Sudaryanto Zain Sugeng Harianto Sugeng Harianto Suparno, Desy Nurliasari Tensiska, Tensiska Totok Herwanto Totok Pujianto Totok Pujianto Tri Yuliana Tri Yuliana Triokto, Albert Yanti Rubiyanti Yudha, Welly Kusuma Yuriga Salsya Sahertia