Claim Missing Document
Check
Articles

Partisipasi Petani Terhadap Pengelolaan Air Irigasi Di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat Irfan Ardiansah; Raden Bramadi Nugraha Wargadibrata; Chay Asdak; Devi Maulida Rahmah; Selly Harnesa Putri
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 16, No 1 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v16i1.6274

Abstract

Pengelolaan air irigasi membutuhkan partisipasi petani. Air merupakan salah satu sumberdaya esensial dalam kehidupan. Namun, keberadaannya sudah semakin langka karena debit air yang semakin berkurang akibat degradasi lingkungan pada daerah aliran sungai dan saluran irigasi yang mendangkal, sehingga pengairan untuk lahan sawah menjadi berkurang. Serupa dengan keadaan daerah irigasi di Desa Cangkuang dan Desa Haurpugur, yaitu proses pengelolaan air irigasi memerlukan partisipasi petani untuk mendapatkan air irigasi pada musim kemarau karena keterbatasan jumlah air irigasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi petani dalam pengelolaan air irigasi yang terletak di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat dan mengetahui faktor-faktor yang menentukan partisipasi petani dalam pengelolaan air irigasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif kuantitatif dengan cara survey lapangan, wawancara dan pemberian kuesioner kepada responden sebagai pengumpulan data dan informasi sesuai dengan keadaan di lapangan. Hasil dari penelitian ini ditunjukkan pada nilai alternatif operasi irigasi yang menjadi alternatif utama dengan nilai 0,44. Alternatif ini memiliki nilai tertinggi karena operasi irigasi merupakan hal utama pada pengelolaan irigasi. Jadi, nilai persentase tingkat partisipasi dalam pengelolaan air irigasi pada alternatif operasi irigasi adalah 44 % dan faktor yang menentukan partisipasi petani adalah adanya komunikasi yang baik antar petani. Kata Kunci: AHP, partisipasi petani, pengelolaan irigasi
TINGKAT PARTISIPASI PETANI DALAM PENGELOLAAN IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI NARONGTONG KECAMATAN JATINANGOR Irfan Ardiansah; Selly Harnesa Putri; Nurpilihan Bafdal; Elisa Dian Astriani
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v10i3.38692

Abstract

Daerah Irigasi merupakan bagian penting dalam proses pertanian dan telah ditetapkan oleh pemerintah melalui peraturan pengelolaan irigasi partisipatif dan pelaksanaannya melibatkan peran serta masyarakat, masalahnya di Daerah Irigasi Narongtong masyarakat petaninya belum semua berpartisipasi dalam pengelolaannya yang berakibat kurang terawatnya daerah irigasi ini. Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana partisipasi petani terhadap pengelolaan Daerah Irigasi Narongtong Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. yang meliputi dua desa, yaitu Desa Cileles dan Desa Cilayung. Penelitian dilakukan dengan metode survey dengan menyebarkan kuesioner tertutup yang dibagikan pada para petani kemudian diolah menggunakan metode analisis deskriptif untuk mendapatkan gambaran tingkat partisipasi petani dalam pengelolaan daerah irigasi Narongtong. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa umumnya petani di kedua Desa ini tidak terlalu peduli untuk mengelola dan merawat DI Narongtong, dan lebih terfokus mengenai bagaimana sawah mereka dapat terairi air irigasi sehingga belum terjadi pemerataan terhadap penggunaan air irigasi. Hal ini dapat terjadi karena umumnya petani pada dua desa tersebut memiliki pendidikan tertinggi Sekolah Dasar (SD) yang menyebabkan pengetahuan mereka menngenai pentingnya pengelolaan Daerah Irigasi menjadi terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani di Daerah Irigasi Narongtong menganggap bahwa lokasi tersebut adalah milik pemerintah sehingga pengelolaannya harus dilakukan pemerintah. Untuk mengubah persepsi tersebut pemerintah Kabupaten Sumedang bertanggung jawab memberikan informasi yang benar mengenai pengelolaan daerah irigasi dan mengaktifkan Kembali P3A sebagai langkah untuk mengubah persepsi para petani.
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGEMASAN DAN INOVASI PRODUK UNTUK MENINGKATKAN MUTU PRODUK PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH BERBASIS OLAHAN PANGAN DI DESA CIKUDA KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Selly Harnesa Putri; Irfan Ardiansah; Devi Maulida Rahmah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 2, No 2 (2017): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v2i2.15874

Abstract

ABSTRAK Desa Cikuda merupakan desa yang bersebelahan dengan kampus Unpad Jatinangor berjarak sekitar 2,7 KM. Kurang sejahteranya masyarakat secara mandiri ditambah dengan jumlah angka pengangguran memunculkan peluang baru untuk beralih kepada pembentukan industry rumah tangga. Keberadaannya mampu memberikan ruang bagi banyak orang untuk tidak tergantung pada kerasnya persaingan dunia kerja. Permasalahan yang terdapat pada industry rumah tangga di desa tersebut adalah kualitas produk yang masih rendah, serta penampilan produk yang kurang menarik sehingga tidak berdampak pada kesejahteraan pelaku usaha. Perbaikan mutu produk dapat melalui penerapan teknologi pengemasan dan inovasi produk. Dengan adanya transfer pengetahuan pada masyarakat yang menjadi mitra dalam program ini yaitu pelaku IKM olahan pangan Desa Cikuda dapat menerapkan teknologi pengemasan dan inovasi produk, serta mendukung program pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Kata kunci: teknologi pengemasan, inovasi produk, IKM ABSTRACT Cikuda is a village near to Unpad campus in Jatinangor is about 2.7 KM. The lack of prosperity of the community independently coupled with the number of unemployed numbers raises new opportunities to shift to the establishment of the household industry. Its existence is able to provide space for many people not to depend on the rigors of the work world competition. Problems in the household industry is the product quality was still low, and the appearance of the product that is less attractive so as not to affect the welfare of business actors. Improvement of product quality can be through application of packaging technology and product innovation. Transfer knowledge to the community that is a partner in this program is the perpetrator of IKM at Cikuda can apply packaging technology and product innovation, and support the government program in improving the economy of the community. Keywords: packaging technology, product innovation, Small Medium Enterprise
Skrining Kualitatif Fitokimia Senyawa Antibakteri pada Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidiium guajava L.) Debora Handarni; Selly Harnesa Putri; Tensiska Tensiska
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.02.08

Abstract

Jambu biji merupakan jenis tanaman yang memiliki banyak khasiat terutama pada bagian daunnya. Daun jambu biji dikenal memiliki kandungan senyawa yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah didalam daun jambu biji yang telah melewati proses ekstraksi maserasi mengandung senyawa antibakteri seperti saponin, tanin, dan flavonoid. Ekstraksi dilakukan selama 24 jam dan hasil maserasi dievaporasi menggunakan rotary evaporator untuk mendapatkan hasil ekstrak yang pekat. Rendemen ekstrak yang didapatkan dengan tiga kali pengulangan tanpa adanya pembeda adalah sebesar 4.57%, 4.52% dan 3.99%. Hasil pengujian fitokimia pada ekstrak daun jambu biji menunjukan bahwa ekstrak tersebut memiliki kandungan senyawa antibakteri yaitu saponin, tanin, dan flavonoid.
Pengaruh Lama EkstraksiI Terhadap Rendemen Oleoresin Kulit Mangga Kuweni (Mangifera Odorata Griff) Menggunakan Metode MAE Abdurrahman Hanif; Asri Widyasanti; Selly Harnesa Putri
Agroindustrial Technology Journal Vol 4, No 2 (2020): Agroindustrial Technology Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/atj.v4i2.4916

Abstract

Mango peel is one of the by-products that is wasted when processing the fruit into certain products. One form of mango peel utilization is by extracting the oleoresin content in it. Oleoresin is a extractive substance that contains the main components of flavoring in the form of volatile (essential oil) and non-volatile (resin and gum) substances, these two main components play an important role in determining aroma and taste. The purpose of this study is to identify the best extraction treatment by MAE method of kuweni mango peel oleoresin, so that it can be an alternative form of storage for volatile compounds found in the skin of kuweni mango. This study used the microwave assisted extraction (MAE) method. Extraction was carried out using n-hexane solvent to extract the oleoresin component of the mango skin of the kuweni mango. The ratio of the amount of material with the solvent used is 1:10, with a raw material weight of 20 grams. The extracted solvent is evaporated using a rotary vacuum evaporator to produce a more concentrated result. MAE is done for 1 minute, 2 minutes, 3 minutes, 4 minutes and 5 minutes. Microwave used 50% power. The parameters measured in this study were the yield of oleoresin extracted. The results showed that the yield of oleoresin from extraction was 42,25% for 1 minute, 44,55% for 2 minutes, 44.10% for 3 minutes, 22,80% for 4 minutes, and 22.35% for 5 minutes. The conclusion of this research is that the extract of mango kuweni peel oleoresin which is produced from MAE process with n-hexane solvent produces the best yield in the 2-minute extraction time treatment which is 44.55%.
FORMULASI PEMERAH PIPI (Blush on) DARI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) Kurnia Rahmah Nurshiyam Amaliasari; Selly Harnesa Putri; Anas Bunyamin
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 25, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.25.2.183-191.2021

Abstract

Kulit buah naga merupakan limbah yang masih jarang dilakukan pengolahan atau pemanfaatan kembali. Kulit buah naga mengandung antosianin yang berpotensi menjadi pewarna alami. Blush on atau pemerah pipi merupakan salah satu produk kecantikan yang banyak digunakan dengan menyajikan warna beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan ekstrak kulit buah naga pada sediaan blush on dengan menentukan formulasi dan konsentasi ekstrak kulit buah naga yang memiliki karakteristik serta kelayakan mendekati produk komersial dan banyak disukai. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan 2 perlakuan, yaitu menggunakan pelarut etanol 96%, dan pelarut etanol 96% dengan penambahan asam sitrat 10%. Ekstrak dilakukan analisis, kemudian hasil ekstrak terbaik diaplikasikan pada sediaan blush on. Formulasi sediaan blush on dilakukan dengan variasi konsentrasi ekstrak 0%, 5%, 10%, 15%, dan menggunakan bubuk kulit buah naga. Sediaan dievaluasi dengan uji organoleptik, homogenitas, pH, uji iritasi, dan daya lekat. Hasil penelitian menunjukkan sediaan dengan konsentrasi ekstrak 15% memiliki karakteristik mendekati produk komersial dan paling disukai panelis setelah produk komersial.
PENENTUAN PANJANG REKAMAN DATA CURAH HUJAN UNTUK MENGGAMBARKAN KONDISI IKLIM DI KECAMATAN JATINANGOR Irfan Ardiansah; Selly Harnesa Putri; Devi Maulida Rahmah
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 20, No 1 (2018): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v20i1.3418

Abstract

System availability to access climatology data especially precipitation data is needed to facilitate a variety of interested parties to use it for analysis purpose. Theoritically, it is better to analyze about 30 years of data to describe the climatic condition in a region, but to determine the exact minimum length of optimum rainfall data, a linear regression formula Y = (4.30t x log(R))2 + 6 can be used. Jatinangor as developing region do not have any complete climate conditions data yet, so to get an idea of its climate condition a minimum precipitation data analysis is needed. Precipitation data of Jatinangor is available from years 1994 to 2010 with the presence of missing data from August 2005 to December 2007 due to equipment damage, so its necessary to assest the missing data using reciprocal method. After analysis is done, it showed that there certain month that are still not meet the minimum data length requirements, especially in dry months because a longer period of data would normalize the data and will become easier to perform calculations and data analysis to describe the climatic conditions in Jatinangor.
Upaya Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembinaan Usaha Sabun Cair Handmade di Kelompok Rumah Insan Juara, Desa Cilengkrang, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung Asri Widyasanti; Rosalinda Rosalinda; Selly Harnesa Putri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 8, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v8i2.331

Abstract

Upaya kerjasama antara Unpad dan masyarakat diperlukan untuk memajukan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memanfaatkan bahan herbal serta hasil bumi. Salah satu upaya pemanfaatan tersebut adalah perlu dikembangkannya produk turunan menjadi sabun cair handmade. Kelompok Insan Juara memiliki potensi memproduksi sabun cair handmade dalam bentuk industri rumahan melalui pemanfaatan hasil pertanian masyarakat. Produk sabun ini terbuat dari minyak dan alkali sehingga terjadi reaksi saponifikasi, selanjutnya adonan pasta sabun dicairkan menjadi sabun cair serta siap untuk dikemas. Potensi ini memiliki prospek yang menjanjikan dalam mengembangkan wirausaha industri rumahan, selain itu dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui pemberdayaan masyarakat sekitar. Tujuan dari kegiatan ini (1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok pengolah sabun handmade berbasis komoditas lokal; (2) Merintis upaya penganekaragaman industri rumahan salah satunya masyarakat yang bergerak di industri pembuatan sabun cair handmade untuk  kebutuhan souvenir dan kado; (3) Membantu pemerintah desa untuk dapat memajukan kesejahteraan masyarakat; dan (4) Mensosialisasikan hasil penelitian dari perguruan tinggi kepada masyarakat pengguna melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra Rumah Insan Juara adalah kurangnya pengetahuan dan pengalaman mengenai pembuatan sabun, pemilihan kemasan sabun yang tepat dari sisi manajemen dan marketing.  Mitra juga sudah diberikan sosialisasi adanya peluang pasar bagi produk sabun cair sebagai souvenir pernikahan. Melihat antusiasme dari kelompok wirausaha baru ini untuk menghasilkan sabun cair sebagai alternatif cinderamata khas kota Bandung  berupa produk non-pangan sehingga perlu pembinaan dari sisi proses pembuatan sabun, kemasan, manajemen dan marketing. Pendekatan yang diterapkan dalam merealisasikan program ini di Kelompok Insan Juara melalui metode participatory approach.  Pelaksanaan kegiatan pelatihan meliputi pelatihan cara melakukan pembuatan sabun cair handmade,  pendampingan, demonstrasi langsung  dalam proses pembuatan pasta sabun, pencairan, pengemasan, monitoring kualitas akhir sabun,  hingga pemasaran hasil sabun. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) Kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi usaha, kesadaran, pengetahuan dan ketrampilan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna untuk mengolah komoditas lokal (minyak kelapa) menjadi produk sabun cair handmade; (2) Peserta pelatihan terutama kelompok ibu-ibu  Rumah Insan Juara telah mengikuti serangkaian  kegiatan pembuatan sabun handmade selanjutnya perlu dikembangkan kerjasama dengan pihak terkait untuk pengembangan bisnis sabun handmade kedepannya.
Optimalisasi Ketersediaan Air Tanaman dengan Sistem Otomasi Irigasi Tetes Berbasis Arduino Uno dan Nilai Kelembaban Tanah Irfan Ardiansah; Selly Harnesa Putri; Ardy Yusuf Wibawa; Devi Maulida Rahmah
Ultimatics : Jurnal Teknik Informatika Vol 10 No 2 (2018): Ultimatics : Jurnal Teknik Informatika
Publisher : Faculty of Engineering and Informatics, Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2216.414 KB) | DOI: 10.31937/ti.v10i2.955

Abstract

Irigasi tetes adalah sebuah teknik irigasi yang berguna untuk menjaga kelembaban tanah dalam kondisi optimal dengan efisiensi pemakaian air sebesar 90 – 95%, karena dengan menggunakan teknik ini air yang digunakan sangat minimal untuk mengurangi evaporasi, aliran permukaan dan perkolasi, masalah utama dari teknik ini adalah jadwal pemberian air dan jumlah air yang diberikan sebab kebutuhan air setiap tanaman akan berbeda, ide dasarnya adalah membangun sebuah system irigasi tetes otomatis yang mengimplentasikan sensor kelembaban tanah. Sebelum membuat kendali otomatis perlu disiapkan sebuah jaringan irigasi tetes, ukuran emitter dan posisi penempatannya. Sistem otomatis kemudian diuji dalam rumah kaca dan merekam data-data yang diperlukan, setelah dilakukan pengujian dapat disimpulkan bahwa sensor kelembaban tanah memiliki nilai korelasi 99.7% terhadap nilai kelembaban tanah teoritis, nilai efisiensi keseragaman irigasi (Cu) sebesar 96.01%, nilai keseragaman distribusi (SU) sebesar 94.85%, nilai koefisien keseragaman (CU) sebesar 93.01% dan dalam pengujian ini didapatkan bahwa 75% dari tanaman selada yang dipanen memenui standar dari Amazing Farm. Sewaktu sistem otomasi irigasi tetes ini diuji ditemukan pula bahwa sensor kelembaban tanah hanya bekerja baik selama 27 hari karena munculnya karat akibat terpapar oleh air.
Penentuan Strategi Pemasaran Menggunakan Metode Design Thinking pada CV. Asri Rahayu Hilmi Daffa Aziz; Totok Pujianto; Selly Harnesa Putri
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.04.2

Abstract

Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan penting dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional serta penyerapan tenaga kerja. Salah satu UMKM yang berlokasi di Kabupaten Majalengka CV. Asri Rahayu bergerak di bidang oleh-oleh dan makanan ringan sedang mengalami penurunan pendapatan semenjak tahun 2016. CV. Asri Rahayu membutuhkan strategi pemasaran baru untuk meningkatkan pendapatannya. Penentuan strategi pemasaran dalam penelitian ini menggunakan metode Design Thinking, dengan tapahan empathizing, define, ideate, prototyping, dan test. Terdapat beberapa pendekatan dalam pelaksanaan penelitian ini, diantaranya Participatory Action Research (PAR), Focus Group Discussion, juga penggunaan tools Empathy Map, Customer Journey, dan Value Proposition Canvas. Melalui beberapa metode dan pendekatan tersebut ditemukan berbagai masalah internal yang berdampak langsung kepada kegiatan pemasaran. Hasil dari penelitian ini adalah CV. Asri Rahayu harus melakukan beberapa perbaikan diantaranya adalah, perubahan desain kemasan, digitalisasi pembukuan pengiriman, penambahan posisi yaitu General Manager, selain itu CV. Asri Rahayu juga harus mengubah cara pandang terhadap kegiatan yang berdampak direct income menjadi kepada kegiatan yang dapat meningkatkan valuasi perusahaan.
Co-Authors Abdurrahman Hanif Abdurrahman Hanif Abil Fadila Akbar Nashrullah, Irsyad Ali Alifia, Rachma Nur Amara Alya Nur Cantika Anas Bunyamin Andryas, Prasetyo Anis Yohana Chaerunnisaa Ardy Yusuf Wibawa Artta Gracia Malau Asep Yusuf Asri Widyasanti Asri Widyasanti Asri Widyasanti Asri Widyasanti Asri Widyasanti Astriani, Elisa Dian Awaly Ilham Dewantoro Boy Sohmo Banurea Chay Asdak Debora Handarni Desi Nurliasari Desy Nurliasari Suparno Devi Maulida Devi Maulida Rahmah Dewi, Sinta Ramanda Dian Juliadmi Diandra Puteri Salsabilla Efatmi, Fajri Efri Mardawati Eko Heri Purwanto Elisa Dian Astriani Endryaz Vergian Nusantara Fajri Efatmi Farah Nuranjani Faza Rizki Safira Fitry Filianty Fitry Fillianty Ghifary, Abdurachman Hasyyati Nadhilah Hasyyati Nadhilah Hazli Nurdin Hilman Maulana Hilman Maulana Hilmi Daffa Aziz In-In Hanidah Irfan Ardiansah Irfan Ardiansah Irsyad Fauzi Adiarsa Jeremia Kristian Kardaya, Rahmat Subrata Kralawi Sita Kurnia Rahmah Nurshiyam Amaliasari M Iqbal Prawira-Atmaja Melly Indriyani Mery Andriyani Mery Andriyani Mukhammad Iqbal Prawira-Atmaja Mukhammad Iqbal Prawira-Atmaja Nadhilah, Hasyyati Neni Cahyati Nirwana, Fricella Mayanggita Nur Oktavia Benedicta Nurpilihan Bafdal Nurpilihan Bafdal Putri Wilujeng Lestari Putri Wilujeng Lestari Putri Wilujeng Lestari Rachma, Danisa Fathiya Raden Bramadi Nugraha Wargadibrata Rafli, Muhammad Raissa Ariany Putri Resha Nurvabilla Rifda Rihhadatu Aisy Rizki Safira, Faza Roni Kastaman Ryan Hara Permana Ryan Hara Permana S Shabri S Shabri Sarifah Nurjanah Sarinarulita Rosalinda Sayuti, Kesuma Seila Teresia Devi Sinaga Setia Permana Setia Permana Sinta Ramanda Dewi Sudaryanto Zain Sudaryanto Zain Sugeng Harianto Sugeng Harianto Suparno, Desy Nurliasari Tensiska, Tensiska Totok Herwanto Totok Pujianto Totok Pujianto Tri Yuliana Tri Yuliana Triokto, Albert Yanti Rubiyanti Yudha, Welly Kusuma Yuriga Salsya Sahertia