Claim Missing Document
Check
Articles

TRAYEK ANGKUTAN UMUM UNTUK MENGOPTIMALKAN INTERAKSI DESA KOTA DI KABUPATEN BOYOLALI Wimas Hasan Febrianto; Saptono Putro; Hariyanto Hariyanto
Geo-Image Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v6i1.15249

Abstract

This study aims are to 1) determine the travel pattern of the population movement from the rural to the urban areas through the information of the source travel destination, purpose to do the travel, time to is affected by the activities and the use of field. 2) to determine the value of loading factor of public transportation in Boyolali Regency. 3) to determine which region having strong or weak attraction/generation of trip. The techniques that use for collecting data through by the observation, interview, and documentation. The data that has been gotten then can be processed using the Likert and Gutman scale technique.Based on the result of this study, our society need comfortable general transportation tool. In other way, society also want the goverment to create a ne trajectory paths in the region that has not yet passed by the public transportation.
EVALUASI SEBARAN LOKASI DAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM BERBASIS APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN DEMAK Erna Puji Astutik; Ananto Aji; Saptono Putro
Geo-Image Vol 6 No 2 (2017): Geo - Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v6i2.19023

Abstract

Business development of Gas Station increases every year. This is in line with the level of consumption of oil so that it affects what is required by consumers. Therefore, it takes a thought to overcome it. The population is SPBU in Demak Regency as many as 20 pieces and all gas stations used as sample. Samples for customer satisfaction use incidental sampling technique. The research variables are (1) Variable distribution of gas stations location: number, distance, and location of gas station, number and type of motor vehicle, traffic density; (2) Variable levels of customer satisfaction: tangible, empathy, reliability, assurance, and responsiveness. The research analyzes used Geographic Information System analysis, nearest neighbor analysis, and quantitative descriptive. The results showed that the distribution pattern of gas stations has a uniformly distributed pattern; The location suitability class of 20 gas stations is included in the appropriate criteria (S2) with the calculation of 70%; And customer satisfaction to the service provided from the SPBU of 4,991 which, when included in the assumption of research calculation included in the Good category. With the results of these shows that the distribution of location and level of consumer satisfaction SPBU in Demak Regency region including good criteria.
PELATIHAN PENULISAN PUBLIKASI JURNAL ILMIAH TERAKREDITASI NASIONAL BAGI GURU DI MGMP GEOGRAFI SMA KOTA SEMARANG Andi Irwan Benardi; Hariyanto Hariyanto; Saptono Putro
Jurnal Panjar: Pengabdian Bidang Pembelajaran Vol 1 No 1 (2019): Peningkatan Kemampuan Guru dan Siswa Melalui Berbagai Pendidikan Kreatif dan Inov
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/panjar.v1i1.28684

Abstract

Dalam kegiatan pengembangan publikasi ilmiah, salah satu kegiatan yang bisa dikonversi menjadi angka kredit adalah Penelitian . Melalui kegiatan Penelitian , guru bisa memperoleh beberapa angka kredit yang berupa Laporan hasil Penelitian berupa proceding atau jurnal ilmiah. Namun permasalahan yang dihadapi oleh para guru adalah laporan Penelitian tersebut seringkali hanya berakhir dalam bentuk laporan Penelitian saja, dan tidak dimanfaatkan kembali melalui pengolahan menjadi bentuk karya tulis ilmiah lainnya seperti artiel dikirim ke jurnal nasional. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan ketrampilan para guru dalam mengonversi laporan Penelitian menjadi bentuk karya tulis ilmiah lainnya tersebut. Pengabdian ini akan mengambil lokasi di MGMP Geografi SMA Kota Semarang. Metode pelaksanaan yang dipakai dalam program pengabdian kepada masyarakat ini adalah sosialisasi, pelatihan, dan workshop. Luaran yang diharapkan dalam Penelitian ini adalah draft publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh guru. Dengan program ini, kualitas guru-guru di MGMP Geografi SMA Kota Semarang dapat meningkat sehingga bisa menjadi guru yang profesional.
PELATIHAN PEMBUATAN SAMPEL BATUAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN LITHOSFER BERBASIS OUTDOOR STUDY DI MGMP GEOGRAFI SMA KABUPATEN BOYOLALI Wahyu Setyaningsih; Sriyono Sriyono; Andi Irwan Benardi; Saptono Putro
Jurnal Panjar: Pengabdian Bidang Pembelajaran Vol 1 No 1 (2019): Peningkatan Kemampuan Guru dan Siswa Melalui Berbagai Pendidikan Kreatif dan Inov
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/panjar.v1i1.28688

Abstract

Penggunaan media pembelajaran yang kreatif dan informatif sangat dianjurkan dalam pembelajaran geografi. Hal ini karena materi geografi cukup luas dan komplek. Akan tetapi salah satu kendala yang dihadapi sekolah adalah justru terbatasnya fasilitas media pembelajaran. Di samping itu juga tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas media pembelajaran geografi. Penggunaan media dalam pembelajaran geografi sekolah masih mengandalkan peta dinding maupun media lain yang sederhana, sehingga mengurangi daya tarik siswa akan materi geografi itu sendiri. Padahal banyak ragam media pembelajaran geografi, salah satunya sampel batuan adalah alat bantu dalam menganalis batuan secara fisik maupun kimia. Sehingga siswa dapat mengamati macam macam batuan. Sampel batuan dapat dimanfaatkan Guru Geografi sebagai media pembelajaran interaktif terutama dalam materi lithosfer kelas X SMA, karena selama ini media yang digunakan terbatas gambar dan presentasi yang kurang interaktif. Siswa hanya memahami konsep saja tanpa mengetahui sebenarnya macam macm batuan secara langsung. Padahal Sampel batuan bahan bisa dicari dan dimanfaatkan disekitar rumah dan sekolah. Kegiatan pengabdian ini adalah melatih guru dalam membuat media pembelajaran sampel batuan yang memanfaatkan material batuan di alam sekitar.
Peran Masyarakat dan BPBD Kebumen dalam Penanggulangan Banjir di Kecamatan Padureso Dewi, Aliffina Yulianoor Rinto; Juhadi, Juhadi; Suharini, Erni; Putro, Saptono
Journal of Applied Geoscience and Engineering Vol 3, No 1 : Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jage.v3i1.25846

Abstract

The purpose of this research is to determine the level of knowledge of the people of Padureso District regarding efforts to manage flood disasters in Padureso District, Kebumen Regency, to find out the form of participation of the community and the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Kebumen Regency in flood disaster management efforts in Padureso District, Kebumen Regency, and to find out the effectiveness The role played by the community and the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Kebumen Regency in efforts to overcome flood disasters in Padureso District, Kebumen Regency by Law No. 24 of 2007. The research carried out was quantitative research and data analysis techniques used descriptive analysis. The results of the research show that the level of knowledge of the people of Baligasal Village and Merden Village is relatively low, causing the implementation of the community's role in flood disaster management efforts to be less than optimal. The form of participation of the Baligasal Village and Merden Village Community as well as the Kebumen Regency BPBD in flood disaster management efforts is material participation in the form of money and goods, as well as non-material participation in the form of thoughts, energy, and skills. The effectiveness of the role carried out by BPBD Kebumen Regency in flood disaster management efforts is by Law Number 24 of 2007 concerning Disaster Management, namely achieving the objectives of the development-based disaster risk reduction program through the formation of Disaster Resilient Villages. (destana), integration capacity to coordinate and communicate with the village government to carry out socialization about disasters in villages that have been formed into villages, and adaptive capacity to work together with elements of society to realize participation in disaster management efforts in their area.
DAMPAK PERKEMBANGAN PERMUKIMAN TERHADAP PERLUASAN BANJIR GENANGAN DI KOTA SEMARANG Saptono Putro; Rahma Hayati
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 4, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v4i1.110

Abstract

Semakin bertambahnya penduduk perkotaan akibat pertumbuhan alami dan urbanisasi, kota semakin memerlukan fasilitas-fasilitas pendukung terutama perumahan. Pembangunan perumahan selalu memerlukan lahan yang sudah ada, sehingga merubah penggunaan lahan dari non perumahan/perkarangan ke perumahan/ permukiman dan sarana jalan. dirumuskan permasalahan sebagat berikut, apakah terjadinya banjir genangan merupakan dampak dan adanya perubahan fungsi lahan dari daerah penampungan menjadi lahan permukiman?Daerah manakah yang mengalamiperubahan penggunaan lahan menjadi permukiman /terbangun antara tahun 1980 sampai tahun 2000?daerah manakah yang mengalami banjir genangan antara tahun 1980 sampai tahun 2000?. Ada beberapa tujuan penelitian ini adalah: mengetahui dampak dari pembangunan daerah permukiman terhadap perluasan banjir genangan di Kota Semarang, menganalisis penyebaran daerah permukiman dan perluasan daerah yang mengalami banjir genangan selama, periode tahun 1980 sampai tahun 2000. Dalam penelitian ini data yang diolah merupakan data sekunder dari peta peta agihan banjir dan peta-peta tata-guna lahan dari tahun 1980 dan tahun 2000 ( kisaran 20 tahunan), Variabel penelitian meliputi,tata guna lahan, luas area terbangun/Permukiman, luas Area Banjir Genangan. Teknik analisa data perkembangan permukiman dan banjir genangan di buat tabel dan di prosentasekan, selanjutnya dianalisa dengan secara diskripsi dan prosentase. Angka Pertumbuhan permukiman rata-rata dari tahun 1980 sampai 2000 sebesar  3,95 % pertahun. Angka Pertumbuhan Banjir Genangan dari tahun 1980 sampai tahun 1987 sebesar 8,41 % pertahun, sedangkan dari tahun 1987 sampai tahun 2000 sebesar 1,93 % pertahun, dan pertumbuhan rata rata pertahun dari tahun 1987 sampai tahun 2000 sebesar 4,98 %. Perkembangan yang sangat mencolok adalah luasan banjir genangan dari tahun 1980 – 1987 hanya dalam 7 tahun rata-rata pertahun mencapai 8,41%, hal tersebut disebabkan dibangunnya perumahan Tanah Mas di areal pertambakan dan pembuatan Jalan Lingkar Utara yang menghambat laju aliran air ke laut. Kata Kunci : Permukiman, banjir genangan, dampak
PEMODELAN TINGKAT PELAYANAN JALAN (LEVEL OF SERVICES) BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENGURAI KEMACETAN LALU LINTAS KOTA SEMARANG Saptono Putro
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 6, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v6i2.97

Abstract

Kemacetan lalu-lintas merupakan masalah yang dihadapi oleh kota-kota besar, termasuk Kota Semarang, yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk baik secara alami maupun penduduk pendatang. Selama ini kemacetan sulit dipecahkan karena ratio pertambahan jalan sudah tidak seimbang dengan petambahan jumlah kendaraan yang melaluinya. Dalam penelitian ini yang akan menjadi obyek penelitian adalah faktor pendorong kemacetan lalulintas yang dijabarkan menjadi dua kelompok, yaitu: 1) Sarana lalu-lintas yang meliputi jenis dan jumlah kendaraan yang melewati ruas jalan, dan fungsi kendaraan (umum atau pribadi); 2) Prasarana lalu-lintas yang meliputi, klas/ fungsi jalan, kalitas jalan, dan penggunaan badan jalan selalin sebagai jalur lalu-lintas kendaraan. Populasi dalam penelitian ini meliputi semua jaringan jalan di Kota Semarang, sedangkan sampel diambil 4 jalan utama lingkar luar (dari luar kota), Aspek yang dikaji dalam penelitian ini adalah mengukur Tingkat Pelayanan (Level of Services) masing-maing titik pengamatan, dimana dapat dipergunakan standar pengukuran tingkat pelayanan sesuai dengan DLLAJR yaitu lebih dari 0,7 (tingkat pelayanan klas D ke atas). Aspek lain yang dikaji adalah sebaran titik-titik kemacetan dan waktu terjadinya kemacetan lalu-lintas yang berbeda-beda tiap ruas jalan, dan waktu masing-masing kegiatan sehari-hari, waktu pencatatan setiap jam pada titik pengamatan mulai pagi hari pukul 06.00 sampai sore hari pukul 18.00, juga diteliti penyebab kemacetan pada jaringan jalan. Hasil penelitan pada jalan jalan lingkar luar yang meliputi Jalan Kaligawe. Jalan Sudiarto (Majapahit), Jalan Setya Budi, Jalan Siliwangi, mengalami tingkat pelayanan yang sangan rendah, yaitu di atas 0,7 yang berarti jalan dalam kondisi macet terbatas hingga macet padat di atas 1,0. Keadaan demikian terjadi hampir sepanjang hari, terutama pada jam-jam sibuk pukul 7.00 sampai 9.00 pagi dan pukul 16.00 sampai pukul 18.00 sore. Kemacetan disebabkan disamping kapasitas jalan yang tidak mampu menampung arus lalulintas juga oleh penggunaan badan jalan yang menghambat arus lalulintas seperti parkir, ngetem, dan berjualan di badan jalan.Moda angkutan jalan yang paling mempengaruhi tingkat pelayanan jalan di semua titik pengamatan adalah sepeda motor diikuti mobil baik umum maupun pribadi. Simpulan Tingkat Pelayanan Jalan di Kota Semarang sudah sangat rendah diatas 0,7( C), puncak kemacetan terjadi pada pukul 7.00 sampi jam 9.00 dan jam 16.00 sampai jam 18.00, moda peneybab rendahnya tingkat pelayan jalan adalah sepeda motor. Kapasitas efektif ruas jalan berkurang karean penggunaan badan jalan di luar kegiatan transportasi. Saran perlu pengaturan arus lalulintas oleh instansi berwenang untuk mengtur jumlah kendaraan yang melewati jalan raya, terutama kendaraan pribadi, dan pengaturan diisipiln lalu-lintas untuk kendaraan umum. Untuk melihat kemacetan dalam Kota Semarang perlu pemetaan kemacetan dan pemanfaatan Sistem Informasi Geografi secara interkatif, karena dapat dengan cepat menganalisis penyebabnya dan penangulangannya secara terpadu. Kata kunci: Tingkat pelayanan, kemacetan lalu lintas, sistem informasi geografis
Efektivitas Media Google Sites Berbasis Mobile Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Atmosfer Di SMAN 6 Semarang Nur Fauziyah; Saptono Putro; Sriyanto; Andi Irwan Benardi
Journal of Edugeography Vol. 12 No. 3 (2024): VOL 12 NO 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/spjdas11

Abstract

SMA Negeri 6 Semarang merupakan salah satu SMA Negeri favorit yang berada di wilayah Kota Semarang. Namun masih terdapat sedikit masalah dengan pembelajaran Geografi yaitu kemampuan berpikir kritis siswa kelas X masih kurang optimal. Hal ini disebabkan oleh input siswa yang berasal dari sistem zonasi belum terbiasa menggunakan media pembelajaran yang diberikan guru ketika masuk SMA negeri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan pembelajaran menggunakan media google sites berbasis m-learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, mengukur tingkat kemampuan berpikir kritis siswa pada saat menggunakan media pembelajaran google sites berbasis m-learning, dan mengukur efektivitas media pembelajaran google sites berbasis m-learning sesudah dan sebelum dilakukannya pengujian pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimen bertipe one group pre-test post-test design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 6 Semarang tahun ajaran 2023/2024. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran menggunakan media google sites berbasis m-learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa memenuhi kriteria sangat baik, dengan rata-rata 95,19%. Kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan yang berkategori tinggi setelah menggunakan media google sites. Siswa yang awalnya memiliki tingkat kemampuan berpikir kritis cukup yaitu sebesar 55% meningkat menjadi siswa yang memiliki tingkat kemampuan berpikir kritis sangat tinggi yaitu sebesar 90%. Uji N-gain memperoleh hasil persentase sebesar 78,07% serta hasil uji Wilcoxon juga menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) yaitu 0,000 < 0,05. Selain itu, tanggapan positif siswa dari penggunaan media google sites hingga mencapai 82,8%. Hal ini menunjukkan bahwa media google sites berbasis mobile learning efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Evaluasi Terapi Antibiotik pada Pasien yang Didiagnosis Sepsis di ICU RSUD dr. Mohamad Soewandhie berdasarkan Metode Gyssens Ristanti, Safira; Adiwinoto, Ronald Pratama; Wijaya, Rike Andy; Putro, Saptono
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 31 No 3 (2025): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v31i3.3536

Abstract

ABSTRACT In the high-stakes world of Intensive Care Units (ICUs), the judicious application of empirical antibiotic therapy is crucial for managing sepsis in critically ill patients, as its misuse is often linked with unfavorable patient outcomes. Thus, timely and precise treatment strategies are indispensable. This study was designed to evaluate the rationality of such treatments among sepsis patients at RSUD Dr. Mohamad Soewandhie between January 2021 and September 2024. Using an observational and descriptive approach, researchers scrutinized secondary data from 120 patient medical records, with expert reviewers employing the Gyssens method to assess treatment rationality. Findings revealed that 60% of patients received appropriate empirical antibiotic therapy, most commonly intravenous Ceftriaxone. Alarmingly, culture and antibiotic sensitivity tests were conducted on only 18 patients, yielding 11 positive results, and among these were 19 gram-negative and 2 gram-positive bacterial isolates, with a troubling 67.9% being multidrug-resistant organisms (MDRO). Despite the empirical therapy's rationality, the study noted a concerning mortality rate of 81.67%, possibly owing to delays in obtaining culture results and the use of outdated local guidelines for antibiotic therapy in sepsis management, highlighting gaps in existing approaches. Keywords:Empirical Antibiotic Therapy, Intensive Care Unit, Sepsis, Septic Shock, Gyssens Method
PENGETAHUAN PETERNAK DALAM PENGELOLAAN LIMBAH BERKELANJUTAN PETERNAKAN SAPI KELURAHAN NONGKOSAWIT KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Sulistiawan, Fani; Aji, Ananto; Hardati, Puji; Putro, Saptono
Indonesian Journal of Conservation Vol. 14 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v14i1.20826

Abstract

Pengelolaan limbah ternak merupakan sebuah upaya dalam mengurangi dampak negatif limbah terhadap lingkungan. Dalam usaha peternakan diperlukan kemampuan dalam mengelola limbah agar terhindar dari kerusakan lingkungan akibat limbah ternak dan pengelolaan yang berkelanjutan akan merubah nilai limbah menjadi nilai ekonomis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan total sampling pada 45 peternak. Hasilnya menunjukkan pengetahuan peternak tentang pengelolaan limbah peternakan Sidomulyo dan Pangudi Mulyo berada dikategori tinggi (75% dan 78%), namun penerapannya masih terbatas. Pengelolaan limbah ternak sebagian besar peternak telah melakukan pengelolaan dengan prinsip 3R. Pemasaran hasil limbah hanya dilaksanakan oleh sebagian peternak dengan dominasi penjualan pupuk ke petani lokal sekitar peternakan. 
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abda Abda Ali Djamhuri Alif Purwoko, Alif Amita Sri Devi, Amita Sri Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Ananto Aji Ananto Aji, Ananto Andi Irwan Benardi Andi Irwan Benardi, Andi Irwan Anisa Ristiyani, Anisa Apik Budi Santoso Ariyani Indrayati Astutik, Erna Puji Berliana, Arla Janitra Budi Nur Sidiq, Wahid Akhsin Devy Monica, Devy Dewi, Aliffina Yulianoor Rinto Dewi, Fransiska Novita Dina Widya Erista, Dina Widya Dwi Amri Wibowo, Dwi Amri Dwi Jatmiko, Dwi Erni Suharini Farida, Annis Farida, Annis Hariyanto HARIYANTO HARIYANTO Hary, Kurniawan Indra Heri Tjahjono Hisnindarsyah, Hisnindarsyah I KETUT TIRKA NANDAKA Juhadi Juhadi Khomang Sukmana, Khomang Kukuh Indarto, Kukuh Leandra, Rafa Elysia Lukman Hakim M. Nurropik, M. Nurropik Maharani, Evanita Maharani, Evanita Moch. Arifien, Moch. Muh Sholeh Muhammad Rivai Naryatmojo, Deby Luriawati Nasichah, Almaulida Dianatun Nasichah, Almaulida Dianatun Novia Retno Ningsih, Novia Retno Novida Muslimmah, Novida Nur Amaliawati, Nur NUR FAUZIYAH Nurul Arofah, Nurul Nuryani, Marsha Wulan Prameswari, Andina Ahya Prasanta, Arsi Surya Prasanta, Arsi Surya Prasetya, Nadya Riski Prasetya, Nadya Riski Puji Hardati Puji, Hardati Puji, Hardati Purnomo, Susetyo Hadi Rachmasari, Danvie Rahma Hayati Rahma Hayati Rahmajati , Jaka Putra Rahmat, Chairul Rianandini, Prisca Anindya Rima Dipahada, Rima Risaldo, Hendi Ristanti, Safira Rizal Ichsan Syah Putra, Rizal Ichsan Rofiatul, Ulya Meiliana Romantika, Shinta Ronald Pratama Adiwinoto Safitri Nur Rahmi, Safitri Nur Satwika, Susetya Wicaksono Satyanta Parman Shintasiwi, Fitri Amalia Shohibbudin Shohibbudin, Shohibbudin Simbolon, Andri Sumihar Sriyanto Sriyanto Sriyanto Sriyono Sriyono Sriyono Sriyono Sriyono Sriyono Sulistiawan, Fani Sunarko Sunarko Sutardji Sutardji Suyana Suyana, Suyana Syadiah, Dea Halimatus Syadiah, Dea Halimatus Tjaturahono Budi Sanjoto Tri Wahyu Sarwiyata Tukidi Tukidi, Tukidi Ulia, Nafi’atul Ulia, Nafi’atul Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur Wahyu Setyaningsih WAHYU SETYANINGSIH Wasino Wasino Wijaya, Rike Andy Wimas Hasan Febrianto Wimas Hasan Febrianto, Wimas Hasan Yametis, Joshua Vincent Gerar Yoga Yuniadi