Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Abdimas

PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH MINYAK GORENG BEKAS MENJADI SABUN CUCI PIRING UNTUK PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Kusumaningtyas, Ratna Dewi; Qudus, Nur; Putri, Rr Dewi Artanti; Kusumawardani, Rini
Jurnal Abdimas Vol 22, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sekaran memiliki Pertumbuhan penduduk, perkembangan industry, restoran dan usaha kuliner pesat karena terdapat universitas yang setiap tahunnya mengalami peningkatan mahasiswa. Hal ini memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat, namun di sisi lain juga menimbulkan dampak yang kurang menguntungkan dari sisi lingkungan. Salah satu dampak negatif dari keberadaan usaha kuliner di wilayah Gunungpati adalah volume limbah minyak goreng tinggi. Ini terjadi karena kebanyakan masyarakat, dalam ha1 ini adalah para pedagang membuang limbah minyak goreng begitu saja. limbah minyak goreng tersebut apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan masalah bagi lingkungan, yaitu menjadikan lingkungan kotor dan dapat menemari air serta tanah.  Untuk mengatasi masalah itu, perlu adanya inovasi dalam pengelolaan limbah minyak goreng dengan melibatkan masyarakat luas sehingga limbah minyak goreng dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai ekonomis.Salah satu potensi limbah minyak goreng adalah kandungan asam lemak dari minyak nabati yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan menjadi sabun cuci piring yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah volume limbah minyak goreng  yang tinggi, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah bagi limbah minyak goreng dengan jalan mengolah limbah minyak goreng  menjadi sabun cuci piring. Pelatihan ketrampilan mengenai pengolahan limbah minyak goreng  menjadi sabun cuci piring ramah lingkungan telah dilaksanakan bagi masyarakat di desa Sekaran wilayah Gunungpati. Pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat: 1) Masyarakat mengetahui dampak negative minyak goreng bekas terhadap kesehatan dan lingkungan, 2) Masyarakat mengetahui dan terampil mengaplikasikan teknologi tepat guna pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci piring, 3) Masyarakat mengetahui potensi ekonomis limbah minyak goreng bekas, 4) Mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna.
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH MINYAK GORENG BEKAS MENJADI SABUN CUCI PIRING UNTUK PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Ratna Dewi Kusumaningtyas; Nur Qudus; Rr Dewi Artanti Putri; Rini Kusumawardani
Jurnal Abdimas Vol 22, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v22i2.16587

Abstract

Desa Sekaran memiliki Pertumbuhan penduduk, perkembangan industry, restoran dan usaha kuliner pesat karena terdapat universitas yang setiap tahunnya mengalami peningkatan mahasiswa. Hal ini memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat, namun di sisi lain juga menimbulkan dampak yang kurang menguntungkan dari sisi lingkungan. Salah satu dampak negatif dari keberadaan usaha kuliner di wilayah Gunungpati adalah volume limbah minyak goreng tinggi. Ini terjadi karena kebanyakan masyarakat, dalam ha1 ini adalah para pedagang membuang limbah minyak goreng begitu saja. limbah minyak goreng tersebut apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan masalah bagi lingkungan, yaitu menjadikan lingkungan kotor dan dapat menemari air serta tanah.  Untuk mengatasi masalah itu, perlu adanya inovasi dalam pengelolaan limbah minyak goreng dengan melibatkan masyarakat luas sehingga limbah minyak goreng dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai ekonomis.Salah satu potensi limbah minyak goreng adalah kandungan asam lemak dari minyak nabati yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan menjadi sabun cuci piring yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah volume limbah minyak goreng  yang tinggi, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah bagi limbah minyak goreng dengan jalan mengolah limbah minyak goreng  menjadi sabun cuci piring. Pelatihan ketrampilan mengenai pengolahan limbah minyak goreng  menjadi sabun cuci piring ramah lingkungan telah dilaksanakan bagi masyarakat di desa Sekaran wilayah Gunungpati. Pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat: 1) Masyarakat mengetahui dampak negative minyak goreng bekas terhadap kesehatan dan lingkungan, 2) Masyarakat mengetahui dan terampil mengaplikasikan teknologi tepat guna pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci piring, 3) Masyarakat mengetahui potensi ekonomis limbah minyak goreng bekas, 4) Mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna.
Increasing Skills for Processing Rainwater into Clean Water using the Electrolysis Method Qudus, Nur; Sugiyarto, Bambang; Harianingsih, Harianingsih; Kristanto, Virgiawan Adi; Erliana, Savira Rinda; Pangestu, Indra Sakti; Ubay, Isnina Noor; Afidah, Asti Dwi
Jurnal Abdimas Vol 27, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v27i2.46012

Abstract

The aim of community service activities from the UNNES Civil Engineering and Chemical Engineering Department Collaboration Team in Patemon is to improve the community's skills in processing rainwater so that it is suitable for consumption using the electrolysis method which has been tested for effectiveness and quality in the laboratory first. The Patemon area is an area where the water source comes from wells, has a slope of 10-45% so that during the dry season there is a shortage of water flow. The very high rainfall in Patemon, an average of 1853 mm/month, has the potential to be processed into clean water as a solution for availability in the dry season. The methods used for this service activity include field observation and coordination, training to improve skills in improving rainwater processing using electrolysis, monitoring and evaluating service results. The results obtained from this activity show that rainwater electrolysis is an appropriate alternative for providing clean water in the Patemon area. The education provided by the UNNES service team has increased the community's knowledge and skills in rainwater processing from 8% to 35%. Increased knowledge regarding rainwater harvesting from the system and working principles of rainwater electrolysis from 0% to 85%. Enthusiasm and interest in implementing activities reached 98%.