Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Asymmetric Intimacies: Negotiating Inter-ethnic Friendship Between Migrants and Urban Hosts in Selected Javanese Cities Fadhil Maliky Islah; Basti Tetteng; Kurniati Zainuddin; Faradillah Firdaus
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 10 No. 3 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v10i3.13220

Abstract

Domestic migration in Indonesia, particularly from regions outside Java to urban centers on the island, has created complex spaces of interethnic interaction where emotio m,nal closeness does not automatically develop despite increasingly frequent social contact. This study aims to explore how intimacy is experienced and ne-gotiated in interethnic friendships between migrants from outside Java and native Javanese hosts, and to ex-amine how hosts perceive and respond to these relational dynamics in everyday interactions. This study employed an exploratory qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews with ten participants, consisting of five migrants from outside Java and five native Javanese hosts. To enhance analytic rigor, dialogical cross-verification was used as an interpretive strategy to refine themes and ensure coherence across participant accounts. The findings reveal that interethnic friendships are shaped by tensions between ingroup comfort and outgroup awkwardness, as well as between social stability and demands for cultural adaptation. While hosts often display verbal hospitality and polite, formal interactions, these practices rarely translate into emotional openness, placing greater relational initiative on migrants. As a result, intimacy tends to develop asymmetrically, being spatially inclusive yet relationally selective, particular-ly when expectations of personal closeness clash with norms of formality. Collective settings such as reli-gious and community-based activities, however, offer more reciprocal engagement and reduce cultural exclu-sivity. These findings highlight the importance of social structures that support sustained cross-group interaction, contributing to theoretical understandings of asymmetric intimacy and informing efforts to foster more inclusive interethnic relationships in domestic migration contexts in Indonesia.
Psikoedukasi Peningkatan Pemahaman Tujuan Hidup pada Penerima Manfaat Penyandang Disabilitas Mental Sentra Wirajaya di Makassar Faradillah Firdaus; Tri Sulastri; Siti Maghfira Adawiyyah Sepril; Alfina Fathima Ardelia; Sariany Effendi
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2026): MEI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i3.84693

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tujuan hidup pada penerima manfaat penyandang disabilitas mental di Sentra Wirajaya Makassar. Pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh hasil need assessment melalui wawancara langsung kepada penerima manfaat penyadang disabilitas mental di Sentra Wirajaya Makassar yang menunjukkan bahwa sebagian besar belum mampu memahami tujuan hidup secara jelas dan belum memiliki perencanaan terkait masa depan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah psikoedukasi melalui media poster dengan tema “Pentingnya Mengenal Tujuan Hidup”. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi penyusunan materi psikoedukasi mengenai pengertian, pentingnya, manfaat, cara, dan proses pencapaian tujuan hidup dengan bahasa yang sederhana. Pelaksanaan psikoedukasi dilakukan secara langsung yang diawali dengan pemberian pertanyaan awal secara lisan, pembagian poster pada penerima manfaat, dan dilanjutkan dengan penyampaian materi menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Tahap evaluasi dilakukan melalui post-test dengan meminta setiap penerima manfaat menuliskan satu tujuan hidup beserta satu langkah perencanaan. Hasil kegiatan psikoedukasi menunjukkan pencapaian yang signifikan, di mana hasil post-test menunjukkan seluruh penerima manfaat telah mampu mengidentifikasi dan menuliskan satu tujuan hidup beserta langkah perencanaan. Tujuan yang dituliskan mencerminkan dimensi intrinsik dari tujuan hidup seperti keinginan untuk sembuh dan hidup sehat, serta dimensi ekstrinsik seperti keinginan sukses dan berwirausaha. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang sederhana dan interaktif efektif dalam membantu penyandang disabilitas mental untuk mengenali, memaknai, dan merancang tujuan hidup secara lebih terarah.
Pemanfaatan Film Pendek sebagai Media Edukasi bagi Anak Berhadapan dengan Hukum Sentra Wirajaya di Makassar Tri Sulastri; Faradillah Firdaus; Siti Maghfira Adawiyyah Sepril; Alfina Fathima Ardelia; Sariany Effendi
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i2.84701

Abstract

Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) merupakan kelompok remaja yang memerlukan pendampingan intensif dalam proses rehabilitasi, khususnya dalam hal penanaman nilai-nilai positif dan peningkatan motivasi diri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif serta meningkatkan motivasi diri pada ABH di Sentra Wirajaya Makassar melalui kegiatan nonton bersama film pendek edukatif. Kegiatan ini dirancang berdasarkan hasil need assessment melalui observasi dan wawancara langsung kepada para ABH yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta masih mengalami kurangnya motivasi dalam mengikuti kegiatan harian serta memerlukan penanaman nilai-nilai positif sebagai sumber dorongan dalam menjalani proses pembinaan. Metode yang digunakan adalah pemutaran film pendek berjudul "Jangan Menyerah" berdurasi 11 menit yang diakses melalui platform YouTube menggunakan LCD dan laptop. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan menggunakan post-test sebagai instrumen pengukuran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh enam peserta ABH mampu memahami dan memaknai pesan film secara positif. Pesan yang diperoleh peserta mencerminkan nilai ketangguhan, harapan, dan kesadaran akan potensi diri. Kegiatan ini membuktikan bahwa film pendek edukatif merupakan media yang efektif dalam membentuk pemahaman sekaligus menggerakkan perasaan ABH, dan diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga rehabilitasi sosial lainnya dalam mengembangkan pendekatan pembinaan yang kreatif dan interaktif.
Hubungan Fear of Missing Out (FOMO) terhadap Perilaku Phubbing pada Mahasiswa Universitas Negeri Makassar Sitti Murdiana; Faradillah Firdaus; Abd Wahid Zulfikar; Muh Fais Ahmad Yani Hafid
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2026): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v6i1.86540

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fear of missing out (FOMO) terhadap perilaku phubbing pada mahasiswa Universitas Negeri Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Univesitas Negeri Makassar yang memiliki smartphone dan pernah memainkannya saat sedang melakukan percakapan secara langsung dengan orang lain. Responden dalam penelitian ini seluruhnya berjumlah 380 orang yang terdiri dari laki-laki (N=190) dan Perempuan (N=190). Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan non - probability sampling. Fear of Missing Out diukur menggunakan aspek dari Przybylski,   Murayama, DeHaan dan Gladwell (2013) dan  skala Phubbing disusun menggunakan aspek dari Karadeg, Tostuntas, Erzen, Buru, Bostan, Sahin, Culha & Babadag (2015) yang  kedua skala tersebut telah melalui proses adaptasi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan korelasi Spearman dengan bantuan SPSS 21 for windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa besarnya kekuatan hubungan antara variabel adalah r = 0,293, dengan dilai signifikansi p = 0,000 < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Fear of Missing Out (FOMO) terhadap perilaku phubbing pada mahasiswa Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini juga menemukan bahwa perbedaan jenis kelamin tidak memiliki pengaruh terhadap perilaku phubbing.  Kata Kunci: Fear of Missing Out, Phubbing, dan Smartphone   
The Effectiveness of Assertiveness Training to Increase Self-Confidence in Early Adult Women Experiencing Body Dissatisfaction Siti Aisyah Nuralifah Marimin; Faradillah Firdaus; Tri Sulastri
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.7243

Abstract

Self-confidence experienced by early adult women adversely affects their individual interpersonal relationships. This study aims to determine the effect of assertive training in increasing self-confidence in early adult women who experience body dissatisfaction. This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach involving 8 women aged 18-22 years with the criteria of experiencing high levels of body dissatisfaction and low levels of self-confidence. Data were collected using body dissatisfaction and self-confidence measurement scales, as well as observation to record relevant information or behaviors of participants, and an intervention in the form of assertive training conducted over six sessions within in 2-day period. The results of the analysis using the Wilcoxon Test showed a significance value of 0.012 (p < 0.05), indicating an statistically significant increase in self-confidence. The evaluation of knowledge showed a significance value of 0.014 (p < 0.05), indicating an increase in understanding among participants. Based on the study's results, it can be concluded that assertive training has a significant impact on individual self-confidence. Keywords: body dissatisfaction, self-confidence, assertive behavior, early adult women
Hubungan Dark Triad Personality dengan Perilaku Cyberbullying pada Netizen Yang Melakukan Hate speech di Media Sosial Yuyun Widia Wati; Faradillah Firdaus; Tri Sulastri
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1390

Abstract

Meningkatnya kasus Cyberbullying di media sosial, khususnya dalam bentuk hate speech, menjadi perhatian penting karena berdampak pada kualitas interaksi sosial dan kesehatan psikologis pengguna. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap perilaku tersebut adalah karakteristik kepribadian Dark Triad Personality yang terdiri atas Machiavellianism, Narcissism, dan Psychopathy. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dimensi Dark Triad Personality dengan perilaku Cyberbullying pada netizen berusia 18–30 tahun yang pernah melakukan hate speech di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 392 responden yang memenuhi kriteria penelitian dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Cyberbullying yang dikembangkan oleh Smith dkk dan diadaptasi oleh Audinia dkk (α = 0,903), serta The Short Dark Triad (SD3) yang dikembangkan oleh Jones dan Paulhus (2013) (α = 0,785). Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman’s rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi Dark Triad Personality memiliki hubungan positif dan signifikan dengan perilaku Cyberbullying, yaitu Machiavellianism (r = 0,478; p < 0,001), Narcissism (r = 0,318; p < 0,001), dan Psychopathy (r = 0,462; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi karakteristik Dark Triad Personality, semakin tinggi pula kecenderungan individu melakukan Cyberbullying di media sosial. Selain itu, Machiavellianism merupakan dimensi yang memiliki hubungan paling kuat dengan Cyberbullying. Hasil penelitian menegaskan pentingnya mempertimbangkan faktor kepribadian dalam upaya pencegahan Cyberbullying melalui program literasi digital, pelatihan empati, dan penguatan regulasi diri pada pengguna media sosial.