Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Asymmetric Intimacies: Negotiating Inter-ethnic Friendship Between Migrants and Urban Hosts in Selected Javanese Cities Fadhil Maliky Islah; Basti Tetteng; Kurniati Zainuddin; Faradillah Firdaus
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 10 No. 3 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v10i3.13220

Abstract

Domestic migration in Indonesia, particularly from regions outside Java to urban centers on the island, has created complex spaces of interethnic interaction where emotio m,nal closeness does not automatically develop despite increasingly frequent social contact. This study aims to explore how intimacy is experienced and ne-gotiated in interethnic friendships between migrants from outside Java and native Javanese hosts, and to ex-amine how hosts perceive and respond to these relational dynamics in everyday interactions. This study employed an exploratory qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews with ten participants, consisting of five migrants from outside Java and five native Javanese hosts. To enhance analytic rigor, dialogical cross-verification was used as an interpretive strategy to refine themes and ensure coherence across participant accounts. The findings reveal that interethnic friendships are shaped by tensions between ingroup comfort and outgroup awkwardness, as well as between social stability and demands for cultural adaptation. While hosts often display verbal hospitality and polite, formal interactions, these practices rarely translate into emotional openness, placing greater relational initiative on migrants. As a result, intimacy tends to develop asymmetrically, being spatially inclusive yet relationally selective, particular-ly when expectations of personal closeness clash with norms of formality. Collective settings such as reli-gious and community-based activities, however, offer more reciprocal engagement and reduce cultural exclu-sivity. These findings highlight the importance of social structures that support sustained cross-group interaction, contributing to theoretical understandings of asymmetric intimacy and informing efforts to foster more inclusive interethnic relationships in domestic migration contexts in Indonesia.
Psikoedukasi Peningkatan Pemahaman Tujuan Hidup pada Penerima Manfaat Penyandang Disabilitas Mental Sentra Wirajaya di Makassar Faradillah Firdaus; Tri Sulastri; Siti Maghfira Adawiyyah Sepril; Alfina Fathima Ardelia; Sariany Effendi
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2026): MEI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i3.84693

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tujuan hidup pada penerima manfaat penyandang disabilitas mental di Sentra Wirajaya Makassar. Pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh hasil need assessment melalui wawancara langsung kepada penerima manfaat penyadang disabilitas mental di Sentra Wirajaya Makassar yang menunjukkan bahwa sebagian besar belum mampu memahami tujuan hidup secara jelas dan belum memiliki perencanaan terkait masa depan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah psikoedukasi melalui media poster dengan tema “Pentingnya Mengenal Tujuan Hidup”. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi penyusunan materi psikoedukasi mengenai pengertian, pentingnya, manfaat, cara, dan proses pencapaian tujuan hidup dengan bahasa yang sederhana. Pelaksanaan psikoedukasi dilakukan secara langsung yang diawali dengan pemberian pertanyaan awal secara lisan, pembagian poster pada penerima manfaat, dan dilanjutkan dengan penyampaian materi menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Tahap evaluasi dilakukan melalui post-test dengan meminta setiap penerima manfaat menuliskan satu tujuan hidup beserta satu langkah perencanaan. Hasil kegiatan psikoedukasi menunjukkan pencapaian yang signifikan, di mana hasil post-test menunjukkan seluruh penerima manfaat telah mampu mengidentifikasi dan menuliskan satu tujuan hidup beserta langkah perencanaan. Tujuan yang dituliskan mencerminkan dimensi intrinsik dari tujuan hidup seperti keinginan untuk sembuh dan hidup sehat, serta dimensi ekstrinsik seperti keinginan sukses dan berwirausaha. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang sederhana dan interaktif efektif dalam membantu penyandang disabilitas mental untuk mengenali, memaknai, dan merancang tujuan hidup secara lebih terarah.
Pemanfaatan Film Pendek sebagai Media Edukasi bagi Anak Berhadapan dengan Hukum Sentra Wirajaya di Makassar Tri Sulastri; Faradillah Firdaus; Siti Maghfira Adawiyyah Sepril; Alfina Fathima Ardelia; Sariany Effendi
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i2.84701

Abstract

Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) merupakan kelompok remaja yang memerlukan pendampingan intensif dalam proses rehabilitasi, khususnya dalam hal penanaman nilai-nilai positif dan peningkatan motivasi diri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif serta meningkatkan motivasi diri pada ABH di Sentra Wirajaya Makassar melalui kegiatan nonton bersama film pendek edukatif. Kegiatan ini dirancang berdasarkan hasil need assessment melalui observasi dan wawancara langsung kepada para ABH yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta masih mengalami kurangnya motivasi dalam mengikuti kegiatan harian serta memerlukan penanaman nilai-nilai positif sebagai sumber dorongan dalam menjalani proses pembinaan. Metode yang digunakan adalah pemutaran film pendek berjudul "Jangan Menyerah" berdurasi 11 menit yang diakses melalui platform YouTube menggunakan LCD dan laptop. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan menggunakan post-test sebagai instrumen pengukuran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh enam peserta ABH mampu memahami dan memaknai pesan film secara positif. Pesan yang diperoleh peserta mencerminkan nilai ketangguhan, harapan, dan kesadaran akan potensi diri. Kegiatan ini membuktikan bahwa film pendek edukatif merupakan media yang efektif dalam membentuk pemahaman sekaligus menggerakkan perasaan ABH, dan diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga rehabilitasi sosial lainnya dalam mengembangkan pendekatan pembinaan yang kreatif dan interaktif.
Hubungan Fear of Missing Out (FOMO) terhadap Perilaku Phubbing pada Mahasiswa Universitas Negeri Makassar Sitti Murdiana; Faradillah Firdaus; Abd Wahid Zulfikar; Muh Fais Ahmad Yani Hafid
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2026): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v6i1.86540

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fear of missing out (FOMO) terhadap perilaku phubbing pada mahasiswa Universitas Negeri Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Univesitas Negeri Makassar yang memiliki smartphone dan pernah memainkannya saat sedang melakukan percakapan secara langsung dengan orang lain. Responden dalam penelitian ini seluruhnya berjumlah 380 orang yang terdiri dari laki-laki (N=190) dan Perempuan (N=190). Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan non - probability sampling. Fear of Missing Out diukur menggunakan aspek dari Przybylski,   Murayama, DeHaan dan Gladwell (2013) dan  skala Phubbing disusun menggunakan aspek dari Karadeg, Tostuntas, Erzen, Buru, Bostan, Sahin, Culha & Babadag (2015) yang  kedua skala tersebut telah melalui proses adaptasi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan korelasi Spearman dengan bantuan SPSS 21 for windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa besarnya kekuatan hubungan antara variabel adalah r = 0,293, dengan dilai signifikansi p = 0,000 < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Fear of Missing Out (FOMO) terhadap perilaku phubbing pada mahasiswa Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini juga menemukan bahwa perbedaan jenis kelamin tidak memiliki pengaruh terhadap perilaku phubbing.  Kata Kunci: Fear of Missing Out, Phubbing, dan Smartphone