Claim Missing Document
Check
Articles

Local Instructional Theory: Social Arithmetic Learning Using The Context Of The Monopoly Game Mangelep, Navel Oktaviandy; Tarusu, Deysti Trifena; Ester, Kartini; Ngadiorejo, Hartini; Bumbungan, Santo Junital
Journal of Education Research Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i4.463

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi matematis siswa sangatlah berpengaruh pada hasil belajar siswa pada topik aritmetika sosial. Hal ini juga dikarenakan kurangnya desain pembelajaran yang berorintasi pada permasalahan kehidupan sehari-hari siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti lintasan belajar siswa dalam pembelajaran aritmatika sosial melalui Hypothetical Learning Trajectory yang didesain dengan menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia konteks permainan monopoli. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri satu Tomohon pada kelas VII E sebagai kelas pilot experiment dan kelas VII F sebagai kelas teaching experiment. Penelitian ini menggunakan metode penelitian design research yang terdiri dari tiga tahap pelaksanaan yaitu merancang aktivitas pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan melakukan analisis retrosepektif . Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan video, data tertulis dan juga wawancara. Kemudian HLT yang didesain dibandingkan dengan kegiatan siswa yang sebenarnya terjadi di dalam kelas saat proses pembelajaran berlangsung, sehingga di tahap analisis retrospektif didapatkan lintasan belajar siswa akhir dari HLT ke Local Instruction Theory. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa lintasan belajar yang telah didesain dari kegiatan pembelajaran di kelas menggunakan konteks permainan monopoli dapat membantu siswa dalam menyelesaikan permasalahan aritmatika sosial pada level formal dengan menggunakan pengetahuan dan pengalaman mereka di level situsional, referensial dan general.
Improving the Ability to Story Daily Activities Through Picture Media in Grade 1 Students at St. Yohanes Tomohon 1 Catholic Elementary School Deysti Trifena Tarusu; Savitska Runtu; Grace Moningka; Putri Ulyanda Manurung; Heppy Omega; Triniti Meinda F Tarore
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 6 No. 01 (2026): Jurnal Multidisiplin Sahombu, January 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to improve the ability of first-grade students at St. Yohanes Tomohon Catholic Elementary School 1 to recount daily activities through pictures. The study used the Kemmis and McTaggart Classroom Action Research (CAR) model, implemented in one cycle. Twenty-eight students participated in the odd semester of the 2025/2026 academic year. Data were collected through observations of teacher and student activities, storytelling performance tests, short interviews, and documentation. The results showed an improvement in students' storytelling abilities, particularly in the aspects of speaking confidence, fluency, coherence, and vocabulary use for daily activities. Picture media is effective because it aligns with the concrete thinking developmental stage of lower-grade students and supports information processing through visual and verbal channels, as described in Dual Coding Theory. These findings align with several other studies that conclude that picture series can improve elementary school students' storytelling abilities.
Optimalisasi Hasil Belajar IPAS Berbasis Project Based Learning: Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas IV SD GP Berea Tondano Lisa Aprisilia Mauru; Harol Reflie Lumapow; Deysti Trifena Tarusu
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: JURRIPEN : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v5i1.8670

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes in Natural and Social Sciences (IPAS), specifically on the topic of changes in the state of matter, by implementing the Project Based Learning (PjBL) model in Grade IV of SD GP Berea Tondano. The research followed a cyclical procedure consisting of planning, implementation, observation, and reflection. This study employed a classroom action research design and was conducted during the odd semester of the 2025/2026 academic year. Data were collected through observation, testing, and documentation techniques, with 15 fourth-grade students serving as the research subjects. The findings revealed significant improvements across teacher activity, student activity, and learning completeness. Teacher performance in managing instruction improved notably, with an average observation score of 73 (good) in Cycle I, rising to 93 (excellent) in Cycle II. Student engagement in the learning process likewise increased, from an average of 68.26 (good) in Cycle I to 86.53 (excellent) in Cycle II. Student learning completeness also showed marked progress, with the average score reaching 46.77 (satisfactory) in Cycle I and advancing to 100 (excellent) in Cycle II. These results demonstrate that the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model is effective in enhancing both student creativity and learning outcomes on the topic of changes in the state of matter.
Peran Guru Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Fase A di SD GMIM Rurukan: indonesia Stefin Bawiling; Deysti T. Tarusu; Margareta O. Sumilat
Jurnal Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Teknologi Pendidikan
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memahami akan peran guru dalam pembentukan karakter peserta didik fase A di SD GMIM Rurukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukan bahwa guru fase A di SD GMIM Rurukan melaksanakan peran mereka sebagai seorang guru bukan hanya sebagai pemberi ilmu pengetahuan dalam proses pembelajaran tetapi juga sebagai seorang yang membentuk karakter peserta didik terlebih khsus di fase A melalui peran guru sebagai teladan, guru sebagai motivator, guru sebagai inspirator, guru sebagai fasilitator, dan guru sebagai evaluator. Selain itu lingkungan belajar juga mempengaruhi akan pembentukan karakter peserta didik fase A sehingga peran guru dalam berkolaborasi dengan keluarga dan masyarakat sangat diperlukan, dengan mengajak keluarga dan masyarakat berperan aktif dalam proses pembentukan karakter. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan guru memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter peserta didik fase A di SD GMIM Rurukan, guru menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama melalui keteladanan guru dalam berperilaku dan sikap sopan yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari, memberikan motivasi yang positif berupa pujian dan pemberian reward atau penghargaan, menjadi seorang yang menginspirasi bagi peserta didik melalui tingkah laku dan memberikan contoh yang baik, penggunaan metode pembelajaran yang menarik dan tepat dalam proses pembelajaran dan mengaitkan materi dengan nilai-nilai karakter yang tepat untuk diajarkan, serta melakukan evaluasi karakter yang berkelanjutan.
Penggunaan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas IV di SD Katolik V Tomohon Siti Khodijah Mokoagow; Jeffry S. J. Lengkong; Deysti T. Tarusu
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS melalui penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di kelas IV SD Katolik V St. Agustinus Tomohon. Riset ini memanfaatkan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dijalankan melalui dua ronde tindakan. Pada masing-masing siklus, prosedur penelitian disusun ke dalam empat komponen utama, yaitu penyusunan rencana, implementasi tindakan, pelaksanaan pengamatan, serta kegiatan reflektif untuk menilai hasil tindakan yang telah dilakukan. Partisipan yang dilibatkan dalam kajian ini berjumlah 29 peserta didik kelas IV. Perolehan data ditempuh melalui beberapa teknik, meliputi tes untuk mengukur capaian belajar, instrumen observasi terhadap aktivitas guru dan siswa, serta pengarsipan dokumen pendukung. Sesudah itu, keseluruhan data diolah dengan mengombinasikan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan capaian pembelajaran IPAS, khususnya pada pokok bahasan bagian-bagian tumbuhan beserta fungsinya. Indikasi tersebut terlihat dari peningkatan rerata skor siswa yang semula berada pada angka 66,9 pada siklus pertama, lalu melonjak menjadi 84,1 pada siklus kedua. Perkembangan serupa juga tampak pada persentase ketuntasan belajar, yang awalnya hanya mencapai 55,1% pada siklus I, kemudian bertambah sangat signifikan hingga 96,5% pada siklus II. Kenaikan tersebut berjalan beriringan dengan semakin optimalnya partisipasi siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung, sehingga peserta didik memperlihatkan tanggapan belajar dan sikap akademik yang lebih konstruktif berdasarkan hasil pengamatan terhadap aktivitas guru maupun siswa pada dua siklus pelaksanaan. Oleh sebab itu, dapat dinyatakan bahwa penggunaan model Problem Based Learning terbukti efektif untuk mendongkrak hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Katolik V St. Agustinus Tomohon.
Peningkatan Hasil Belajar dengan menggunakan Model Artikulasi pada Mata Pelajaran IPAS Siswa Kelas IV SDN Lahendong Tharizza Hapsari Tatengkeng; Deitje A. Katuuk; Deysti T. Tarusu
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 3 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i3.4324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS melalui penerapan model pembelajaran artikulasi pada materi Organ Pencernaan Pada Manusia di kelas IV SD Negeri Lahendong. Penelitian ini memakai rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dijalankan melalui dua putaran tindakan. Setiap siklus tersusun atas empat fase utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Partisipan penelitian berjumlah 13 peserta didik kelas IV. Teknik pengumpulan data ditempuh melalui tes untuk mengukur hasil belajar, pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi. Data yang terkumpul selanjutnya diolah dengan memadukan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menegaskan adanya perkembangan yang nyata pada capaian belajar siswa setelah model pembelajaran artikulasi diterapkan. Rata-rata nilai peserta didik pada siklus I berada pada angka 66, kemudian meningkat menjadi 78,5 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar pun memperlihatkan lonjakan yang cukup besar, dari 53 persen pada siklus pertama menjadi 92 persen pada siklus kedua. Peningkatan tersebut ditopang oleh semakin tingginya keterlibatan siswa dalam mengungkapkan pemahaman materi secara lisan melalui proses artikulasi. Dengan demikian, model pembelajaran artikulasi dapat dinyatakan efektif dalam mendongkrak hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri Lahendong.
Penguatan Karakter Profil Pelajar Pancasila pada Siswa Kelas V SDN Inpres Pinabetengan Fatimah Dolok Saribu; Norma N. Monigir; Deysti Trifena Tarusu
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi: Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas V SD Negeri Pinabetengan Inpres. Profil Pelajar Pancasila menekankan enam dimensi utama, yaitu beriman dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter diwujudkan melalui pembiasaan keagamaan, pembelajaran tematik, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Dimensi gotong royong, kemandirian, dan kreativitas menjadi aspek yang paling menonjol. Kegiatan seperti doa bersama, ibadah, kebersihan lingkungan, dan proyek kolaboratif berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana prasarana serta perbedaan pemahaman orang tua. Secara keseluruhan, program ini efektif dan berdampak positif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas V SD Negeri Pinabetengan Inpres. Profil Pelajar Pancasila menekankan enam dimensi utama, yaitu beriman dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter diwujudkan melalui pembiasaan keagamaan, pembelajaran tematik, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Dimensi gotong royong, kemandirian, dan kreativitas menjadi aspek yang paling menonjol. Kegiatan seperti doa bersama, ibadah, kebersihan lingkungan, dan proyek kolaboratif berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana prasarana serta perbedaan pemahaman orang tua. Secara keseluruhan, program ini efektif dan berdampak positif.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Katolik I Woloan Tarigan, Ade F.; Tarusu, Deysti T.; Ester, Kartini
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.119

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada upaya mengoptimalkan prestasi belajar matematika siswa kelas V di SD Katolik I Woloan dengan menerapkan pendekatan Project Based Learning (PjBL). Metode yang dipergunakan yakni Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dijalankan pada satu siklus, dengan melibatkan 20 orang siswa sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dijalankan melalui observasi serta tes untuk mengukur hasil belajar. Temuan penelitian membuktikan jika pada siklus pertama, rerata capaian belajar siswa mencapai 85% dan telah memenuhi standar ketuntasan. Dengan demikian, bisa ditarik simpulkan bahwa implementasi model PjBL terbukti efektif untuk mengoptimalkan hasil belajar matematika siswa.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Katolik I Woloan Tarigan, Ade F.; Tarusu, Deysti T.; Ester, Kartini
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.119

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada upaya mengoptimalkan prestasi belajar matematika siswa kelas V di SD Katolik I Woloan dengan menerapkan pendekatan Project Based Learning (PjBL). Metode yang dipergunakan yakni Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dijalankan pada satu siklus, dengan melibatkan 20 orang siswa sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dijalankan melalui observasi serta tes untuk mengukur hasil belajar. Temuan penelitian membuktikan jika pada siklus pertama, rerata capaian belajar siswa mencapai 85% dan telah memenuhi standar ketuntasan. Dengan demikian, bisa ditarik simpulkan bahwa implementasi model PjBL terbukti efektif untuk mengoptimalkan hasil belajar matematika siswa.
Penerapan Metode Gasing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Perkalian Pada Siswa Kelas III SD Negeri 8 Tondano Deysti Trifena Tarusu; Putri Claudya Agatha Pokaton
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi perkalian dengan menggunakan metode GASING (Gampang, asyik, dan menyenangkan) pada siswa kelas III SD Negeri 8 Tondano. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif. Subyek PTK ini adalah siswa kelas IIIA SD Negeri 8 Tondano yang berjumlah 27 siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan tes (pretest dan posttest). Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode GASING dapat meningkatkan kemampuan berhitung dan meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut dapat ditunjukkan dari adanya peningkatan rata-rata hasil belajar siswa pada tahap prasiklus atau pretest adalah 46,29. Jumlah siswa yang hasil belajarnya mencapai KKM ada 7 siswa (25,9%). Kemudian setelah diadakan tindakan pada siklus I rata-rata hasil belajarnya menjadi 59,29 dan jumlah siswa yang nilainya mencapai KKM ada 12 siswa (44,5%). Pada siklus II rata-rata hasil belajarnya meningkat menjadi 87,03 dan jumlah siswa yang mencapai KKM ada 22 siswa (81,5%).