Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS EKSTRAK AKAR TAGETES (Tagetes sp.) UNTUK PENGENDALIAN NEMATODA PURU AKAR (Meloidogyne spp.) Isna Kartika Wati; Bambang Tri Rahardjo; Hagus Tarno
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak akar tagetes dalam daya hambat tetas telur dan mortalitas juvenil II Meloidogyne spp. serta memperoleh nilai Median Lethal Concentration (LC50) dan Median Lethal Time (LT50) ekstrak akar tagetes. Penelitian dilaksanakan pada Februari sampai dengan Juni 2015 di laboratorium Virologi Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Pengujian Ekstrak Akar Tagetes pada Meloidogyne spp. menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yang terdiri dari konsentrasi 0 (kontrol), 5 %, 10 %, 15 % dan 20 % dengan pengujian pada telur dan Juvenil II Meloidogyne spp. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Data dianalisis menggunakan analisis ragam. Apabila terdapat perbedaan nyata pada setiap perlakuan maka dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak akar tagetes konsentrasi 20% mampu mempengaruhi daya tetas telur Meloidogyne spp. dengan persentase 83,07% dalam waktu 11 hari setelah aplikasi serta mortalitas juvenil II dengan persentase mortalitas sebesar 98,81% dalam waktu 24 jam. Nilai LC50 pada telur sebesar 1,396% dalam waktu 11 hari dan LC50 pada juvenil II Meloidogyne spp. sebesar 8,474% dalam waktu 3 jam. Sedangkan nilai LT50 pada juvenil II Meloidogyne spp. adalah 4,453 jam.
KEANEKARAGAMAN JENIS SEMUT (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) PADA EKOSISTEM TANAMAN TEBU PHT DAN KONVENSIONAL Nur Angga Prayoga; Bambang Tri Rahardjo; Tita Widjayanti
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.3.2

Abstract

Pada budidaya tanaman tebu (Saccharum officinarium L.) seringkali terjadi hambatan sehingga dapat menurunkan hasil produksi, salah satunya ialah serangan hama. Semut (Hymenoptera: Formicidae) merupakan serangga musuh alami yang berperan sebagai predator. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis – jenis semut, peran, dan pengaruh perbedaan yang terdapat di ekosistem tanaman tebu PHT dan konvensional. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2020. Tempat kegiatan pelaksanaan penelitian yaitu di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, Karangploso, Malang. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode Pitfall trap dan umpan tuna. Berdasarkan hasil penelitian semut yang ditemukan pada lahan pengamatan terdiri dari 4 subfamili dan 9 genus semut. Jumlah keseluruhan genus semut yang di dapat pada lahan PHT yaitu 1506 individu dan pada lahan Konvensional 1240 individu. Keanekaragaman pada lahan pengamatan dalam keadaan yang stabil dengan keanekaragaman dalam kategori sedang. Tingkat penyebaran jenis hampir merata. Kekayaan spesies pada kedua lahan rendah serta tidak ada spesies yang mendominasi pada lahan PHT dan konvensional. Peran semut yang ditemukan pada lahan pengamatan yaitu sebagai predator dan sebagai pencari makan (foragers).
PENGARUH ROGESAN TERHADAP KEANEKARAGAMAN MUSUH ALAMI PADA PERTANAMAN TEBU Rizky Septiyawati; Bambang Tri Rahardjo
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.4.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman musuh alami pada tanaman tebu yang dilakukan rogesan daun dan yang tidak dilakukan rogesan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2020 pada lahan tanaman tebu di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) yang terletak di Jalan Raya Karangploso Km.4, Kepuh Utara, Kepuharjo, Kec. Karangploso, Malang. Pengamatan musuh alami dilakukan dengan metode yellow sticky trap dan hasilnya dianalisis menggunakan uji T, kemudian dilakukan perhitungan Indeks keragaman (H’), Indeks Kekayaan Jenis (R), Indeks Kemerataan Jenis (E’) dan Indeks Dominansi (D). Hasil penelitian didapatkan sebanyak 10 jenis musuh alami pada lahan pengamatan rogesan dan 7 jenis musuh alami pada lahan non rogesan. Uji T menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara jumlah populasi musuh alami yang ditemukan di kedua lahan pengamatan. Nilai H' dan R pada lahan pengamatan rogesan dan non rogesan berada pada kategori sedang. Nilai E memiliki kategori tinggi, baik pada lahan pengamatan rogesan maupun non rogesan. Pada saat yang sama, nilai D pada kedua sistem tidak menunjukkan adanya dominasi. 
KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA HAMA DAN MUSUH ALAMI PADA LAHAN PADI JAJAR LEGOWO DAN KONVENSIONAL Okty Ayu Lestari; Bambang Tri Rahardjo
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.2.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem tanam jajar legowo pada keanekaragaman arthropoda hama dan musuh alami pada lahan padi. Penelitian dilakukan mulai dari bulan Desember 2020 hingga Maret 2021 di lahan sawah dataran rendah pada Desa Kalisabuk, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Identifikasi hama dan musuh alami dilakukan di Laboratorium Hama Departemen Hama dan Penyakit, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Persiapan penelitian meliputi pemilihan lokasi penelitian, penanaman tanaman padi, persiapan alat dan bahan, dan penentuan tanaman sampel. Sedangkan pelaksanaan penelitian meliputi pemasangan perangkap, pengamatan mingguan, identifikasi arthropoda, dan pengolahan data. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif pada lahan dengan luasan total 1000 m2 untuk sistem tanam jajar legowo dan konvensional. Data yang didapatkan dianalisis dengan uji t 5% pada Microsoft® Excel. Berdasarkan hasil penelitian, arthropoda hama yang ditemukan berjumlah 5 ordo, sedangkan musuh alami berjumlah 7 ordo pada kedua lahan. Pada kedua lahan baik untuk hama maupun musuh alami mengarah pada keanekaragaman yang cukup baik berdasarkan hasil nilai dari beberapa indeks. Penanaman menggunakan sistem tanam jajar legowo tidak memberikan pengaruh pada populasi hama dan musuh alami berdasarkan hasil uji t yang dilakukan.
PENGARUH TUMBUHAN LIAR BERBUNGA TERHADAP KEANEKARAGAMAN MUSUH ALAMI PADA EKOSISTEM TANAMAN TEBU Nurlinda Nurlinda; Bambang Tri Rahardjo; Mochammad Syamsul Hadi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.4.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tumbuhan liar berbunga terhadap keanekaragaman, kemerataan, kekayaan, dan dominansi musuh alami pada ekosistem tanaman tebu. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021 – April 2022 di lahan tanaman tebu di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), Karangploso, Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan perangkap berupa yellow sticky trap dan farmcop. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Indeks  Keanekaragaman (H’), Indeks Kemerataan (E), Indeks Kekayaan (R), Indeks Dominasi (D), dan menggunakan Uji T dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 16 jenis musuh alami pada lahan tebu dengan tumbuhan liar berbunga dan 9 jenis musuh alami pada lahan tebu tanpa tumbuhan liar berbunga. Indeks keanekaragaman pada lahan tebu dengan dan tanpa tumbuhan liar berbunga memiliki nilai H’ termasuk kategori sedang, nilai E termasuk kategori hampir merata, nilai R termasuk kategori rendah, dan nilai D kategori rendah. Berdasarkan hasil Uji T terdapat perbedaan rerata populasi musuh alami pada lahan tebu dengan dan tanpa tumbuhan liar berbunga yang berbeda nyata (t hitung > t tabel) yaitu t hitung sebesar 6,343 dan t tabel 2,144.
The Combination of Entomopathogenic Fungus of Beauveria bassiana (Balls) Vuill. with the Insect Growth Regulator (IGR) of Lufenuron Against Reproductive of Bactrocera carambolae Fruit Flies (Diptera: Tephritidae) Adrianto Marthinus Ndii; Bambang Tri Rahardjo; Toto Himawan
The Journal of Experimental Life Science Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.731 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2016.006.01.07

Abstract

The study aimed to determine the reproductive ability of fruit flies B. carambolae treated with B. bassiana and Lufenuron. This study is conducted at the Laboratory of Pest. Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, University of Brawijaya, Malang. This study used a completely randomized design with nine treatment and three replications. The study was trying to evaluate the effect of B. bassiana and Lufenuron on the reproduction capacity of B. carambolae. Results showed that adults of B. carambolae to applied combination of B. bassiana and Lufenuron immediately after coming out of the pupae until day eighth have the average number of eggs laid is 7.69%, a decrease of fecundity 92.40%, egg fertility by 61.38% and 95.24% decrease of reproduction. Adults of B. carambolae applied of B. bassiana and Lufenuron on day eighth until day sixteenth (for 8 days), show a decrease in the number of eggs laid by 13.63%, the decrease of fecundity 88.50%, egg fertility by 50.16% and decrease of reproduction by 93.12%.Keywords: Bactrocera carambolae, Beauveria bassiana, Lufenuron.
PENGARUH APLIKASI PUPUK KALIUM TERHADAP BIOLOGI DAN STATISTIK DEMOGRAFI Nezara viridula L. (HEMIPTERA : PENTATOMIDAE) PADA POLONG KEDELAI : EFFECT OF POTASSIUM FERTILIZER APPLICATION ON BIOLOGY AND DEMOGRAPHIC STATISTICS Nezara viridula L. (HEMIPTERA : PENTATOMIDAE) ON SOYBEAN PODS Rizki Nur Suci; Bambang Tri Rahardjo; Silvi Ikawati
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.2.1

Abstract

Kalium merupakan salah satu unsur hara esensial yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Aplikasi kalium juga dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama. Kegiatan pemupukan merupakan salah satu cara praktis dalam pengendalian hama terpadu (PHT) sebagai komponen budidaya tanaman sehat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh aplikasi pupuk kalium terhadap biologi dan statistik demografi Nezara viridula pada polong kedelai agar diketahui dosis pupuk kalium yang sesuai sehingga tidak menyebabkan tingginya populasi hama N. viridula dalam upaya peningkatan produksi kedelai. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan dan rumah kawat Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya sejak bulan Januari – Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu tingkat dosis pupuk KCl yang diberikan pada tanaman kedelai sebagai pakan N. viridula yaitu 0 kg/ha, 25 kg/ha, 50 kg/ha, dan 75 kg/ha. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kalium dapat memengaruhi beberapa variabel pengamatan biologi dan statistik demografi N. viridula. Peningkatan dosis pupuk kalium dapat menekan pertumbuhan dan perkembangan N. viridula yang ditunjukkan dengan rendahnya nilai laju reproduksi kotor (GRR) dan laju pertambahan intrinsik (r) pada perlakuan pupuk kalium dosis tinggi.
The Effect of Bacteria Colony Pseudomonas fluorescens (UB_Pf1) and Bacillus subtilis (UB_Bs1) on the Mortality of Pratylenchus coffeae (Tylenchida: Pratylenchidae) Presti Mardiyani Purwaningtyas; Bambang Tri Rahardjo; Hagus Tarno
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 8, No 3 (2016): December 2016
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v8i3.5067

Abstract

Parasitic Root-Lession nematode of Pratylenchus coffeae can reduce the Indonesian coffee plants productivity. Several studies reported that Pseudomonas fluorescens and Bacillus subtilis endophytic bacteria were antagonistic bacteria to nematode. The objective of this research was to reveal the effectiveness of bacterial colonies density of P. fluorescens (UB_Pf1), B.subtilis (UB BS1), and a combination of both bacteria on nematode mortality using median lethal concentration (LC50) and median lethal time 50 (LT50). The densities of bacteria used in this study were 107, 109, 1011 and 1013 cfu/ml. 35 testing nematodes were used and the mortality was counted at 6, 12, 24, 36, and 48 hours after treatments. The results showed that LC50 values of P. fluorescens was (UB_Pf1) was 4,3x108 cfu/ml, LC50 B. subtilis (UB_Bs1) was 1,9x109cfu/ ml, and LC50 combination of both bacteria was, 8x107 cfu/ml. It implies that the application of the combination of both bacteria are more pathogenic than single bacterial treatment. The results also showed that the highest LT50 value was 13.21  hours combination of bacterial colonies with a density of 1013 cfu/ml and the lowest LT50 value was 52.00 hours on P. fluorescens (UB_Pf1) treatment with colonies density of 107 cfu/ml.How to CitePurwaningtyas, P. M., Rahardjo, B. T., Tarno, H. (2016). The Effect of Bacteria Colony Pseudomonas fluorescens (UB_Pf1) and Bacillus subtilis (UB_Bs1) on the Mortality of Pratylenchus coffeae (Tylenchida: Pratylenchidae). Biosaintifika: Journal of Biology Biology Education, 8(3), 286-293. 
KEANEKARAGAMAN HAMA DAN MUSUH ALAMI PADA BUDIDAYA CABAI RAWIT MONOKULTUR DAN POLIKULTUR DENGAN MEMANFAATKAN TANAMAN PERANGKAP BABY BLUE DAN YELLOW STICKY TRAP: DIVERSITY OF PESTS AND NATURAL ENEMIES IN MONOCULTURE AND POLYCULTURE CAYENNE PEPPER CULTIVATION BY UTILIZING BABY BLUE AND YELLOW STICKY TRAP Januarisya, Muthia Adira; Rahardjo, Bambang Tri; Syamsulhadi, Mochammad
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 11 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.4.4

Abstract

Pemanfaatan pola tanam dan perangkap memengaruhi kehadiran serangga. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan populasi dan keanekaragaman hama dan musuh alami pada budidaya cabai rawit dengan monokultur dan polikultur, serta mengetahui pengaruh monokultur dan polikultur pada budidaya cabai rawit serta adanya perangkap terhadap hasil produksi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2022 sampai Juli 2022. Lokasi penelitian terdapat di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan pola tanam monokultur cabai rawit dan polikultur tanaman cabai rawit dengan kacang tanah. Metode penelitian dengan penentuan lokasi, pengamatan dan pengambilan arthropoda serta identifikasi dan analisa data. Variabel pengamatan adalah jenis dan jumlah arthropoda yang ditemukan, indeks keanekaragaman, pengaruh perangkap pada budidaya cabai rawit monokultur dan polikultur dan hasil produksi tanaman cabai rawit. Individu hama pola tanam monokultur berjumlah 1.439 individu dan polikultur 1.167 individu. Musuh alami polikultur 410 individu dan monokultur 249 individu. Individu hama pada tanaman perangkap baby blue 1.709 individu dan YST 897 individu. Individu musuh alami tertinggi tanaman baby blue 449 individu dan YST 210 individu. Indeks keanekaragaman hama dan musuh alami monokultur maupun polikultur memiliki indeks yang sama. Namun polikultur memiliki nilai yang lebih tinggi. Pola tanam polikultur dan pemanfaatan tanaman perangkap baby blue dan YST memiliki hasil produksi cabai rawit yang lebih tinggi berdasarkan pengamatan serta informasi petani.
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK SERASAH DAN LIMBAH BATANG TEBU TERHADAP KEANEKARAGAMAN JENIS SEMUT (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) PADA EKOSISTEM TANAMAN TEBU: THE ADDITIONAL EFFECT OF ORGANIC MATERIALS LITTER AND SUGARCANE STEM WASTE ON THE DIVERSITY OF ANTS (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) IN THE SUGARCANE PLANT ECOSYSTEM Affandi, Rohmat Sayful; Rahardjo, Bambang Tri
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.2.2

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis bahan organik dari serasah tebu dan limbah batang tebu terhadap kelimpahan dan keanekaragaman semut pada ekosistem tanaman tebu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam ulangan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode pitfall trap dan bait trap (ikan tuna) dengan interval seminggu sekali selama delapan minggu. Hasil penelitian ditemukan empat subfamili, delapan genus dengan jumlah total 22.254 individu. Semut berpotensi berperan predator di antaranya Crematogaster sp., Dolichoderus sp., Odontomachus sp., Pheidole sp., dan Solenopsis sp. sisanya berperan sebagai foragers yaitu Camponotus sp., Calomyrmex sp., dan Tapinoma sp. Hasil analisis ragam diperoleh bahwa P2 berpengaruh nyata terhadap kelimpahan individu semut dibandingkan P0 dan P1 (F3 12 = 4,463 P > 0,0301). Hasil perhitungan indeks keanekaragaman P0 dan P1 termasuk sedang, P2 rendah, indeks Kemerataan P0, P1, dan P2 sedang, indeks Dominansi P0, P1 rendah dan P2 sedang.
Co-Authors A. A. Ketut Aryawan A. A. Ketut Aryawan Abdul Latief Abadi Achadian, Etik Mar`ati Achmad Faisal Akbar Adistanaya, Radika Adrianto Marthinus Ndii Affandi, Rohmat Sayful Ahmad Muhlisin Ahmad Muhlisin Akhmad Rizali Annike Putri Damayanti Antika Anggraini Ayu Rosmayuningsih Ayu Rosmayuningsih Ayumi, Cicik Nur BANDUNG SAHARI Bobby Polii David Soetjipto Dede Durahman Dede Durahman Devi, Mia Prastika Fadloli, Ahmad Iqbal Rijal Faljila, Fanisa Fitriani, Ima Gatot Mudjiono Guntur Respyan Guntur Respyan Hagus Tarno Hagus Terno Hidayat, Mohamad Rizkiy Husni dan Zulfanazli Pudjianto Alfian Rusdy Ika Putri Utami Ika Rochdjatun Sastrahidayat Isna Kartika Wati Isnainy Dinul Mursyalati Yus Isnainy Dinul Mursyalati Yus Jami'at Dwi Elriyono Jantje Pelealu Januarisya, Muthia Adira Karisma Aditya Wardani Kristiana Sri Wijayanti Kurnia Paramita Sari Laraswati, Nur Adinda Liza Afifah Liza Afifah Liza Afifah Ludji Pantja Astuti Ludji Pantja Astuti Ludji Pantja Astuti Mahendra, Niko Manurung, Jihan Salmaa Afiifah Marianus Marianus Marwoto . Maspupah Huzni Maspupah Huzni Mawaddah, Rabbiana Meity Nelltje Tanor Mochammad Syamsul Hadi Mufidah Afiyanti Muhammad Indar Pramudi Muhammad, Faiz Nashiruddin Nur Angga Prayoga Nurlinda Nurlinda Nurul Aini Okty Ayu Lestari Praditya, Al Farriz Sandro Presti Mardiyani Purwaningtyas Presti Mardiyani Purwaningtyas, Presti Mardiyani PURNAMA HIDAYAT Putra, Satrya Adhimas Eka Putri Setya Rahmita Rahmawati, Alvina Eka Ratna Wulandari Retno Dyah Puspitarini Rina Rachmawati Rina Rachmawati Rina Rachmawati Rizki Nur Suci Rizki Puji Widiastuti Rizki Puji Widiastuti Rizky Septiyawati Ronny Pamuji Ronny Pamuji Rose Novita Sari Handoko Senoaji, Wasis Septiani, Rohma Wulan Silvi Ikawati Simatupang, Rusdi Ali Sabar Sri Karindah Sri Karindah Sumeru Ashari Syamsuddin Djauhari Syamsuddin Djauhari Syamsulhadi, Mochammad Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi Teguh Yulianto, Teguh Tita Widjayanti Tita Widjayanti Toto Himawan Toto Himawan Yuliantoro Baliadi Zeni Ningrum Zeni Ningrum