Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kapasitas Laboratorium Proteksi UPT Proteksi Tanaman Provinsi Jawa Timur Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Rahardjo, Bambang Tri; Choliq, Fery Abdul; Abidhin, M. Zainal
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.06

Abstract

Laboratorium proteksi UPT Proteksi tanaman provinsi Jawa Timur merupakan salah satu laboratorium yang mengembangkan agens hayati untuk mendukung sustainable agriculture di pertanian Jawa Timur. Salah satu kendala dalam penerapan sistem pertanian berkelanjutan adalah permasalahan hama dan penyakit serta masih banyak petani yang menerapkan pestisida kimia. Meskipun petani di Provinsi Jawa Timur sudah mengenal agens hayati tetapi belum ada kemandirian dalam memproduksi agens hayati. Agens hayati adalah mikroba bermanfaat baik jamur maupun bakteri yang dapat digunakan sebagai pengendalian hama dan penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas laboratorium melalui standarisasi proses produksi agens hayati. Metode yang digunakan meliputi survei awal kondisi laboratorium, workshop penguatan kapasitas, dan pendampingan kontrol kualitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petugas laboratorium terhadap standar operasional prosedur (SOP) produksi agens hayati yang baik dan benar. Tantangan utama yang dihadapi adalah ketersediaan isolat berkualitas dan standarisasi proses produksi. Kegiatan ini telah berhasil meningkatkan pemahaman kapasitas laboratorium tentang standarisasi proses produksi dan penerapan prosedur operasional standar. Implementasi sistem kontrol kualitas juga membantu memastikan konsistensi mutu produk agens hayati. Kegiatan ini memberikan fondasi untuk pengembangan pertanian berkelanjutan di Jawa Timur melalui peningkatan kapasitas SDM laboratorium dan standardisasi produksi agens hayati sebagai alternatif pengendalian OPT yang ramah lingkungan.Laboratorium proteksi UPT Proteksi tanaman provinsi Jawa Timur merupakan salah satu laboratorium yang mengembangkan agens hayati untuk mendukung sustainable agriculture di pertanian Jawa Timur. Salah satu kendala dalam penerapan sistem pertanian berkelanjutan adalah permasalahan hama dan penyakit serta masih banyak petani yang menerapkan pestisida kimia. Meskipun petani di Provinsi Jawa Timur sudah mengenal agens hayati tetapi belum ada kemandirian dalam memproduksi agens hayati. Agens hayati adalah mikroba bermanfaat baik jamur maupun bakteri yang dapat digunakan sebagai pengendalian hama dan penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas laboratorium melalui standarisasi proses produksi agens hayati. Metode yang digunakan meliputi survei awal kondisi laboratorium, workshop penguatan kapasitas, dan pendampingan kontrol kualitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petugas laboratorium terhadap standar operasional prosedur (SOP) produksi agens hayati yang baik dan benar. Tantangan utama yang dihadapi adalah ketersediaan isolat berkualitas dan standarisasi proses produksi. Kegiatan ini telah berhasil meningkatkan pemahaman kapasitas laboratorium tentang standarisasi proses produksi dan penerapan prosedur operasional standar. Implementasi sistem kontrol kualitas juga membantu memastikan konsistensi mutu produk agens hayati. Kegiatan ini memberikan fondasi untuk pengembangan pertanian berkelanjutan di Jawa Timur melalui peningkatan kapasitas SDM laboratorium dan standardisasi produksi agens hayati sebagai alternatif pengendalian OPT yang ramah lingkungan.
Manajemen Agroekosistem Berbasis Ecological Engineering pada Tanaman Padi di Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi Hadi, Mochammad Syamsul; Sektiono, Antok Wahyu; Rahardjo, Bambang Tri; Widjayanti, Tita; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Putra, Dian Nugraha Harry
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.08

Abstract

ABSTRAKKecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu Kec. dengan komoditas utama padi, dan menjadi binaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Salah satu masalah penting yang dihadapi petani padi di Kecamatan Genteng adalah hama wereng batang coklat dan tikus yang menyebabkan kehilangan hasil cukup besar. Petani belum memiliki kemampuan mengelola hama-hama tersebut, terlihat dari tingkat kejadian gagal panen yang tinggi yang diakibatkan oleh serangan hama. Pada tahun 2018 ini sedang dilaksanakan program Sekolah Lapangan Sistem Pertanian Berlanjut Berbasis Padi (SL-SPB) dalam rangka peningkatan produksi padi yang berlanjut dengan penerapan manajemen agroekosistem. Sekolah Lapang melibatkan tiga unsur pengelolaan secara harmonis, yaitu pengelolaan pertanaman, pengelolaan tanah, dan pengelolaan hama penyakit secara terpadu. Pada kegiatan SL tersebut diberikan materi topik khusus untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pengelolaan tanaman padi. Oleh karena itu dalam kegiatan ini dilakukan pelatihan pengelolaan hama-hama penting pada tanaman padi yang merupakan topik khusus bagian dari SL-SPB. Diharapkan dari pelatihan ini petani padi di Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi menjadi terlatih dalam mengelola hama pada tanaman padi yang efektif, berlanjut dan melestarikan daya dukung sumber daya alam (lingkungan) terhadap tanaman padi di lapangan.
Population Growth of Tribolium confusum (Coleoptera: Tenebrionidae) on Various Commercial and Non-commercial Flour Ratna Wulandari; Ludji Pantja Astuti; Bambang Tri Rahardjo
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v8i3.2401

Abstract

Tribolium confusum Jacquelin du Val (Coleoptera: Tenebrionidae) is a major stored product pest that can damage flour in storage. The infestation of T. confusum causes contamination of stored grain, such as flour. Research about the population growth of T. confusum in various commercial and non-commercial flours is still limited. This study aims to determine the population growth of T. confusum in various commercial and non-commercial flours. The study was conducted using the no-choice test method (NCTM). This study used a treatment jar containing 30 g of diet and infested 15 pairs of T. confusum adults for 7 days. Data obtained from this research were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and further analyzed using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. The results showed that the number of larvae, pupae, and F1 progeny of T. confusum was higher in non-commercial red rice flour (80, 50 individuals; 59, 50 individuals; 57, 50 individuals) compared to other types of flour. The chemical characteristics of diets that can affect the population growth of T. confusum include fat, ash, carbohydrate, and phenol content. In conclusion, understanding the chemical characteristics of flour is crucial for developing a strategy to control T. confusum.
Pemberdayaan Petani Melalui Pemanfaatan Agens Hayati dalam Pengelolaan Hama dan Penyakit Terpadu di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang: Empowering Farmers through the Utilization of Biological Control Agents for Integrated Pest Management in Bambang Village, Wajak Subdistrict, Wajak District Fadaukas, Abdullah Gasmal; Rahardjo, Bambang Tri; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Sunarto, Bintar Probo; Supriyanto, Tomo Agus; Hamdani, Rizky Dwi; Putra, Dian Nugraha Harry
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

This community service activity aimed to empower farmers through the utilization of biological control agents in integrated pest and disease management in Bambang Village, Wajak District, Malang Regency. The program was conducted using an educative-participatory approach involving training, hands-on practice, and limited field application. A total of 20 farmers participated in the activity. The results showed an increase in farmers’ knowledge, with an average improvement of 35% based on pre-test and post-test evaluations. Participants were able to understand the role of biological control agents such as Trichoderma sp., Beauveria bassiana, and Pseudomonas fluorescens in suppressing plant pathogens and supporting plant health. During the training, participants successfully performed the propagation of biological agents using simple local materials, with satisfactory microbial growth and minimal contamination. In addition, participants demonstrated a positive shift in attitude, indicated by a tendency to reduce the use of chemical pesticides and consider more environmentally friendly alternatives. Limited field application also indicated a positive response in plant condition after the use of biological agents. The activity suggests that participatory training combined with practical experience has the potential to enhance farmers’ capacity in understanding and applying biological control agents. However, further assistance is needed to support sustained adoption at the farm level. This approach can serve as a relevant strategy to promote sustainable agriculture, particularly in integrated pest and disease management.
DIVERSITY AND COMMUNITY COMPOSITION OF EPIGEIC ANTS UNDER DIFFERENT SHADE TYPES AND ENVIRONMENTAL GRADIENTS IN COFFEE AGROECOSYSTEMS OF MALANG, EAST JAVA: KEANEKARAGAMAN DAN KOMPOSISI KOMUNITAS SEMUT EPIGEIK PADA TIPE NAUNGAN DAN GRADIEN LINGKUNGAN BERBEDA DI AGROEKOSISTEM KOPI MALANG, JAWA TIMUR Zuhri, Lu'aili Addina; Rahardjo, Bambang Tri; Viraswati, Nur’aini Nambella; Rizali, Akhmad
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2026.014.3.2

Abstract

Epigeic ants are a prominent group of soil arthropods in coffee agroecosystems, functioning as predators, decomposers, and bioindicators. Information on how environmental gradients and the use of shade tree types influence epigeic ant communities in Indonesian coffee agroecosystem remains limited. Pine (Pinus merkusii) and lead tree (Leucaena leucocephala) shade trees in coffee plantations are thought to influence the community structure of epigeic ants. This study evaluated the effect of elevation, canopy cover and shade type on the species richness, activity-density, and community composition of epigeic ants in coffee agroecosystem in Malang, East Java. Ants were sampled at four location with a total 12 observation plots using five pitfall traps each plot across three sampling occasions (24 hour each). Specimens were identified to the morphospecies level. Species richness was analysed using Poisson Generalized Linear Model (GLM), activity-density using a negative binomial GLM, and community composition using Non-metric Multidimensional Scaling (NMDS) and Analysis of Similarities (ANOSIM) based on Bray-Curtis dissimilarity. A total 770 individuals epigeic ants were recorded, representing 19 morphospecies, 16 genera, and four subfamilies. GLM analyses showed that elevation, percentage of canopy cover, and shade type had no significant effect on either species richness or the activity-density of epigeic ants (all P-value > 0.05). The NMDS analyses and ANOSIM also showed that the ant community composition under pine and lead tree shade was relatively similar. Within the limitations of this study, no statistically significant effects of elevation, canopy cover, or shade type on epigeic ant were detected.
Co-Authors A. A. Ketut Aryawan A. A. Ketut Aryawan Abdul Latief Abadi Abidhin, M. Zainal Achadian, Etik Mar`ati Achmad Faisal Akbar Adistanaya, Radika Affandi, Rohmat Sayful Ahmad Muhlisin Ahmad Muhlisin Akhmad Rizali Annike Putri Damayanti Antika Anggraini Ayu Rosmayuningsih Ayu Rosmayuningsih Ayumi, Cicik Nur BANDUNG SAHARI Bobby Polii David Soetjipto Dede Durahman Dede Durahman Devi, Mia Prastika Fadaukas, Abdullah Gasmal Fadloli, Ahmad Iqbal Rijal Faljila, Fanisa Fery Abdul Choliq Fitriani, Ima Gatot Mudjiono Guntur Respyan Guntur Respyan Hagus Tarno Hagus Terno Hamdani, Rizky Dwi Hidayat, Mohamad Rizkiy Husni dan Zulfanazli Pudjianto Alfian Rusdy Ika Putri Utami Ika Rochdjatun Sastrahidayat Isna Kartika Wati Isnainy Dinul Mursyalati Yus Isnainy Dinul Mursyalati Yus Jami'at Dwi Elriyono Jantje Pelealu Januarisya, Muthia Adira Karisma Aditya Wardani Kristiana Sri Wijayanti Kurnia Paramita Sari Laraswati, Nur Adinda Liza Afifah Liza Afifah Liza Afifah Ludji Pantja Astuti Ludji Pantja Astuti Ludji Pantja Astuti Ludji Pantja Astuti Mahendra, Niko Manurung, Jihan Salmaa Afiifah Marianus Marianus Marwoto . Maspupah Huzni Maspupah Huzni Mawaddah, Rabbiana Meity Nelltje Tanor Mochammad Syamsul Hadi Mochammad Syamsul Hadi Mufidah Afiyanti Muhammad Indar Pramudi Muhammad, Faiz Nashiruddin Ndii, Adrianto Marthinus Nur Angga Prayoga Nurlinda Nurlinda Nurul Aini Okty Ayu Lestari Praditya, Al Farriz Sandro Presti Mardiyani Purwaningtyas Presti Mardiyani Purwaningtyas, Presti Mardiyani PURNAMA HIDAYAT Putra, Dian Nugraha Harry Putra, Satrya Adhimas Eka Putri Setya Rahmita Rahmawati, Alvina Eka Ratna Wulandari Retno Dyah Puspitarini Rina Rachmawati Rina Rachmawati Rina Rachmawati Rizki Nur Suci Rizki Puji Widiastuti Rizki Puji Widiastuti Rizky Septiyawati Ronny Pamuji Ronny Pamuji Rose Novita Sari Handoko Salsabila, Shevira Satria Sektiono, Antok Wahyu Senoaji, Wasis Septiani, Rohma Wulan Silvi Ikawati Simatupang, Rusdi Ali Sabar Sri Karindah Sri Karindah Sumeru Ashari Sunarto, Bintar Probo Supriyanto, Tomo Agus Syamsuddin Djauhari Syamsuddin Djauhari Syamsulhadi, Mochammad Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi Teguh Yulianto, Teguh Tita Widjayanti Tita Widjayanti Toto Himawan Viraswati, Nur’aini Nambella Yuliantoro Baliadi Zeni Ningrum Zeni Ningrum Zuhri, Lu'aili Addina