Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

SINTESIS MATERIAL MESOPORE HIBRID DARI 3-KLOROS SOLLTRIMETOKSISILAN DAN THIOUREA MELALUI PROSES SOL GEL DI BAWAH KONDISI KATALIS BASA Wahyuningsih, Sayekti; Rahardjo, Sentot Budi; Marliyana, Soerya Dewi; Finnah, Raen
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 2, No 2 (2003)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan sintesis material porous hibrid MPH dari 3-kloropropiltrimetoksisilan dengan tiourea. Sintesis dilakukan dengan proses sol gel menggunakan katalis basa NaOH pada pelarut methanol : air sama dengan 4 : 1.Sintesis menghasilkan material porous hibrid  MPH. spectrum elektronik gel material, yang diukur selama 2 bulan dari awal terbentuknya material, menunjukkan proses polimerisasi dan pembentukan struktur porous yang berjalan relatif lambat. Spektrum elektronik memiliki puncak-puncak yang semua berada pada daerah UV antara 250 -280 nm. Material MPH bersifat rigid pada temperatur kamar. Transisi gelas yang merupakan titik perubahan material rigid menjadi elastomer ditunjukkan dari kurva DTA eksotermis pada 265,47oC. karakterisasi menggunakan spectra IR menunjukkan terikatnya tiourea pada MPH yang ditunjukkan oleh berubahnya serapan NH primer dari thiourea menjadi NH sekunder pada 3421 cm-1 dan NH deformasi pada 1647 cm-1. Proses polimerisasi menyebabkan pergeseran serapan-serapan gugus Si-O-C dari 1191 cm-1 dan 1089 cm-1 menjadi tampak serapan Si-O-Si pada 1250 cm-1 dan serapan ulur Si-O-C pada 1031 cm-1. Material MPH bersifat non kristalin dengan harga  dspasing 135,80 Å
SINTESIS DAN KARAKTERISASI HEKSASULFAMETOKSAZOLNIKEL(II) SULFAT DIHIDRAT Rahardjo, Sentot Budi; Wahyuningsih, Sayekti; Hidayah, Arin Khoirul
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 3, No 1 (2004)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompleks nikel(II) dengan sulfametoksazol telah disintesis dalam metanol  dengan perbandingan mol 1 : 6 membentuk [Ni(sm)6]SO4.2H2O (sm = sulfametoksazol). Spektra inframerah menunjukkan pergeseran serapan gugus fungsi N – H primer dan diperkirakan gugus fungsi tersebut terkoordinasi pada ion pusat, kompleks bersifat paramagnetik dengan ?eff  = 2,85 BM, daya hantar listriknya dalam metanol menunjukkan perbandingan muatan kation : anion = 1:1. Spektra UV-Vis menghasilkan dua puncak transisi 3A2g è 3T1g (P) (?2) pada ? 727 nm (13.755 cm-1) dan 3A2g è 3T1g  (F) (?3) pada ? 390 nm (25.641 cm-1). Perkiraan harga 10 Dq transisi 3A2g è 3T1g  (F) (?1) adalah 8842,5 cm-1 (1131nm). Geometri kompleks diperkirakan octahedral.
PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN LKS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, KREATIVITAS, DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI HIDROLISIS GARAM Hidayah, Nurul; Ashadi, Ashadi; Rahardjo, Sentot Budi
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) meningkatkan aktivitas belajar (2) meningkatkan kreativitas verbal dan (3) meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok hidrolisis garam. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas X MIA C SMA Negeri 1 Kebumen tahun pelajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa 27 yaitu 7 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Data diperoleh dari tes kondisi awal, tes siklus I dan tes siklus II untuk mengetahui prestasi belajar aspek pengetahuan dan kreativitas verbal peserta didik. Observasi dilakukan untuk mengetahui aktivitas dan prestasi belajar aspek sikap dan keterampilan. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan persentase. Dari hasil penelitian disimpulkan (1) pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan LKS dapat meningkatkan aktivitas siswa selama proses pembelajaran, (2) Kreativitas siswa dengan kategori kreativitas tinggi mengalami peningkatan sebesar 15 % (dari 48% menjadi 63%). (3) terjadi peningkatan hasil hasil belajar aspek pengetahuan sebesar 48% dari siklus I ke siklus II. Hasil belajar aspek sikap terjadi peningkatan dari 14,81% siswa memperoleh nilai sangat baik (SB) pada siklus I meningkat menjadi 44,44% pada siklus II. Hasil belajar aspek keterampilan (praktikum dan presentasi) untuk siswa yang mendapat nilai B meningkat sebesar 34% (dari 41% menjadi 75% pada siklus II).
ANALISIS KOMPETENSI PAEDAGOGIS GURU SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KOTAMADYA SURAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH Wijayanti, Murwani Dewi; Rahardjo, Sentot Budi; Saputro, Sulistyo; Mulyani, Sri; Aminah, Nonoh Siti
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif yaitu berusaha menggambarkan atau mendeskripsikan berbagai indikator penelitian yang berhubungan dengan kemampuan paedagogis guru SD di Wilayah Kotamadya Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif tentang (1) Kompetensi guru dalam aspek sumber belajar guru. (2) Kompetensi guru dalam merencanakan pelaksanaan pembelajaran. (3) Kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran.(4) Kompetensi guru dalam menentukan aspek penilaian. Dengan menggunakan desain penelitian survey dan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) Kemampuan guru SD di Kotamadya Surakarta, terutama di daerah pinggiran kota dalam menentukan aspek sumber belajar guru belum optimal. Banyak guru yang kurang memahami secara menyeluruh dan komprehensif tentang sumber belajar, peranan sumber belajar, perkembangan sumber belajar yang digunakan, dan cara-cara mengopimalkan sumber belajar. (2) Kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran, khususnya guru yang berasal dari sekolah dipinggiran kota masih kurang optimal. (3) Kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran juga belum optimal.  Kemampuan guru masih terbatas dalam mengaplikasikan bahan ajar melalui model pembelajaran pembelajaran yang ada. (4) Kemampuan melakukan penilaian di wilayah Pusat Kota relatif lebih baik dibandingklan dengan pinggiran kota. Hasil tes tersebut digunakan untuk memetakan konsep IPA untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui model pembelajaran inkuiri yang dapat membantu siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya.
Implementation of Guided Inquiry as an Effort to Improve Critical Thinking Ability of Students Wijayanti, Murwani Dewi; Rahardjo, Sentot Budi; Saputro, Sulistyo; Mulyani, Sri
Proceeding of International Conference on Teacher Training and Education Vol 1, No 1 (2016): Proceeding of International Conference on Teacher Training and Education
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.878 KB)

Abstract

Nowadays, there are many efforts to improve the quality of human resources through education, such as by applying a wide variety of learning models. An appropriate model of can enhance the students critical thinking ability. Critical thinking can appear anytime in the process of judgment, decision, or problem solving in general. Whenever, someone tries to figure out what have to believe and what you need to know the reason. Through business process and reflective processing such as reading, writing, speaking and listening, it can be done critically. Various attempts were made by the teachers in an effort to improve the students’ critical thinking ability. One model of learning is guided inquiry. This paper talks about definition and implementation of guided inquiry as an effort to improve students’ thinking ability through research literature. The nature of the research is descriptive analysis. This paper uses philosophical and pedagogical approach. Meanwhile, the data collection uses documentation. Analisis data used in this research is content analysis (content analysis). From the analysis we may conclude that adoption of guided inquiry can be used by educators to enhance the students’ critical thinking ability. 
Remediation of Lead-contaminated Farmland Soil: Efficacy of Low-cost Natural Amendments in [Im]mobilization of Lead Himawan, Himawan; Rahardjo, Sentot Budi; Suntoro, Suntoro; Setyono, Prabang
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 43, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v43i1.2592

Abstract

The control of Pb mobility is a success key in remediation of contaminated soil. This research aimed to explore the effective low-cost amendments in mobilizing or immobilizing lead in contaminated soil, assess environmental risk, and evaluate important amendment properties. Lead-contaminated soil was incubated with 13 materials included chars, bioslurry, limes, rice husk, gypsum, citric acid, natural organic acids and the efficiency of lead immobilization (E) was studied. Soil incubated with 10% amendments was sequentially extracted to determine Pb geochemical fractions and its risk. Selected amendment properties were evaluated through a correlation study with E. The results showed that 6 amendments immobilized lead in the order of chars > gypsum > bioslurry > rice husk. Chicken manure and chicken bone biochars, effectively decreasing lead solubility, were the best immobilising amendments, redistributed lead into the residual fraction and remediated the soil from moderate to low environmental risk. The order of mobilizing amendments was: citric acid > baby orange juice > limes > tamarind > lemon juice > tomato. The citric acid was the most effective mobilizing amendment which increased soluble lead and shifted the soil into high environmental risk status. The three most important amendment properties in influencing soil-Pb mobility were pH, P, and Ca content.
SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF TRIAQUATRISULFISOKSAZOL COBALT(II)SULPHATE.nHYDRATE COMPLEX Sentot Budi Rahardjo; Abu Masykur; Melin Puspitaningrum
Indonesian Journal of Chemistry Vol 6, No 3 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.905 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21731

Abstract

Complex of cobalt(II) with sulfisoxazole (slfs) has been synthesized in 1 : 4 mole ratio of metal to ligands in methanol, the complex formula is [Co(slfs)3(H2O)3]SO4.nH2O. The electric conductivity of the complex in methanol correspond to 1:1 electrolyte. The thermal analysis indicates that complex contain some hydrates. Magnetic Susceptibility measurements show that the complex is paramagnetic with µeff = 4,60(9) BM. Infra red spectra indicates that the primary N-H group coordinated to the center ion, it is signed by a shift of primary N-H group absorption. UV-Vis spectrum appears one peak at λ= 515,5 nm (19.342 cm-1) due to transition peak of 4T1g (F) → 4T2g (P) (ν3) overlay to transition peak of 4T1g(F) → 4A2g(F) (ν2). The value of 10 Dq (Δo) that corresponds to transition 4T1g → 4T2g (n1) is 95,29 kJ.mol-1. Cyclic voltammograms have revealed quasi reversible. The complex probably is octahedral.
PENGEMBANGAN MODUL PROJEK IPAS PADA JURUSAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN (TKR) DI SMKN 1 NGRAYUN PONOROGO Hidayah, Arin Khoirul; Budi Rahardjo, Sentot; Saputro, Sulistyo
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n2.p625--638

Abstract

Project Based Learning (PjBL) is a learning method that uses projects/activities as media. This method requires students to be able to explore, assess, interpret, synthesize, and information to produce various forms of learning outcomes. This study aims to determine the characteristics of the module, validity, practicality and effectiveness of the PjBL-based IPAS teaching module in the TKR Light Vehicle Engineering Department at SMKN 1 Ngrayun Ponorogo. This type of research is research and development or (R&D). The research will be conducted at SMKN 1 Ngrayun Ponorogo. This study uses a qualitative and quantitative approach with the development model used is the Four-D Model (4-D) which consists of four stages, namely: Define, Design, Develop, Disseminate). The results of this study indicate that the teaching modules based on the Project Based Learning (PjBL) model have met the criteria of validity, practicality and effectiveness. The validity criteria based on the results of the open module validation analysis by the validator are in the very valid category. the average implementation value is 1.7925 with the category fully implemented because it is at a distance of 1.5 ≤ M ≤ 2.0 so that the open module meets the practicality criteria. This shows that the teaching modules developed can be used in science learning on the aspects of substances and their changes. The teacher response questionnaire includes statements related to open modules so that a teacher response score of 99% is obtained and overall is in the very practical category because it is in the range of 81% to 100%. Students' responses to teaching modules are known by giving questionnaires containing statements related to teaching modules and knowing students' opinions about the learning carried out. The student response was 98.75% and overall it was in the very practical category because it was in the range of 81% - 100%. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik modul, validitas, praktikalitas dan efektivitas modul pembelajaran IPAS berbasis PjBL pada Jurusan Teknik Kendaraan Ringan TKR SMKN 1 Ngrayun Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau (R&D). Penelitian akan dilakukan di SMKN 1 Ngrayun Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan model pengembangan yang digunakan adalah Model Four-D (4-D) yang terdiri dari empat tahap yaitu: Define, Design, Develop, Disseminate). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul ajar berbasis model Project Based Learning (PjBL) telah memenuhi kriteria validitas, praktikalitas dan efektivitas. Kriteria validitas berdasarkan hasil analisis validasi modul terbuka oleh validator berada pada kategori sangat valid. nilai rata-rata implementasi sebesar 1,7925 dengan kategori terlaksana sepenuhnya karena berada pada jarak 1,5 ≤ M ≤ 2,0 sehingga modul terbuka memenuhi kriteria kepraktisan. Hal ini menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan dapat digunakan dalam pembelajaran IPA pada aspek zat dan perubahannya. Angket respon guru memuat pernyataan-pernyataan terkait modul terbuka sehingga diperoleh skor respon guru sebesar 99% dan secara keseluruhan masuk dalam kategori sangat praktis karena berada pada rentang 81% hingga 100%. Respon siswa terhadap modul pengajaran diketahui dengan memberikan angket yang berisi pernyataan-pernyataan terkait modul pengajaran dan mengetahui pendapat siswa terhadap pembelajaran yang dilaksanakan. Respon siswa sebesar 98,75% dan secara keseluruhan berada pada kategori sangat praktis karena berada pada rentang 81% - 100%.
Peningkatan Kualitas Produksi Ecoprint Corak Pewarna Alam melalui Pendampingan Proses Teknik Pewarnaan di UMKM Ecorilife.Id Wahyuningsih, Sayekti; Rahardjo, Sentot Budi; Lestar, Witri Wahyu; Saraswati, Teguh Endah; Widjonarko, Dian Maruto; Pramono, Edi; Naufal, Widyan Muhammad; Faradilla, Radianita
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 1 (2025): JAMSI - Januari 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1301

Abstract

Ecorilife.id merupakan salah satu UMKM yang bergerak pada bidang produksi ecoprint. Akan tetapi, terdapat permasalahan prioritas dari mitra, yaitu kualitas warna pada produksi kain ecoprint yang tidak stabil, meliputi pewarnaan dasar gelap dan terang, pengaruh teknis pewarnaan, dan penggunaan bahan-bahan pewarna alam. Solusi yang diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan tersebut dilakukan melalui pendampingan proses produksi ecoprint pada Ecorilife.id. Kegiatan tersebut dilakukan dengan melakukan optimasi pada tahap pewarnaan dan mordanting menggunaan tawas (Al2(SO4)3), natrium asetat (Na-acetat), atau soda abu (Na2CO3) supaya produk ecoprint memiliki warna yang tidak mudah luntur serta bercampur secara sempurna dengan kain. Pewarna dasar kain dioptimasi dengan pewarna alam tingi dan jolawe. Tahapan pewarnaan ecoprint dilakukan dengan teknik steaming setelah tahap mordanting yang kemudian dikeringkan. Tahap pewarnaan dan pembentukan motif dilakukan dengan menggunakan motif yang muncul dari daun jati, daun akalipa, daun kalpataru, dan bunga cosmos. Fiksasi dilakukan dengan kapur untuk menghasilkan warna-warna ecoprint yang jelas. Hasil menunjukkan terciptanya produk ecoprint dengan kualitas warna tinggi yang dapat diamati melalui hasil pewarnaan yang terlihat detail, tidak berbaur, dan tidak luntur.
Bibliometric Analysis From 2014-2024: Integration of Ethnoscience in Science Learning Rini, Endah Febri Setiya; Rahardjo, Sentot Budi; Bramastia, Bramastia
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 6 No 1 (2025): January
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v6i1.1262

Abstract

Purpose of the study: Ethnoscience has become a fairly well-established field among academics, although the topic is still developing. This study aims to analyze research trends related to ethnoscience published in the period 2014 to 2024. Methodology: This study uses bibliometric analysis and systematic literature review. Data collection was carried out by searching for the keyword "Ethnoscience" in October 2024. The data was sourced from the Scopus database and obtained 271 documents. 166 articles were obtained after filtering. Furthermore, analyzed using VOSviewer. Main Findings: The results showed that ethnoscience has increased significantly as a research topic from 2014 to 2021; ethnoscience in science learning is more widely studied in Indonesia. The author who researched the most ethnoscience is Sudarmin, with a total of 16 documents. This study also highlights the latest research approaching 2022–2024 and its impact on student skills. Novelty/Originality of this study: These findings also highlight the importance of ethnoscience in local and traditional studies and focus on the development of science and education.