Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Tata Cara Submit Artikel Melalui Open Journal System (OJS) Bagi Mahasiswa Ndun, Alberth N.; Mulik, Simon E.; Nguru, David A.; Lawa, Alvrado B.; Sabat, Diana M.; Setyani, Ni Made P.; Sol’uf, Morin M.; Padu, Hendrikus U.; Nifu, Salden E.; Banamtuan, Adyanto N.
DEDIKASI PKM Vol. 5 No. 2 (2024): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dkp.v5i2.39001

Abstract

Publikasi artikel ilmiah merupakan salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa program studi peternakan, banyak mahasiswa yang belum memahami secara benar tata cara submit artikel di jurnal ilmiah menggunakan Open Journal System (OJS), sehingga pelatihan ini dilakukan untuk membantu mahasiswa memahami cara mendaftar dan submit artikel ke OJS. Pelatihan ini telah dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Lahan Kering Universitas Nusa Cendana pada tanggal 8 Februari 2024 Pukul 10.00 WITA, dan selesai pukul 12.00 WITA. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa semester 6 dan 8 sejumlah 16 orang. Pelatihan meliputi penjelasan tentang cara penulisan artikel, dan submit artikel di jurnal ilmiah menggunakan Open Journal System secara benar. Sebelum pelatihan dilakukan peserta ditanyakan terkait penulisan artikel, dan cara submit jurnal menggunakan OJS. Hal ini untuk mengukur pemahaman mahasiswa terkait materi yang disampaikan. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah pengenalan sistem OJS, dan dalam pelatihan artikel ilmiah dikirimkan melalui OJS. Pelatihan penyampaian artikel penelitian melalui OJS Selain penerapan sistem OJS, kegiatan tahap selanjutnya adalah pelatihan penyampaian artikel penelitian melalui OJS. Tujuannya adalah untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan menulis dan mencatat makalah penelitian serta menyerahkan makalah penelitian melalui OJS. Selain itu tim pengabdi juga memberikan bimbingan kepada mahasiswa seperti formulir evaluasi untuk mengetahui apakah mahasiswa sudah memahami dengan benar cara submit artikel melalui OJS. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan, dapat dilihat bahwa dari total mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 62,5% peserta sangat paham terhadap penjelasan yang disampaikan, 25% paham, sedangkan 12,5% kurang paham. Bimbingan dilakukan sejak artikel mahasiswa berhasil disubmit sampai artikel mahasiswa tersebut dinyatakan telah terbit pada salah satu jurnal. Pembimbingan dilakukan untuk mentransfer pengetahuan serta wawasan bagi mahasiswa, sehingga mahasiswa mampu memahami banyak tingkatan yang perlu dimengerti dalam penulisan, dan publikasi artikel.
Penyediaan Lumbung Pakan Melalui Fermentasi Kulit Ubi Kayu dan Amoniasi Jerami Sebagai Upaya Kemandirian Peternak Sabat, Diana M.; Lestari, Gusti Ayu Yudiwati; Dami Dato, Twenfosel O.; Suryani, Ni Nengah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7255

Abstract

Ketersediaan pakan yang tidak menentu pada musim kemarau menjadi kendala utama bagi produktivitas sapi dan kambing di Desa Raimataus. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal khususnya kulit ubi kayu dan jerami padi sebagai pakan alternatif; (2) mengenalkan dan melatih teknik fermentasi tepung kulit ubi kayu serta amoniasi jerami padi; dan (3) memperkuat kemandirian Kelompok Tani Ternak (KTT) Neon Ida dalam menyelenggarakan lumbung pakan kelompok. Kegiatan dilaksanakan di Desa Raimataus tanggal 12 Mei 2025 dengan pendekatan partisipatif yang meliputi penyuluhan, pelatihan praktik (demonstrasi learning by doing), dan pendampingan lapangan. Sebanyak 20 anggota KTT terlibat aktif; evaluasi dilaksanakan dengan monitoring berkala, wawancara terstruktur, dan checklist keterampilan sebagai instrumen utama. Tolok ukur keberhasilan ditetapkan minimal 75% peserta mampu mengaplikasikan teknik secara mandiri. Hasil monitoring menunjukkan partisipasi penuh (100%), peningkatan pemahaman (90% peserta mampu menjelaskan kembali konsep lumbung pakan serta manfaat fermentasi dan amoniasi), keterampilan fermentasi terpenuhi oleh 85% peserta, keterampilan amoniasi terpenuhi oleh 80% peserta, dan 85% peserta menyatakan komitmen untuk menerapkan teknologi secara kelompok. Fermentasi tepung kulit ubi kayu memperbaiki palatabilitas serta menurunkan zat antinutrisi sehingga dapat menggantikan sebagian jagung, sedangkan amoniasi meningkatkan kecernaan dan kadar protein jerami. Kesimpulannya, intervensi ini efektif meningkatkan kapasitas teknis dan kesadaran kolektif mitra dalam penyediaan lumbung pakan berbasis limbah lokal. Untuk keberlanjutan dan replikasi disarankan pendampingan lanjutan, penguatan fasilitas penyimpanan, dan pengembangan skema produksi kolektif.
Pemberdayaan Peternak Melalui Pengolahan Se’I Domba Berbasis Asap Cair Daun Kusambi Sabtu, Bastari; Krova, Maria; Malelak, Gemini; Makandolu, Solvi; Sabat, Diana Meliani; Dethan, Agustinus A.; Nalle, Mikson M. D.
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan dan ketrampilan peternak domba Desa Helebeik Rote Ndao dalam pengolahan daging se’i berbasis asap cair masih sangat minim. Pendekatan melalui pengabdian masyarakat dengan pola kemitraan adalah upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak sehingga dapat memanfaatkan secara maksimal potensi ternak domba. Tujuan kegiatan pengabdian adalah memperkenalkan asap cair daun kusambi dan penggunaan asap cair daun kusambi pada  pengolahan se’i domba, pengemasan dan labeling. Metode pengabdian yang diterapkan adalah melalui penyuluhan kepada peserta dan pelatihan kepada peserta tentang tahapan pengolahan daging sei domba, pelatihan tentang pengemasan yang baik dan pelabelan pada kemasan. Evaluasi untuk menilai pemahaman peserta dalam kegiatan tersebut. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada peternak domba adalah meningkatnya pemahaman peserta tentang pembuatan asap cair dan asap cair daun kusambi, meningkatnya keterampilan peserta dalam pengolahan se’i domba sesuai dengan tahapannya, meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam pengemasan yang baik dan manfaat labeling dalam kemasan. Peserta mampu menilai aspek organoleptik se’i domba yang dihasilkan, Disimpulkan, adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta rata-rata 64% setelah memperoleh pelatihan dibandingkan sebelum dilakukan pengabdian
PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN ALTERNATIF UNTUK TERNAK DENGAN MEMANFAATKAN BATANG PISANG TERFERMENTASI UNTUK MENINGKATKAN NILAI NUTRISI David Agustinus Nguru; Alberth N. Ndun; Alvrado B. Lawa; Simon E. Mulik; Salden E. Nifu; Hendrikus U. Padu; Diana M. Sabat; Morin M. Sol’uf; Ni M. P. Setyani; Adiyanto N. Banamtuan; Nautus S. Dalle
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20006

Abstract

Abstrak: Masalah yang dihadapi oleh peternak di Desa Ponain, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu sulitnya memenuhi kesediaan pakan secara kesinambungan baik mutu mau jumlahnya. Hal ini karena harga pakan yang tinggi, sehingga peternak memberikan pakan seadahnya tanpa melihat kebutuhan harian ternak babi yang menyebabkan produktivitas ternak babi menurun dan membutuhkan waktu pemeliharaan yang lebih lama. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memanfaatkan bahan lokal menjadi pakan alternatif dengan cara meningkatkan nilai gunanya dan pengurangi penggunaan pakan komersial sehingga lebih ekonomis serta meningkatkan softskill dan hardskill masyarakat dalam mengelolah pakan alternatif. Pelaksanaan PkM ini menggunakan metode ceramah dan eksperimen langsung bersama masyarakat. Masyarakat yang ikut dalam kegiatan ini adalah 25 orang dengan 19 laki-laki dan 6 orang perempuan. Evaluasi kegiatan ini dilihat dari adanya pre-test sebelum kegiatan dan post-test pada akhir kegiatan. Solusi yang di tawarkan yaitu pembuatan pakan alternatif menggunakan batang pisang yang difermentasi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kandungan nutrisi dan nilai guna batang pisang sehingga peternak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian ternak babi serta dapat menekan biaya pakan. Melalui kegiatan pengabdian ini peternak dapat mengetahui pemanfaatkan pembuatan pakan alternatif guna menekan biaya produksi pakan yang mahal. Berdasarkan hasil evaluasi melalui post-test dari 25 orang menunjukan hasil 80% responden mengalami peningkatan pengetahuan tentang fermentasi batang pisang.Abstract: The problem faced by breeders in Ponain Village, Amarasi District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara (NTT) is the difficulty of meeting feed supplies in a sustainable manner, both in quality and quantity. This is because the price of feed is high, so farmers provide as little feed as they can without considering the daily needs of pigs, which causes pig productivity to decrease and requires longer maintenance time. This Community Service (PKM) aims to utilize local ingredients into alternative feed by increasing its useful value and reducing the use of commercial feed so that it is more economical and improves the community's soft skills and hard skills in managing alternative feed. The implementation of PkM uses lecture methods and direct experiments with the community. There were 25 people who took part in this activity, 19 men and 6 women. Evaluation of this activity is seen from the pre-test before the activity and post-test at the end of the activity. The solution offered is making alternative feed using fermented banana stems. This aims to increase and optimize the nutritional content and use value of banana stems so that farmers can meet the daily nutritional needs of pigs and can reduce feed costs. Through this service activity, breeders can learn about the use of alternative feed production to reduce expensive feed production costs. Based on the results of evaluation via post-test from 25 people, the results showed that 90% of respondents had increased knowledge about banana stem fermentation.
PENGUATAN DESA BAUMATA BARAT SEBAGAI DESA PENYANGGA PENGHASIL PROTEIN HEWANI TELUR Setyani, Ni Made Paramita; Pradana, I Putu Yoga Bumi; Sabat, Diana Meliani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.65951

Abstract

Baumata Barat Village holds significant potential as a buffer zone for regional food security through the production of laying hen eggs by the Ora et Labora Farmer Group. However, high feed costs, due to the underutilization of locally available resources, remain a major constraint. This community engagement program aimed to enhance the capacity of the farmer group by promoting the use of locally sourced feed ingredients such as maize. A Participatory Action Research (PAR) approach was employed, encompassing the stages of preparation, socialization, training, technology application, mentoring, and evaluation. The training focused on the formulation of alternative feed using local maize, wheat bran, commercial concentrate, and limestone flour. Program evaluation was conducted using pre- and post-tests to assess changes in knowledge, skills, motivation, and participant satisfaction. Results indicated substantial improvements in knowledge (49.28%), skills (45.25%), motivation (59.48%), and satisfaction (15.37%). These findings demonstrate the effectiveness of the participatory approach in transferring knowledge, enhancing practical competencies, and boosting participant engagement. This program is expected to make a sustainable contribution to food security by strengthening the capacity of local farmers to produce laying hen eggs at lower costs. The utilization of local resources such as maize as an alternative feed ingredient not only reduces dependency on commercial feed but also fosters self-reliance and sustainability in poultry farming in Baumata Barat Village. With the improvement of farmers’ knowledge, skills, motivation, and satisfaction, the productivity and stability of egg production are anticipated to increase, thereby reinforcing the village’s role as a buffer zone for regional food security. Desa Baumata Barat memiliki potensi besar sebagai desa penyangga ketahanan pangan melalui produksi telur ayam ras oleh Kelompok Peternak Ayam Petelur Ora et Labora. Namun, tingginya biaya pakan akibat belum optimalnya pemanfaatan sumber daya lokal menjadi hambatan utama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok peternak dalam memanfaatkan potensi lokal seperti jagung untuk pakan alternatif ayam petelur jenis Isa Brown. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), meliputi tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Pelatihan difokuskan pada pembuatan ransum berbahan jagung lokal, dedak gandum, konsentrat, dan tepung kapur. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pada empat aspek: pengetahuan, keterampilan, motivasi, dan kepuasan mitra. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan (49,28%), keterampilan (45,25%), motivasi (59,48%), dan kepuasan mitra (15,37%). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis potensi lokal dengan pendekatan partisipatif efektif dalam meningkatkan kapasitas kelompok serta mendukung keberlanjutan usaha peternakan. Kegiatan ini berpotensi memberikan kontribusi berkelanjutan bagi ketahanan pangan melalui penguatan kapasitas peternak lokal dalam memproduksi telur ayam ras dengan biaya lebih efisien. Pemanfaatan sumber daya lokal seperti jagung sebagai bahan baku pakan alternatif tidak hanya menurunkan ketergantungan terhadap pakan komersial, tetapi juga mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha peternakan di Desa Baumata Barat. Dengan meningkatnya pengetahuan, keterampilan, motivasi, dan kepuasan peternak, diharapkan terjadi peningkatan produktivitas dan stabilitas produksi telur, yang pada gilirannya memperkuat peran desa sebagai penyangga ketahanan pangan regional.