Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Analisis Data Penelitian Menggunakan Aplikasi Jasp Bagi Mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Nusa Cendana Mulik, Simon Edison; Nugrahadi Ndun, Alberth; Bire Lawa, Alvrado; Agustinus Nguru, David; Mediviani Sol’uf, Morin; Umbu Padu, Hendrikus; Made Paramita Setyani, Ni; Meliani Sabat, Diana; Nessy Banamtuan, Adyanto; Eliazar Nifu, Salden
DEDIKASI PKM Vol. 5 No. 2 (2024): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dkp.v5i2.38926

Abstract

Kemampuan menganalisis data merupakan salah satu skill yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa. Skill ini penting karena pada akhir studi, mereka harus mengumpulkan data penelitian, menganalisisnya, dan menyajikannya dalam sebuah tulisan. Namun, sebagian besar mahasiswa masih belum paham dengan baik bagaimana menganalisis data penelitian. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kemampuan analisis mahasiswa dengan memanfaatkan aplikasi yang mudah dioperasikan dan dapat diakses secara gratis tanpa batas waktu. Aplikasi yang dimaksud adalah aplikasi JASP. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan mengisi kuesioner untuk mengetahui pemahaman awal mahasiwa Program Studi Peternakan Universitas Nusa Cendana tentang jenis-jenis alat analisis data dan cara pengoperasiannya, dilanjutkan dengan diskusi dan praktik secara langsung. Pada akhir pelatihan dilaksanakan evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang mahasiswa. Luaran yang dicapai dari kegiatan ini adalah 87,5% peserta mengalami peningkatan keterampilan dalam menganalisis data penelitian. Kegiatan ini dinilai berhasil dalam meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengolah data penelitian.
Pelatihan Tata Cara Submit Artikel Melalui Open Journal System (OJS) Bagi Mahasiswa Ndun, Alberth N.; Mulik, Simon E.; Nguru, David A.; Lawa, Alvrado B.; Sabat, Diana M.; Setyani, Ni Made P.; Sol’uf, Morin M.; Padu, Hendrikus U.; Nifu, Salden E.; Banamtuan, Adyanto N.
DEDIKASI PKM Vol. 5 No. 2 (2024): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dkp.v5i2.39001

Abstract

Publikasi artikel ilmiah merupakan salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa program studi peternakan, banyak mahasiswa yang belum memahami secara benar tata cara submit artikel di jurnal ilmiah menggunakan Open Journal System (OJS), sehingga pelatihan ini dilakukan untuk membantu mahasiswa memahami cara mendaftar dan submit artikel ke OJS. Pelatihan ini telah dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Lahan Kering Universitas Nusa Cendana pada tanggal 8 Februari 2024 Pukul 10.00 WITA, dan selesai pukul 12.00 WITA. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa semester 6 dan 8 sejumlah 16 orang. Pelatihan meliputi penjelasan tentang cara penulisan artikel, dan submit artikel di jurnal ilmiah menggunakan Open Journal System secara benar. Sebelum pelatihan dilakukan peserta ditanyakan terkait penulisan artikel, dan cara submit jurnal menggunakan OJS. Hal ini untuk mengukur pemahaman mahasiswa terkait materi yang disampaikan. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah pengenalan sistem OJS, dan dalam pelatihan artikel ilmiah dikirimkan melalui OJS. Pelatihan penyampaian artikel penelitian melalui OJS Selain penerapan sistem OJS, kegiatan tahap selanjutnya adalah pelatihan penyampaian artikel penelitian melalui OJS. Tujuannya adalah untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan menulis dan mencatat makalah penelitian serta menyerahkan makalah penelitian melalui OJS. Selain itu tim pengabdi juga memberikan bimbingan kepada mahasiswa seperti formulir evaluasi untuk mengetahui apakah mahasiswa sudah memahami dengan benar cara submit artikel melalui OJS. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan, dapat dilihat bahwa dari total mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 62,5% peserta sangat paham terhadap penjelasan yang disampaikan, 25% paham, sedangkan 12,5% kurang paham. Bimbingan dilakukan sejak artikel mahasiswa berhasil disubmit sampai artikel mahasiswa tersebut dinyatakan telah terbit pada salah satu jurnal. Pembimbingan dilakukan untuk mentransfer pengetahuan serta wawasan bagi mahasiswa, sehingga mahasiswa mampu memahami banyak tingkatan yang perlu dimengerti dalam penulisan, dan publikasi artikel.
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA MELALUI PELATIHAN USAHA AYAM PETELUR UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN Sabat, Diana Meliani; Ruliati, Luh Putu; Sol’uf, Morin Mediviani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34738

Abstract

Abstrak: Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan Karang Taruna Lais Manekat dalam meningkatkan keterampilan budidaya ayam petelur, mengingat masih terbatasnya pengetahuan dan praktik manajemen pemeliharaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta melalui penyuluhan, demonstrasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi.Tujuan kegiatan ini adalah secara khusus untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam aspek hardskill yaitu kemampuan teknis pemeliharaan ayam petelur sekaligus softskill berupa kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang anggota Karang Taruna yang mengikuti seluruh rangkaian PKM.. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, ceramah interaktif, demonstrasi lapangan, pendampingan langsung, serta monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan keberlanjutan hasil.… Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test sebanyak 25 butir serta rubrik penilaian keterampilan dengan enam indikator. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, dari rata-rata 46% sebelum kegiatan menjadi 84% setelah kegiatan. Keterampilan praktik peserta juga meningkat dari kategori rendah (skor 6–10) menjadi kategori tinggi (skor 14–18). Selain itu, peserta mulai mandiri dalam menakar pakan, melakukan pencatatan produksi, dan memanfaatkan limbah kotoran ayam sebagai pupuk organik. Pada minggu kedua, produksi telur meningkat dari 12 butir di hari pertama menjadi 19 butir pada hari kelima. Dampak nyata kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan hasil produksi, sekaligus terciptanya praktik pertanian terpadu berbasis pemanfaatan limbah. Program ini dapat menjadi dasar pengembangan usaha kecil berbasis ayam petelur serta peluang keberlanjutan bagi ketahanan pangan keluarga dan masyarakat desa.Abstract: This Community Service Program (PKM) was implemented to address the needs of Karang Taruna Lais Manekat in improving their skills in laying hen farming, given their limited knowledge and practice of management and maintenance. The specific objective of this activity was to improve the capacity of partners in terms of hard skills, namely technical skills in laying hen maintenance, as well as soft skills such as independence, discipline, and responsibility. There were 20 Karang Taruna members who participated in the entire PKM series. The activity was carried out using a participatory approach through counseling, interactive lectures, field demonstrations, direct assistance, and periodic monitoring and evaluation to ensure the sustainability of the results. The evaluation was conducted using a 25-item pre-test and post-test questionnaire and a skill assessment rubric with six indicators. The results of the activity showed a significant increase in knowledge, from an average of 46% before the activity to 84% after the activity. The participants' practical skills also increased from the low category (score 6–10) to the high category (score 14–18). In addition, participants began to independently measure feed, record production, and utilize chicken manure as organic fertilizer. In the second week, egg production increased from 12 eggs on the first day to 19 eggs on the fifth day. The tangible impact of this activity was an increase in knowledge, skills, and production, as well as the creation of integrated agricultural practices based on waste utilization. This program can serve as a basis for the development of small businesses based on laying hens and opportunities for sustainability for family and village food security.
PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN ALTERNATIF UNTUK TERNAK DENGAN MEMANFAATKAN BATANG PISANG TERFERMENTASI UNTUK MENINGKATKAN NILAI NUTRISI Nguru, David Agustinus; Ndun, Alberth N.; Lawa, Alvrado B.; Mulik, Simon E.; Nifu, Salden E.; Padu, Hendrikus U.; Sabat, Diana M.; Sol’uf, Morin M.; Setyani, Ni M. P.; Banamtuan, Adiyanto N.; Dalle, Nautus S.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20006

Abstract

Abstrak: Masalah yang dihadapi oleh peternak di Desa Ponain, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu sulitnya memenuhi kesediaan pakan secara kesinambungan baik mutu mau jumlahnya. Hal ini karena harga pakan yang tinggi, sehingga peternak memberikan pakan seadahnya tanpa melihat kebutuhan harian ternak babi yang menyebabkan produktivitas ternak babi menurun dan membutuhkan waktu pemeliharaan yang lebih lama. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memanfaatkan bahan lokal menjadi pakan alternatif dengan cara meningkatkan nilai gunanya dan pengurangi penggunaan pakan komersial sehingga lebih ekonomis serta meningkatkan softskill dan hardskill masyarakat dalam mengelolah pakan alternatif. Pelaksanaan PkM ini menggunakan metode ceramah dan eksperimen langsung bersama masyarakat. Masyarakat yang ikut dalam kegiatan ini adalah 25 orang dengan 19 laki-laki dan 6 orang perempuan. Evaluasi kegiatan ini dilihat dari adanya pre-test sebelum kegiatan dan post-test pada akhir kegiatan. Solusi yang di tawarkan yaitu pembuatan pakan alternatif menggunakan batang pisang yang difermentasi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kandungan nutrisi dan nilai guna batang pisang sehingga peternak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian ternak babi serta dapat menekan biaya pakan. Melalui kegiatan pengabdian ini peternak dapat mengetahui pemanfaatkan pembuatan pakan alternatif guna menekan biaya produksi pakan yang mahal. Berdasarkan hasil evaluasi melalui post-test dari 25 orang menunjukan hasil 80% responden mengalami peningkatan pengetahuan tentang fermentasi batang pisang.Abstract: The problem faced by breeders in Ponain Village, Amarasi District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara (NTT) is the difficulty of meeting feed supplies in a sustainable manner, both in quality and quantity. This is because the price of feed is high, so farmers provide as little feed as they can without considering the daily needs of pigs, which causes pig productivity to decrease and requires longer maintenance time. This Community Service (PKM) aims to utilize local ingredients into alternative feed by increasing its useful value and reducing the use of commercial feed so that it is more economical and improves the community's soft skills and hard skills in managing alternative feed. The implementation of PkM uses lecture methods and direct experiments with the community. There were 25 people who took part in this activity, 19 men and 6 women. Evaluation of this activity is seen from the pre-test before the activity and post-test at the end of the activity. The solution offered is making alternative feed using fermented banana stems. This aims to increase and optimize the nutritional content and use value of banana stems so that farmers can meet the daily nutritional needs of pigs and can reduce feed costs. Through this service activity, breeders can learn about the use of alternative feed production to reduce expensive feed production costs. Based on the results of evaluation via post-test from 25 people, the results showed that 90% of respondents had increased knowledge about banana stem fermentation.
Substituting star grass with corn fodder in Bali Heifer Diets: Impact on intake, digestibility, nitrogen balance, and blood profile JALALUDIN, JALALUDIN; NIKOLAUS, TARA TIBA; SABAT, DIANA MELIANI; SETYANI, NI MADE PARAMITA
Asian Journal of Agriculture Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Smujo International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/asianjagric/g090254

Abstract

Abstract. Jalaludin, Nikolaus TT, Sabat DM, Setyani NMP. 2025. Substituting star grass with corn fodder in Bali Heifer Diets: Impact on intake, digestibility, nitrogen balance, and blood profile. Asian J Agric 9: 881-888. This study aimed to evaluate the substitution of Star Grass Silage (SGS) with hydroponic Corn Fodder (CF) in the diets of Bali heifers, with a focus on feed intake, nutrient digestibility, nitrogen retention, and blood profile parameters. Hydroponic corn fodder was assessed as a sustainable alternative to star grass silage for Bali heifers, which are typically raised in dry tropical regions characterized by seasonal forage scarcity. Previous studies on the use of corn fodder have predominantly focused on dairy cattle, buffaloes, or goats; therefore, this study provides novel information on Bali heifers in terms of intake, digestibility, nitrogen retention, and blood profiles to determine the optimal substitution level. The experiment employed a 4 × 4 Latin square design with four dietary treatments, consisting of the replacement of SGS with CF at levels of 0%, 20%, 40%, and 60%. The results showed that CF substitution significantly affected (P < 0.05) nitrogen intake and nitrogen retention, with the highest values observed at the 20% CF substitution level, while increasing the substitution to 60% resulted in reduced nitrogen intake and retention. In contrast, CF substitution had no significant effect (P > 0.05) on dry matter, organic matter, and crude protein intake, nutrient digestibility, or blood profile parameters. It was concluded that hydroponic corn fodder can effectively replace star grass silage at substitution levels of 20-40% of the forage portion without impairing nutrient utilization or physiological balance. These findings highlight the potential of hydroponic corn fodder as a forage resource to support the sustainability of Bali cattle production in tropical regions with limited forage availability, particularly during the dry season.
Penyediaan Lumbung Pakan Melalui Fermentasi Kulit Ubi Kayu dan Amoniasi Jerami Sebagai Upaya Kemandirian Peternak Sabat, Diana M.; Lestari, Gusti Ayu Yudiwati; Dami Dato, Twenfosel O.; Suryani, Ni Nengah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7255

Abstract

Ketersediaan pakan yang tidak menentu pada musim kemarau menjadi kendala utama bagi produktivitas sapi dan kambing di Desa Raimataus. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal khususnya kulit ubi kayu dan jerami padi sebagai pakan alternatif; (2) mengenalkan dan melatih teknik fermentasi tepung kulit ubi kayu serta amoniasi jerami padi; dan (3) memperkuat kemandirian Kelompok Tani Ternak (KTT) Neon Ida dalam menyelenggarakan lumbung pakan kelompok. Kegiatan dilaksanakan di Desa Raimataus tanggal 12 Mei 2025 dengan pendekatan partisipatif yang meliputi penyuluhan, pelatihan praktik (demonstrasi learning by doing), dan pendampingan lapangan. Sebanyak 20 anggota KTT terlibat aktif; evaluasi dilaksanakan dengan monitoring berkala, wawancara terstruktur, dan checklist keterampilan sebagai instrumen utama. Tolok ukur keberhasilan ditetapkan minimal 75% peserta mampu mengaplikasikan teknik secara mandiri. Hasil monitoring menunjukkan partisipasi penuh (100%), peningkatan pemahaman (90% peserta mampu menjelaskan kembali konsep lumbung pakan serta manfaat fermentasi dan amoniasi), keterampilan fermentasi terpenuhi oleh 85% peserta, keterampilan amoniasi terpenuhi oleh 80% peserta, dan 85% peserta menyatakan komitmen untuk menerapkan teknologi secara kelompok. Fermentasi tepung kulit ubi kayu memperbaiki palatabilitas serta menurunkan zat antinutrisi sehingga dapat menggantikan sebagian jagung, sedangkan amoniasi meningkatkan kecernaan dan kadar protein jerami. Kesimpulannya, intervensi ini efektif meningkatkan kapasitas teknis dan kesadaran kolektif mitra dalam penyediaan lumbung pakan berbasis limbah lokal. Untuk keberlanjutan dan replikasi disarankan pendampingan lanjutan, penguatan fasilitas penyimpanan, dan pengembangan skema produksi kolektif.
Pemberdayaan Peternak Melalui Pengolahan Se’I Domba Berbasis Asap Cair Daun Kusambi Sabtu, Bastari; Krova, Maria; Malelak, Gemini; Makandolu, Solvi; Sabat, Diana Meliani; Dethan, Agustinus A.; Nalle, Mikson M. D.
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan dan ketrampilan peternak domba Desa Helebeik Rote Ndao dalam pengolahan daging se’i berbasis asap cair masih sangat minim. Pendekatan melalui pengabdian masyarakat dengan pola kemitraan adalah upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak sehingga dapat memanfaatkan secara maksimal potensi ternak domba. Tujuan kegiatan pengabdian adalah memperkenalkan asap cair daun kusambi dan penggunaan asap cair daun kusambi pada  pengolahan se’i domba, pengemasan dan labeling. Metode pengabdian yang diterapkan adalah melalui penyuluhan kepada peserta dan pelatihan kepada peserta tentang tahapan pengolahan daging sei domba, pelatihan tentang pengemasan yang baik dan pelabelan pada kemasan. Evaluasi untuk menilai pemahaman peserta dalam kegiatan tersebut. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada peternak domba adalah meningkatnya pemahaman peserta tentang pembuatan asap cair dan asap cair daun kusambi, meningkatnya keterampilan peserta dalam pengolahan se’i domba sesuai dengan tahapannya, meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam pengemasan yang baik dan manfaat labeling dalam kemasan. Peserta mampu menilai aspek organoleptik se’i domba yang dihasilkan, Disimpulkan, adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta rata-rata 64% setelah memperoleh pelatihan dibandingkan sebelum dilakukan pengabdian