Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Inovasi Perangkat Pembelajaran Seni Budaya Berbasis Digital di SMP Kota Tanjungbalai Widiastuti, Uyuni; Rahmah, Sitti; Sembiring, Adina S; Sugito, Sugito; Suharyanto, Suharyanto
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.19348

Abstract

Background: Kesenjangan pembelajaran Seni Budaya di SMP Kota Tanjungbalai terlihat dari masih dominannya perangkat manual, minimnya teknologi digital, dan kurang optimalnya integrasi tradisi lokal Melayu. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis digital yang terintegrasi dengan muatan lokal seni musik, tari, dan rupa khas Melayu, sehingga pembelajaran menjadi lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Metode: Pelaksanaan kegiatan meliputi tahapan persiapan, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 23 guru Seni Budaya dari SMP negeri dan swasta di Kota Tanjungbalai. Tahap pelatihan menghadirkan narasumber sesuai bidang keahlian (musik, tari, rupa, teknologi), sementara tahap pendampingan difokuskan pada penyusunan perangkat pembelajaran digital yang dimasukkan ke dalam platform daring. Evaluasi dilakukan dengan instrumen berupa lembar observasi, angket, rubrik penilaian, dan wawancara. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran digital berbasis muatan lokal. Guru yang sebelumnya hanya menggunakan media manual kini mampu mengembangkan perangkat dalam bentuk game edukasi, modul digital, media interaktif, hingga website pembelajaran. Inovasi utama dari program ini adalah peluncuran situs web khusus yang menampung perangkat pembelajaran digital hasil karya guru, sehingga dapat diakses secara fleksibel oleh guru dan siswa.
Local Village Facilitators as Agents of Change Case Study on Community Empowerment in Air Bagi Village, Congcong Subdistrict, Indragiri Hilir Regency Rahmah, Sitti; Museliza, Virna; Fatimah, Siti
International Conference on Business Management and Accounting Vol 4 No 1 (2025): Proceeding of International Conference on Business Management and Accounting
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/icobima.v4i1.5296

Abstract

Assistance is one of the important steps that must be taken to accelerate the achievement of community independence and welfare. Local village facilitators have the main task and function of assisting villages in the administration of village government, inter-village cooperation, the development of village-owned enterprises (BUMDes), and local village-scale development facilities. The village of Air Bagi is still very lacking in community empowerment and organization, as seen from the low level of community enterprise and independence. Therefore, local village facilitators are needed as community facilitators to mobilize and empower the community of Air Bagi village. There is one village facilitator in the Concong sub-district and two local village facilitators, each assigned to assist two villages. The purpose of this study is to examine how local village. facilitators act as agents of change: a case study of community empowerment in Air Bagi Village, Congcong Sub-district, Indragiri Hilir Regency, and the obstacles they face. This study uses a qualitative descriptive method, with data obtained from observations, interviews, and documentation. This research uses a qualitative descriptive method, with data obtained from observations, interviews, and documentation.The results of this study indicate that local assistants in Air Bagi village have not been optimal in providing community empowerment activities in Air Bagi village. This can be seen from the community's dissatisfaction with their performance and the fact that their activities are limited to providing assistance to farmer and fisherman groups. The obstacles encountered are a lack of funding, frequently changing regulations, and the considerable distance to the village.
Analisis Dimensi Kualitas Pelayanan Publik di Era Otonomi Daerah: Studi Kasus Kantor Camat Sinaboi Asro Alfayadh, Dinda; Museliza, Virna; Rahmah, Sitti
PUBLICNESS: Journal of Public Administration Studies Vol. 4 No. 3 (2025): PUBLICNESS: Journal of Public Administration Studies
Publisher : Policy, Law and Political Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/publicness.v4i3.283

Abstract

Subdistrict is a government agency directly under the regency, so it can be said that the success of development also depends on the extent of participation of the local community and the subdistrict government apparatus in planning the development. In addition to being the implementer and planner of community service programs in administrative and population matters, which are the authority of the subdistrict. The Sinaboi Subdistrict Office in Rokan Hilir Regency is a regional apparatus that carries out regional autonomy and assistance matters in the subdistrict to meet the lack of adequate facilities and infrastructure in the subdistrict area. The objective is to analyze the quality and effectiveness of services at the Sinabo Subdistrict Office Sinaboi Subdistrict Office, Rokan Hilir Regency. This research uses a qualitative descriptive method, with data obtained from observations, interviews, and documentation. The results of the research show that, overall, the quality and effectiveness of services at the Sinaboi Subdistrict Office are very good. This is indicated by the results of interviews with community members in Sinaboi Subdistrict, Rokan Hilir District. The service quality is very good, easy, and fast. The community greatly appreciates the services provided by the Sinaboi Subdistrict Office, which greatly supports the ease of service at the Sinaboi Subdistrict Office in Rokan Hilir District.
Penerapan Arsitektur U-Net untuk Segmentasi Semantik Citra Buah dengan Latar Belakang Kompleks Jamil, Muh Jamil; Wati, Asiah; Rahmah, Sitti; Fawait, Aldi Bastiatul
Jurnal Rekayasa Teknologi Informasi (JURTI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Rekayasa Teknologi Informasi (JURTI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jurti.v10i1.26518

Abstract

Perkembangan ilmu Computer Vision telah berhasil membuat terobosan baru di berbagai bidang, salah satunya adalah di bidang pertanian. Hal ini semakin membuka peluang bagi pertanian cerdas berbasis IoT untuk dapat diterapkan guna mengoptimalisasi pekerjaan petani. Salah satu langkah awal yang bisa diterapkan adalah segmentasi citra, tujuannya adalah untuk mendeteksi area tertentu seperti buah, daun dan objek lain yang memiliki oklusi dan latar belakang kompleks pada lingkungan perkebunan secara langsung. Penelitian yang dikerjakan mengusulkan metode segmentasi semantic berbasis Deep Learning yaitu dengan memadukan ketangguhan dari U-Net dan juga VGG16 dalam melakukan proses segementasi buah melon pada lingkungan perkebunan secara langsung. Model segmentasi yang dirancangan terbukti mampu melakukan proses segmentasi dengan sangat optimal dengan score loss minimum sebesar 0.0157 dan score IoU maksimum sebesar 0.9922 pada proses train dan testing model, selain itu model yang dirancang mampu bekerja secara optimal dengan score IoU sebesar 0.9893 pada validasi akhir model. Penelitian yang dikerjakan bukan hanya berkontribusi sebagai rujukan akademis terkait dengan penerapan computer vision pada bidang pertanian cerdas, tetapi juga dapat berkontribusi menciptakan dataset baru bagi penelitian lanjut di masa mendatang.
Nilai Estetika Tatak Moccak pada Masyarakat Pakpak Dairi Simanjuntak, Ester Natalia; Martozet, Martozet; Rahmah, Sitti
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 15 No. 1 (2026): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v15i1.73279

Abstract

Tatak Moccak, the traditional dance of the Pakpak tribe in North Sumatra, combines dance and martial arts inspired by tiger movements. This research aims to explore the aesthetic values contained in the movements, musical accompaniment, traditional costumes, and the welcoming procession. With a descriptive qualitative approach, data were obtained through observation, interviews, and documentation from sources as well as Tatak Moccak dancers in Hutarakyat Village. The research results show that the aesthetic value of Tatak Moccak is manifested in the harmony of dance movements such as persentabien, bunga-bunga, mundur mi podi, toyong, and santah, which have symbolic meanings. Additionally, the accompaniment of traditional music creates beauty through rhythms and melodies that harmonize with the dance movements, while traditional attire, such as oles eket takal and baju merapi-api, adds visual appeal. Tatak Moccak also plays an important role in traditional ceremonies and welcoming rituals as a symbol of the cultural identity of the Pakpak tribe. However, the lack of recognition among the younger generation poses a challenge in preserving this dance. Therefore, educational and cultural promotion efforts are key to ensuring the sustainability of Tatak Moccak in the future.
Struktur Tor Tor Usihan Bodat Haudanan dalam Pesta Rondang Bittang pada Masyarakat Simalungun Sandrina, Tesya; Rahayu, Tuti; Rahmah, Sitti
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 15 No. 1 (2026): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v15i1.73280

Abstract

Tor-tor Usihan Bodat Haudanan is a folk dance performed at the Rondang Bittang Festival, a Simalungun community celebration during the harvest. This research aims to analyze the structure of this dance using Anya Peterson Royce's structural theory, which describes the relationship between the parts of the dance. The method used was descriptive qualitative, implemented at the Pematang Raya State Vocational School for Arts and Culture. The results of the research showed that there was an organizational relationship between the beginning, content and conclusion. The first part begins with a gesture of respect to the audience. The main part depicts a monkey stealing fruit in the field, while the ending shows the monkey confused when the rain comes, ending with a tribute. The three acts reflect the relationship between theme, movement and floor patterns. Dynamic dance movements involve the hands, feet and body, inspired by nature and everyday life. This Tor-tor theme reflects the disturbances faced by farmers during the farming process. Music functions as a rhythm that accompanies every movement.
Peningkatan Pemahaman Siswa Sekolah Menengah Kejuruan terhadap Pengolahan Citra Digital dan Computer Vision melalui Kegiatan Edukasi dan Praktik Sederhana Jamil, Muh; Rahmah, Sitti; Bastiatul Fawait, Aldi; Fajar Saputra, Yudhi
JURPIKAT Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i2.3140

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi berbasis Computer Vision membuat berbagai aplikasi pengolahan citra menjadi semakin mudah untuk digunakan oleh siswa. Namun, kemudahan tersebut tidak selalu diikuti dengan pemahaman mengenai bagaimana teknologi tersebut bekerja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai pengolahan citra digital dan Computer Vision kepada siswa sekolah menengah kejuruan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui penyampaian materi dan praktik sederhana menggunakan Google Teachable Machine, kemudian dievaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar indikator mengalami peningkatan yang signifikan (p < 0,05). Di sisi lain, siswa juga menunjukkan respon yang sangat positif dengan tingkat minat dan persepsi yang berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Meskipun demikian, beberapa konsep dasar seperti pixel dan resolusi masih perlu diperdalam. Namun secara keseluruhan, kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman sekaligus menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap teknologi Computer Vision.
LITERASI PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DIKALANGAN PELAJAR SEKOLAH MENEGAH ATAS DI KOTA PEKANBARU Rahmah, Sitti; Museliza, Virna; Ustha, Endrianto; Alkadafi, Muammar
IJTIMA': JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ijtima.2024.19179

Abstract

Indonesia terus mengalami kemajuan baik di bidang teknologi maupun komunikasi. Pada saat ini semua informasi serba terbuka, masyarakat Indonesia bisa mendapatkan informasi tampa batas. Majunya perkembangan media dan teknologi yang sangat pesat termasuk literasi media kemudian memberi pengaruh yang besar dan mendominasi seluruh sektor kehidupan di masyarakat Indonesia. Salah satu sektor usia yang paling berpengaruh Majunya perkembangan media dan teknologi yakni usia remaja hingga dewasa. Di kalangan remaja, literasi media sangat memiliki pengaruh dan bahkan jadi elemen penting dalam berkehidupan. Tapi jika tidak berhati-hati, literasi media akan menjadi dua ujung pedang yang juga memberi efek negatif selain memiliki berbagai dampak positif. Kalangan remaja yang mempunyai media sosial biasanya memposting tentang kegiatan pribadinya, curhatannya, serta fotofoto bersama teman. Dalam media sosial siapapun dapat dengan bebas berkomentar serta menyalurkan pendapatnya tanpa rasa khawatir. Hal ini dikarenakan dalam internet khususnya media sosial sangat mudah memalsukan jati diri atau melakukan kejahatan. Padahal dalam perkembangannya di sekolah, remaja berusaha mencari identitasnya dengan bergaul bersama teman sebayanya. Namun saat ini seringkali remaja beranggapan bahwa semakin aktif dirinya di media sosial maka mereka akan semakin dianggap keren dan gaul. Sedangkan remaja yang tidak mempunyai media sosial biasanya dianggap kuno atau ketinggalan jaman dan kurang bergaul.
SOSIALISASI SERTIFIKASI HALAL DI ZONA KHAS KULINER HALAL AMAN SEHAT DI KOTA PAYAKUMBUH Museliza, Virna; Rahmah, Sitti; Deswimar, Devi; Rimet
IJTIMA': JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ijtima.2024.19414

Abstract

Zona KHAS adalah sebuah kawasan kuliner dengan minimal 10 (sepuluh) tenant (kedai) yang erat kaitannya dengan konsumsi makanan sehari-hari serta didukung dengan sarana dan prasarana yang mendukung pelayanan prima bagi konsumen. Dalam kawasan Zona KHAS harus terdapat tempat ibadah (musalah) dan perlengkapan ibadah atau dekat dengan masjid (maksimum berjarak 500 meter). Selain itu tersedia toilet yang bersih dan terpisah antara pria dan wanita, tempat mencuci tangan, dan area khusus untuk merokok. Banyak aspek yang perlu diperhatikan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di bidang kuliner, salah satunya mengurus sertifikasi halal. Sertifikat terbitan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) ini penting dimiliki pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Apalagi, mayoritas penduduk di Indonesia memeluk agama Islam dan memerlukan jaminan halal produk kuliner yang dikonsumsi. Sertifikasi halal mempunyai manfaat untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, meningkatkan pangsa pasar, meningkatkan daya saing bisnis. Dengan memiliki sertifikat halal, produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) akan lebih diterima di pasaran, terutama di kalangan konsumen Muslim yang membutuhkan produk halal agar lebih aman Ketika dikonsumsi. Untuk mendukung Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah agar mempunyai sertifikasi halal yang salah satunya adalah pelaku usaha makanan dan minuman. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) kembali membuka program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) dengan kuota 1 Juta Sertifikat dan setiap pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah sudah bisa mendaftar di awal Januari 2023 dan pentahapan kewajiban sertifikasi halal tahap pertama akan berakhir pada tanggal 17 Oktober 2024.