Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Investigating Social Elements of Human Literacy to Become Educators of Children with Special Needs in Inclusive Preschools Suri Handayani Damanik; Salsabila Hasiana Tanjung; Ibnu Hajar; Kamtini; Lucia Voni Pebriani
International Journal of Educational Practice and Policy Vol. 4 No. 2 (2026): June-July 2026
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/ijepp.v4i2.664

Abstract

This study analyses the social aspects of human literacy among Early Childhood Education Program (ECEP) students in Medan to support children with special needs in inclusive settings. Using a descriptive quantitative design, data were collected from 127 fourth-year students through a 48-item questionnaire covering six indicators: justice, respect, care, leadership, relationship-building, and communication. The results show that students’ social human literacy is in the “good” category (M = 3.21). Care (empathy) and communication scored the highest, indicating strong interpersonal sensitivity in supporting diverse learners, including children with special needs. However, social leadership was the lowest, suggesting limited readiness in initiating and managing inclusive practices. Overall, students demonstrate moderate to strong readiness for inclusive education, but improvements are needed in leadership and action-oriented competencies. The study highlights the importance of integrating experiential learning in teacher education to better prepare inclusive educators.
Pengaruh Inflasi dan Pendapatan Rumah Tangga terhadap Partisipasi Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia Zulfahmi Syahputra Nasution; Salsabila Hasiana Tanjung
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8947

Abstract

Abstrak: Latar belakang: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam pembentukan kemampuan kognitif, sosial, emosional, dan karakter anak yang berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Namun, tingkat partisipasi PAUD di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama yang berkaitan dengan kondisi ekonomi rumah tangga dan dinamika makroekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan pendapatan rumah tangga terhadap partisipasi pendidikan anak usia dini di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori (explanatory research) yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan pendapatan rumah tangga terhadap partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia. Pendekatan kuantitatif dipilih karena mampu menjelaskan hubungan kausal antarvariabel melalui pengujian statistik yang objektif. Dengan rentang waktu 2020–2024 dan 38 provinsi, jumlah observasi penelitian Adalah 190. Penelitian ini menggunakan partisipasi paud (Y) dan inflasi (X1) berpengaruh negatif kemudian pendapatan rumah tangga (X2) berpengaruh positif. Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa stabilitas ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan faktor penting dalam mendukung pemerataan akses pendidikan anak usia dini. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat melalui program perlindungan sosial dan peningkatan pendapatan keluarga guna mendukung partisipasi PAUD yang lebih luas dan berkelanjutan di Indonesia. Kata kunci: inflasi, pendapatan rumah tangga, partisipasi pendidikan, ekonomi rumah tangga, akses Pendidikan
Building An Early Childhood Literacy Ecosystem Through Teacher and Parental Supervision in Meaningful Reading Kamtini Kamtini; Salsabila Hasiana Tanjung; Dwi Maya Novitri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26372

Abstract

ABSTRACT Basic literacy is an important foundation for the development of language, communication, and thinking skills in early childhood. However, literacy instillation efforts still face various challenges, such as low parental involvement, limited understanding of meaningful literacy among teachers and families, and a lack of synergy between the school and home environments. This community service activity aims to build an early childhood literacy ecosystem by mentoring teachers and parents in meaningful reading activities. The activity was carried out in Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, involving kindergarten teachers, parents, and school principals as participants. The methods used included counseling, training, interactive discussions, meaningful reading practices, and joint reflection. The material provided covered the concept of meaningful literacy, strategies for assisting children in reading, and the collaborative role of teachers and parents in building a culture of literacy from an early age. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the importance of meaningful literacy and the active role of families in supporting children's literacy development. Participants also demonstrated high enthusiasm through discussions, sharing experiences, and a commitment to implementing literacy practices at home and at school. This activity contributed to strengthening school-family partnerships, thus establishing a literacy ecosystem that supports optimal child development. Keywords: Meaningful Literacy, Early Childhood, Literacy Ecosystem.
Perkembangan Seni Anak Usia 5-6 Tahun Kamtini; Salsabila Hasiana Tanjung; Julailanajmi Hasiholanda Tanjung
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8639

Abstract

Pencapaian perkembangan seni pada anak usia 5-6 tahun yang termasuk dalam bagian tertarik dengan kegiataan seni, yaitu sebagai berikut: a) menyanyikan lagu dengan sikap yang benar b) menggunakan berbagai macam alat musik tradisional maupun alat musik lain untuk menirukan suatu irama atau lagu tertentu c) bermain drama sederhana d) menggambarkan berbagai macam bentuk yang beragam e) melukis dengan berbagai cara dan objek f) membuat karya seperti bentuk sesungguhnya dengan berbagai bahan (kertas, plastisin, balok, dll). Tujuan dari pengembangan seni untuk anak usia dini adalah untuk menumbuhkan perasaan dan jiwa halus pada diri anak, yang pada akhirnya membentuk sosok pribadi yang peka terhadap lingkungan, menumbuhkan estetika dan empati terhadap penderitaan orang lain Salah satu cara atau kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan seni pada anak usia dini yaitu dengan kegiatan menggambar dan mewarnai. Penelitian ini mengobservasi prilaku yang muncul pada diri anak dalam capaian perkembangan seni anak. Menemukan bahwa anak usia 5-6 tahun memiliki kemampuan sesuai indikator capaian perkembangan seni yang diharapkan.