Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Representasi Komunikasi Keluarga Dalam Film Perayaan Mati Rasa: Analisis Semiotika Roland Barthes Nur Ikhsan Fauzi Kamil; Agung Putra Mulyana; Ali Imron Hamid
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film merupakan media komunikasi massa yang mampu merepresentasikan berbagai persoalan sosial, termasuk dinamika komunikasi keluarga. Film Perayaan Mati Rasa menampilkan hubungan ayah, ibu, Ian, dan Uta yang diwarnai kepedulian, konflik, dukungan emosional, kehilangan, serta proses penerimaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi komunikasi keluarga dalam film Perayaan Mati Rasa melalui semiotika Roland Barthes. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis teks. Data diperoleh melalui observasi berulang terhadap film, dokumentasi berupa tangkapan layar dan dialog adegan, serta studi kepustakaan. Unit analisis terdiri atas 15 adegan yang mengandung komunikasi keluarga. Data dianalisis melalui tiga tingkat pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi keluarga direpresentasikan melalui komunikasi verbal, nonverbal, dan simbolik yang memuat nilai kepedulian, keterbukaan, dukungan emosional, kebersamaan, cinta, kasih sayang, serta penyelesaian konflik. Pada tingkat mitos, film membangun pemahaman bahwa keluarga merupakan ruang utama untuk memperoleh dukungan emosional, komunikasi jujur menjadi fondasi keharmonisan, dan kehilangan tidak memutus ikatan emosional karena kenangan serta nilai keluarga tetap diwariskan. Dengan demikian, film tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga medium representasi nilai komunikasi keluarga.
Representasi Perjuangan Ayah dalam Mendidik Anak pada Film Panggil Aku Ayah Jessica Napitupulu; Agung Putra Mulyana; Ali Imron Hamid
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perjuangan ayah dalam mendidik anak yang ditampilkan dalam film Panggil Aku Ayah dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan unit analisis berupa lima storysceneyang merepresentasikan aspek perubahan dan pertumbuhan, perlindungan, kasih sayang dan perhatian, pengorbanan, serta pendidikan dan bimbingan. Data penelitian diperoleh melalui observasi terhadap film dan dokumentasi berupa tangkapan layar serta dialog pada adegan yang dipilih. Analisis data dilakukan melalui tiga tingkat pemaknaan Roland Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos, yang selanjutnya dikaitkan dengan konsep fatherhood yang dikemukakan oleh Michael E. Lamb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan Kang Dedi sebagai ayah nonbiologis direpresentasikan melalui proses membangun dan mengembangkan hubungan dengan Intan, tindakan perlindungan, pemberian perhatian terhadap kebutuhan dan keberadaan anak, pengorbanan kepentingan pribadi, serta dukungan terhadap pendidikan dan perkembangan anak. Pada tingkat denotasi, perjuangan tersebut ditampilkan melalui tindakan dan perilaku konkret Kang Dedi dalam menjalankan perannya sebagai ayah. Pada tingkat konotasi, tindakan tersebut merepresentasikan nilai kepedulian, kasih sayang, keberanian, pengorbanan, dan tanggung jawab. Sementara itu, pada tingkat mitos, film Panggil Aku Ayah membangun konstruksi makna bahwa peran ayah tidak semata-mata ditentukan oleh hubungan biologis, tetapi oleh keterlibatan emosional, ketersediaan dalam kehidupan anak, serta tanggung jawab yang diwujudkan secara konsisten. Dengan demikian, film ini merepresentasikan fatherhood sebagai peran sosial dan emosional yang terbentuk melalui proses pengasuhan, perlindungan, pendidikan, dan kehadiran nyata dalam kehidupan anak.
Analisis Naratif Video Cania Citta Cara Berpikir Madilog di akun YouTube Malaka Ganang Yudha Prasetyo; Agung Putra Mulyana; Ali Imron Hamid
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.879

Abstract

Penelitian ini menjelaskan struktur narasi didalam video yang disampaikan Cania Citta di akun YouTube Malaka dengan pembahasan Cara Berpikir Madilog. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuanĀ  peran YouTube sebagai alat komunikasi dalam menyampaikan ideologi terhadap penonton digital. Penelitian ini melakukan analisis dan pengumpulan data melalui pengunduhan video, observasi berulang, dan transkrip video. Hasil analisis menunjukan bahwa video Cania Citta Cara Berpikir Madilog memiliki stuktur narasi yang sesuai dan mudah dipahami oleh para penonton. Dengan menggunakan teori new media dan YouTube sebagai media komunikasi akun YouTube Malaka berhasil menjangkau gagasannya untuk mengedukasi masyarakat untuk berpikir kritis. Narasi tersebut berhasil didalam video dapat dilihat dari koherensi dan fidelitas naratif sesuai dengan teori naratif yang dikemukakan Walter Fisher.