Stunting masih menjadi beban gizi utama di Indonesia, di mana peran ibu sebagai pengasuh utama menuntut tingkat pengetahuan dan sikap yang memadai. Media video edukasi muncul sebagai strategi intervensi yang potensial karena kemampuannya menyampaikan pesan kesehatan secara visual dan mudah dipahami. Tinjauan literatur ini mensintesis bukti empiris dari delapan studi terkeni (2023-2026) untuk mengevaluasi efectivitas video dalam meningkatkan kapasitas ibu terkait pencegahan stunting. Hasil analisis menunjukkan konsistensidampak positif, khususnya pada ranah kognitif, dengan peningkatan skor penegtahuan yang signifikan pasca-intervensi. Selain itu, beberapa studi juga mencatat pergeseran sikap yang lebih proaktif terhadap praktik gizi seimbang. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi media audiovisual dalam penyuluhan komunitas merupakan langkah strategis untuk memperkuat jendela emas 1.000 hari Pertama Kehidupan (HPK).