Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF KI HADJAR DEWANTARA'S PHILOSOPHY IN LEARNING TOPICS AT ISLAMIC KINDERGARTEN Novita Deviyanti; Nita Priyanti
Journal of Early Childhood Education (JECE) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jece.v4i2.32720

Abstract

Children's skills become the focus in education. The concept of implementing Ki Hadjar Dewantara's philosophy in building the character and skills of 4C Creativity Thinking and innovation, Critical Thinking and Problem Solving, Communication, and Collaboration. Critical thinking is critical thinking is the process of seeking the truth in information received or in problem-solving, or it is the capacity to think abstractly by applying analysis and assessment of information received.  Problem solving is a capacity to overcome any hurdles that stand in the way of your aims. Communication is an aptitude for sharing information, messages, ideas, ideas, thoughts, and feelings with others with the goal of eliciting participation; as a result, the information, messages, ideas, ideas, thoughts, and feelings become the communicator's and communicant's property. Analysis of learning topics in teaching modules aims to measure the extent to which the teaching modules used in Darul Qalam Islamic Kindergarten contain learning topics that contain the implementation of Ki Hadjar Dewantara's philosophy (kodrat zaman dan kodrat alam). This research method uses content analysis through the study of teaching modules. Content analysis is an in-depth discussion of the contents of written or printed information in the mass media symbol coding technique, namely recording symbols or messages systematically, then given an interpretation. The results of analysis kodrat alam show that there are 14 indicators, including the highest on the focus indicator (49%), and the results of the analysis of kodrat zaman, creative (50%), collaboration(32%), critical thinking(11%), communication(7%).
INTERNALIZATION OF THE VALUE OF KEMARSUDIRINIAN BROTHERHOOD WITH THE UNIVERSE: IN THE PROJECT OF STRENGTHENING PANCASILA STUDENT’S PROFILE Nanik Tri Wiyanti; Nita Priyanti
Journal of Early Childhood Education (JECE) JECE (Journal of Early Childhood Education) | Vol. 4 No. 2 December 2022
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jece.v4i2.32541

Abstract

Character values are an important basic thing in education to create a golden generation, this research is the teacher as a guide to internalize the values of the Marsudirinian brothers and sisters with the universe. Marsudirini provides services by instilling Christian values in a spirit of brotherhood which have vision and mission that lead children to become intelligent individuals wholly and in balance This study aims to find out the project of strengthening the Profil Pelajar Pancasila. Pancasila Students exemplify a variety of traits and skills that should be attained and are founded on Pancasila's high ideals. This research uses descriptive qualitative methods, with data collection techniques in the form of questionnaires, interviews and documentation. The goal of the qualitative research approach is to gain a comprehensive overall picture of the subject being studied by using methods, steps, and procedures that involve more data and information from respondents as subjects who may express their own answers and feelings. In the internalization process it will focus on the dimensions of love for the universe and God's creation, with 10 questionnaire indicators as an assessment aspect of 30 children, an overall assessment aspect of 59% BSH (Developing According to Expectations) is obtained, this value is obtained based on the results of a teacher survey in seeing the influence of a child's independence to carry out activities according to the listed indicators. Supported by the results of interviews from the three informants, namely parents, principals, and homeroom teachers, the impact of positive changes on internalization is instilled in children and adds to the value of attitude and moral behavior.
Media Kartu Gambar Dalam Mengembangkan Minat Baca Anak Tati Hamdiah; Nita Priyanti
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5749

Abstract

Strategi guru dalam proses pembelajaran belum dapat mendorong anak termotivasi dalam membaca masih belum maksimal dalam pengajarannya atau guru masih menggunakan strategi yang monoton. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan media kartu gambar dapat meningkatkan minat baca pada anak usia dini.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan rancangan penelitian model pra eksperimen pretest-post-test  control group design yaitu eksperimen yang dilakukan pada dua kelompok dengan menggunakan kelas pembanding. Sampel penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive, populasi dalam penelitian ini adalah anak-anak kelompok A TK Islam Al-Azhar 1 Jakarta, terdiri dari kelas A1 dan A2 yang berjumlah 28 orang anak. Karena populasi kurang dari 100 maka peneliti tidak mengambil sampel. Teknik pengumpulan data melalui tes dan observasi, teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis peneliti menunjukkan bahwa ada perubahan yang signifikan pada peserta didik setelah di lakukan penggunaan media kartu gambar di mana peserta didik dapat lebih mudah mengingat dalam membaca, lebih tertarik dalam membaca, dan dapat meningkatkan motivasi peserta didik sebelum dan sesudah diberikan penggunaan media kartu gambar. Penggunaan Media kartu gambar yang telah dilakukan pada anak usia dini sebelum masih ada peserta didik yang berada dalam kategori rendah. Setelah mendapatkan perlakuan penggunaan media kartu gambar peserta didik berada pada kategori tinggi yang meningkat dan bertambah.
PKM KESIAPAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA MELALUI WORKSHOP MEMBUAT PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DI IGTKI KECAMATAN DUREN SAWIT DKI JAKARTA Nita Priyanti; Chandra Apriansyah; Rima Dewi Kartini; Noor Padilah; Tri Rahayu Budiarti; Rini Kurniawati; Sari Rina Naruvita; Yulia Indrawati; Sri Endah Wahyuningsih; Siti Agustiani Rubiah; Siti Rohmah; Wirastri Setyorini; Lubna Al Jufry; Titin Rahayu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17577

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mempersiapkan guru dan kepala sekolah TK di wilayah Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka khususnya membuat  Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di satuan pendidikan.  Kegiatan pengabdian ini diberikan kepada Guru dan Kepala Sekoalah TK , binaan IGTKI Duren Sawit yang berjumlah 32 orang. Lokasi Pengabdian di laksanakan di Aula SD Islam Nurul Iman Jakarta Timur. PKM dibuat dalam bentuk pelatihan dan pendampingan dalam membuat  projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) di satuan pendidikan. Hasil Pengabdian berupa pelaksanaan kegiatan Pendampingan Kegiatan Masyarakat melalui workshop  Implementasi Kurikulum Merdeka dalam membuat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Pendampingan  dengan sasaran guru dan Kepala Sekolah TK di Kecamatan Duren sawit memberikan manfaat yang signifikan ditunjukan dengan  kegiatan pendampingan kepada Guru TK dan Kepala Sekolah. Mereka dapat membuat modul projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) dan melakukan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di masing-masing satuan pendidikan
Pengaruh Komunitas Belajar Terhadap Kemampuan Pedagogik Guru Di Ikatan NSIN TK Bekasi Rofiqotul Khusna; Nita Priyanti
Jurnal Ilmiah POTENSIA Vol 8 No 2 (2023): JULI
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jip.8.2.252-260

Abstract

Kemampuan pedagogik guru sangat variatif. Ada guru yang memiliki pedagogik yang baik dan sebaliknya. Kemampuan ini dapat mengalami perkembangan positif dengan adanya perhatian yang lebih besar, seperti mengikuti komunitas belajar. Kompetensi pedagogik guru PAUD masih rendah, sehingga mereka menghadapi tantangan dalam praktik mengajar yang monoton. Untuk mengembangkan kompetensi, keberadaan komunitas belajar dianggap penting bagi para guru. Komunitas belajar memberikan kesempatan bagi guru untuk berbagi pengalaman, bertukar ide, dan mengakses sumber daya pendidikan yang relevan. Tujuan penelitian untuk mengkaji pengaruh komunitas belajar terhadap kemampuan pedagogik guru. Metode yang digunakan ialah kuantitatif numerik dengan metode statistika. Data penelitian diproses dengan SPSS 25.0. Dilakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan linearitas sebelum pengujian hipotesis menggunakan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0.007 atau 0.007 < 7.567, berarti H0 ditolak. Dari hasil tersebut dapat dijelaskan bahwa komunitas belajar memiliki pengaruh dan hubungan yang signifikan terhadap kemampuan pedagogik. Persamaan koefisien regresi menunjukkan bahwa pengaruh variabel "Komunitas belajar" terhadap kemampuan pedagogik adalah positif sebesar 0,296. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya komunitas belajar dalam memengaruhi kemampuan guru dalam mengembangkan pedagogiknya. Melalui komunitas belajar, guru dapat berinteraksi dengan sesama guru dan berbagi pengalaman serta praktik terbaik, guru dapat mengembangkan kompetensinya dalam mengajar. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi dalam komunitas belajar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pedagogik guru.
Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Diferensiasi Terhadap Kemampuan Literasi Baca, Tulis Dan Numerasi Pada Anak Usia Dini Enok Siti Kurniasih; Nita Priyanti
Jurnal Ilmiah POTENSIA Vol 8 No 2 (2023): JULI
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jip.8.2.398-498

Abstract

Seringkali terjadi masalah dalam sistem pembelajaran PAUD. Pembelajaran yang dilakukan cenderung tidak berdiferensiasi atau tidak mempertimbangkan perbedaan individual anak-anak. Pembelajaran yang berdiferensiasi memiliki hubungan yang erat dengan pencapaian perkembangan anak, khususnya dengan kemampuan literasi baca, tulis, dan numerasi pada anak. Ketika pembelajaran berdiferensiasi dapat diimplementasikan dengan baik, akan ada pengakuan dan pemberian perhatian terhadap perbedaan individu di antara anak-anak. Hal ini memungkinkan guru untuk merespons kebutuhan dan karakteristik belajar setiap anak secara khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh pembelajaran dengan pendekatan diferensiasi terhadap kemampuan literasi baca, tulis, dan numerasi pada anak usia dini kelompok B di TK Plus Baetussalam Garut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Responden terdiri dari 18 anak usia dini kelompok B. Data diambil dengan angket pembelajaran pendekatan diferensiasi dan kemampuan literasi baca, tulis, dan numerasi setelah intervensi. Berdasarkan hasil uji regresi sederhana, nilai signifikansi <0,05, sehingga hipotesis diterima, yaitu ada pengaruh positif pembelajaran pendekatan diferensiasi terhadap kemampuan literasi baca dan tulis siswa. Anak-anak yang mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan diferensiasi mengalami peningkatan yang signifikan dalam kemampuan literasi baca, tulis, dan numerasi dengan nilai regresi Y=16.331+0,259X. Pendekatan diferensiasi dalam pembelajaran memungkinkan guru untuk memenuhi kebutuhan individual setiap anak dalam kelas. Dengan memperhatikan gaya belajar, minat, dan tingkat perkembangan anak, guru dapat menyusun strategi pembelajaran yang sesuai untuk masing-masing individu. Hal ini menciptakan lingkungan yang inklusif dan memberikan peluang yang lebih besar bagi setiap anak untuk mencapai potensinya secara optimal. Selain itu, pembelajaran dengan pendekatan diferensiasi juga meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif anak-anak dalam proses pembelajaran. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar pendekatan diferensiasi diterapkan secara lebih luas dalam pembelajaran anak usia dini. Guru dan pendidik harus dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengadopsi pendekatan ini secara efektif.
PENGARUH KESIAPAN BELAJAR DAN DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI ANAK Yogi Kuswantini; Nita Priyanti
JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Vol. 12 No. 1 (2024): JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/judika.v12i1.9915

Abstract

Permasalahan kepercayaan diri menjadi tantangan tersendiri bagi anak usia dini atau prasekolah. Bersiap-siap memasuki usia sekolah, anak usia dini membutuhkan kemampuan beradaptasi yang baik terhadap berbagai perubahan yang terjadi. Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, interaksi sosial, dan tuntutan akademis membutuhkan kepercayaan diri anak. Peran orang tua dianggap penting untuk memberikan dukungan bagi terbangunnya kepercayaan diri anak. Demikian pula dengan kesiapan belajar anak yang dianggap penting untuk membangun kepercayaan diri mereka dalam beradaptasi. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif ini bertujuan mengungkapkan pengaruh kesiapan belajar dan dukungan orang tua terhadap kepercayaan diri anak usia dini. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dan diolah dengan menggunakan perangkat lunak SPSS V26.0 for Windows.  Sebelum pengujian hipotesis, dilakukan uji validitas, reliabilitas, dan normalitas data. Pembuktian hipotesis menunjukkan adanya pengaruh kesiapan belajar dan dukungan orang tua terhadap kepercayaan diri anak usia dini. Dari regresi linier berganda diperoleh hasil bahwa variabel bebas, baik kesiapan belajar maupun dukungan orang tua secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat kepercayaan diri (uji t). Kesiapan belajar dan dukungan orang tua secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan diri (uji F). Kesiapan belajar dan dukungan orang tua memiliki kontribusi sebesar 55,2% terhadap kepercayaan diri (uji koefisien determinasi)
Application of the Accelerated Learning Model to Increase Early Childhood Learning Motivation in Banana Kid's Kindergarten Narsih; Nita Priyanti; Twi Endah; Mardianingsih; Siti Yasmin; Dewi Sartika
International Conferences on Early Childhood Education Proceedings Vol 1 No 1 (2023): International Conference on Early Childhood Proceeding
Publisher : Universitas Panca Sakti Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51714/icec.v1i1.35

Abstract

Early childhood education is very important, because the child's growth and development process is continuous until further development. This development process is determined by various simulations carried out by parents and teachers. In Banana Kid’s Kindergarten, the learning process is carried out through child-centered learning methods that are comfortable and can spark activeness in children so that children have an interest and enthusiasm (motivation) for learning that arises from the children themselves according to their wishes, therefore the purpose of this research was conducted to increase motivation. children's learning through the "Application of the Accelerated Learning Method". The population of this study were children aged 4-6 years at Banana Kid's Kindergarten in Jatisampurna Bekasi District with a qualitative descriptive method approach and technical data collection through observation, interviews, and documentation of learning activities when children feel comfortable choosing their own way of doing activities. The results of implementing the accelerated learning method are very visible and felt by parents and teachers. Today's children always want to come to school and carry out learning activities at school, this is due to their curiosity about the activities they will be doing. Parents also said that now there is no need to work hard to send their children to school because they will immediately get ready for school to get new adventures at school
INTEGRATIVE HOLISTIC EARLY CHILDHOOD DEVELOPMENT IN EARLY CHILDHOOD EDUCATION Diana Setyaningsih; Nita Priyanti; Chandra Apriyansyah; Juariah; Nurul Puji Astuti; Eko Kurniasih; Frida Feka; Denni Yuniasih; Linda Ferawati
International Conferences on Early Childhood Education Proceedings Vol 1 No 2 (2023): International Conference on Early Childhood Proceeding
Publisher : Universitas Panca Sakti Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51714/icec.v1i2.154

Abstract

The purpose of this study was to determine the knowledge of teachers in Mertoyudan Magelang District about integrative holistic early childhood development. This research was motivated by the low understanding of teachers and education unit managers about the implementation of integrative holistic early childhood development programs. This research method uses quantitative methods with data collection tools in the form of observation, documentation, instruments, interviews and surveys. The object of this research is educators and heads of ECCE units in Mertoyudan Magelang District as many as 37 ECCE units. The time of this study is from March 1 to March 1. May 30, 2023. The results of this study showed that the understanding of integrative holistic early childhood development increased by 69.69% and the implementation of integrative holistic early childhood development in their respective institutions increased by 90.90%. The conclusion is that this socialization has a positive impact on early childhood education units in implementing integrative holistic early childhood development. From the conclusion of our research, researchers recommend to local governments to re-socialize the implementation of integrative holistic early childhood development programs in their regions.
Implementasi Media Audiovisual dalam Mengembangkan Minat Berkreasi Pada Anak Usia Dini Ninik Hariyanti; Nita Priyanti
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Mei - Agustus 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.2.2024.3141

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan perilaku minat kreatif pada siswa TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Batam setelah penggunaan media audiovisual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan memfasilitasi pembelajaran berdasarkan minat bebas berkreasi dengan menggunakan media audiovisual. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu (1) Cara memfasilitasi pembelajaran berdasarkan minat kreativitas anak adalah dengan memberikan kebebasan kepada anak dalam memilih penampilan kegiatan seni pertunjukan, memotivasi anak untuk mengikuti kegiatan pelatihan persiapan pertunjukan seni agar anak semangat mengikuti kegiatan pertunjukan seni, karena cocok penampilan yang mereka pilih sendiri, (2) Mengetahui media audiovisual sebagai sarana untuk mengembangkan minat berkreasi anak yaitu dengan menggunakan LCD proyektor pada saat anak berlatih lantunan, menari, senam dan kegiatan lainnya di pusat kebudayaan dalam rangka persiapan pertunjukan seni, (3) Mengetahui pelaksanaannya mengembangkan minat kreativitas anak, yaitu dengan kegiatan pertunjukan seni ini anak-anak senang dan berani tampil di panggung sampai akhir serta menunjukkan ekspresi baik gerak maupun wajahnya. Terdapat perubahan perkembangan anak setelah mengikuti kegiatan seni pertunjukan yaitu minat anak datang ke sekolah, keberanian berkreasi, mengemukakan pendapat, bercerita di depan kelas dan kemandirian anak.