Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Rancang Desain Sistem Informasi Produk Unggulan Desa Pakisjajar, Kabupaten Malang, Jawa Timur Berbasis Progresive Web-App Ica Purnamasari; Zihan Novita Sari; Abdul Rahman Prasetyo; Adinda Marcelliantika; Alby Aruna; Eka Putri Surya
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v1.93

Abstract

Desa Pakisjajar, yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, sedang giat mengembangkan konsep desa wisata. Upaya ini didorong oleh inisiatif untuk meningkatkan dan mempersiapkan infrastruktur, baik digital maupun konvensional. Meskipun demikian, tim pelaksana kegiatan infrastruktur digital belum menemukan strategi efektif untuk meningkatkan citra produk unggulan desa tersebut. Menyadari kebutuhan mendesak tersebut, kami mengusulkan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) untuk mempercepat proses informasi mengenai potensi desa. Pengembangan sistem informasi berbasis Progressive Web App ini dirancang untuk mengakomodir informasi produk unggulan desa, dengan melibatkan 50 pelaku UMKM selama 16 pekan. Keefektifan dan kelayakan media ini telah diuji dan mendapatkan hasil positif. Dalam validasi oleh ahli media, sistem informasi ini meraih nilai 93,6% dan uji praktikalitas media menunjukkan hasil 92,56%. Hasil tersebut menegaskan bahwa perangkat lunak yang dikembangkan efisien, praktis, dan mampu memenuhi kebutuhan eksposur produk unggulan Desa Pakisjajar.Implementasi ini akan memberikan eksposur yang lebih luas dan mendalam tentang produk unggulan desa, sehingga menarik lebih banyak pengunjung dan investor, memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Pakisjajar.
Ngafe Culture: Friendship Communication Style among Gen Z Teenagers in the Perspective of Family Education Sri Wahyuni; Ica Purnamasari; Kukuh Miroso Raharjo; M Haidar
KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 14, No 1 (2026): Kolokium: Publishing April 2026
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kolokium.v14i1.925

Abstract

Ngafe culture has become an integral part of the friendship communication style among Generation Z teenagers. This phenomenon attracts attention, especially in the context of family education, as it relates to social dynamics and the role of families in guiding their children's social behaviour. This study aims to identify the different activities carried out by Gen Z teenagers in cafes and to understand the meaning of ngafe in the context of friendship communication from a family education perspective. This research uses a qualitative approach with a case study method where data is collected through observation, in-depth interviews and documentation. The research subjects were students in the city of Malang who were involved in café activities. The results showed that cafe activities are diverse, namely academic, social and networking, entertainment, and personal existential activities. Ngafe is important to Gen Z as a means of strengthening friendships, expressing self-identity and expanding social networks. Families play an important role in providing guidance and supervision to ensure that these activities are balanced and do not interfere with core responsibilities. The family's role in instilling social and ethical values is crucial in helping Gen Z to enjoy the ngafe culture in a positive and productive way.
The Optimizing Differentiated Learning in Elementary Schools: An Experimental Study of the CIRC Method for Children with Reading Difficulties Ranti Novianti; Melor MD Yunus; Sisca Sriyanti; Yoga Budhi Santoso; Ica Purnamasari; Salma Nadiyah; Ana Fatimatuzzahra
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 13 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v13i1.92236

Abstract

Reading difficulties, especially among students with dyslexia, pose a serious obstacle to the development of academic and social competencies. This study examines the effectiveness of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) method in improving the reading comprehension of students with reading difficulties in a differentiated learning context. This study uses a quantitative approach with a one-group pretest-posttest pre-experimental design. The sample consisted of 11 fourth and fifth-grade students identified as having dyslexia through teacher assessments and initial observations. Data were collected using reading comprehension tests at pretest and posttest, as well as observations of the intervention process. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test to determine statistical differences in scores. The results showed an increase in the average score from 15.2 to 25 after the implementation of the CIRC method. The Asymp. Sig. (2-tailed) of 0.003 (<0.05) indicates a statistically significant improvement. The conclusion of this study confirms that CIRC can create a collaborative and inclusive learning environment that contributes to increased student engagement and confidence in reading. Implications suggest that CIRC is recommended as an effective differentiated learning strategy for students with reading difficulties in elementary school.
Pengembangan Produk Unggulan Daerah Melalui Pengolahan Dan Branding Produk Salak Sebagai Ikon Unggulan Desa Mlinjon Kabupaten Tulungagung Dani Irawan; Fuad Indra Kusuma; Annisya; Ica Purnamasari
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i3.5612

Abstract

Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, sebagai salah satu sentraproduksi salak, memiliki tantangan dalam meningkatkan nilai tambah produk salak.Sebagian besar hasil panen dijual dalam bentuk segar tanpa pengolahan lebih lanjut,sehingga nilai ekonominya rendah, terutama saat musim panen raya. Desa Mlinjonmenghasilkan sekitar 2 ton salak per musim panen, dengan 40% limbah berupa biji salakyang belum dimanfaatkan, setara 800 kg. Harga salak segar sering jatuh hingga Rp3.000/kgsaat panen raya, menurunkan pendapatan petani. Secara kualitatif, petani menghadapitantangan harga rendah akibat minimnya pengolahan pasca-panen. Namun, biji salakmemiliki potensi diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti kopi salak, yang dapat dijualdengan harga Rp50.000/kg. Pengolahan biji kopi salak membutuhkan inovasi teknologidan pelatihan khusus untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan sesuai denganstandar pasar. Proses ini melibatkan beberapa tahap, seperti pengeringan, penggongsengan(roasting), penggilingan, dan pengemasan. Setiap tahapan memerlukan perhatian khususterhadap kualitas bahan baku dan teknologi yang digunakan, agar hasil akhirnya memilikicita rasa, aroma, dan kualitas yang bersaing di pasar. Selain aspek teknis, pemasaran produkkopi salak juga menjadi tantangan tersendiri. Produk kopi salak yang masih baru di pasarmembutuhkan strategi pemasaran yang kreatif dan efektif untuk meningkatkan kesadarankonsumen. Kemasan yang menarik, branding yang kuat, dan promosi yang tepat dapatmembantu memperluas pangsa pasar produk ini. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah(1) meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat pelaku UMKM, dalammengolah biji salak menjadi produk kopi melalui mesin penggorengan vakum (2)workshop branding dan pemsaran produk produk kopi salak. Metode pelaksanaan dalamkegiatan ini ditempuh dengan cara workshop. Hasil dari kegiatan ini adalah (1) Inovasimesin penggiling kopi biji salak berbasis rotary dan kontrol suhu otomatis meningkatkanproduksi dua kali lipat, kualitas seragam, serta kepuasan mitra di atas 80%. (2) Pelatihanbranding melahirkan merek “Salacca Brew”, pemasaran digital berkembang, dankeberlanjutan dijamin melalui kelembagaan usaha serta roadmap agroindustri salak.Kata kunci : Desa Mlinjon, Salak, Kopi Salak, Biji Salak, UMKM
Pendampingan Kegiatan Belajar Siswa SDN 02 Wonokerso Berbasis Mentoring Kelompok Ica Purnamasari; Ajeng Eka Sulistyowati; Daniel Gigih Avianto; Lailatul Zahra; Ica Purnamasari; Ajeng Eka Sulistyowati; Daniel Gigih Avianto; Lailatul Zahra; Silvani Silvani
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 11 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v1i112021p943-947

Abstract

Abstract: Assistance in learning activities based on group mentoring carried out at SDN 02 Wonokerso, is a solution to deal with problems that were found related to the learning process. The target of this program is fifth-grade students, wherefrom the observations, it was found that the students did not yet have a solid foundation of subject matter, had a high interest in learning, but were not compatible with conventional learning methods so that most of the information given is not understood by the students. The purpose of this group mentoring program is so that each group can participate in learning activities according to their rhythm and the question-and-answer activities can take place more optimally so that students' understanding will increase. Abstrak: Pendampingan kegiatan belajar berbasis mentoring kelompok yang dilaksanakan di SDN 02 Wonokerso, merupakan sebuah solusi untuk menangani permasalahan yang ditemukan terkait proses pembelajaran. Sasaran dari program ini adalah para murid kelas V, yang mana dari hasil observasi ditemukan bahwa, para murid belum memiliki dasar yang kuat dari materi-materi pelajaran, memiliki minat belajar yang tinggi, namun kurang cocok dengan metode pembelajaran konvensional, sehingga sebagian besar informasi yang diberikan kurang dapat dipahami oleh para murid. Tujuan dari program pendampingan berbasis mentoring kelompok ini adalah agar setiap kelompok dapat mengikuti kegiatan belajar sesuai dengan ritme masing-masing dan kegiatan tanya jawab dapat berlangsung lebih maksimal, sehingga pemahaman para murid semakin meningkat.