Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Penerapan Model Lingkungan Sehat Berbasis Health Education Sebagai Pencegahan Tuberculosis (TB) di Nagari Punggung Kasiak Kecamatan Lubuk Alung Linda Marni; Armaita Armaita; Vivi Yuderna; Rika Armalini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.47907

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di wilayah Nagari Punggung Kasiak, Kecamatan Lubuk Alung. Lingkungan yang kurang sehat dan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan TB menjadi faktor utama penyebaran penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model lingkungan sehat berbasis pendidikan kesehatan (health education) sebagai upaya preventif terhadap penularan TB. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen melalui pemberian intervensi edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya sanitasi lingkungan, ventilasi rumah, etika batuk, serta pengenalan gejala TB. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pencegahan TB setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan. Dengan demikian, model ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan dapat dijadikan strategi promotif-preventif yang berkelanjutan dalam upaya eliminasi TB di tingkat komunitas.
PELAKSANAAN SENAM SEHAT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN FISIK DAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT DI DESA AMPALU KOTA PARIAMAN Armaita Armaita; Linda Marni; Prima Yoselina; Kheniva Diah Anggita
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v7i4.722

Abstract

Healthy exercise is one of the physical activities that can provide great benefits for the physical and mental health of the community. Community service program carried out by nursing lecturers in Ampalu, Pariaman. The purpose of this activity is to increase public awareness of the importance of regular physical activity and a healthy lifestyle. The method of community service activities is to offer physical benefits and improve the quality of life through healthy exercise, functioning as a means to strengthen social relations in the community. The results of Community Service show that participants who have not carried out exercise, many of their quality of life is not good as many as 23 people (76.7%), after carrying out exercise, the quality of life of participants became good as many as 27 people (90%). Of course, this Community service is important for the development of social skills and the ability to work in a team. Through Community participation in exercise, participants can learn about the importance of keeping the body active and healthy, which can form healthy habits into adulthood. By routinely participating in healthy exercise, participants can enjoy various benefits that support their growth and development holistically. This article will review the implementation of healthy exercise in Ampalu, the benefits obtained by the community, the challenges faced, and recommendations for the continuation of this program. Through this program, it is hoped that the public will be more aware of the importance of maintaining their physical health and quality of life through regular exercise.
PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS DALAM UPAYA PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR DI DESA AMPALU KOTA PARIAMAN Linda Marni; Kheniva Diah Anggita; Armaita Armaita; Prima Yoselina
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v8i1.764

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are chronic diseases and are not transmitted from person to person. The prevalence of NCDs continues to increase along with changes in people's lifestyles in an unbalanced direction. Based on WHO data in 2017, NCDs are one of the causes of the most deaths, which is 69.9% of the total disease burden in Indonesia. The importance of routine health checks is a preventive step in detecting health problems early and maintaining the quality of life in the community. The purpose of this activity is to conduct public health checks in an effort to increase public awareness of the early detection of non-communicable diseases in the people of Ampalu village, Pariaman City. NCD risk control can be applied with CERDIK behavior, namely periodic health checks, eliminating cigarette smoke, diligent physical activity, a healthy diet with balanced calories, adequate rest, and stress control. This behavior is a healthy behavior that is easy to remember and apply in daily life so that we can maintain body health, improve fitness, and enjoy old age without the burden of disease The method of activities carried out is in the form of discussions and direct practice of health checks for blood pressure, cholesterol, blood glucose, uric acid and calculation of the Body Mass Index (BMI). This community service is carried out by nursing lecturers at the Padang State University Clinic in Pariaman. The overall health examination results were quite good with the average normal examination results.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI GIZI PADA PROGRAM KULIAH KERJA NYATA (KKN) DI NAGARI HARAU Armaita, Armaita; Marvero, Andre; Meyelsi, Dewinda Irfan; Mutia, Isra; Hawari, M. Gufran; Akmali, Rasyid Hamid
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6230

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih banyak ditemukan di berbagai wilayah pedesaan di Indonesia, termasuk di Nagari Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah rendahnya pemahaman mengenai gizi seimbang, pola makan sehat, serta pentingnya sanitasi dan lingkungan yang bersih dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui kegiatan edukasi gizi berbasis pemberdayaan masyarakat. Mitra kegiatan ini adalah masyarakat Nagari Harau yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, ibu balita, kader posyandu, serta remaja putri. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2025 di Balai Posyandu Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode partisipatif melalui kegiatan penyuluhan gizi yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan rutin posyandu. Penyuluhan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok kecil, serta penggunaan media edukatif berupa poster dan leaflet. Materi yang disampaikan meliputi konsep 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), penyebab dan dampak stunting, pola makan bergizi seimbang, serta pentingnya sanitasi dan kebersihan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai penyebab, dampak, dan langkah pencegahan stunting. Peserta juga menunjukkan partisipasi aktif dalam diskusi serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mendukung tumbuh kembang anak. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan gizi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dapat menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di tingkat komunitas.
Kampung Bebas Demam Berdarah Melalui Program Ecohealth Village Berbasis Education For Sustainable Development Armaita Armaita; Linda Marni; Hidayati Hidayati; Rika Wulandari; Yona Putri Karinia
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v5i3.357

Abstract

Nagari Pakandangan, Kabupaten Padang Pariaman, merupakan salah satu wilayah dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) yang tinggi dan fluktuatif sejak tahun 2016. Tingginya kasus DBD dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan dan iklim yang mendukung perkembangbiakan Aedes aegypti, antara lain kondisi rumah, pengelolaan sampah, jarak antar rumah, keberadaan tempat penampungan air, tanaman hias, pekarangan, serta genangan air sebagai tempat perindukan alami. Upaya pengendalian yang telah dilakukan sebelumnya, seperti pembentukan kader juru pemantau jentik (jumantik) dan penggunaan larvasida abate, belum menunjukkan hasil yang optimal. Bahkan, penggunaan abate secara berulang diduga telah menyebabkan resistensi larva, sehingga pengendalian vektor menjadi semakin sulit. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa permasalahan DBD di Nagari Pakandangan tidak hanya berkaitan dengan faktor lingkungan, tetapi juga rendahnya partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan keluarga dan lingkungan. Sebagai upaya penyelesaian, dilaksanakan program pengabdian masyarakat selama tiga tahun melalui pembentukan Kampung Bebas Demam Berdarah berbasis Ecohealth Village dan Education for Sustainable Development. Pada tahun pertama, kegiatan difokuskan pada penguatan kapasitas kader jumantik melalui sosialisasi DBD, penyuluhan mengenai tugas dan tanggung jawab kader, pelatihan pembuatan formulir jumantik, pemantauan dan pemberantasan jentik, serta pembuatan media edukasi berupa poster. Hasil kegiatan tahun pertama menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai DBD serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader jumantik. Luaran kegiatan meliputi video kegiatan, publikasi media daring, artikel pada jurnal terakreditasi nasional, serta perbaikan tata nilai masyarakat di bidang kesehatan.
Penerapan Model Lingkungan Sehat Berbasis Health Education Sebagai Pencegahan Tuberculosis (TB) Di Nagari Punggung Kasiak Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman Linda Marni; Armaita Armaita; Vivi Yuderna; Rika Wulandari; Yona Putri Karinia; Rika Armalini
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v5i3.359

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TB) yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis merupakan salah satu penyakit yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia. Kabupaten Padang Pariaman termasuk kabupaten dengan kejadian TB tertinggi kedua di Provinsi Sumatera Barat.Nagari Punggung Kasiak cendrung memiliki angka suspek TB dengan rata-rata >35%. Temuan ini meunjukkan bahwa masyarakat tidak menyadari sudah terkena Tb. Permasalahan di Nagari Punggung Kasiak lebih kepada kondisi lingkungan yang tidak sehat dan masyarakat yang tidak peduli jika ada keluarga ataupun tetangga yang mengalami batuk yang bisa saja berindikasi Tb, maka diberikan solusi dengan menerapkan model lingkungan sehat melalui health eduation. Kegiatan ini difokuskan pada permasalahan kesadaran masyarakat yang kurang karena rendahnya pengetauan dan kesalahan persepsi masyarakat mengenai Tb. mengatasi lingkungan tidak sehat yang menjadi sarang potensi penyakit Tb. Untuk pencegahan berkembang biaknya kuman tb maka dilakukan dengan sosialisasi melalui workshop kemudian dilanjutkan pemberian health education kepada tokoh masyarakat dan guru, pembentukan Tim Siaga Tb dan penyusunan atribut health education.
Meningkatkan Kualitas Gizi Anak: Studi Kasus Program Gizi Seimbang Di Kec. Lima Kaum Anggelita Febriani; Hana Isqa Tania; Ratna Sari; Razita Nur Amalia; Rima Tera; Armaita Armaita
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol.2 No.1 2025
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v1i4.93

Abstract

Program Gizi Seimbang di Nagari Labuah, Kec. Lima Kaum, dilaksanakan untuk mencegah stunting yang merupakan masalah serius bagi perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan dan tantangan yang dihadapi dalam program tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, yang meliputi wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumen dari pelaksanaan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program ini telah dilaksanakan dengan baik, tantangan seperti distribusi yang tidak merata, keterbatasan sumber daya, dan pengetahuan orang tua yang bervariasi menghambat efektivitas program. Kesimpulannya, untuk meningkatkan efektivitas program gizi seimbang, perlu dilakukan peningkatan kapasitas kader posyandu dan penyuluhan yang lebih intensif bagi orang tua.
Meningkatkan Kualitas Gizi Anak: Studi Kasus Program Gizi Seimbang Di Kec. Lima Kaum Anggelita Febriani; Hana Isqa Tania; Ratna Sari; Razita Nur Amalia; Rima Tera; Armaita Armaita
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol.2 No.1 2025
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v1i4.93

Abstract

Program Gizi Seimbang di Nagari Labuah, Kec. Lima Kaum, dilaksanakan untuk mencegah stunting yang merupakan masalah serius bagi perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan dan tantangan yang dihadapi dalam program tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, yang meliputi wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumen dari pelaksanaan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program ini telah dilaksanakan dengan baik, tantangan seperti distribusi yang tidak merata, keterbatasan sumber daya, dan pengetahuan orang tua yang bervariasi menghambat efektivitas program. Kesimpulannya, untuk meningkatkan efektivitas program gizi seimbang, perlu dilakukan peningkatan kapasitas kader posyandu dan penyuluhan yang lebih intensif bagi orang tua.
Kampanye Sadar Tuberkulosis (TB) Berbasis Health Education di Nagari Punggung Kasiak Marni, Linda; Armaita, Armaita; Armalini, Rika
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/yb7nt477

Abstract

Tuberculosis (TB), caused by Mycobacterium tuberculosis, is a disease that is strongly influenced by environmental factors and has infected approximately one-third of the world’s population. Padang Pariaman Regency is the area with the second-highest incidence of TB in West Sumatra Province. Based on interviews conducted at the Lubuk Alung Public Health Center, since 2017 Nagari Punggung Kasiak has tended to have a high proportion of TB suspects, with an average rate of more than 35%. This finding indicates that many community members are unaware that they have been infected with TB, even though TB is a highly transmissible disease, and mortality due to TB is higher than that caused by malaria and AIDS. The problems in Nagari Punggung Kasiak are mainly related to unhealthy environmental conditions and a lack of community concern when family members or neighbors experience a persistent cough that may indicate TB. Therefore, a solution was implemented by promoting a healthy environment through health education. The health education provided differed from conventional approaches, namely by developing various tuberculosis-related attributes and conducting campaigns both digitally and through direct visits to community households. This campaign was carried out in collaboration with the nagari government, 13 selected community health volunteers appointed as TB cadres, and representatives from the public health center, who jointly disseminated tuberculosis-related attributes. Through this campaign, it was expected that the community would feel comfortable discussing TB with the team, thereby increasing public knowledge about tuberculosis. The mandatory outputs of this activity included a video documentation of the activities, publications in the local media Khaz Ranah, and publication in a health journal (SINTA 4). Additional outputs included improvements in community health conditions, reflected in a shift from low awareness to a community that is alert and responsive to TB.