Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

The Enhancement of Space Function as Ecofarming at the Underpass of Becakayu Toll Road (Bekasi Cawang Kampung Melayu) Indrawati, Etty; Yuslim, Silia; Seanders, Olivia; Purwaningrum, Pramiati; Zahra, Annisa
International Journal of Sustainability in Research Vol. 2 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijsr.v2i1.1202

Abstract

The existence of the becakayu toll road overpass creates open space under the road that needs to be managed because it makes the environment dirty, dusty, irregularly planted, and useless. This research aims to identify open space under the becakayu toll road as a basis for determining the eco-farming zone. The research method used is descriptive qualitative using field observations, interviews, literature studies, and documentation. The results showed that the current utilization of the becakayu toll road is not well organized (70%). Used as greening (50%), used as parking (20%), used as a sidewalk for skateboarding and cycling activities (17%), used as a fish pond (10%), and used as a place to sell (20%). From this study, the becakayu toll road can be utilized as an eco-farming area (93%). The benefit of this research is that the space under the becakayu toll road will be organized and efficiently used for the needs of the community and the surrounding environment.
ANALISIS PENCEMARAN AIR TANAH BERDASARKAN PENATAAN JARAK SUMUR GALI DENGAN TANGKI SEPTIK DI KELURAHAN SUKAMAJU, DEPOK, JAWA BARAT Syavitri, Dewi; Khadafi, Khadafi; Yuslim, Silia; Amri, Adimas
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 9, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v9i1.19071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat keterkaitan antara kualitas air tanah dengan penataan jarak sumur gali air bersih terhadap tangki septik. Penelitian dilakukan di Kelurahan Sukamaju, Depok, Jawa Barat, dengan mengamati 6 lokasi pengamatan untuk mengetahui kedalaman air tanah, jarak dan posisi sumur gali terhadap tangki septik. Selain itu conto air juga diambil untuk mengetahui apakah terdapat kandungan bakteri Escherchia coli dalam air sumur gali tersebut. Berdasarkan hasil pengukuran terhadap tinggi air tanah dan bantuan software Arc GIS, diketahui arah aliran air tanah bergerak dari Selatan ke Utara dan dari hasil pengamatan diketahui 2 lokasi pengamatan memiliki jarak antara tangki septik dengan sumur gali dibawah ketentuan SNI. Adapun berdasarkan hasil analisis laboratorium mikrobiologi, diketahui 1 titik lokasi pengamatan mengalami kontaminasi bakteri Escherchia coli yang diperkirakan penyebabnya adalah jarak antara sumur gali dengan tangki septik dibawah persyaratan, meskipun arah aliran berlawanan dengan posisi tangki septik. Berdasarkan data tersebut disimpulkan untuk Kelurahan Sukamaju, Depok, secara umum memiliki kualitas air tanah dan penataan jarak sumur gali terhadap tangki septik yang baik.
DESIGNING ADVENTURE PARK AS EDUCATIONAL TOURISM IN CITRA GRAND GALLESONG, MAKASSAR: ANALYSIS OF PSYCHOMOTOR, AFFECTIVE, AND COGNITIVE ASPECTS IN DESIGN Punky Rahadianto; Silia Yuslim; Olivia Seanders; Etty Indrawati
Journal of Synergy Landscape Vol. 4 No. 1 (2024): Vol. 4 No. 1 August 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/tjsl.v4i1.17607

Abstract

-
CHILD-FRIENDLY NEIGHBORHOOD PARKS AROUND INDUSTRIAL AREA IN CAKUNG SUB-DISTRICT, EAST JAKARTA, INDONESIA Nugraha, Ranuna Yonestra; Situmorang, Rahel; Yuslim, Silia
Journal of Synergy Landscape Vol. 4 No. 1 (2024): Vol. 4 No. 1 August 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/tjsl.v4i1.21495

Abstract

Cakung sub-district in East Jakarta Indonesia has the largest child population aged 0–18 years compared to other sub-districts in East Jakarta. Children need space to play and important for their development. Neighborhood parks developed in residential areas are used as places for children to play. Empirical conditions show that neighborhood parks in the study area are not qualified for the standard of safe distance from industrial activities. The location of industrial activities and mobility poses many safety and health hazards for children. Neighborhood parks as open spaces closest to where children live, can still be a place for children to play. This study aims to identify the quality of neighborhood parks around industrial areas in the Cakung sub-district based on child-friendly criteria. The method used is scoring analysis with the main assessment parameters related to industrial areas and supporting assessment parameters related to the completeness of child-friendly parks, spatial analysis, and quantitative descriptive analysis. The results of this study show that 8 of 16 neighborhood parks do not qualify the criteria for being child-friendly using the main research parameters, the parks are Metland Menteng, PIK, Pulo Indah, Casia, Menteng Asri, Sangkuriang, Yukayuh Metland, and  Cakung Timur. Then the parks are already child-friendly are Buaran Indah,  RW 13 Penggilingan, Penggilingan,  Pulogebang Permai, Modernland,  Cikini Metland, Kenanga Berseri, and Versata Metland. Improving the quality of neighborhood parks around industrial areas can be done with a design approach even though the location of the park is affected by industrial activities
Pemberdayaan Masyarakat dalam Perencanaan dan Implementasi Ekodrainase Di Desa Cibodas, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung Yanidar, Ramadhani; Winarni, Winarni; Yulinawati, Hernani; Yuslim, Silia
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 6 No. 2 (2022): OCTOBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v6i2.5813

Abstract

Cibodas Village, Pasir Jambu District, Bandung Regency is in the upstream area in the Ciwidey sub-watershed area, which is one of the sub-watersheds in the Citarum watershed.  The principle of Eco drainage as a way in water conservation needs to be applied in this region. Community Service activities in the context of community empowerment in the planning and implementation of Eco drainage began with providing a basic understanding and technical properties of Eco drainage infrastructure and continued with piloting Eco drainage design for village governments, and community mobilizers to be able to implement Eco drainage in managing rainwater runoff. The community empowerment method consists of 3 stages, namely the coordination stage with partners and field surveys, preparation, and implementation of PkM. Coordination activities as a collaborative in building partnerships can run well. This can be seen from the full support of the Village Head, BumDes Chairperson, and the participation of village government officials both through initial coordination, field surveys to community involvement in planning a pilot infiltration structure design as an application of Eco drainage in the courtyard of the RW-04 office which also functions as a Pos Posyandu. Increased capacity and being self-sufficient in the application of Eco drainage are expected to be sustainable to all village communities. It expected the result will provide a multiplier effect in transforming Cibodas Village into an Ecovillage Village for the sustainability of the Citarum River as a water resource, since enable to play a role in the management of the Ciwidey watershed and the Citarum watershed in general. Abstract in BahasaDesa Cibodas, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung berada di daerah hulu di wilayah sub-DAS Ciwidey, yang merupakan salah satu subDAS yang berada dalam DAS Citarum. Pengelolaan sumber daya air dengan menerapkan prinsip ekodrainase sebagai salah satu cara dalam konservasi air perlu diterapkan di wilayah ini. Metode pemberdayaan masyarakat terdiri dari 3 tahap yaitu tahap koordinasi bersama mitra dan survey lapangan, persiapan dan pelaksanaan PkM. Kegiatan koordinasi sebagai upaya kolaboratif dalam membangun kemitraan dapat berjalan dengan baik. Hal ini dapat terlihat dari dukungan penuh dari Kepala Desa, Ketua BUMDes serta partisipasi aparat pemerintah desa baik melalui koordinasi awal, survey lapangan hingga pelibatan masyarakat dalam merencanakan percontohan desain bangunan resapan sebagai penerapan ekodrainase di halaman Kantor RW04 yang sekaligus juga berfungsi sebagai Pos Posyandu. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertujuan untuk meningktkan kapasitas masyarakat dalam perencanaan dan implementasi ekodrainase dimulai dengan memberikan pemahaman dasar serta sifat teknis infratruktur ekodrainase dan dilanjutkan dengan percontohan desain ekodrainase bagi pemerintah desa, dan penggerak masyarakat agar dapat menerapkan ekodrainase dalam mengelola limpasan air hujan. Pemberdayaan serta kemandirian dalam penerapan ekodrinase diharapkan dapat berkelanjutan kepada seluruh masyarakat desa, sehingga mampu memberikan multiplier efek dalam mewujudkan Desa Cibodas menjadi Desa Ecovillage, sehingga dapat berperan dalam pengelolaan DAS Ciwidey pada khususnya dan DAS Citarum pada umumnya, untuk keberlanjutan sumber daya air Sungai Citarum.
DESAIN TAMAN TOGA DI PEKARANGAN RUMAH POSYANDU RW 04 DESA CIBODAS, KECAMATAN PASIR JAMBU, KABUPATEN BANDUNG Indrawati, Etty; Yuslim, Silia; Indrawati, Dwi; Seanders, Olivia
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 4, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/juara.v4i1.16135

Abstract

Cibodas Village, Pasir Jambu District, Bandung Regency is an Eco-village that has been fostered through the Ministry of Research, Technology and Higher Education's Grant program. The sustainability of an Eco-village requires the involvement of a healthy local community. One of the efforts implemented through this PkM program is the utilization of Posyandu house yards through planting family medicinal plants (TOGA). The PkM activity aims to provide an example of a TOGA garden design that is beneficial for the local community to be an example in arranging TOGA in their yards. The PkM implementation method begins with a location survey and discussions with representatives of the RW/RT and PKK administrators to obtain an optimal TOGA garden design in the Posyandu RW 04 yard. The implementation was carried out with counseling regarding the design of the TOGA park and the technical construction of it. In addition, to find out the benefits felt from this PkM activity, participants consisting of representatives of RW/RT administrators and PKK administrators were given a pretest and posttest. The pretest results showed that basically the participants already knew TOGA, but did not understand the TOGA arrangement and then the posttest results showed that there was an increase in the participants' understanding of the TOGA garden (100%). However, participants hope to receive assistance in applying garden designs in their yards. Therefore, it is necessary to extend the collaboration between the Faculty of Landscape Architecture and Environmental Technology, Universitas Trisakti and the Head of Cibodas Village, which has expired.
PENDAMPINGAN PENATAAN TANAMAN DALAM LOMBA KOMPETENSI SISWA TINGKAT NASIONAL SMKN 63 JAKARTA Seanders, Olivia; Indrawati, Etty; Yuslim, Silia; Ramadhani, Anindita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23119

Abstract

Lomba bidang Lanskap dan Pertamanan salah satu bidang kompetensi siswa SMK tingkat nasional yang diselenggarakan setiap tahun oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Lomba ini kembali diadakan tahun 2022 setelah selesai masa pandemi. SMKN63 Jakarta selalu mengikuti lomba tersebut setiap tahun. Kepala sekolah beserta guru pendamping lomba meminta tim PkM dari jurusan Arsitektur lanskap untuk mendampingi kegiatan lomba tersebut. Materi yang diberikan pada pendampingan ini diantaranya penataan tanaman secara proposional dan estetis. Penataan tanaman secara proporsional dan estetis dapat menjadi ciri khas dari sebuah taman. PkM ini dilaksanakan di halaman sekolah SMKN 63 dan metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah survei, kuesioner, persiapan materi baik materi penyuluhan, maupun materi persiapan simulasi lapangan dan pelaksanaan pendampingan simulasi pembuatan taman. Hasil menunjukkan bahwa mitra sangat setuju (93%) apabila dalam menata tanaman terlihat proporsional dan estetis. Mitra tidak setuju 50% apabila taman yang unik itu merupakan elemen tanaman yang berbeda-beda, tidak membentuk suatu komposisi, tidak berstruktur. Taman yang sudah dibuat dalam lomba sudah mengikuti arahan hanya kecepatan kerja masih kurang. Sehingga perlu pelatihan yang lebih, untuk meningkatkan keterampilan.
BUDI DAYA MAGGOT SEBAGAI UPAYA PEMROSESAN FOOD LOSS DAN FOOD WASTE (FLW) Purwaningrum, Pramiati; Yanidar, Ramadhani; Ratnaningsih, Ratnaningsih; Yulinawat, Hernani; Yuslim, Silia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29711

Abstract

FLW merupakan ancaman serius terhadap ketahanan pangan serta perekonomian dunia. SDG 12.3 adalah konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab yaitu menargetkan pengurangan FLW per kapita sampai separuhnya pada 2030. Timbulan sampah Indonesia 17 juta ton/tahun, hampir 70% merupakan sampah organik bersumber 38,3% dari rumah tangga dan jenis sampah terbanyak 42,4% adalah sisa makanan. Sekitar 44% limbah makanan berkontribusi terhadap Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Indonesia. Metode PkM yang digunakan adalah penyuluhan pemilahan FLW dan pelatihan budidaya maggot menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF), untuk mendaur ulang dan mengolah sampah organik. Masyarakat sangat antusias karena Tim PkM FALTL Universitas Trisakti menyiapkan insektarium sederhana agar budidaya maggot dapat langsung diterapkan. Peran masyarakat dalam mengurangi timbulan food waste di rumah tangga sangat penting dan signifikan. Hal ini juga sangat signifikan dalam penurunan gas rumah kaca (GRK) jika dibandingkan dengan pengurangan yang sama di food waste katering, restoran dan hotel, serta food loss pasca panen dan produksi. Kemampuan masyarakat dalam membudidayakan BSF penghasil maggot dan kasgot sebagai media pemrosesan sampah organik FLW perlu didukung dengan pelatihan dan penerapan prosedur secara benar agar tidak menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan baru.
PENINGKATAN FASILITAS ZONA PEMANFAATAN SEBAGAI WISATA EDUKASI DI TAMAN HUTAN RAYA DJUANDA BANDUNG Harlisana, Rheyhanda; Indrawati, Etty; Yuslim, Silia; Seanders, Olivia
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24120

Abstract

Taman Hutan Raya Ir. H Djuanda merupakan salah satu destinasi wisata yang tidak jauh dari pusat kota Bandung. Daerah ini memiliki kondisi biofisik yang kompleks dengan berbagai ekosistem dan fenomena geomorfologi. Taman Hutan Raya Djuanda memiliki luas 590 hektar, yang dapat dibagi dalam dua zona yaitu zona konservasi dan zona pemanfaatan. Pengunjung  areal wisata ini berasal dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, keluarga, perorangan maupun wisatawan asing. Tujuan penelitian ini yaitu 1.Identifikasi fasilitas wisata edukasi yang ada di THR Djuanda. 2. Evaluasi dari fasilitas yang ada dan mengusulkan fasilitas lain  yang mendukung THR Djuanda sebagai areal wisata edukasi, Penelitian ini dilakukan sebatas zona pemanfaatan, dilakukan dari bulan September – Desember 2022. Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ranah kognitif  berhubungan dengan  pengetahuan, pemahaman dan pandangan ditujukan pada areal arboretum, areal sekitar bangunan musium dan areal sekitar monument.  Ranah afektif yang berhubungan dengan perasaan, emosi dan evaluasi ditujukan pada areal sekitar kolam pakar dan panggung terbuka. Ranah psikomotorik yaitu kegiatan yang berhubungan dengan fisik ditujukan pada areal taman bermain, kegiatan berolah raga maupun berpetualang.