Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisis Kebijakan dan Peran Guru dalam Pergantian dan Pengembangan Kurikulum di Indonesia Totoda, Realita Meydena Andhela; Luwunaung, Novenia Sintikhe; Sahentumuwo, Grace Satriani; Monigir, Non Norma
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6377

Abstract

Kebijakan pergantian kurikulum telah banyak mengalami perubahan. Pergantian kurikulum di Indonesia telah berulang kali diganti dan dikenal sebagai berikut : 1) KTSP 2) Kurikulum 2013 4) Kurikulum 2013 versi revisi yang menekankan pada kompensi dan berbasis karakter. 5) Merdeka belajar. Pergantian kurikulum memiliki dampak bagi guru dan peserta didik. Guru juga memegang peranan penting dan krusial dalam pengembangan kurikulum diantaranya ; 1) Pengelolaan administratif, 2) Pengelolaan Konseling dan Pengembangan Kurikulum, 3) Guru Sebagai Tenaga Profesi Kependidikan, 4) Berpartisipasi dalam Pengembangan Kurikulum, 5) Meningkatkan Keberhasilan Sistem Instruksional, 6) Pendekatan Kurikulum, 7) Meningkatkan Pemahaman Konsep Diri, 8) Memupuk Hubungan Timbal Balik yang Harmonis dengan Siswa. Dilihat dari segi pengelolaan, pengembangan kurikulum dibedakan menjadi sentralisasi, desentralisasi, sentral desentral. Dalam pengembangan kurikulum, guru berperan sebagai implementer (pelaksana), developer (pengembang), adapter (penyelaras), research (peneliti).
Kesiapan Guru dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan di Bidang IPTEK Mutia, Ivana Kezia; Wosal, Yohanes Nikodemus; Monigir, Non Norma
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6378

Abstract

Guru sebagai salah satu komponen penting harus memiliki kompetensi dalam bidang IPTEK guna menyeimbangkan pembelajaran dengan perkembangan teknologi yang ada. Namun, masih ada kendala yang ditemukan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seperti apa kesiapan guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di bidang IPTEK. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan teknik analisis deskriptif untuk menjabarkan hasil penelitian. Dari penelitian ini terlihat bahwa guru, terlebih yang berada pada daerah 3T masih belum memiliki kesiapan yang matang untuk menerapkan IPTEK dalam pembelajaran karena kendala seperti kurangnya sarana dan prasarana, kurangnya kemampuan guru dalam IPTEK dan keterbatasan ekonomi. Penerapan IPTEK dalam pendidikan masih terkendala karena komponen penting untuk bisa mendayagunakan TIK belum dapat dimanfaatkan dengan maksimal, yaitu infrastruktur, materi pembelajaran digital, sumber daya manusia dan kebijakan. Sedangkan kebijakan digitalisasi pendidikan sudah mulai dituntut untuk dilaksanakan pada pembelajaran
The Influence of The Project-Based Learning Model on the Poetry Writing Skills of Class V Students of Pineleng State Elementary School Monigir, Norma
International Journal of Information Technology and Education Vol. 2 No. 4 (2023): September 2023
Publisher : JR Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62711/ijite.v2i4.164

Abstract

This research aims to improve poetry writing skills using the Project-based Learning Model for Class V Students of Pineleng State Elementary School. This research method uses quantitative research with the type of research being experimental research. This research was carried out to improve poetry writing skills using the Project Based Learning Model. The results of this research show that there is an influence of the use of project-based learning on learning outcomes for poetry writing skills, in line with the results of observations made. Based on the results of observations, there were changes in students where at the beginning of learning activities there were several students who were doing other activities or acting indifferent during the learning process. Observation results show that there are a large number of students who answer when asked questions and students who volunteer to work on questions on the blackboard. Students also begin to be active and confident in responding to answers from other students so that other students are also motivated to follow the lesson.
Use of The Rasch Model for Analysis of Test Instruments in Class V Science Subjects State 38 Primary School Manado Monigir, Norma; Tumbol, Youla Wilma; Monolimay, Nova Veranda
International Journal of Information Technology and Education Vol. 3 No. 2 (2024): March 2024
Publisher : JR Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62711/ijite.v3i2.171

Abstract

This research was conducted to analyze the test instruments used to measure students' abilities in science and science subjects in Class V of SD Negeri 38 Manado. The students consisted of 40 students. The questions given were in the form of 5-point description questions related to the material of light and its properties. The Rasch model is used to obtain fit test items. This analysis was carried out with the help of Winsteps software. From the output of the Winsteps program, the results obtained were 4 questions according to the Rasch model with an average Outfit MNSQ value for each person and an item of 0.99 each. Meanwhile, the Outfit ZSTD values for people and items are -0.10 and -0.29 respectively. Meanwhile, the reliability of the instrument expressed in Cronbach's alpha is 0.18.
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning dan Problem Based Learning pada Peserta Didik Sekolah Dasar Setiawan, Tiok; Sumilat, Juliana Margareta; Paruntu, Noula Marla; Monigir, Non Norma
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan model pembelajaran project based learning (PjBL) dan problem based learning (PBL) ditinjau dari pembelajaran tematik terintegrasi muatan pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia siswa kelas V SD. Subjek Penelitian adalah siswa kelas V SD N 2 Kradinan dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik analisa data berupa pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan serta teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Kedua model pembelajaran PjBL dan PBL dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran namun jika dibandingkan antara kedua model tersebut diperoleh model PjBL lebih membuat aktif dalam proses kegiatan pembelajaran dan baik dari hasil belajar kognitif peserta didik.
Analisis Kebijakan dan Peran Guru dalam Pergantian dan Pengembangan Kurikulum di Indonesia Totoda, Realita Meydena Andhela; Luwunaung, Novenia Sintikhe; Sahentumuwo, Grace Satriani; Monigir, Non Norma
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6377

Abstract

Kebijakan pergantian kurikulum telah banyak mengalami perubahan. Pergantian kurikulum di Indonesia telah berulang kali diganti dan dikenal sebagai berikut : 1) KTSP 2) Kurikulum 2013 4) Kurikulum 2013 versi revisi yang menekankan pada kompensi dan berbasis karakter. 5) Merdeka belajar. Pergantian kurikulum memiliki dampak bagi guru dan peserta didik. Guru juga memegang peranan penting dan krusial dalam pengembangan kurikulum diantaranya ; 1) Pengelolaan administratif, 2) Pengelolaan Konseling dan Pengembangan Kurikulum, 3) Guru Sebagai Tenaga Profesi Kependidikan, 4) Berpartisipasi dalam Pengembangan Kurikulum, 5) Meningkatkan Keberhasilan Sistem Instruksional, 6) Pendekatan Kurikulum, 7) Meningkatkan Pemahaman Konsep Diri, 8) Memupuk Hubungan Timbal Balik yang Harmonis dengan Siswa. Dilihat dari segi pengelolaan, pengembangan kurikulum dibedakan menjadi sentralisasi, desentralisasi, sentral desentral. Dalam pengembangan kurikulum, guru berperan sebagai implementer (pelaksana), developer (pengembang), adapter (penyelaras), research (peneliti).
Kesiapan Guru dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan di Bidang IPTEK Mutia, Ivana Kezia; Wosal, Yohanes Nikodemus; Monigir, Non Norma
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6378

Abstract

Guru sebagai salah satu komponen penting harus memiliki kompetensi dalam bidang IPTEK guna menyeimbangkan pembelajaran dengan perkembangan teknologi yang ada. Namun, masih ada kendala yang ditemukan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seperti apa kesiapan guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di bidang IPTEK. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan teknik analisis deskriptif untuk menjabarkan hasil penelitian. Dari penelitian ini terlihat bahwa guru, terlebih yang berada pada daerah 3T masih belum memiliki kesiapan yang matang untuk menerapkan IPTEK dalam pembelajaran karena kendala seperti kurangnya sarana dan prasarana, kurangnya kemampuan guru dalam IPTEK dan keterbatasan ekonomi. Penerapan IPTEK dalam pendidikan masih terkendala karena komponen penting untuk bisa mendayagunakan TIK belum dapat dimanfaatkan dengan maksimal, yaitu infrastruktur, materi pembelajaran digital, sumber daya manusia dan kebijakan. Sedangkan kebijakan digitalisasi pendidikan sudah mulai dituntut untuk dilaksanakan pada pembelajaran
The Role Of Organizational Culture In Enhancing Teacher Leadership In Schools: A Literature Review Monigir, Non Norma; Samuel H. Mosey; Meytha M. Wongkar; Davison Pagawak
Jurnal Pendidikan LLDIKTI Wilayah 1 (JUDIK) Vol. 4 No. 02 (2024): Education, 2024
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah - 1

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to examine the role of organizational culture in improving teacher leadership in schools. A supportive and healthy organizational culture can facilitate teacher leadership development, increase collaboration between teachers, and encourage teachers to innovate in the learning process. This study draws on a literature review from various relevant journals between 2020 and 2023, as well as identifying supporting and inhibiting factors in teacher leadership development. The results of the study show that an organizational culture based on cooperation, effective communication, and appreciation for teacher professionalism can strengthen the role of teacher leadership in schools. Support from democratic principals and providing opportunities for teachers to participate in decision-making also proved important in improving teacher leadership. However, inhibiting factors such as limited resources and resistance to change are challenges that must be overcome to improve the effectiveness of teacher leadership. These findings suggest that schools need to create a positive organizational culture, provide adequate resources, and provide the necessary support for teacher leadership development.
Literature Review: The Relationship Between Servant Leadership and Organizational Culture Development in Educational Institutions Norma N. Monigir; Suiling Pontoh; Maria Wihelmina Kaparang; Victor Nomel Kumajas
Jurnal Pendidikan LLDIKTI Wilayah 1 (JUDIK) Vol. 4 No. 02 (2024): Education, 2024
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah - 1

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the relationship between servant leadership and the development of educational organizational culture. Servant leadership, which focuses on serving others, is believed to shape an organizational culture that supports values such as cooperation, open communication, and empowerment of organizational members. In the context of education, the application of servant leadership can improve teacher performance, student motivation, and create an environment conducive to innovation and professional development. This study shows that servant leadership plays an important role in building an inclusive and adaptive organizational culture, which ultimately contributes to improving the quality of education. The results of this literature review emphasize the importance of serving education leaders to encourage collaboration, build respectful relationships, and create an atmosphere that supports individual development in educational institutions. Thus, the application of servant leadership in educational institutions can improve the quality and effectiveness of education as a whole.
Pengaruh Model Role Playing Terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris Kelas Ii Sd Negeri Gogagoman Monigir, Non Norma; Watulangkow, Ivane
YUME : Journal of Management Vol 8, No 1.1
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v8i1.7837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model role playing terhadap hasil belajar bahasa Inggris pada siswa kelas II SD Negeri Gogagoman dengan materi "My Friend and My Family". Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen, di mana subjek penelitian terdiri dari 20 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur hasil belajar siswa sebelum dan setelah penerapan model role playing. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik SPSS dengan uji-t untuk mengetahui perbedaan signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model role playing. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test kelompok eksperimen yang menggunakan model role playing lebih tinggi dibandingkan dengan pre-test, dengan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari model role playing terhadap peningkatan hasil belajar bahasa Inggris siswa. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa model role playing efektif dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa kelas II SD Negeri Gogagoman, khususnya pada materi "My Friend and My Family".Kata Kunci : Model Role Playing, Hasil Belajar Bahasa Inggris