Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Studi Fenomenologi Pengalaman Pasien Penyakit Ginjal Kronik dalam Menjalani Hemodialisis Risa Nurhayati; Sri Wahyuni; Bayhakki Bayhakki; Nurul Huda; Erika Erika
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.55799

Abstract

Introduction: Each patient has a different experience undergoing hemodialysis, depending on individual perceptions, social support, and self-care abilities. This study aims to explore the experiences of chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis. Methods: This is a qualitative study with a phenomenological approach. The researcher used a purposive sampling technique to select eight informants for the participants, and analyzed using Colaizzi thematic analysis. Data validity was tested to increase trustworthiness through triangulation, member checking, dependability, confirmability, and transferability. Results: This study yielded three themes: 1) initial response to hemodialysis, 2) the process of accepting hemodialysis, and 3) motivation for regular hemodialysis. Conclusion: Nurses need to actively introduce coping strategies, involve families, and integrate medical and psychological aspects to support patient compliance and resilience
UPAYA PENCAPAIAN PERKEMBANGAN MENTAL REMAJA MELALUI TERAPI KELOMPOK TERAPEUTIK Jumaini Jumaini; Sri wahyuni; Niken Yuniar Sari; Nurul Huda; Yulia Rizka
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.44284

Abstract

Remaja merupakan tahapan usia transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada usia remaja, seseorang akan mengalami berbagai perubahan berkaitan dengan proses transisi menuju kedewasaan. Kemampuan berdaptasi terhadap berbagai perubahn ini sangat penting sehingga yang menunjang pencapaian perkembangan dan kesehatan mental remaja. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan terapi kelompok terapeutik kepada remaja untuk meningkatkan perkembangan mentalnya. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Sri Meranti dengan rentang usia remaja 12-19 tahun. Remaja yang terlibat sebanyak 30 orang. Peserta diberikan pre test sebelum dilakukan terapi dan post test sesudah diberikan terapi. Hasil kegiatan menunjukkan skor rata-rata sebelum diberikan terapi kelompok terapeutik adalah 42 sedangkan skor rata-rata setelah diberikan terapi kelompok terapeutik adalah 59. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan skor perkembangan mental sebesar 17 setelah remaja mendapatkan terapi kelompok terapeutik. Dampak dari pengabdian masyarakat ini terjadi peninkatan perkembangan mental remaja dan diharapkan remaja terus beradaptasi terhadap perubahan yang dialami sehingga dapat berperilaku yang menunjukkan sebagai remaja yang sehat mental.
Hubungan Dukungan Sosial terhadap Stres pada Keluarga yang Merawat Anak dengan Leukemia Resti Maharani; Nurul Huda; Novita Kusumarini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.490

Abstract

Pendahuluan: Leukemia merupakan salah satu jenis kanker darah yang menyerang anak-anak dan memerlukan perawatan jangka panjang di rumah sakit. Kondisi ini menimbulkan beban fisik, emosional, dan psikologis bagi keluarga. Dukungan sosial dari anggota keluarga, lingkungan, dan tenaga kesehatan berperan penting dalam membantu keluarga mengelola stres selama proses perawatan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat stres pada keluarga yang merawat anak penderita leukemia di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional . Sampel penelitian terdiri dari 41 responden, yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling . Instrumen penelitian berupa kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial dan skala Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk menilai tingkat stres. Analisis data dilakukan dengan uji Fisher's Exact dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar keluarga memperoleh dukungan sosial pada kategori tinggi (48,8%), sedangkan tingkat stres yang dialami berada pada kategori sedang (46,3%). Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan tingkat stres keluarga (p = 0,029 < 0,05), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial, semakin rendah tingkat stres yang dialami. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan stres pada keluarga yang merawat anak penderita leukemia. Dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif dalam menurunkan tekanan psikologis keluarga. Saran: Tenaga kesehatan diharapkan melibatkan keluarga dalam perawatan anak, memberikan edukasi, serta menyediakan dukungan psikososial. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti variabel lain yang berhubungan dengan stres keluarga, seperti strategi penanggulangan dan kualitas hidup.
Hubungan Stres Terhadap Kualitas Tidur Pada Keluarga Yang Merawat Penderita Kanker Payudara Sella Nuraini; Nurul Huda; Yunisman Roni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.675

Abstract

Pendahuluan: Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan utama dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi di dunia maupun di Indonesia. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada pasien, tetapi juga pada keluarga yang merawatnya. Keluarga memiliki peran penting dalam proses perawatan, namun tanggung jawab tersebut sering menimbulkan stres dan gangguan tidur yang dapat memengaruhi kemampuan mereka memberikan perawatan optimal. Namun, penelitian mengenai hubungan antara stres dan kualitas tidur pada keluarga yang merawat pasien kanker payudara di Indonesia masih terbatas, terutama di lingkungan rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat stres dan kualitas tidur pada keluarga yang merawat penderita kanker payudara di rumah sakit. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 79 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Kriteria inklusi meliputi keluarga inti pasien berusia ≥18 tahun, memberikan perawatan langsung minimal 4 jam per hari, telah merawat pasien kanker payudara stadium III atau IV lebih dari satu bulan, dan bersedia menjadi responden. Data dikumpulkan menggunakan skala stres dan kuesioner kualitas tidur, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil menunjukkan 38 responden (48,1%) mengalami stres berat dan 51 responden (64,6%) memiliki kualitas tidur buruk, dengan hubungan signifikan antara stres dan kualitas tidur (p-value = 0,007 < 0,05). Semakin tinggi tingkat stres, semakin buruk kualitas tidur keluarga. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan kualitas tidur pada keluarga yang merawat penderita kanker payudara
Hubungan Self Efficacy Dengan Illness Perception Pada Pasien Kanker Payudara Yang Sedang Menjalani Kemoterapi Di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Ira Syahputri Siahaan; Nurul Huda; Darwin Karim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.679

Abstract

Kanker merupakan suatu keadaan terjadinya mekanisme normal bahkan sel - sel kehilangan kendali kanker payudara merupakan salah satu penyebab tingginya akan kesakitan dan kematian didunia. Pasien kanker payudara biasanya banyak mengalami perubahan dalam dirinya dan kehidupan sehari-hari, meliputi; kondisi fisik, psikologis, sejak proses diagnosis hingga akhir hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self efficacy dan ilness perception pada pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterpi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik yang digunakan adalah purposive sampling dan sampel penelitian sebanyak 92 pasien di Poli Rawat Jalan Seruni RSUD Arifin Achmad. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Self Efficacy Scale Breast Cancer (SMSES-BC) untuk Self Efficacy dan Brief Illness Perception Questionnaire (BIPQ) untuk Illnes Perception. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value = 0,014, di mana nilai ini lebih kecil dari α (0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Self-Efficacy dan Illness Perception pada pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Pasien yang percaya pada kemampuannya untuk menjalani pengobatan cenderung memiliki pandangan yang lebih positif terhadap penyakitnya. Artinya, semakin tinggi efikasi diri pasien, semakin baik pula cara mereka memahami dan menangani penyakit sehingga pentingnya dukungan dan edukasi untuk meningkatkan efikasi diri pasien selama menjalani kemoterapi.