Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN DERAJAT RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL Doni, Stefania Dai; Kuswanti, Ina; Novitasari, Rista
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2017): Vol. 4. No. 1 Januari 2017
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar  Belakang  :  Penyebab  utama  dari  kematian  ibu  di  Indonesia  adalah perdarahan  (27%).  Perdarahan  pada  24  jam  pertama  persalinan  salah  satunya disebabkan  oleh  robekan  jalan  lahir.  Prevalensi  ibu  bersalin  yang  mengalami ruptur perineum di Indonesia 52% dikarenakan persalinan dengan bayi berat lahir cukup  atau  lebih.  Di  DIY  pada  tahun  2014,  ada  40  kasus  kematian  ibu  dengan kasus  tertinggi  terjadi  di  Bantul  yaitu  14  kasus,  dengan  penyebab  utama  yaitu perdarahan 46%. Di RSU PKU Muhammadiyah Bantul, pada tahun 2015 terdapat 370 kasus ruptur perineum pada persalinan normal. Tujuan : Mengetahui hubungan berat badan lahir dengan derajat ruptur perineum pada persalinan normal. Metode : Penelitian survey  analitik menggunakan  pendekatan cross  sectional. Lokasi  penelitian  di  RSU  PKU  Muhammadiyah  Bantul.  Populasi  penelitian sebanyak  370  orang.  Sampel  sebanyak  40  orang  dengan accidental  sampling. Jenis  data  menggunakan  data  sekunder.  Metode  analisis  data  menggunakan korelasi Kendall-Tau. Hasil :  Mayoritas bayi  lahir  dengan  berat  badan  lahir  normal  (80%). Sebagian besar  ibu  mengalami ruptur  perineum derajat  2  (57,5%)  pada  persalinan  normal. Ada  hubungan  antara  berat  badan  lahir  dengan  derajat ruptur  perineum pada persalinan  normal dengan  nilai  korelasi Kendall-Tau sebesar  0,664  dengan  nilai signifikan 0,000. Kesimpulan  :  Ada  hubungan  antara  berat  badan  lahir  dengan  derajat  ruptur perineum pada persalinan normal. Kata Kunci : Berat Badan Lahir, Derajat Ruptur Perineum
EFEKTIVITAS AROMATERAPI UNTUK MENGURANGI MUAL DAN MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER PERTAMA DI PMB AAN DYAH Novitasari, Rista; Nufus, Hidayatun; Rosita, Evi
Jurnal Borneo Cendekia Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v8i1.508

Abstract

Nausea and vomiting are common complaints experienced by pregnant women in the first trimester, which can affect their quality of life and health. This study aims to evaluate the effectiveness of aromatherapy in reducing nausea and vomiting in first-trimester pregnant women. The research method used is a quasi-experimental design with a pretest-posttest design. The study sample consisted of 60 first-trimester pregnant women divided into two groups: the intervention group, which received aromatherapy treatment, and the control group, which did not receive the treatment. Aromatherapy involved the use of ginger and peppermint essential oils, applied through inhalation for 15 minutes, three times a day for two weeks. Data were collected using the Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE) questionnaire before and after the intervention. The results showed a significant reduction in PUQE scores in the intervention group compared to the control group (p<0.05). These findings indicate that aromatherapy is effective in reducing nausea and vomiting in first-trimester pregnant women. This study suggests that aromatherapy can be considered a safe and effective non-pharmacological alternative for managing nausea and vomiting during pregnancy.
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI SMA NEGERI 10 YOGYAKARTA Jaenab Jaenab; Sulistyaningsih Prabawati; Rista Novitasari; Setyo Retno Wulandari
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.510

Abstract

WHO dan UNAIDS memberikan peringatan kepada 3 negara Asia seperti Cina, Vietnam, dan Indonesia yang saat ini disubut-sebut titik HIV. Di Indonesia kasus 2 tahun terakhir makin meningkat. Dari tahun 2014 sebanyak 30.935 kasus HIV dan 6.081 kasus AIDS dan tahun 2015 ada 32.711 kasus  HIV dan 7.875 kasus AIDS. Jumlah kasus di Provinsi DIY periode 2001-2017 adalah 313 kasus HIV dengan 542 kasus AIDS. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 10 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada 17 juli 2019. Sampel dalam penelitian ini ada 35 responden dan menggunakan simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 10 Yogyakarta dapat dikategorikan berpengetahuan  baik 26 responden (74,29%), berpengetahuan cukup sebanyak 5 responden (14,29%), berpengetahuan kurang sebanyak 4 responden (11,24%). Sebagian  besar remaja di SMA Negeri 10 Yogyakarta mempunyai tingkat pengetahuan baik yaitu sebanyak 26 responden (74,29%)
TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN SADARI PADA MAHASISWA DIII KEBIDANAN STIKES YOHYAKARTA Meliana Maria Tae; Rista Novitasari; Fitri Meliana; Ina Kuswanti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.606

Abstract

Kasus kanker payudara di negara berkembang telah mencapai lebih dari 580.000 kasus pada setiap tahunnya 64% dari jumlah kasus tersebut meninggal karena penyakit ini. Diperkirakan pada tahun 2030 insiden kanker payudara dapat mencapai 26 juta orang dan 17 juta diantaranya meninggal akibat kanker payudara hal ini dikarenakan 70% dari penderita memeriksakan dirinya pada keadaan stadium lanjut. Faktor yang menyebabkan adalah penderita kurang mengerti tentang kanker payudara dan masih kurangnya kesadaran wanita dalam melakukan deteksi dini terhadap kanker payudara. Untuk mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan tentang SADARI dengan kepatuhan melakukan SADARI pada mahasiswa DIII Kebidanan STIKes Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan  cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2019 di STIKes Yogyakarta. Populasi penelitian ini semua mahasiswa Kebidanan STIKes Yogyakarta yang berjumlah 58 orang, dengan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 58 mahasiswa, analisa data menggunakan uji Chi-Square. Pengetahuan mahasiswa tentang SADARI sebagian besar termasuk dalam kategori baik yaitu 31 orang (53,4%) sedangkan kepatuhan SADARI sebagian besar termasuk tidak patuh yaitu 31 orang (53,4%). Tabulasi silang menunjukan bahwa dari 19 orang (32,8%) yang berpengetahuan baik dan patuh melakukan SADARI sedangkan 12 orang (20,7%) yang berpengetahuan baik namun tidak patuh dan masih terdapat 15 orang (25,9%) yang berpengetahuan cukup namun tidak patuh melakukan SADARI serta 4 orang (6,9%) yang berpengetahuan kurang semuanya tidak patuh melakukan SADARI. Ada Hubungan antara tingkat pengetahuan tentang SADARI dengan kepatuhan melakukan SADARI pada mahasiswa DIII Kebidanan STIKes Yogyakarta.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN HIV DARI IBU KE ANAK (PPIA) Lusa Rochmawati; Rista Novitasari
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.505 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.1.2016.46-52

Abstract

Latar belakang: HIV/AIDS merupakan permasalahan global, meningkat setiap tahunnya. Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) telah terbukti sebagai intervensi yang sangat efektif untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke anak. Jumlah kasus ibu rumah tangga yang tahu dirinya terinfeksi HIV dan kurangnya kesadaran melakukan pemeriksaan sehingga penanganan penularan HIV dari ibu ke anak terlambat. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan perilaku pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA). Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental design) dan rancangan pretest-postest control group only design. Teknik sampling yang digunakan purposive random sampling. Sampel penelitian berjumlah 24 ibu hamil. Pengujian hipotesis menggunakan uji T berpasangan (paired test). Hasil: 1) Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA) (p value = 0,001). 2) Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA) (p value = 0,003). 3) Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA) (p value = 0,84). Simpulan: pendidikan kesehatan mempengaruhi pengetahuan dan perilaku ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA).Kata kunci: pendidikan kesehatan, pengetahuan, perilaku, PPIA
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM KESEHATAN REPRODUKSI DAN ANAK BALITA Arfan, Nurul Azmi; Novitasari, Rista; Sandi, Devi Fitria; Ningsih, Dovi Dwi Mardiyah
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 3 No. 3 (2024): Volume 3, Nomor 3, Juni 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v3i3.349

Abstract

Kesehatan reproduksi perempuan dan anak balita merupakan salah satu isu yang krusial dalam pencapaian pembangunan kesehatan di seluru dunia. Semua persoalan ini harus sesegera mungkin dipecahkan salah satunya melalui kegiatan-kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan memberikan edukasi tentang pentingnya kesehatan reproduksi bagi perempuan dan balita. Tujuan kegiatan dan target kegiatan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kesehatan tentang kesehatan reproduksi perempuan dan anak balita dengan harapan meningkatkan pemahaman dan wawasan akan pentingnya kesehatan reproduksi. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dengan metode presentasi dan pembagian leaflet, dan dilanjutkan dengan konseling singkat. Penyuluhan dilaksanakan di Hall Dharmawanita Perumdam Tirta Kencana Jombang pada tanggal 21 Mei 2024 Jam 09.00 WIB. Hasil dari kegiatan ini 84% peserta memahami pentingnya kesehatan reproduksi bagi perempuan dan anak balita. Selain itu peserta juga aktif bertanya dan berdiskusi serta diakhir sesi pemaparan materi, banyak peserta yang mengikuti kegiatan konsultasi. Pentingnya edukasi tentang kesehatan reproduksi ini sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan kepekaan perempuan dalam menghadapi masalah-masalah kesehatan reproduksi
Hubungan Hubungan Senam Hamil Ibu Hamil Trimester III dengan Lama Proses Persalinan Rista Novitasari; Hidayatun Nufus
Jurnal Kebidanan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan Edisi September 2023
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i2.1287

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih tinggi ini salah satunya disebabkan karena partus lama. Senam hamil merupakan olah raga yang dilakukan oleh ibu hamil untuk mempersiapkan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Data Tahun 2021 di Desa Temuireng Kec. Dawarblandong Kab. Mojokerto terdapat 20 % ibu yang belum melakukan senam hamil dan proses persalinan tidak lancar. Tujuan penelitian Mengetahui hubungan senam hamil ibu hamil trimester III dengan lama proses persalinan di Desa Temuireng Kec. Dawarblandong Kab. Mojokerto Desain penelitian ini menggunakan retrospektif. Populasinya yaitu Seluruh ibu hamil trimester III yang persalinannya spontan di Desa Temuireng Kec. Dawarblandong Kab. Mojokerto sejumlah 25 orang. Sampel penelitian sejumlah 25 ibu hamil trimester III yang persalinannya spontan, diambil secara total sampling. Variable independent adalah senam hamil dan variable dependent adalah lama proses persalinan. Instrument penelitian menggunakan rekam medik. Pengolahan data menggunakan editing, coding, tabulating dan uji statistic Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruhnya ibu hamil melakukan senam hamil sebanyak 20 responden (80,0%), hampir seluruhnya ibu hamil lama proses persalinan normal sebanyak 19 responden (76,0%) dan Uji Pearson Chi-Square menunjukan bahwa nilai signifikan p value = 0,035 < a (0,05), sehingga H1 diterima.
ANALISIS PENERAPAN INTEGRASI KEBIDANAN KONVENSIONAL DAN KOMPLEMENTER DALAM PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK PADA RUMAH SAKIT ASFIYAK KEDIRI Rista Novitasari; Hidayatun Nufus; Evi Rosita
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 4 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i4.442

Abstract

Pendahuluan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan integrasi kebidanan konvensional dan komplementer dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di Rumah Sakit Asfiyak Kediri. Integrasi kebidanan konvensional dan komplementer bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan memadukan pendekatan medis modern dengan terapi alternatif yang lebih holistik. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat tambahan dalam mengelola berbagai masalah kesehatan ibu dan anak, seperti nyeri persalinan, stres, kecemasan, serta mendukung pemulihan pasca persalinan. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelayanan kebidanan, serta analisis dokumentasi mengenai prosedur dan pelaksanaan kebidanan komplementer di rumah sakit. Fokus utama penelitian ini meliputi pemahaman tentang jenis terapi komplementer yang digunakan, tantangan dalam implementasi integrasi, serta persepsi tenaga kesehatan dan pasien terhadap manfaat dan efektivitas integrasi kedua pendekatan tersebut. Hasil Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai sejauh mana kebidanan konvensional dan komplementer dapat diintegrasikan dalam praktik sehari-hari, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak dengan pendekatan yang lebih menyeluruh dan berbasis bukti. Kesimpulan Integrasi ini dapat menjadi model pelayanan kesehatan yang lebih terpadu dan berorientasi pada kesejahteraan fisik dan mental ibu dan anak.
Efektivitas Edukasi Gizi dan Kesehatan oleh Bidan dalam Mencegah Stunting pada Ibu Hamil dan Balita Novitasari, Rista; Nufus, Hidayatun; Rosita, Evi
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 2: APRIL 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i2.174

Abstract

Stunting remains a significant public health issue in Indonesia, with long-term impacts on child development. Midwives, as frontline health workers, play a critical role in delivering nutrition and health education to mothers during the crucial 1000 days of life to prevent stunting. Objective: This study aims to evaluate the effectiveness of nutrition and health education provided by midwives in increasing the knowledge of pregnant women and mothers of toddlers to prevent stunting. Methods: A quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach was used involving 30 respondents (15 in the PowerPoint group and 15 in the leaflet group). Data were collected through structured questionnaires and analyzed using paired t-tests. Results: The PowerPoint group showed an average knowledge score increase from 36.7% to 84.9% (+48.2%), while the leaflet group increased from 32.3% to 70.1% (+37.8%). Statistical analysis showed a significant difference in knowledge improvement (p < 0.05), indicating that PowerPoint-based education was more effective than leaflets. Additionally, positive behavioral changes were observed in iron tablet adherence, posyandu attendance, and handwashing practices. Conclusion: Nutrition education delivered by midwives significantly improves maternal knowledge, especially when using audiovisual tools. Integrating such education into antenatal care and community health programs is recommended to enhance stunting prevention efforts.
Meningkatkan Perkembangan Motorik Kasar Bayi dengan Baby Swim Mildiana, Yana Eka; Permatasari, Ratna Dewi; Sulistyawati, Henny; Isro'aini, Any; Yulisetiyaningsih, Fera; Novitasari, Rista; Purwanti, Tri
Jurnal Abdi Medika Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Abdi Medika Mei 2024
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v4i1.1363

Abstract

Masa bayi merupakan tahapan dimana pertumbuhan dan perkembangan berjalan sangat cepat dan penting, namun tidak dapat dipungkiri adanya masalah keterlambatan setiap perkembangan bayi. Kurangnya stimulasi dini pada bayi merupakan salah satu penyebab keterlambatan dalam proses tumbuh kembang bayi. Hal ini bisa disebabkan karena ibu yang kurang paham pentingnya stimulasi yang dapat dilakukan sendiri dirumah sehingga lebih efektif dan efisien serta kurang memahami pentingnya perkembangan anak yang sesuai usianya. Ibu bayi lebih banyak mementingkan pertumbuhan namun tidak pada perkembangan bayi. Dengan demikian institusi pendidikan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu Baby Swim untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar yang dilaksanakan pada semua bayi usia 9 bulan yang mengalami keterlambatan perkembangan motorik kasarnya di Desa Tambak Rejo Jombang.kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2024. Sehingga ibu nantinya dapat memberikan stimulasi Baby Swim sendiri di rumah sehingga perkembangan motorik kasar dapat meningkatkan. Pada pengabdian masyarakat ini menggunakan metode berenang untuk bayi, kegiatan berenang dilakukan setiap 2 kali seminggu selama 4 minggu dan berkesinambungan dilakukan dirumah dengan keluarga. Hasil dari pengabdian masyarakat didapatkan setelah dilakukan Baby Swim selama 4 minggu menunjukkan bahwa sebagian besar bayi mengalami peningkatan perkembangan motorik kasar sebanyak 12 bayi (80%). Treatment Baby Swim merupakan alternatif yang menyenangkan namun efektif dan efisien dalam upaya meningkatkan motorik kasar bayi.