Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search
Journal : JCOMENT (Journal of Community Empowerment)

Pemetaan Pasien Penyakit Diabetes Mellitus Dengan Komplikasi Tuberkulosis Paru di Umbulharjo Kota Yogyakarta Hendra Rohman; Evrithia Chatarina
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i1.252

Abstract

Latar Belakang: Penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit dengan keadaan gula darah yang tinggi yang mengakibatkan penderita memiliki resiko terkena beberapa macam komplikasi, satu diantaranya adalah tuberkulosis paru. Puskesmas di haruskan mampu memberikan pengobatan dan promosi kesehatan terhadap masyarakat guna menciptakan masyarakat yang sehat dan kondusif. Data pasien DM TBC paru di Puskesmas Umbulharjo I dan II masih berupa tabel. Pembuatan pemetaan penyakit perlu dilakukan agar dapat memvisualisasikan data, serta dapat membantu dalam mengambil keputusan untuk pengobatan dan promosi kesehatan. Tujuan: Menganalisis pemetaan pasien DM di wilayah Umbulharjo tahun 2017, dan mengidentifikasi penyebab DM TBC paru. Metode: Jenis penelitian survei dengan rancangan cross-sectional menggunakan sistem informasi geografis. Teknik sampling menggunakan sampling jenuh sebanyak 8 orang. Analisis spasial menggunakan Quantum GIS. Teknik pengumpulan dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil: Proses pengelompokan pasien DM di Puskesmas Umbulharjo I dan II dengan cara manual dan aplikasi SIMPUS, sedangkan DM TBC dengan cara manual (buku khusus TBC). Pemetaan pasien DM tertinggi berada pada Kelurahan Pandeyan dan Sorosutan. Pasien DM TBC paru berjumlah 8 yakni 3 di Pandeyan, 2 di Semaki, dan 1 pasien masing-masing di Sorosutan, Tahunan, dan Muja-Muju. Hasil analisa uji korelasi Pearson N=8, p=0,939>0,05 maka tidak terdapat korelasi yang signifikan dan r= -,036 menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kepadatan penduduk di wilayah Kecamatan Umbulharjo dengan pasien DM TBC paru. Hasil wawancara dengan pasien pasien DM TBC paru disebabkan oleh tidak rutin kontrol ke dokter, tidak patuh minum obat, dan tidak olahraga. Kesimpulan: Visualisasi data pemetaan kasus DM TBC kategori tinggi berada di Pandeyan dan Semaki. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pasien DM TBC paru dengan kepadatan penduduk. Pasien DM TBC paru memiliki gaya hidup sehat yang rendah.
EVALUASI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL DI PUSKESMAS SEMIN I Ibnu Mardiyoko; Hendra Rohman; Anisa Aulia
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 3 (2020): AUGUST-NOVEMBER 2020
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i3.274

Abstract

Penerapan SISFOMAS masih ditemukan kendala yang dialami dalam penggunaan SISFOMAS yaitu petugas masih kurang menguasai dalam mengoperasikan SISFOMAS. Terdapat menu yang belum digunakan secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi penggunaan sistem SISFOMAS di Puskesmas Semin I. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, rancangan cross-sectional. Menggunakan teknik non-probability sampling jenis sampling jenuh dengan jumlah sampel 20 responden. Teknik analisis data dengan analisis statistik deskriptif dan analisis non parametris. Tingkat persetujuan responden terhadap kemanfaatan (perceived usefulness) SISFOMAS adalah 83,83% sedangkan tingkan persetujuan responden terhadap kemudahan (perceived ease of use) SISFOMAS adalah 81,83%. Dari uji Kendall Tau didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) dengan persepsi kemudahan (perceived ease of use) dengan tingkat signifikasi 0,001. Pengguna SISFOMAS diPuskesmas Semin I mempercayai kemanfaatan dan kemudahan SISFOMAS serta adanya pengaruh hubungan yang signifikan antara persepsi kemanfaatan dengan persepsi kemudahan pada pengguna SISFOMAS di Puskesmas Semin I.
ANALISIS PENGELOLAAN PELAPORAN PADA DATA MORBIDITAS PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT M. Imron Mawardi; Hendra Rohman; Ibnu Mardiyoko; Indar Puspita Latarissa
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i1.295

Abstract

Pelaksanaan pelaporan sangat penting bagi rumah sakit karena dapat digunakan sebagai perbandingan kunjungan pasien lama atau baru yang sebelumnya dan sekarang, dan mempertimbangkan pengadaan alat kesehatan yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini mengetahui pelaksanaan pengelolaan pelaporan data morbiditas pasien rawat jalan, mengetahui kendala yang dihadapi dalam pengelolaan, pengumpulan dan input pelaporan data morbiditas pasien rawat jalan di Rumah Sakit Condong Catur. Penelitian deskriptif kualitatif. Subjek adalah petugas rekam medis yaitu 2 orang petugas rekam medis dan kepala rekam medis. Objek adalah data pelaporan morbiditas rawat jalan. Hasil, pelaporan dilaksanakan oleh PIC yang bertanggungjawab atas tugas pelaporan tersebut namun dengan adanya beban kerja yang tinggi, pelaporan data morbiditas rawat jalan dikerjakan oleh petugas dengan pergantian shift. Kesimpulan, pengumpulan data sudah berjalan sesuai dengan standar prosedur operasional, pengolahan data dibuat secara komputerisasi yang dibuat oleh PIC yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, penyajian data dikirim via e-mail ke Dinas Kesehatan setiap awal tahun.
ANALISIS SISTEM PENYUSUTAN BERKAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT PURI HUSADA Andrias Feri Sumadi; Hendra Rohman; Ibnu Mardiyoko; Erina Septin Prihaningtyas
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i1.302

Abstract

Pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis di Rumah Sakit Puri Husada Sleman Yogyakarta belum terlaksana secara rutin. Kendala dalam pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis, karena terbatasnya petugas rekam medis dan pekerjaan yang semakin menumpuk sehingga untuk melaksanakan penyusutan belum bisa dilakukan. Tujuan, mengetahui alur pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis, mengidentifikasi permasalahan pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis, mengetahui penyelesaian masalah mengenai pelaksanaan penyusutan. Jenis penelitian deskriptif. Subjek yaitu tiga petugas rekam medis yaitu dua orang sebagai responden dan satu orang sebagai triangulasi sumber. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil, di Rumah Sakit Puri Husada Sleman Yogyakarta sudah mempunyai SPO tentang penyusutan berkas rekam medis, di dalam SPO dijelaskan bahwa waktu penyusutan berkas rekam medis dilakukan setiap lima tahun sekali. Pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis belum disosialisasikan dengan baik, tidak adanya petugas khusus penyusutan atau petugas filing, karena waktu luang petugas terbatas untuk melakukan penyusutan sehingga masih mengalami keterlambatan dalam melakukan penyusutan. Tidak adanya ruang dan tempat khusus penyimpanan berkas rekam medis juga menjadi penghambat dalam pelaksanaan penyusutan. Kesimpulan, pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis sudah sesuai dengan SPO mengenai penyusutan berkas rekam medis, akan tetapi waktu pelaksanaannya belum sesuai dengan yang ada di SPO. Belum adanya ruang dan rak khusus untuk menyimpan berkas rekam medis inaktif.
EVALUASI PENERAPAN SIMRS MENGGUNAKAN TECHNOLONGY ACCEPTANCE MODEL DI RUMAH SAKIT CONDONG CATUR Andhy Sulistyo; Hendra Rohman; Fikram S. Sumangan
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i1.303

Abstract

Penerapan SIMRS di Rumah Sakit Condong Catur Sleman Yogyakarta masih terdapat beberapa kendala yaitu pada jam kerja yang padat pengoperasian SIMRS menjadi lambat dalam melakukan input data dan pengiriman data ke unit lain yang menggunakan SIMRS sehingga data yang dibutuhkan tidak tepat waktu. Pada indikator pelayanan rumah sakit BOR, LOS dan TOI memanfaatkan penerapan SIMRS di rumah sakit tetapi ada beberapa data yang dibutuhkan belum terupdate karena ada beberapa item di SIMRS yang sering Error ketika petugas menginput data pasien, sehingga data yang ada di SIMRS seringkali berubah. Tujuan, mengetahui hasil evaluasi persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) penggunaan SIMRS, mengetahui hasil evaluasi persepsi kemudahan (perceived ease of use) penggunaan SIMRS serta mengetahui hubungan antara persepsi kemudahan (perceived ease of use) dengan persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) pengguna SIMRS. Jenis Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Teknik analisis data berupa analisis statistic deskriptif dan analisis statistik non parametris. Kesimpulan: Tingkat persetujuan responden terhadap kemanfaatan SIMRS adalah 82,44% sedangkan tingkat persetujuan responden terhadap kemudahan SIMRS adalah 82,51%. Dari uji korelasi Kendall’s Tau didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kemudahan dengan persepsi kemanfaatan dengan signifikasi 0,000.
EVALUASI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL DI RS AT- TUROTS AL-ISLAMY Hendra Rohman; Ibnu Mardiyoko; Dona Wening Kusumastuti
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i1.304

Abstract

Penggunaan SIMRS (Sistem Manajemen Rumah Sakit) di Rumah Sakit At-Turots Al-Islamy masih mengalami hambatan yaitu menu yang error pada menu pelaporan, sehingga keadaan ini mengakibatkan menu yang ada di SIMRS belum dapat digunakan secara maksimal dan ada beberapa staf yang masih merasa kesulitan dalam mengoperasikan SIMRS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil evaluasi persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) penggunaan SIMRS, Mengetahui hasil evaluasi persepsi kemudahan (perceived ease of use) penggunaan SIMRS, serta Mengetahui pengaruh antara persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) dengan persepsi kemudahan (perceived ease of use) pengguna SIMRS. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Pengumpulan data penelitian dengan menggunakan kuesioner tertutup. Teknik analisis data berupa analisis statistik deskriptif dan analisis statistik non parametris. Teknik non probability sampling jenis purposive sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Tingkat persetujuan responden terhadap kemanfaatan (perceived usefulness) SIMRS adalah 80,11%, sedangkan tingkat persetujuan responden terhadap kemudahan (perceived ease of use) SIMRS adalah 81,22%. Uji Kendall Tau didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) dengan persepsi kemudahan (perceived ease of use) dengan angka signifikasi 0,002. Pengguna SIMRS di Rumah Sakit At-Turots Al-Islamy telah mempercayai kemanfaatan (perceived usefulness) dan kemudahan (perceived ease of use) SIMRS, serta adanya pengaruh yang signifikan antara persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) dengan persepsi kemudahan (perceived ease of use) di Rumah Sakit At-Turots Al-Islamy.
EVALUASI PENGGUNA TERHADAP PENERAPAN SIMPUS DENGAN METODE TAKS TECHNOLOGY FIT DI PUSKESMAS IMOGIRI I M. Imron Mawardi; Hendra Rohman; Ibnu Mardiyoko; Nida Priastiti
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 2 (2020): APRIL-JULI 2020
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i2.305

Abstract

Penerapan SIMPUS di Puskesmas Imogiri I Bantul sudah cukup lama mulai dari tahun 2003. Pertama dilalukan di bagian URM, pemeriksaan umum, gigi, laboraturuim dan HIV, poli mata, poli spesialis anak, poli gizi, poli ibu dan anak, IMS, sanitasi. Petugas rekam medis mengatakan masih terdapatnya kendala pada SIMPUS hanya dioperasikan oleh orang tertentu saja, data laporan tidak sesuai yang dibutuhkan, hal ini berdampak pada rutinitas kegiatan input data. Penggunaan SIMPUS di Puskesmas Imogiri I Bantul belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan karena hanya digunakan untuk mendaftar dan melihat data pasien sehingga belum bisa digunakan secara efektif. Tujuan, untuk mengetahui kinerja (performance impact) penggunaan SIMPUS di Puskesmas Imogiri I Bantul tahun 2019, mengetahui pemanfaatan (utilization) penggunaan SIMPUS di Puskesmas Imogiri I Bantul tahun 2019, dan mengetahui faktor penyebab tidak maksimalnya kinerja (performance impact) dan pemanfaatan (utilization) pada penggunaan SIMPUS di Puskesmas Imogiri I Bantul tahun 2019. Jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 10 orang petugas yang menggunakan SIMPUS dan 1 kepala bagian rekam medis sebagai triabgulasi sumber. Teknik pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil, setelah melalui perhitungan persetujuan reponden terhadap dampak kinerja adalah 76,85% dan lebih kecil dari 80%. Berarti kinerja belum sesuai yang diharapkan. Perhitungan persetujuan reponden terhadap dampak pemanfaatan adalah 77,42% dan lebih kecil dari 80%. Berarti pemanfaatan belum sesuai yang diharapkan. Faktor penyebab tidak maksimalnya kinerja (performance impact) SIMPUS tidak mempercepat, format pada penulisan diagnosa tidak sesuai dengan dinas. SIMPUS tidak mendukung kebutuhan dan pemanfaatan (utilization) petugas tidak mendapatkan data dari sebuah sistem yang terhubung dengan SIMPUS, proses administrasi tidak melalui SIMPUS. Kesimpulan, tingkat persetujuan responden terhadap kinerja dan pemanfaatan pada penggunaan SIMPUS di Puskesmas Imogiri I Bantul belum mencapai yang diharapkan. Faktor penyebab tidak maksimalnya penggunaan SIMPUS yaitu faktor kinerja (performance impact) dan faktor pemanfaatan (utilization).
TINJAUAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI RUANG PENYIMPANAN BERKAS REKAM MEDIS RUMAH SAKIT M. Imron Mawardi; Hendra Rohman; Ibnu Mardiyoko; Fardana Nur Rachma
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 2 (2020): APRIL-JULI 2020
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i2.306

Abstract

Pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) masih belum berjalan efektif. Di ruang penyimpanan berkas rekam medis pernah terjadi kecelakaan kerja yaitu petugas terjatuh dari rak penyimpanan pada saat pengambilan BRM. Hal itu disebabkan karena terbatasnya luas ruang penyimpanan berkas rekam medis yang berukuran 7m x 10m yang di dalamnya terdapat 100 rak penyimpanan yang terbuat dari kayu dengan tinggi 2,45m serta jarak antara rak penyimpanan 62cm, selain itu juga terdapat tumpukan berkas rekam medis yang berada di kardus, sehingga membuat ruang filing sempit dan petugas sulit bergerak karena penuh dan sesak. Kurangnya sirkulasi udara serta penggunaan AC yang kurang menyebabkan ruangan menjadi pengap dan berdebu. Kondisi tersebut dapat menyebabkan resiko terjadinya kecelakaan kerja menjadi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) serta hambatan dan upaya dalam pelaksanaan pengambilan berkas rekam medis yang berkaitan dengan K3 di ruang filing RS PKU Muhammadiyah Bantul yang terletak di Jl. Jend. Sudirman no 124 Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian 5 orang yang dipilih langsung dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Alat pengumpulan data dilakukan dengan cheklist observasi dan pedoman wawancara. Hasil, pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam pengambilan berkas rekam medis belum efektif, karena belum adanya SPO khusus untuk mengatur tentang K3 dalam pelaksanaan pengambilan berkas rekam medis di ruang filing. Kondisi ruang filing yang kurang mencukupi untuk ruang filing, ruangan yang kurang luas karena tidak memungkinkan untuk ditambah rak penyimpanan serta masih terbatasnya APD yang ada. Faktor penyebab kecelakaan kerja dikelompokkan menjadi golongan fisik, golongan kimiawi, golongan biologis dan golongan fisiologis.
EVALUASI PENERAPAN SIMPUS DENGAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) DI PUSKESMAS PATUK 1 Andhy Sulistyo; Hendra Rohman; Nurhidayati Nurhidayati
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 2 No. 3 (2021): AGUSTUS-NOVEMBER 2021
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v2i3.322

Abstract

Penerapan SIMPUS di Puskesmas Patuk 1 masih mengalami hambatan yaitu kekurangan jumlah komputer yang belum memadai mengakibatkan pengentrian data pasien terganggu karena harus bergantian dalam mengetrikan data-data pasien, tampilan SIMPUS tidak mudah digunakan karena pada saat pengetryan masih kesulitan dalam entry alamat desa pada menu pendaftaran. Tujuan, mengetahui persepsi kemudahan penggunaan SIMPUS, mengetahui persepsi kemanfaatan penggunaan SIMPUS, serta mengetahui pengaruh antara persepsi kemudahandan persepsi kemanfaatan penggunaan SIMPUS. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan dan penelitian dengan menggunakan studi dokumentasi, observasi dan kuesioner tertutup. Teknik analisis data berupa analisis stastistik deskriptif dan analisis stastistik non parametris. Populasi subjek adalah 20 orang petugas yang menggunakan SIMPUS dan populasi objeknya adalah penggunaan SIMPUS Jojok. Hasil, tingkat persetujuan responden terhadap persepsi kemudahan penggunaan SIMPUS adalah 80,5%. Sedangkan tingkat persetujuan responden terhadap persepsi kemanfaatan penggunaan SIMPUS 81%. Uji kendall tau didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi kemudahandan persepsi kemanfaatan dengan nilai 0,003. Kesimpulan, pengguna SIMPUS di Puskesmas Patuk 1 telah mempercayai persepsi kemudahan dan persepsi kemanfaatan penggunaan SIMPUS, serta adanya pengaruh yang signifikan antara persepsi kemudahan dan persepsi kemanfaatan pada penggunaan SIMPUS di Puskesmas Patuk 1.
ANALISIS PELAKSANAAN PENYUSUTAN BERKAS REKAM MEDIS DI PUSKESMAS LENDAH 1 Andrias Feri Sumadi; Hendra Rohman; Ibnu Mardiyoko; Febrianty Lestari
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 3 (2020): AUGUST-NOVEMBER 2020
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i3.323

Abstract

Di Puskesmas Lendah 1 masih dalam proses penyusutan berkas rekam medis dan masih ditemukan permasalahan dalam penyusutan berkas rekam medis. Pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis yang ada di Puskesmas Lendah I belum terlaksana dengan rutin, berkas rekam medis mengalami penumpukan yang menyebabkan petugas sulit untuk mengambil dan mengembalikan berkas rekam medis pada rak penyimpanan. Jenis penelitian deskriptif. Di Puskesmas Lendah 1 alur pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis yaitu pertama cek satu satu berkas rekam medis dilihat tanggal terakhir berkunjung, pisahkan rekam medis inaktif dari rak aktif, tulis pada lembar penelaan rekam medis inaktif kemudian rekam medis inaktif disimpan di gudang. Penyusutan dilakukan oleh petugas rekam medis. SOP penyusutan ada namun belum dilaksanakan dengan baik. Hambatan machine, tidak ada rak khusus penyimpanan berkas rekam medis inaktif, belum ada lembar penelaan rekam medis inaktif, man, kurangnya SDM yang berkompeten dalam bidang rekam medis, method, SOP penyusutan sudah ada namun pelaksanaannya belum baik, environment, ruang penyimpanan inaktif yang kurang layak. Untuk penyelesaian masalah yaitu dengan mengumpulkan hasil diskusi antar tenaga kesehatan yang bersangkutan disampaikan kepada kepala rekam medis, setelah semua disampaikan diharapkan ada tindak lanjut yang akan dilakukan dan dapat meningkatkan mutu dalam memberikan pelayanan terhadap pasien.
Co-Authors Abdillah, Asmi Rizal Adelia, Dinda Agung Kurniawan Agustin Wijayanti Alwhan Nurrochman Amin Kiswantoro Ana Dewi Lukita Sari Ana dewi lukita sari Ana Herlina Andhy Sulistyo Andrias Feri Sumadi Andy Muharry Anggia Meianti Anisa Aulia Anna Mayretta Annisa Kusuma Wati Ari Natalia Probandari Aris Wintolo Arsitaningrum, Annisa Astuti, Risa Mei Azizah, Sabella Nur Bayu Ari Wibowo Putra Dahlia Ayu Pri Irani Denny Noor Septyawan Denta, Wahyu Dewi Tri Astuti Dinda Adelia Dona Wening Kusumastuti Dwiyono Rudi Susanto Dyah Evanka Nur Ikhsani Eka Setiawati Elmy Agnia Endang Susilowati Endang Susilowati Enjang, Hieronymus Kidung Erina Septin Prihaningtyas Erlina Meidyawati Evrithia Chatarina Fadia Sulaiman Fadia, Fadia Fardana Nur Rachma Febrianty Lestari Fikram S. Sumangan Fitria Latupono Fitriana Yulianti Haerudin Haerudin Hamida Ismaqonita Hariyono, Widodo Hariyono, Widodo Hartono Hartono Hery Setiyawan Hery Setiyawan Hery Setiyawan Hery Setiyawan Himawan Adventayudha Ibnu IMardiyoko Ibnu Mardiyoko Ibnu Mardiyoko Ibnu Mardiyoko Indar Puspita Latarissa Iramie Duma Kencana Irianto Kristiyono, Eddy Kusuma, Oni Noviandi Lauma, Alfia Salsabilah Lilik Edi Saputro Lusi Fitriah Sari M. Imron Mawardi Marsilah Marsilah Melisa Wulandari Nabila Rizki Putri Utami Narendra, Indra Nida Priastiti Nugraha, Faizqinthar Bima Nur Annisa Rimadanti Nur Fajarini Nur Ismiyati Nur Ismiyati Nur Rohman Nur Rohman Nurhidayati Nurhidayati Nurrochman, Alwhan Nurwijayanti Pambudi, Sukma Dian Prasetyo, Rizki Adi Prawirya, Ais Pri Irani, Dahlia Ayu Puji Laksmini Purwanto Purwanto Qhoiriyah, Anisa Risqi Rahmatullah, Widia Rangga Pramudya Saputra Resmi Aini Riki Dwi Saputra Rina Widiastuti Widiastuti Rina Widiastuti, Rina Rohmat Dipo Darmawan Ronggo Nurcahyo Rosyidah Rosyidah Sahda Aulia Khairunnisa Salsabila, Amalia Sari, Ana Dewi Lukita Selin Sheralinda Shinta Sulaiman Sulaiman Sulistyo, Andhy Susanto, Dwiyono Rudi Tetha Normalitha Tivani, Khoirun Nisa’ Tri Handoko Ulfah Maulida Nur Sholihah Vesty Yuli Istichanah Widhi Sulistyo Widodo Hariyono Widowati, Vidya Widya Safitri Dano Jafar Wiji Wahyuningsih Wimasa, Yoga Adi Zharifa, Ibnata Nasywa