Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

EDUKASI HAND HYGIENE SEBAGAI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DALAM MENGHADAPI ADAPTASI KEBIASAAN BARU PANDEMI COVID 19 DI PUSKESMAS TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA Hani Handayani; Sri Mulyanti; Nina Pamela Sari; Aida Sri Rachmawati; Rossy Rosnawanty; Fitri Nurlina; Yuyun Solihatin; Neni Nurhasanah; Ucu Rikmal; Alma Nurazmi Syahidah
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) adalah jenis virus baru penyebab penyakit saluran pernafasan. Virus ini bermula dari Cina. Novel corona virus merupakan salah satu keluarga dengan virus penyebab SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Tanda dan gejala umum infeksi Covid19 antara lain gejala gangguan pernafasan akut seperti demam, batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan, pilek, pneumonia ringan hingga berat. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui sentuhan fisik dan cairan batuk/bersin. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19. Rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi adalah melalui cuci tangan secara teratur. Berdasarkan hal tersebut edukasi hand hygiene sebagai penerapan protocol kesehatan dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru pandemic covid.19 di Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG HIPERTENSI DI LINGKUNGAN PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH DAN AISYIAH CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA Heri Budiawan; Yuyun Solihatin; Bayu Brahmantia; Ida Rosidawati; Gugun Gundara
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): BALAREA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/balarea.v4i1.5511

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang menjadi faktor risiko utama untuk penyakit serius seperti kardiovaskular, stroke, dan gagal ginjal. WHO mencatat peningkatan prevalensi hipertensi global, dengan 1,13 miliar kasus di tahun 2019, terutama di negara berkembang. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 34,1% menurut Riskesdas 2018. Faktor risiko hipertensi meliputi gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi makanan tinggi garam, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan. Kondisi ini dapat dicegah dan dikelola melalui upaya promosi kesehatan, salah satunya dengan melakukan penyuluhan tentang pentingnya perubahan gaya hidup sehat. Kegaitan pengabdian masyarakat yang dilakukan pada tanggal 26 November 2023 yaitu dengan memberikan pendidikan kesehatan pada warga di lingkungan pimpinan cabang muhammadiyah Tasikmalaya mengenai hipertensi meliputi kesadaran tentang hipertensi, faktor risiko, dan langkah pencegahannya. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan media edukasi. Hasil menunjukkan bahwa 56,67% peserta mengalami hipertensi, selain tingginya angka kejadian hipertensi yang menjadi masalah lain diantaranya adalah sebagian besar masyarakat tidak menyadari bahwa mereka mengalami hipertensi. Dengan Kegiatan ini di harapkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait deteksi dini dan manajemen hipertensi.
THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION USING QUARTET FLASHCARD MEDIA ON ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN’S KNOWLEDGE OF DIARRHEA PREVENTION IN TASIKMALAYA Yanti, Tasya Dwi; Falah, Miftahul; Solihatin, Yuyun; Muttaqin, Zainal
Indonesian Journal of Health Science Vol 9 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ijhs.v9i2.11766

Abstract

Diarrhea remains one of the leading causes of morbidity and mortality among children, particularly in developing countries. Poor hygiene awareness and limited knowledge about prevention are major contributing factors. Health education using interactive media, such as the Quartet Card, can enhance children's understanding of diarrhea prevention.This study aimed to assess the effectiveness of health education using the Quartet Card in improving elementary school students' knowledge of diarrhea prevention. This study employed a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest approach to evaluate the effectiveness of the intervention. The sample consisted of  55  students from SDN 7 Singaparna, Tasikmalaya Regency, selected through total sampling. The Wilcoxon Signed Rank Test results showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant improvement in students' knowledge after the intervention. Therefore, health education using Quartet Card media has been proven effective in enhancing students' knowledge of diarrhea prevention. This educational tool presents information in a visually engaging format through card-based games that promote active participation, discussion, and repetition. Such an approach creates a fun and interactive learning experience, making it easier for students to comprehend and retain information related to clean and healthy living behaviors.
PELATIHAN CAT STRETCH EXERCISE PADA SISWI SMUN 1 DAN SMUN 5 KOTA TASIKMALAYA Nuraeni, Neni; Solihatin, Yuyun; Noviyanti, Haifa; Intihana, Rena; Lusiana, Marisa
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v3i1.21-26

Abstract

Wanita yang sedang mengalami haid biasanya akan mengalami nyeri pada saat haid (dismenorhea). Dismenorhea suatu gejala yang tidak menyenangkan yang bersifat individual dan subjektif. Remaja khususnya siswi SMU gangguan haid lebih sering terjadi. Hal ini akan mempengaruhi pelaksanaan proses belajar mengajar yang dijalaninya karena nyerinya cukup berkepanjangan sehingga angka absensi di sekolah tinggi. Penatalaksanaan nyeri haid terdiri dari dua macam yaitu secara farmakologi dan non farmakologi. Salah satu penatalaksanaan non farmakologis untuk mengurangi nyeri haid dengan Cat stretch exercise. Tujuan kegiatan adalah memberikan pelatihan kepada siswa remaja dalam mengurangi rasa nyeri saat haid dengan Cat stretch exercise. Metode yang digunakan pelatihan berupa demontrasi dan simulasi tentang gerakan Cat stretch exercise. Peserta terdiri dari siswi yang mengalami mentruasi sebanyak 46 orang (82,14%) dan sebanyak 10 orang (17,85%) mengalami menstruasi. Peserta yang sedang menstruasi, diberi kuesioner tentang nyeri haid kemudian diukur skala nyerinya dengan NRS (numerik Rating Scale) sebelum dan sesudah pelatihan. Hasilnya menunjukkan dari peserta yang mengalami dismenore, rata-rata skala nyeri sebelum pelatihan 2,30 dan sesudah 1,90. Artinya adanya penurunan skala nyeri setelah dilakukan Cat stretch exercise.  Disarankan untuk remaja putri menerapkan latihan bila mengalami dismenorhoe.
PENERAPAN ANKLE PUMP EXCERCISE DENGAN KOMBINASI ST ELEVASI 30˚ UNTUK MENURUNKAN EDEMA PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RUANG ASTER BLUD RSU KOTA BANJAR Zaelani, Faisal Asmi; Sopiah, Dede Ovi; Pebrianti, Maya; Widyadhana, Nasywa Leilani; Awalliyah, Nissa Nur; Syabaniah, Pupung Purnama; Brahmantia, Bayu; Solihatin, Yuyun; Budiawan, Heri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56354

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan irreversibel, yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Salah satu masalah yang sering muncul pada pasien CKD adalah hipervolemia yang ditandai dengan edema perifer, terutama pada ekstremitas bawah. Penatalaksanaan edema tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat didukung dengan intervensi keperawatan non-farmakologis, salah satunya melalui ankle pump exercise kombinasi elevasi kaki 30°. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien CKD dengan masalah edema melalui intervensi ankle pump exercise kombinasi elevasi kaki 30° di Ruang Aster BLUD RSU Kota Banjar. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan penerapan evidence base practice (EBP) yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek dalam studi kasus ini adalah dua pasien CKD yang mengalami edema ekstremitas bawah. Intervensi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30° dilakukan secara rutin 3 dalam sehari selama 3 hari. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan derajat edema ekstremitas bawah, pada pasien 1 dari derajat 3 menjadi derajat 2, dan pasien 2 dari derajat 4 menjadi derajat 3. Kesimpulan dari karya ilmiah ini menunjukkan bahwa penerapan ankle pump exercise kombinasi elevasi kaki 30° efektif sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis dalam membantu menurunkan edema pada pasien CKD. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan baik di rumah sakit maupun di rumah.
Validity and Reliability of the Finnish Diabetes Risk Core Questionnaire Indonesia with the Rasch Model Approach Heri Budiawan; Idhfi Marpatmawati; Yuyun Solihatin; Bayu Brahmantia
INDOGENIUS Vol 5 No 2 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i2.1059

Abstract

Background and Objective: Type 2 diabetes mellitus is an increasing public health concern in Indonesia, with many individuals remaining undiagnosed due to limited early detection strategies. The Finnish Diabetes Risk Score is a non-invasive screening tool widely used to estimate the risk of developing type 2 diabetes, yet its Indonesian version has not been comprehensively evaluated using advanced measurement methods. This study aimed to assess the validity and reliability of the Indonesian version of the Finnish Diabetes Risk Score using the Rasch Model to ensure its appropriateness for community-based screening. Method: A quantitative, non-experimental study with a cross-sectional design was conducted among adults aged over 20 years who visited a primary health care center in Tasikmalaya. Participants were selected using accidental sampling. Data were collected through the Indonesian version of the Finnish Diabetes Risk Score questionnaire and analyzed using the Rasch Model to evaluate item fit, reliability, separation indices, and item difficulty hierarchy. Result : The findings showed high item reliability and strong item separation, indicating a stable and consistent hierarchy of diabetes risk factors. All items demonstrated acceptable fit to the Rasch Model, supporting the construct validity of the instrument. Conclusion: Although person reliability was relatively low, suggesting limited variability in respondent risk levels. Conclusion: Overall results confirm that the Indonesian version of the Finnish Diabetes Risk Score is valid and reliable at the item level and suitable for identifying individuals at risk of type 2 diabetes mellitus in community settings.
Nursing Care Documentation Analysis Based on Standard Nursing Care Evaluation Instruments Usman Sasyari; Fitri Nurlina; Yuyun Solihatin
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v5i2.3797

Abstract

The completeness of nursing care documentation has been set at a minimum standard of 85%. This is to show the patient's condition which is seen not only from the level of pain but also from the type, quality and quantity of services that have been provided by nurses in meeting patient needs. This study aims to analyze the completeness of nursing care documentation based on SAK evaluation instruments. The method used is descriptive with a documentary study using SAK. The results showed that the completeness of the assessment was 100%, the diagnosis was 90%, the intervention was 86.6%, the implementation was 100%, and the progress record was 100%. It is recommended that there be continuous and consistent evaluation by the field of nursing on nursing care documentation.
Effect of Head Up Position on Oxygen Saturation of Hemorrhagic Stroke Patients at RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya City Hana Ariyani; Ida Rosidawati; Asep Robby; Yuyun Solihatin; Aida Sri Rachmawati; Heri Budiawan
HealthCare Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2024): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v6i2.4815

Abstract

Non-communicable diseases are still a health problem of global concern as they are responsible for 74% of deaths globally. One of these non-communicable diseases is stroke. Hemorrhagic stroke can result in increased intracranial pressure so that it can reduce perfusion to brain tissue. One of the nursing interventions for patients with Increased Intra Cranial Pressure is head up 300. The purpose of this study was to determine the effect of head up 300 position on oxygen saturation of Hemorrhagic Stroke patients at RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya City. The research method used is a comparative descriptive method with a cross sectional approach. The population in this study were 48 people. The sampling method used is concecutive sampling which is as many as 9 respondents. Data analysis in this study used the dependent T test because the results of the data normality test showed that the data were normally distributed. The results of the analysis show that the p value is 0.000 which means that there is an effect of head up position 300 on oxygen saturation of Hemorrhagic Stroke patients at RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya City. Suggestions based on the results of this study are that head up 300 nursing interventions are effective in increasing oxygen saturation in Hemorrhagic Stroke patients.  
HUBUNGAN ANTARA ADEKUASI HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISIS DI INSTALASI HEMODIALISA RS JASA KARTINI TASIKMALAYA Yuyun Solihatin; Aida Sri Rahmawati; Susilawati Susilawati
HealthCare Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2019): Healthcare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v1i2.985

Abstract

Pasien dengan GGK memerlukan terapi pengganti fungsi ginjal. Hemodialisis adalah salah satu terapi pengganti fungsi ginjal yang sering digunakan di Indonesia. Penilaian adekuasi hemodialisis dan kualitas hidup merupakan indikator penting untuk menilai keefektifan tindakan hemodialisis yang diberikan kepada pasien GGK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adekuasi hemodialisis dengan kualitas hidup pasien hemodilaisis. Desain penelitian menggunakan consecutive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Pengukuran adekuasi hemodialisis dilakukan dengan menggunakan rumus URR, dan penilaian kualitas hidup dengan menggunakan kuesioner WHOQoL. Hubungan antara adekuasi hemodialisis dengan kualitas hidup pasien hemodialisis diuji dengan korelasi regresi liner sederhana. Hasil pengukuran adekuasi 86 responden, 45,3% mencapai adekuasi dan 54,7% tidak mencapai adekuasi. Hasil penilaian kualitas hidup didapatkan bahwa 59,3% mempunyai kualitas hidup baik dan 40,7% mempunyai kualitas hidup buruk. Hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara adekuasi hemodialisis dan kualitas hidup nilai signifikan hitung lebih kecil daripada nilai ? (0,000 < 0,05). Perawat perlu meningkatkan kualitas asuhan dalam pencapaian adekuasi sehingga akan meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis. Rekomendasi hasil penelitian lebih lanjut adalah meneliti faktor-faktor yang memepengaruhi adekuasi hemodialisis.
Co-Authors Abdurrahman, Imam Aida Sri Aida Sri Rachmawati Aida Sri Rachmawati Aida Sri Rahmawati Ali Firdaus Ali Firdaus Alma Nurazmi Syahidah Anisa, Nuraini Ariyani, Hana Asep Mukhsin Asep Robby Asep Setiawan Asep Setiawan Asep Setiawan Awalliyah, Nissa Nur Ayang Lusiyanti Bayu Brahmantia Bayu Brahmantia Bayu Brahmantia Bayu Brahmantia Brahmantia, Bayu Brahmatia, Bayu Budiana, Ijang Eneng Rini Risnaeni eu Kardina Fauzi, Vega Nurul Fawwaz Fawwaz Firdausi, Hilda Aliftia Fitrah Fitrah Fitri Nurlina Gugun Gundara Haifa N Haifa Noviyanti Hana Ariyani Hana Ariyani Hana Ariyani Hana Ariyani Hani Handayani Hani Handayani Hani Handayani, Hani Herdiani, Ida Heri Budiawan Hopipah, Sinta Ida Rosidawati Ida Rosidawati Idhfi Marpatmawati Ijang Budiana Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Indra Gunawan Intihana, Rena Jati, Azis Fajar Jujun R, M. Ilham Khoeriyah, Sely Mawadatul Lusiana, Marisa Marisa L Marisa Lusiana Maulida, Sania Melsa Sagita Imaniar Miftahul Falah Miftahul Falah Mila Herlina Moch Faisal Mu&#039;Min Mochammad Imron Awalludin Neni Nuraeni Neni Nuraeni Neni Nuraeni, Neni Neni Nurhasanah Neni Sholihat Noviyanti, Haifa Nur, Iis Balqis Oni Sahroni Oni Sahroni, Oni Pamungkas, Widi Pangripta, Genta Pania, Ita Pebrianti, Maya Permana, Azril Rizqi R. Romli, Yusuf Rany Tien Rena I Rena Intihana Reza Supriatna Eka Purnama Rizal Mahardian Rosidawati, Ida Rosnawanty, Rosy Rossy Rosnawanti Rusdiana Rusdiana Rusdiana Rusdiana Sari, Nina Pamela Saryomo Saryomo Saryomo, Saryomo Sasyari, Usman Sopiah, Dede Ovi Sri Mulyanti Sunanih Susilawati Susilawati Syabaniah, Pupung Purnama Tatang Kusmana Tien, Rany Titin Suhartini Titin Suhartini Titin Suhartini, Titin Ucu Rikmal Veithzal Rivai Zainal Widhi Wijayanti Widyadhana, Nasywa Leilani Yanti, Tasya Dwi Yusuf R. Romli Zaelani, Faisal Asmi Zainal Muttaqin Zainal Muttaqin Zainal Muttaqin Zakiyyah Zakiyyah Zalfa Alya, Lizza