Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Binawan Student Journal

Pengaruh Pemberian Pijat Oksitosin Dan Teknik Marmet Terhadap Kelancaran Produksi Asi Pada Ibu Postpartum Di Wilayah Kerja Puskesmas Belinyu: The Effect Of Oxytocin Massage And Marmet Technique On Smooth Breast Milk Production In Postpartum Mothers In The Working Area Of Belinyu Community Health Center Rohmawati, Rohmawati; Jayatmi, Irma; Ramadhan, Fenni Valianda Amelia
Binawan Student Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/mp9qr292

Abstract

Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2023 menunjukkan sebanyak 50,85% atau hanya setengah dari 2,5 juta bayi berusia kurang dari enam bulan yang mendapatkan ASI eksklusif di Indonesia. Ketidakmampuan dalam mencukupi produksi ASI dapat dicegah dengan berbagai cara antara lain, Tindakan yang dapat merangsang pengeluaran dan produksi ASI seperti melakukan pijat oksitosin dan Teknik marmet. Tujuan dari penelitian ini pemberian pijat oksitosin dan Teknik marmet untuk meningkatkan produksi ASI dengan Teknik Komplementer. Desain penelitian dalam riset ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Study Case Literature Review (SCLR). Tempat penelitian ini di Wilayah Kerja Puskesmas Belinyu. waktu penelitian dilakukan pada bulan Desember 2024 . Hasil penelitian menunjukan kedua intervensi pijat oksitosin dan Teknik marmet dapat menambah produksi ASI Berdasarkan hasil pengamatan yang lebih efektif memperlancar Produksi ASI adalah Pijat Oksitosin terlihat dari jumlah interval volume ASI pijat oksitosin dapat meningkatkan volume Produksi ASI secara Signifikan di hari ke 5 dan ke 7. teknik marmet dan pijat oksitosin dapat dimanfaatkan oleh masyarakat karena hemat biaya banyak dan sangat terjangkau dan juga mudah sehingga tidak ada lagi ibu yang kesulitan dalam meningkatkan produksi ASI secara efektif.