Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI KUALITAS PELAYANAN HALTE DAN PENGEMBANGANNYA DI KOTA SURABAYA UNTUK MENDUKUNG TERWUJUDNYA INFRASTRUKTUR BERWAWASAN LINGKUNGAN Widayanti, Ari; Susanti, Anita; Wiyono, Agus
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan dan pengembangan infrastruktur untuk mendukung aktivitas masyarakat sedang mendapatkan perhatian dari Pemerintah saat ini. Halte merupakan salah satu infrastruktur perkotaan yang sangat diperlukan bagi pengguna angkutan umum. Kondisi halte perlu dievaluasi dan dikembangkan agar dapat berfungsi secara optimal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat menuju terwujudnya infrastruktur yang berwawasan lingkungan.Tujuan studi ini adalah mengetahui kualitas pelayanan halte sehingga dapat dikembangkan sesuai dengan konsep infrastruktur yang berwawasan lingkungan. Metode pengumpulan data dengan observasi lapangan dan wawancara serta membagikan  kuisioner kepada 130 orang pengguna. Teknik analisis data berupa deskriptif kuantitatif dan Importance Performance Analysis (IPA).Hasil yang diperoleh adalah kualitas pelayanan halte masih belum memuaskan dengan nilai x = 3,62 dan y = 4,63. Atribut– atribut yang berada dalam kuadran A harus lebih diprioritaskan dan diperbaiki, sehingga kinerjanya meningkat dan menjadi lebih baik lagi, karena atribut – atribut ini memiliki nilai kepentingan yang tinggi bagi konsumen, namun kinerjanya masih kurang memuaskan. Atribut–atribut yang berada pada kuadran ini yaitu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna halte, kepedulian pengguna halte terhadap kebersihan, kemudahan untuk menjangkau halte dan angkutan umum. Dalam konsep pengembangan infrastruktur yang berwawasan lingkungan diperlukan disain bangunan halte yang berkonsep green infrastructure, interkonektivitas yang lebih baik dengan angkutan umum dan jalur pejalan kaki, ketersediaan tempat sampah yang mencukupi, jalur hijau yang semakin baik dan indah, dan tempat duduk yang nyaman dan aman.
Model Bangkitan Perjalanan Penduduk Perumahan Pinggiran Kota (Studi Kasus Perumahan Bukit Bambe Driyorejo Gresik) Susanti, Anita; Wibisono, R. Endro; Kusuma, Emil Andrean
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v2n2.p55-66

Abstract

Perumahan Bukit Bambe Gresik akan menimbulkan bangkitan perjalanan yang akan membebani jalur-jalur tertentu terutama pada Jalan Raya Mastrip yang selama ini dikenal dengan jalan rawan kemacetan karena land use, sehingga perlu diketahui model bangkitan perjalanan dari perumahan Bukit Bambe. Pengumpulan data dilakukan dengan dua metode yaitu survei primer dan survei sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa regresi linier yang dibantu perangkat lunak komputer SPSS 17. Karakteristik pedududuk perumahan Bukit Bambe yaitu jumlah anggota keluarga 51 % berjumlah 4 orang, jumlah pendapatan 39% sebesar Rp. 6.000.000,00 - Rp. 8.000.000,00, jumlah pegawai, mahasiswa dan pelajar 39% berjumlah 3 orang, Jumlah kepemilikan sepeda motor 46% memiliki 2 unit, dan jumlah kepemilikan mobil 60% tidak memiliki mobil. Sedangkan untuk karakteristik perjalanan penduduk perumahan Bukit Bambe yaitu jumlah biaya transportasi 47 % sebesar Rp. 0. - Rp. 19.999,00, jumlah lama waktu perjalanan 41% selama 31 – 60 menit, jumlah jarak perjalanan 38% sebesar 16 – 30 km, jumlah perjalanan 38% berjumlah 6 perjalanan, moda transportasi yang digunakan 74% menggunakan sepeda motor dan tujuan perjalaan 41,8% menuju ke kecamatan Karang Pilang, Wiyung, Gayungan, Wonokromo, Dukuh Pakis, Jambangan, Wonocolo dan Sawahan. Model bangkitan perjalanan yang dihasilkan yaitu Y = 0,014+0,023X1+3,313x 10-8X2+1,934X3–0,137X4–0,122X5–1,291x10-6X6+0,004X7+0,001X8. 
Studi Perencanaan Simpang Koordinasi Jl. Dr. Soetomo – Jl. RA. Kartini – Jl. Pandegiling di Kota Surabaya Susanti, Anita; Wibisono, R Endro; Ferdianto, Ardy
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v3n1.p20-27

Abstract

Permasalahan persimpangan terjadi pada beberapa ruas jalan yang memiliki banyak persimpangan, ditambah dengan jarak antar simpang yang pendek adalah kendaraan harus berhenti pada tiap simpang karena mendapat sinyal merah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil rekayasa waktu siklus pada setiap lengan simpang yang menghubungkan Jl. Dr. Soetomo, Jl. RA. Kartini dan Jl. Pandegiling. Untuk mengetahui koordinasi antar simpang empat Jl. Dr. Soetomo dengan simpang Jl. RA Kartini dan  simpang Jl. Pandegiling yang selama ini mengakibatkan tundaan yang panjang di Jalan Raya Darmo. Metode analisis data menggunkan metode yaitu dengan melakukan perhitungan analisis kinerja pada simpang koordinasi baik pada kondisi eksisting ataupun setelah dilakukan rekayasa lalu lintas. Semua perhitungan  yang  dilakukan mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia  (MKJI)  tahun 1997. Setelah dilakukannya perencanaan ke empat maka nilai rata-rata simpang untuk DS turun menjadi 0,857,  QL turun menjadi 353 meter dan tundaan turun menjadi 75 detik. Nilai offset pada simpang 1 dan 2 ialah 24 detik, pada simpang 2 dan 3 ialah 27 detik, dan pada simpang 1 dan 3 ialah 51. Untuk bendwidth didapat 170 detik hijau pada setiap simpang.
Analisa Komponen Bina Marga Untuk Perhitungan Tebal Perkerasan Jalan Kepatihan-Warujayeng Kabupaten Nganjuk Wibisono, R. Endro; Yuana, Buger Wijaya; Susanti, Anita
Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil Vol 4 No 2: September 2021
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jprs.v4i2.3931

Abstract

Pavement is one of the elements of highway construction which is very important in the context of smooth land transportation so as to provide security and comfort for its users, so that the pavement needs to be planned properly based on the standards and planning criteria that apply in Indonesia. However, there are still indequate road pavements in various parts of Indonesia. One of them is on the Kepatihan-Warujayeng road, Nganjuk Regency. This road is a connecting road between Nganjuk Regency and Jombang Regency. This study aims to analyze the pavement thickness planning for the Kepatihan-Warujayeng road, Nganjuk Regency. Research analysis using the method of Bina Marga 1979, AASHTO 1993. With a plan age of 10 years on the Kepatihan-Warujayeng road. Based on the results of calculations and analysis, it was found that the type of flexible pavement was to repair the damage. The first calculation of Jalan Kepatihan Warujayeng with pavement thickness of Laston AC 13cm, Base 27cm, and Sub base 21cm and the second calculation of Jalan Kepatihan Warujayeng obtained results with pavement thickness Laston AC 11cm, Base 25cm, and sub base using a minimum pavement thickness of 20 cm
Analisa Komponen Bina Marga Untuk Perhitungan Tebal Perkerasan Jalan Kepatihan-Warujayeng Kabupaten Nganjuk Wibisono, R. Endro; Yuana, Buger Wijaya; Susanti, Anita
Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil Vol. 4 No. 2: September 2021
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jprs.v4i2.3931

Abstract

Pavement is one of the elements of highway construction which is very important in the context of smooth land transportation so as to provide security and comfort for its users, so that the pavement needs to be planned properly based on the standards and planning criteria that apply in Indonesia. However, there are still indequate road pavements in various parts of Indonesia. One of them is on the Kepatihan-Warujayeng road, Nganjuk Regency. This road is a connecting road between Nganjuk Regency and Jombang Regency. This study aims to analyze the pavement thickness planning for the Kepatihan-Warujayeng road, Nganjuk Regency. Research analysis using the method of Bina Marga 1979, AASHTO 1993. With a plan age of 10 years on the Kepatihan-Warujayeng road. Based on the results of calculations and analysis, it was found that the type of flexible pavement was to repair the damage. The first calculation of Jalan Kepatihan Warujayeng with pavement thickness of Laston AC 13cm, Base 27cm, and Sub base 21cm and the second calculation of Jalan Kepatihan Warujayeng obtained results with pavement thickness Laston AC 11cm, Base 25cm, and sub base using a minimum pavement thickness of 20 cm
WILAYAH PENGARUH KERETA API KOMUTER TERHADAP PENGGUNA SEPEDA MOTOR DI KOTA SURABAYA Anita Susanti; Hitapriya Suprayitno; Ria Asih Aryani Soemitro
Jurnal Transportasi Vol. 17 No. 3 (2017)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.649 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v17i3.2869.%p

Abstract

Abstract The influence area of commuter train in Surabaya City does not spread evenly throughout the region. Therefore, the influence area of Commuter Train based on travel distance and travel time using motorcycle before and after using the rail service is very important to be known. The methods used in this study are literature study and primary data collection. The preliminary identification shows that the influence area of SUSI and SULAM Commuter Trains in Surabaya City, in morning hour by using motorcycle, from the origin to the station is 11,000 meters and from the station to the destination is 7,500 meters. Keywords: influence area, commuter train, motorcycle, travel distance, travel time  Abstrak Wilayah pengaruh kereta api komuter di Kota Surabaya dilihat dari bentangan jalur rel kereta api yang ada tidak tersebar merata di seluruh wilayah. Oleh karena itu, wilayah pengaruh kereta api komuter, dilihat dari jarak perjalanan dan waktu tempuh penumpang yang menggunakan sepeda motor sebelum dan sesudah menggunakan layanan kereta api, sangat penting untuk diketahui. Metode yang dilakukan pada studi ini adalah studi literatur dan pengumpulan data primer. Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa wilayah pengaruh Kereta Api Komuter SUSI dan Kereta Api Komuter SULAM di Kota Surabaya, pada jam keberangkatan pagi hari dengan menggunakan sepeda motor, menuju ke stasiun sebesar 11.000 meter dan dari stasiun sebesar 7.500 meter. Kata-kata kunci: wilayah pengaruh, kereta api komuter, sepeda motor, jarak perjalanan, waktu tempuh
Identifikasi Awal Volume Naik Turun Penumpang Di Tiap-Tiap Stasiun Pemberhentian Kereta Api Komuter Surabaya- Lamongan Anita Susanti
ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.117 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi volume naik dan turun penumpang KA Komuter sulam (Surabaya-Lamongan) di tiap-tiap stasiun pemberhentian. Metode yang digunakan dalam identifikasi ini adalah pengumpulan data sekunder dan data primer. Survai dilakukan pada setiap jam keberangkatan dari dua arah yang berbeda. Hasil identifikasi pada jam keberangkatan sore hari arah Surabaya-Lamongan menunjukkan bahwa Stasiun Pasar Turi memiliki volume penumpang terbesar, yang naik KA sebesar 147 penumpang (65%), sedangkan volume penumpang turun dari KA terjadi di Stasiun Lamongan sebesar 203 penumpang (89%). Keberangkatan pagi hari dari arah Lamongan-Surabaya, Stasiun Lamongan memiliki potensi volume penumpang terbesar, yang naik sebesar 163 penumpang (72%), sedangkan volume penumpang terbesar turun dari KA yang terjadi di Stasiun Pasar Turi sebesar 164 penumpang (73% ). Perbandingan load factor KA Komuter diketahui bahwa terbesar dari arah Surabaya-Lamongan terjadi pada jam keberangkatan sore hari sebesar 54,05%, sedangkan load factor terbesar dari arah Lamongan-Surabaya terjadi pada jam keberangkatan pagi hari sebesar 53,33%.Kata-kata Kunci: identifikasi, volume penumpang, load factorAbstract: The facility must be tailored to the needs tailored to the passengers’ wishes. The purpose of this research was for identification of the volume of up and down passenger KA Komuter sulam (Surabaya-Lamongan) in each station of termination. The method used in this initial identification is the collection of secondary data and primary data. Primary data collection is done by calculating the volume of up and down passengers at each stop station KA Komuter SULAM. Surveys are conducted at each hour of KA SULAM departure from two different directions. Initial identification results indicate that at the afternoon departure time of Surabaya-Lamongan direction, Pasar Turi Station has the largest potential passenger volume that rode by 147 passengers (65%), while passenger volume dropped from KA happened at Lamongan Station by 203 passengers (89% ). On the morning departure from Lamongan-Surabaya, Lamongan Station has the largest passenger volume potential to reach 163 passengers (72%), while the largest passenger volume dropped from the railway at Pasar Turi Station with 164 passengers (73%). The comparison of KA Komuter load factor is known that the largest load factor from Surabaya-Lamongan direction occurs at the afternoon departure hour of 54.05%, while the largest load factor from Lamongan-Surabaya direction occurs at 53.33% in morning departure hours.Keywords: identification, passenger volume, load factor
IDENTIFIKASI AWAL WILAYAH PENGARUH KA KOMUTER DITINJAU DARI PENGGUNAAN MOBIL DI KOTA SURABAYA Anita Susanti; Ria Asih Aryani Soemitro; Hitapriya Suprayitno
BANGUNAN Vol 23, No 1 (2018): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.713 KB) | DOI: 10.17977/um071v23i12018p%p

Abstract

Abstrak: Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan utama transportasi yang terjadi hampir di seluruh kota-kota besar yang ada di negara Asia. Kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dalam mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas berupaya menyediakan Kereta Api Komuter bagi masyarakat yang melakukan perjalanan bolak-balik. Pada kenyatannya permasalahan kemacetan lalu lintas belum dapat teratasi disebabkan karena penggunaan kendaraan pribadi yang tidak seimbang dengan penggunaan angkutan umum sebesar 1:27. Kenyataan tersebut semakin diperburuk dengan keterbatasan bentangan layanan jalur rel Kereta Api (KA) di Kota Surabaya. Oleh karena itu wilayah pengaruh KA Komuter di Kota Surabaya penting untuk diketahui. Metode yang dilakukan pada identifikasi awal ini adalah studi literatur dan pengumpulan data primer. Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa wilayah pengaruh ditinjau dari KA Komuter SUSI arah Surabaya-Sidoarjo hanya diketahui pada saat menuju stasiun asal saja sebesar 3400 meter (42.86 persen). Wilayah pengaruh KA Komuter SUSI arah Sidoarjo- Surabaya pada saat menuju stasiun asal saja sebesar 4600 meter (50 persen) dan meninggalkan stasiun tujuan sebesar 4100 meter (100 persen). Wilayah pengaruh KA Komuter SULAM hanya diketahui dari arah Surabaya-Lamongan saja sebesar 4000 meter (100 persen) pada saat menuju stasiun asal dan 23000 meter (100 persen) pada saat meninggalkan stasiun tujuan. Wilayah pengaruh layanan KA Komuter SUSI dan SULAM dengan menggunakan mobil di Kota Surabaya pada saat menuju stasiun asal sebesar 4000 meter dan pada saat meninggalkan stasiun tujuan sebesar 4100 meter. Kata-kata kunci: identifikasi awal, wilayah pengaruh, mobil, KA Komuter, Kota Surabaya Abstract: Traffic congestion is a major transportation problem that occurs in almost all major cities in Asian countries. The city of Surabaya as the second largest city in Indonesia in overcoming traffic congestion issues seeks to provide the Commuter Train for people whotravel back and forth. In fact, traffic congestion problems can not be solved because of the uneven use of private vehicles with the use of public transport of 1:27. The fact is further exacerbated by the limitations of the railway service (KA) in Surabaya. Therefore, the area of KA Komuter’s influence in Surabaya City is important to know. The methods undertaken at this initial identification are literature studies and primary data collection. The initial identificationresults indicate that the area of influence viewed from the SUSI Commuter Train in the direction of Surabaya-Sidoarjo is known only at the time to the station of origin only for 3400 meters (42.86 percent). The area of influence of KA Komuter SUSI in the direction of Sidoarjo- Surabaya on the way to the station of origin is only 4600 meters (50 percent) and leaves the destination station of 4100 meters (100 percent). The area of KA Komuter SULAM’s influence is known only from the Surabaya-Lamongan direction of 4000 meters (100 percent) on the way to the originalstation and 23000 meters (100 percent) upon leaving the destination station. The area of influence of KA Komuter SUSI and SULAM train services by car in the city of Surabaya on the way to the origin station of 4000 meters and on leaving the destination station of 4100 meters.Keywords: initial identification, influence area, car, KA Komuter, Kota Surabaya
Perbandingan dan Sintesa Karakteristik Perilaku Perjalanan Penumpang KA Komuter SULAM dan KA Komuter SUPOR Anita Susanti; Ria Asih Aryani Soemitro; Hitapriya Suprayitno
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.58 KB) | DOI: 10.12962/j26151847.v4i3.7105

Abstract

Infrastruktur dan fasilitas adalah komponen penting bagi kehidupan manusia. Kedua komponen tersebut harus direncanakan, dirancang, dibangun, dan dikelola dengan baik sesuai dengan prinsip-prinsip Manajemen Aset Infrastruktur dan Fasilitas. Salah satu bentuk fasilitas transportasi perkotaan adalah Kereta Api Komuter. Keberadaan layanan kereta api komuter di Kota Surabaya masih belum tersebar merata di seluruh wilayah. Maka dari itu diperlukan penelitian tentang perbandingan karakteristik perilaku perjalanan penumpang KA Komuter Surabaya. Metode penelitian dilakukan berdasarkan hasil survey wawancara kepada penumpang KA Komuter SULAM dan SUPOR. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah dihasilkannya data karakteristik tipikal perilaku perjalanan penumpang KA Komuter Surabaya, ditinjau dari data maksud perjalanan, moda hubung Ke dan Dari. Manfaat penelitian dapat dijadikan data acuan dalam merencanakan perhitungan prediksi kebutuhan perjalanan penumpang KA Komuter Surabaya di wilayah yang belum terlayani. Hasil penelitian dapat disampaikan bahwa secara umum hasil perbandingan karakteristik maksud perjalanan, moda perjalanan hubung ke dan dari antara penumpang KA Komuter Surabaya SULAM dan SUPOR memiliki kemiripan hasil. Maksud perjalanan penumpang sama-sama didominasi oleh Bekerja dan Kuliah. Nilai sintesa Bekerja sebesar 45,8%. Nilai sintesa moda hubung Ke-, didominasi oleh pemakaian Sepeda Motor dengan cara Diantar sebesar 52%. Nilai sintesa moda hubung Dari didominasi oleh Ojek Online sebesar 37,2%.
Perhitungan Kinerja Lalu Lintas dan Prediksi Pertumbuhan Kendaraan Pada Bundaran (Roundabout) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya R Endro Wibisono; Buger Wijaya Yuana; Anita Susanti; Ari Widayanti
AGREGAT Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v7i1.11513

Abstract

Lalu lintas di Indonesia memiliki volume tinggi sehingga memungkinkan terjadi konflik–konflik lalu lintas yang sering terjadi di persimpangan bahkan dapat membahayakan bagi pengguna jalan. Keadaan lalu lintas tersebut sering terjadi di bundaran yang merupakan persimpangan dimana lalu lintas searah mengelilingi suatu jalan di daerah perkotaan maupun luar Kota. Berdasarkan hal itu, penulis melakukan analisis kinerja dan manajemen Bundaran ITS Kota Surabaya dengan cara melakukan survei penelitian dan pengolahan data berdasarkan MKJI tahun 1997. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi guna mengatasi konflik yang terjadi pada arus bundaran lalu lintas dalam perencanaan 5 tahun ke depan, sehingga kemacetan yang lebih besar akibat dari volume kendaraan yang menumpuk di setiap jalinan diperkirakan bisa menurun. Didapatkan hasil penelitian mengenai arus lalu lintas dalam kondisi eksisting di Bundaran ITS pada jam puncak, yaitu pukul 08.00–09.00 WIB adalah volume lalu lintas yang jenuh dengan pertumbuhan rata–rata 0,067. Di titik A dengan nilai DS = 4,504, titik B dengan nilai DS = 0,858, titik C dengan nilai DS = 1,201, titik D dengan nilai DS = 1,958. Kemudian pada perencanaan 5 tahun ke depan, kinerja lalu lintas di Bundaran ITS semakin tidak efisien, dikarenakan dalam kondisi eksisting dengan kurun waktu selama 5 tahun ke depan yakni tahun 2025, Bundaran ITS sudah tidak relevan lagi untuk menjadi jalur transportasi. Hal ini diakibatkan penumpukan yang terus menerus terjadi pada titik–titik bundaran pada waktu eksisting. Dengan nilai tundaan lalu lintas bundaran rata–rata DTR didapatkan sebesar 40,65 det/smp, nilai tundaan bundaran rata–rata DR (DTR+4) didapatkan sebesar 44,65 det/smp, serta didapatkan peluang antrian bundaran QPR% sebesar 100%.
Co-Authors Aditya, Didi Chandra Agus Wiyono Agus Wiyono Akhiru Jusuf, Frananda Rafi Alansyah, Edgar Amalia Yasmin Amanda Ristriana P. Amanda Ristriana Pattisinai Annindya Lukito, Adhelia Syahada Ari Susanti, Risma Septiana Ari Widayanti Ari Widayanti Ariyanti, Karin Nur Fitria Asidigisianti Surya Patria Asy'ari, Dzaky Nawwafudin Al BIANFAAL, AR RADIQO Bianfaal, Ar Radiqo Bianfaal Buger Wijaya Yuana Dadang Supriyatno Dadang Suyadi Dermawan, Dodik Arwin Dian Savitri Dwi Kasiyanti Sulistiyani Eka Febrianti, Eka Fadilla Octaviana Ferdianto, Ardy Fikri Ramadhan, Muhammad Fitri R. Widayanti Fitri Rohmah Widayanti Hanum, Seruni Haratama, Kusuma Refa Hasan Dani Hitapriya Suprayitno Hitapriya Suprayitno, Hitapriya Ilma, Princesz Uthul Imani Hakam, Lazuardi Irma Russanti Ismiec Istyawati Kadek Yudha Pradipta Kencana Verawati Kusuma, Emil Andrean Lilis Sulandari Meilany Nabila, Zahra Muflihan, Rifqi Muhammad Syayen Alfatra Mukhamad Najib Nadhifah, Nisrina Ninik Wahju Hidajati1 Ninik Wahju Hidayati, Ninik Wahju Nisa, Lily Choirun Nuriansyah, Fazar Nurjannah Nurjannah Ocky Soelistyo Pribadi Ovilia Linda, Ovilia Pattisinai, Amanda R. Pratama, Jossy Ardhan Purwo Mahardi Putri Aisyah, Putri Putri, Rachma Febrianty R. Endro Wibisono Refa Haratama, Kusuma Ria Asih Aryani Soemitro Ria Asih Aryani Soemitro Rinjani, Ira Niluh Ristriana, Amanda Rizki, Fitroh Maulana Septi Nurdiana, Rista Septika, Erisa Widya Silmy Ni’mah Fadhilah Suprapto Supriyatno, Dadang Wahyu Padma Baskara WENI ROSDIANA Wibisono, R. Endro Wicakrani, Dhyva Choirunnisa Widayanti , Fitri Rohmah Widayanti, Fitri R. Widyaningrum, Kartika Ayu winoto hadi Wiwik Handayani Yuana, Buger Wijaya Yuda Satria Nugraha Zidan, Moch. Yazhid