Claim Missing Document
Check
Articles

KEKENYALAN, KADAR LEMAK, KADAR PROTEIN DAN MUTU HEDONIK BAKSO DAGING KALKUN (Meleagris gallopavo) BERDASARKAN POTONGAN KOMERSIAL KARKAS Melania Anindyajati; Bambang Dwiloka; Ahmad Al-Baarri
Jurnal Teknologi Pangan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2022.30119

Abstract

Bakso adalah produk pangan yang umumnya berbentuk bulatan yang diperoleh dari campuran daging (tidak kurang dari 50%) dan bahan pengisi yang berupa pati. Daging kalkun dapat digunakan menjadi salah satu alternatif pembuatan bakso. Daging kalkun tidak memiliki masalah pada aroma, tekstur, dan rasa sehingga dapat diterima oleh semua kalangan. Karkas merupakan bagian yang menghasilkan nilai ekonomis yang tersusun atas lemak, tulang, tulang rawan, jaringan ikat, dan tendon. Perbedaan potongan karkas dapat menghasilkan karakteristik bakso kalkun yang berbeda. Terdapat 2 perlakuan berdasarkan potongan komersial karkas yaitu dada (T1) dan paha (T2). Parameter yang diuji adalah kekenyalan, kadar lemak, kadar protein, dan mutu hedonik yang terdiri atas aroma, tekstur, rasa, warna, dan overall kesukaan. Data kekenyalan dianalisis secara deskripsi. Data hasil pengujian kadar lemak dan kadar protein dianalisis menggunakan Independent T-Test dengan taraf kepercayaan 95% (sig. 0,05). Sementara data mutu hedonik dianalisis dengan uji Kruskall-wallis dilanjutkan dengan uji Mann-whitney untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beda nyata pada pada kadar lemak, kadar protein, tekstur, dan warna, serta tidak terdapat beda nyata pada kekenyalan, aroma, rasa, dan overall kesukaan. Panelis lebih menyukai bakso daging dada dibandingkan bakso daging paha untuk keseluruhan parameternya. Meatball is a food product that has a round shape, made from a mixture of meat (not less than 50%) and starch as a filler. Turkey meat can be used as an alternative to make meatball. It is because turkey meat has no problem with aroma, texture, and taste so it can be accepted by people. Carcass is the part that produces economic value which is composed of fat, bone, cartilage, connective tissue and tendon. Different carcass cuts can produce different characteristics of turkey meatball. There are 2 treatment based on commercial carcass cuts, breast piece (T1) and thigh piece (T2). The parameters tested are springiness, fat content, protein content, and hedonic quality which consisted of aroma, texture, taste, color, and overall preference. The springiness data are analyzed descriptively. Data from the test results of fat content and protein content are analyzed using the Independent T-Test with a confidence level of 95% (sig. 0.05). While the hedonic quality data are analyzed by using Kruskall-wallis followed by Mann-Whitney to determine the differences between treatments. The results show that there are significant differences in fat content, protein content, texture, and color, and there are no significant differences in elasticity, aroma, taste, and overall preference. Panelists prefer breast meatball to thigh meatball for all parameters.
ANALISIS KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DI WILAYAH PERTANIAN DAN PESISIR KABUPATEN DEMAK Dewi Tri Setyorini; Mukson Mukson; Bambang Dwiloka
Journal of Nutrition College Vol 12, No 1 (2023): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i1.36398

Abstract

Latar belakang: Pangan merupakan sumber kehidupan yang sangat esensial, namun tidak semua pihak mempunyai kemudahan untuk mengakses pangan. Indonesia dikenal sebagai negara agraris sekaligus sebagai negara maritim. Rumah tangga petani dan nelayan yang menjadi sumber penyedia pangan justru terindikasi tidak tahan pangan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan ketahanan pangan rumah tangga di wilayah pertanian dan wilayah pesisir Kabupaten DemakMetode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan desain studi cross sectional. Unit analisis dalam penelitian ini adalah rumah tangga petani dan nelayan di Kabupaten Demak. Sampel penelitian ditentukan secara proportional random sampling sebanyak 109 rumah tangga. Sumber informasi dalam penelitian ini adalah istri/ibu rumah tangga. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara menggunakan food recall 2x24 jam. Variabel yang diteliti adalah variabel ketahanan pangan melalui parameter konsumsi energi dan pangsa pengeluaran pangan yang diambil dengan instrument berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji Independent t test.Hasil: Terdapat perbedaan sangat nyata (p=0,004) tingkat ketahanan pangan rumah tangga di wilayah pertanian dan pesisir. Persentase rumah tangga dengan kategori tahan pangan di wilayah pesisir lebih tinggi dibandingkan di wilayah pertanian. Rumah tangga tahan pangan di wilayah pesisir adalah sebanyak 51,06% sedangkan di wilayah pertanian sebanyak 35,48%.Simpulan: Ketahanan pangan di wilayah pesisir lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah pertanian.
KARAKTERISTIK ASAM LEMAK TAK JENUH DAN KOLESTEROL SOSIS DAGING KALKUN BERDASARKAN BAGIAN DADA DAN PAHA Bambang Dwiloka; Robby Rusdiansyah; Yoyok Budi Pramono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 9 No. 3: July 2021
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2021.009.03.5

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui karakteristik asam lemak tak jenuh dan kolesterol olahan daging kalkun dalam produk sosis yang berbahan dasar potongan komersial karkas yang berbeda bagian yang terdiri dari dada dan paha. Percobaan yang dilakukan dalam rancangan acak kelompok (RAK) yaitu 2 perlakuan dengan 4 kali ulangan. (T1) sebagai perlakuan potongan karkas dada dan (T2) sebagai perlakuan potongan karkas paha. Parameter pertama yang diujikan adalah asam lemak tak jenuh dan parameter kedua adalah kolesterol. Hasil penelitian ini yaitu adanya perbedaan potongan komersial karkas yang dapat mempengaruhi kualitas asam lemak tak jenuh dan kolesterol sosis daging kalkun. Sosis dengan potongan komersial karkas dada dapat menurunkan kandungan kolesterol (88.5%) dibandingkan karkas paha (89.1 %) dan memiliki kandungan asam lemak yang lebih tinggi (63.47%) dibandingkan karkas paha (60.86%) sehingga memberi manfaat untuk kesehatan.
PROFIL Pb DAN Cd PADA AYAM BROILER YANG DIBERI CAMPURAN PAKAN GULMA Salvenia molesta RAWA PENING Bambang Dwiloka
Science Technology and Management Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v1i1.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kandungan Pb dan Cd pada daging dan hati ayam broiler yang diberipakan campuran gulma Salvinia molesta Rawa Pening. Materi yang digunakan adalah daging komposit (campuran dada,paha, dan sayap) dan hati yang diperoleh ayam broiler jantan strain Lohman yang dipelihara selama 6 minggu di kandanglitter Fakultas Peternakan dan Pertanian,Universitas Diponegoro. Analisis Pb dan Cd dengan perangkat AAS. Ayam broilerdiberi 4 macam pakan, yaitu TO (tanpa tepung daun S. molesta), T 1 (6% tepung daun S. molesta), T2 (12% tepung daun S.molesta), dan T3 (18% tepung daun S. molesta), ulangan 2 kali untuk masing-masing perlakuan. Data kandungan Pb danCd pada daging dan hati ayam broiler, dianalisis secara deskriptif dan dibandingklan dengan standar ambang batas yangditetapkan oleh Pemerintah Indonesia dan WHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging dan hati ayam broilerLohman jantan yang diberi pakan tepung daun S. molesta sebagai pakan campuran, mengandung Pb dan Cd, meskipunmasih di bawah ambang batas. Semakin banyak tepung daun S. molesta yang diberikan sebagai pakan campuran, kandungPb dan Cd cenderung semakin meningkat. Simpulan penelitian ini, semakin banyak tepung daun S. molesta yang diberikansebagai pakan, kandunga Pb dan Cd semakin meningkat pula.
PENGARUH PENGGUNAAN MINYAK GORENG BERULANG TERHADAP PENYERAPAN MINYAK, BILANGAN PEROKSIDA DAN ASAM LEMAK BEBAS PADA AYAM GORENG Bambang Dwiloka; B. E. Setiani; D. Karuniasih
Science Technology and Management Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v1i1.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi keamanan pangan ditinjau dari pengaruh penggunaan minyakgoreng berulang terhadap penyerapan minyak, bilangan peroksida, dan asam lemak bebas pada paha ayam goreng.Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuanpenelitian yaitu penggorengan paha ayam dengan minyak segar (T1), penggorengan paha ayam dengan minyak bekaspenggorengan ke 1 (T2), penggorengan paha ayam dengan minyak bekas penggorengan ke 2 (T3), penggorengan pahaayam dengan minyak bekas penggorengan ke 3 (T4), penggorengan paha ayam dengan minyak bekas penggorengan ke 4(T5). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam pada taraf 1% dan apabila terdapat pengaruh nyatadilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan. Data hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan sangat nyata(signifikan) terhadap penyerapan minyak, bilangan peroksida, dan asam lemak bebas pada ayam goreng (P<0,01).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggorengan dengan minyak berulang berpengaruh meningkatkanserapan minyak, bilangan peroksida, dan asam lemak bebas pada ayam goreng secara signifikan. Semakin lama minyakdigunakan, maka penyerapan minyak pada ayam semakin meningkat. Bilangan peroksida ayam goreng semakin meningkatseiring dengan bertambahnya waktu penyimpanan. Kandungan asam lemak bebas semakin meningkat dan melampauistandar pada penggorengan ketiga.
KAROTENOID DARI LAUT SEBAGAI PEWARNA ALAMI MAKANAN: TELAAH PUSTAKA Paulus Damar Bayu Murti; Bambang Dwiloka; James Ngginak; Anggara Mahardika
Science Technology and Management Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v1i1.8

Abstract

Pewarna makanan menjadi fakt or penting untuk menambah estetika dari suatu produk pangan. Sumber pewarna makanandapat diperoleh baik dari alam maupun sintetik. Namun, pewarna sintetik memiliki efek samping yang buruk bagikesehatan tubuh bila dikonsumsi dalam kurun waktu yang lama. Di sisi lain, pewarna alami dapat menjadi sumber alternatifyang menjanjikan untuk digunakan sebagai pewarna makanan karena mudah diperoleh dari berbagai sumberdaya baik didaratan maupun lautan. Karotenoid merupakan suatu senyawa yang disintesis oleh organisme yang mengekspresikan warnapigmen kuning, oranye, hingga merah muda. Warna alami dari karotenoid selain digunakan sebagai pewarna juga memilikiaktivitas biologi yang mampu menunjang kesehatan. Penelitian dalam mengeksplorasi sumberdaya kelautan kini semakindiminati oleh para peneliti guna mencari senyawa bioaktif, sumber bahan pangan fungsional maupun pewarna alami yangdapat disintesis oleh biota laut yang tidak dijumpai pada organisme di darat. Review ini akan membahas tentang bagaimanamendapatkan senyawa karotenoid dari laut yang ramah lingkungan dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan penelitidan potensi penggunaannya sebagai pewarna makanan alami di masa yang akan datang
PENINGKATAN PANGAN FUNGSIONAL CHICKEN NUGGET DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG BEKATUL BERDASARKAN KANDUNGAN ASAM LEMAK DAN VITAMINNYA Bambang Dwiloka; Yoyok Budi Pramono; Ahmad Ni’matullah Al-Baarri
Science Technology and Management Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v2i2.92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung bekatul terhadap tepung terigu terhadap sifat fungsionalitas chicken nugget. Parameter pengujian sifat fungsionalitas chicken nugget meliputi kadar vitamin B, vitamin E, kadar kolesterol, serta kadar asam lemak. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dengan 3 kali ulangan dengan variasi perbandingan tepung terigu:tepung bekatul, yaitu 100:0 untuk T0; 75:25 untuk T1; 50:50 untuk T2; serta 25:75 untuk T3. Pengujian vitamin B dan vitamin E dilakukan dengan menggunakan instrument High Performance Liquid Chromatography (HPLC), pengujian kadar kolesterol dilakukan menggunakan spektrofotometer, sedangkan untuk pengujian kadar asam lemak menggunakan Gas Chromatography (GC). Semakin tinggi substitusi tepung bekatul terhadap tepung terigu, maka semakin baik pula sifat fungsionalitas chicken nugget. Peningkatan sifat fungsionalitas tersebut ditandai dengan meningkatnya kadar vitamin B, vitamin E, kadar kolesterol (HDL), dan asam lemak tak jenuh. Perlakuan chicken nugget dengan substitusi tepung bekatul terbaik adalah perlakuan T3 (75% tepung bekatul) karena perlakuan tersebut memiliki kadar vitamin B sebesar 0,915 mg/1000g, vitamin E sebesar 43,35 µg/1000g, kadar kolesterol (HDL) sebesar 43,35%, serta memiliki kandungan asam lemak tak jenuh tertinggi.
PENDAMPINGAN PERSIAPAN PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) SEBAGAI SYARAT PENGAJUAN IJIN EDAR PRODUK OLAHAN SUSU DI KTT REJEKI LUMINTU KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Mulyani, Sri; Rizqiati, Heni; Pramono, Yoyok Budi; Dwiloka, Bambang
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.021 KB) | DOI: 10.31764/jadm.v1i2.3081

Abstract

KTT Rejeki lumintu merupakan salah satu Kelompok Tani Ternak di Kecamatan Gunung Pati. Produk olahan susu dibuat dari bahan baku susu yang merupakan produk pangan kaya gizi yang berisiko tinggi terkontaminasi mikroorganisme dan mengancam keamanan produk pangan hasil olahannya. Oleh karena itu diperlukan proses pengolahan yang baik supaya poduk yang dihasilkan terjamin keamanannya. Salah satu cara untuk bisa memproduksi pangan yang baik adalah dengan cara menerapkan sistem GMP (Good Manufacturing Practices). Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan penerapan GMP dan memberikan materi teknologi tepat guna cara menghasilkan produk olahan susu yang efektif dan aman untuk produknya. Pengabdian dilaksanakan pada bulan Juli - November 2019. Metode dalam kegiatan pengabdian adalah memberikan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan bagaimana melaksanakan proses produksi olahan susu dengan mendasarkan pada GMP (Good Manufacturing Practices). Luaran kegiatan berupa proses produksi yang efisien dan menghasilkan produk olahan susu yang aman dan berkualitas,
Kadar Air dan Sifat Organoleptik Teh Daun Sirsak dan Daun Stevia dengan Lama Pengeringan Berbeda Bistyari, Ayunda Intan; Pramono, Yoyok Budi; Dwiloka, Bambang
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2023.35345

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar air dan sifat organoleptik berupa warna dan rasa pada teh daun sirsak dan daun stevia dengan lama pengeringan yang berbeda serta mengetahui pengaruh lama pengeringan yang berbeda pada teh daun sirsak dan daun stevia. Materi yang digunakan adalah daun sirsak, daun stevia, air, kantong teh celup, cup kecil, cawan, loyang, oven, desikator, timbangan, dan kertas quisioner. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Penelitian ini terdiri dari formulasi yang dibagi menjadi 5 perlakuan berupa lama pengeringan menit ke 30; 60; 90; 120 dan 150. Analisis data yang digunakan yaitu Analysis of Varian (ANOVA) untuk kadar air dan uji Kruskal-Wallis untuk sifat organoleptik dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa teh daun sirsak dan daun stevia dengan lama pengeringan yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata (p≥0,05) terhadap kadar air, dan memberikan pengaruh nyata (p<0,05) pada sifat organoleptik warna dan rasa. Perlakuan dengan lama pengeringan 150 menit merupakan perlakuan terbaik secara kimia, dan 90 menit secara sensori.AbstractThis study aims to determine the water content and organoleptic properties of color and taste in soursop leaf tea and stevia leaf with different drying times and to determine the effect of different drying times on soursop leaf tea and stevia leaf. The materials used were soursop leaves, stevia leaves, water, tea bags, small cups, saucers, baking sheets, oven, desiccator, scales, and questionnaire paper. The experimental design used was a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. This study consisted of a formulation which was divided into 5 treatments in the form of drying time to 30; 60; 90; 120 and 150 minutes. The data analysis used was Analysis of Variance (ANOVA) for moisture content and Kruskal-Wallis test for organoleptic properties with a level of confidence. 95% and followed by the Mann-Whitney test. The results showed that soursop leaf tea and stevia leaf with different drying times did not have a significant effect (p≥0.05) on the moisture content, and had a significant effect (p<0.05) on the organoleptic properties of color and taste. Treatment with a drying time of 150 minutes was the best chemically and 90 minutes sensory.
PENGARUH PENAMBAHAN PEMANIS ALAMI DAUN STEVIA TERHADAP TOTAL PADATAN TERLARUT, TOTAL ASAM, TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN TINGKAT KESUKAAN COCOGURT Tandrian, Christian; Nurwantoro, Nurwantoro; Dwiloka, Bambang
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.30014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pemanis alami daun stevia terhadap total padatan terlarut (TPT), total asam, total bakteri asama laktat (BAL) dan tingkat kesukaan cocogurt. Materi yang digunakan adalah pemanis alami daun stevia, kelapa sayur tua, air mineral, starter yang mengandung Lactobacillus plantarum, MRS agar, NaOH 0,1 N, alumunium foil, indikator PP 1%, dan aquades. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali pengulangan. Penelitian ini terdiri dari formulasi yang dibagi menjadi 4 perlakuan berupa penambahan pemanis alami daun stevia dengan konsentrasi 0%, 0,05%, 0,1% dan 0,15% v/v. Data hasil pengujian total padatan terlarut, total asam dan total bakteri asam laktat dianalisis dengan menggunakan Analisis of Varian (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT), sedangkan data hasil tingkat kesukaan dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal Wallis pada taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa cocogurt dengan penambahan pemanis alami daun stevia memberikan perbedaan nyata (p<0,05) terhadap nilai total padatan terlarut, total asam, total bakteri asam laktat dan tingkat kesukaan. Penambahan pemanis alami daun stevia mampu meningkatkan total padatan terlarut dan tingkat kesukan cocogurt, namun penambahan pemanis alam daun stevia juga menyebabkan penurunan total asam dan total bakteri asam laktat pada cocogurt. Semua perlakuan penambahan pemanis alami daun stevia pada cocogurt telah sesuai dengan standar SNI yogurt nomor 2981:2009 dan berpotensi untuk digunakan dalam pembuatan cocogurt sebagai pemanis pengganti gula.
Co-Authors Abdul Rohman Rohman Adiwiratna, Paras Lintang Afrizal Muhamad Nur Aghnia Ulul Azmi Putri Ahmad Al-Baarri Ahmad Ni’matullah Al-Baarri Aliza, Zahra Nafa Amanda Pavita Purba Anggara Mahardika Anggun Novita Sari anissa fitria ningrum Antonius Hintono Antonius, Antonius Hintono Ardi, Rudi Prasetyo Arini, Annisa Shafa Putri Ayulianti Wakhidah B Widianarko B. E. Setiani B. Widianarko Bambang Sukamto Bethany, Rahma Vashti Bhakti Etza Setiani Bistyari, Ayunda Intan D. Karuniasih Destriana Meliandasari Destriana Meliandasari Dewi Tri Setyorini Dewi, Novita Sintya Dina Azalea Handayani Edjeng Suprijatna El Fayyadh, Muhammad Ariq Ghoniy Elvina Maitri Pratantie Erningtyas Elok Farhan Taufiqul Rahman Farhandhia Devangga Fatmah Fatmah Forsitawati, Fransiska Martaryza Frida Purwanti Frida Purwanti Grace Yana Hutasoit Hapsari, Aprilia Elok Kusumaning Hastrawirid, Rangga Wasi Hatta Mardhika Hendro Prawiro Heni Rizqiati Heni Rizqiati Heni Rizqiati Indri Iriana Putri Ingke Endrina James Ngginak Jundina Muthia Zakiy Kamil, Rafli Zulfa Khairina, Anisa Khusna Irsalina Kurnia Andhika Sari Kurniati, Dwitya Kusrahayu Kusrahayu Kusuma, Rudy Aditya Latifah, Aini atul Lita Lusiana Surja Luqman Chakim Luthfi D. Mahfudz Luthfi Hakim Mahacitra, Rima Adhika Mahardhika, Dhanty Amalia Megawangi Megawangi Melania Anindyajati Melda Afrianti Mohammad Aburizal Bahri Muhammad Arffan Arrayyan Muhammad Heru Purnomo Mukson Mukson Muliasari, Septia Nadhia Octaviyanti Narastyawan, Anggoro Rizky Neo Ferdiawan Niken Werdhosari Nova Damayanti Kurniawan Nur Hanifah Nurohmiasih, Nia Nurwantoro . Nurwantoro Nurwantoro Ocky Karna Radjasa Paulus Damar Bayu Murti Pranomo, Yoyok Budi Prantika, Lingga Prasasti, Rahel Nathania Prasasti Prawiro, Hendro Puji Nugroho Purwitasari, Lutfi R Budi Ramadhaningrum, Ilma Muliasari Rejeki Dewi Pramesti Renny Aprilliyani Robby Rusdiansyah Robby Rusdiansyah Sabella, Leony Dewi Santi Arum Pertiwi Savira Oktavina Cahyani Silvia Kumala Dewi Siti Susanti Siti Susanti, Siti Siwi Gayatri Sri Mulyani Sri Mulyani Sri Mulyani Sudjono, Elisabeth Febriane Lovita Susanto, Farrel Ihza Noer Syafiq Fahruzaky Syarifah Leismana Zahra Tandrian, Christian U Atmomarsono U. Atmomarsono Ulfi Nihayatuzzahro Ardiani Yasinta Umiyati Atmomarsono V P Bintoro V. Priyo Bintoro V. Priyo Bintoro Valentinus Priyo Bintoro Warsono Sarengat Yoga Pratama Yolanda Yunivia Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Zanuarizky Oryza Ramadhani