Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DI WILAYAH PERTANIAN DAN PESISIR KABUPATEN DEMAK Dewi Tri Setyorini; Mukson Mukson; Bambang Dwiloka
Journal of Nutrition College Vol 12, No 1 (2023): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i1.36398

Abstract

Latar belakang: Pangan merupakan sumber kehidupan yang sangat esensial, namun tidak semua pihak mempunyai kemudahan untuk mengakses pangan. Indonesia dikenal sebagai negara agraris sekaligus sebagai negara maritim. Rumah tangga petani dan nelayan yang menjadi sumber penyedia pangan justru terindikasi tidak tahan pangan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan ketahanan pangan rumah tangga di wilayah pertanian dan wilayah pesisir Kabupaten DemakMetode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan desain studi cross sectional. Unit analisis dalam penelitian ini adalah rumah tangga petani dan nelayan di Kabupaten Demak. Sampel penelitian ditentukan secara proportional random sampling sebanyak 109 rumah tangga. Sumber informasi dalam penelitian ini adalah istri/ibu rumah tangga. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara menggunakan food recall 2x24 jam. Variabel yang diteliti adalah variabel ketahanan pangan melalui parameter konsumsi energi dan pangsa pengeluaran pangan yang diambil dengan instrument berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji Independent t test.Hasil: Terdapat perbedaan sangat nyata (p=0,004) tingkat ketahanan pangan rumah tangga di wilayah pertanian dan pesisir. Persentase rumah tangga dengan kategori tahan pangan di wilayah pesisir lebih tinggi dibandingkan di wilayah pertanian. Rumah tangga tahan pangan di wilayah pesisir adalah sebanyak 51,06% sedangkan di wilayah pertanian sebanyak 35,48%.Simpulan: Ketahanan pangan di wilayah pesisir lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah pertanian.
KARAKTERISTIK ASAM LEMAK TAK JENUH DAN KOLESTEROL SOSIS DAGING KALKUN BERDASARKAN BAGIAN DADA DAN PAHA Bambang Dwiloka; Robby Rusdiansyah; Yoyok Budi Pramono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 9 No. 3: July 2021
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2021.009.03.5

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui karakteristik asam lemak tak jenuh dan kolesterol olahan daging kalkun dalam produk sosis yang berbahan dasar potongan komersial karkas yang berbeda bagian yang terdiri dari dada dan paha. Percobaan yang dilakukan dalam rancangan acak kelompok (RAK) yaitu 2 perlakuan dengan 4 kali ulangan. (T1) sebagai perlakuan potongan karkas dada dan (T2) sebagai perlakuan potongan karkas paha. Parameter pertama yang diujikan adalah asam lemak tak jenuh dan parameter kedua adalah kolesterol. Hasil penelitian ini yaitu adanya perbedaan potongan komersial karkas yang dapat mempengaruhi kualitas asam lemak tak jenuh dan kolesterol sosis daging kalkun. Sosis dengan potongan komersial karkas dada dapat menurunkan kandungan kolesterol (88.5%) dibandingkan karkas paha (89.1 %) dan memiliki kandungan asam lemak yang lebih tinggi (63.47%) dibandingkan karkas paha (60.86%) sehingga memberi manfaat untuk kesehatan.
PROFIL Pb DAN Cd PADA AYAM BROILER YANG DIBERI CAMPURAN PAKAN GULMA Salvenia molesta RAWA PENING Bambang Dwiloka
Science Technology and Management Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v1i1.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kandungan Pb dan Cd pada daging dan hati ayam broiler yang diberipakan campuran gulma Salvinia molesta Rawa Pening. Materi yang digunakan adalah daging komposit (campuran dada,paha, dan sayap) dan hati yang diperoleh ayam broiler jantan strain Lohman yang dipelihara selama 6 minggu di kandanglitter Fakultas Peternakan dan Pertanian,Universitas Diponegoro. Analisis Pb dan Cd dengan perangkat AAS. Ayam broilerdiberi 4 macam pakan, yaitu TO (tanpa tepung daun S. molesta), T 1 (6% tepung daun S. molesta), T2 (12% tepung daun S.molesta), dan T3 (18% tepung daun S. molesta), ulangan 2 kali untuk masing-masing perlakuan. Data kandungan Pb danCd pada daging dan hati ayam broiler, dianalisis secara deskriptif dan dibandingklan dengan standar ambang batas yangditetapkan oleh Pemerintah Indonesia dan WHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging dan hati ayam broilerLohman jantan yang diberi pakan tepung daun S. molesta sebagai pakan campuran, mengandung Pb dan Cd, meskipunmasih di bawah ambang batas. Semakin banyak tepung daun S. molesta yang diberikan sebagai pakan campuran, kandungPb dan Cd cenderung semakin meningkat. Simpulan penelitian ini, semakin banyak tepung daun S. molesta yang diberikansebagai pakan, kandunga Pb dan Cd semakin meningkat pula.
PENGARUH PENGGUNAAN MINYAK GORENG BERULANG TERHADAP PENYERAPAN MINYAK, BILANGAN PEROKSIDA DAN ASAM LEMAK BEBAS PADA AYAM GORENG Bambang Dwiloka; B. E. Setiani; D. Karuniasih
Science Technology and Management Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v1i1.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi keamanan pangan ditinjau dari pengaruh penggunaan minyakgoreng berulang terhadap penyerapan minyak, bilangan peroksida, dan asam lemak bebas pada paha ayam goreng.Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuanpenelitian yaitu penggorengan paha ayam dengan minyak segar (T1), penggorengan paha ayam dengan minyak bekaspenggorengan ke 1 (T2), penggorengan paha ayam dengan minyak bekas penggorengan ke 2 (T3), penggorengan pahaayam dengan minyak bekas penggorengan ke 3 (T4), penggorengan paha ayam dengan minyak bekas penggorengan ke 4(T5). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam pada taraf 1% dan apabila terdapat pengaruh nyatadilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan. Data hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan sangat nyata(signifikan) terhadap penyerapan minyak, bilangan peroksida, dan asam lemak bebas pada ayam goreng (P<0,01).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggorengan dengan minyak berulang berpengaruh meningkatkanserapan minyak, bilangan peroksida, dan asam lemak bebas pada ayam goreng secara signifikan. Semakin lama minyakdigunakan, maka penyerapan minyak pada ayam semakin meningkat. Bilangan peroksida ayam goreng semakin meningkatseiring dengan bertambahnya waktu penyimpanan. Kandungan asam lemak bebas semakin meningkat dan melampauistandar pada penggorengan ketiga.
KAROTENOID DARI LAUT SEBAGAI PEWARNA ALAMI MAKANAN: TELAAH PUSTAKA Paulus Damar Bayu Murti; Bambang Dwiloka; James Ngginak; Anggara Mahardika
Science Technology and Management Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v1i1.8

Abstract

Pewarna makanan menjadi fakt or penting untuk menambah estetika dari suatu produk pangan. Sumber pewarna makanandapat diperoleh baik dari alam maupun sintetik. Namun, pewarna sintetik memiliki efek samping yang buruk bagikesehatan tubuh bila dikonsumsi dalam kurun waktu yang lama. Di sisi lain, pewarna alami dapat menjadi sumber alternatifyang menjanjikan untuk digunakan sebagai pewarna makanan karena mudah diperoleh dari berbagai sumberdaya baik didaratan maupun lautan. Karotenoid merupakan suatu senyawa yang disintesis oleh organisme yang mengekspresikan warnapigmen kuning, oranye, hingga merah muda. Warna alami dari karotenoid selain digunakan sebagai pewarna juga memilikiaktivitas biologi yang mampu menunjang kesehatan. Penelitian dalam mengeksplorasi sumberdaya kelautan kini semakindiminati oleh para peneliti guna mencari senyawa bioaktif, sumber bahan pangan fungsional maupun pewarna alami yangdapat disintesis oleh biota laut yang tidak dijumpai pada organisme di darat. Review ini akan membahas tentang bagaimanamendapatkan senyawa karotenoid dari laut yang ramah lingkungan dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan penelitidan potensi penggunaannya sebagai pewarna makanan alami di masa yang akan datang
PENINGKATAN PANGAN FUNGSIONAL CHICKEN NUGGET DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG BEKATUL BERDASARKAN KANDUNGAN ASAM LEMAK DAN VITAMINNYA Bambang Dwiloka; Yoyok Budi Pramono; Ahmad Ni’matullah Al-Baarri
Science Technology and Management Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v2i2.92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung bekatul terhadap tepung terigu terhadap sifat fungsionalitas chicken nugget. Parameter pengujian sifat fungsionalitas chicken nugget meliputi kadar vitamin B, vitamin E, kadar kolesterol, serta kadar asam lemak. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dengan 3 kali ulangan dengan variasi perbandingan tepung terigu:tepung bekatul, yaitu 100:0 untuk T0; 75:25 untuk T1; 50:50 untuk T2; serta 25:75 untuk T3. Pengujian vitamin B dan vitamin E dilakukan dengan menggunakan instrument High Performance Liquid Chromatography (HPLC), pengujian kadar kolesterol dilakukan menggunakan spektrofotometer, sedangkan untuk pengujian kadar asam lemak menggunakan Gas Chromatography (GC). Semakin tinggi substitusi tepung bekatul terhadap tepung terigu, maka semakin baik pula sifat fungsionalitas chicken nugget. Peningkatan sifat fungsionalitas tersebut ditandai dengan meningkatnya kadar vitamin B, vitamin E, kadar kolesterol (HDL), dan asam lemak tak jenuh. Perlakuan chicken nugget dengan substitusi tepung bekatul terbaik adalah perlakuan T3 (75% tepung bekatul) karena perlakuan tersebut memiliki kadar vitamin B sebesar 0,915 mg/1000g, vitamin E sebesar 43,35 µg/1000g, kadar kolesterol (HDL) sebesar 43,35%, serta memiliki kandungan asam lemak tak jenuh tertinggi.
PENDAMPINGAN PERSIAPAN PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) SEBAGAI SYARAT PENGAJUAN IJIN EDAR PRODUK OLAHAN SUSU DI KTT REJEKI LUMINTU KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Mulyani, Sri; Rizqiati, Heni; Pramono, Yoyok Budi; Dwiloka, Bambang
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.021 KB) | DOI: 10.31764/jadm.v1i2.3081

Abstract

KTT Rejeki lumintu merupakan salah satu Kelompok Tani Ternak di Kecamatan Gunung Pati. Produk olahan susu dibuat dari bahan baku susu yang merupakan produk pangan kaya gizi yang berisiko tinggi terkontaminasi mikroorganisme dan mengancam keamanan produk pangan hasil olahannya. Oleh karena itu diperlukan proses pengolahan yang baik supaya poduk yang dihasilkan terjamin keamanannya. Salah satu cara untuk bisa memproduksi pangan yang baik adalah dengan cara menerapkan sistem GMP (Good Manufacturing Practices). Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan penerapan GMP dan memberikan materi teknologi tepat guna cara menghasilkan produk olahan susu yang efektif dan aman untuk produknya. Pengabdian dilaksanakan pada bulan Juli - November 2019. Metode dalam kegiatan pengabdian adalah memberikan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan bagaimana melaksanakan proses produksi olahan susu dengan mendasarkan pada GMP (Good Manufacturing Practices). Luaran kegiatan berupa proses produksi yang efisien dan menghasilkan produk olahan susu yang aman dan berkualitas,
PENERAPAN CRITICAL CONTROL POINT DAGING RENDANG DI RUMAH MAKAN PADANG TERHADAP NILAI pH DAN MUTU RASA ORGANOLEPTIK Narastyawan, Anggoro Rizky; Pramono, Yoyok Budi; Dwiloka, Bambang
Journal of Agritechnology and Food Processing Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.298 KB) | DOI: 10.31764/jafp.v1i1.5961

Abstract

This study aims to compare the production process of rendang at Padang restaurants and the production of rendang itself, namely by observing CCP management in the running production process or not. Observation of the implementation of CCP management was carried out on the pH value and organoleptic values. This study conducted observations on the implementation of CCP management in the rendang production process in Padang restaurants then carried out the production of rendang itself by implementing CCP management and made improvements in the production process so that rendang was analyzed for pH value and organoleptic. The research data were analyzed using the Independent Sample T Test. Data analysis on the organoleptic test used the non-parametric Kruskal Wallis test and continued with the Mann Whitney test. The results of this study indicate that the rendang that is produced by CCP management is better than the rendang produced in Padang restaurants because it does not apply CCP management and has a significant effect (P <0.05) so it has poor test results. The results showed that padang restaurants needed to take corrective action on their tighter production processes so that their food products would be better.
Perbedaan Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Produk Kopi Rempah dari Kopi Arabika (Coffea arabica) dan Kopi Robusta (Coffea robusta) Mahardhika, Dhanty Amalia; Antonius, Antonius Hintono; Dwiloka, Bambang
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 11, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17728/jatp.13827

Abstract

Kopi rempah merupakan produk minuman berupa campuran bubuk kopi dan bubuk rempah, salah satunya bubuk kayu manis. Kopi rempah dapat diberikan gula aren sebagai pemanis. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan total padatan terlarut, viskositas, total asam, dan mutu organoleptik antara Kopi Arabika dan Kopi Robusta yang diberi penambahan kayu manis dan gula aren. Penelitian ini menggunakan kopi Arabika dan Robusta. Data penelitian dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS dengan Independent Sample T-Test pada taraf signifikan 95%, uji organoleptik menggunakan Non-Parametric Kruskal Wallis dengan taraf signifikan 95%.. Hasil penelitian yaitu antara Kopi Arabika dan Kopi Robusta pada viskositas (Kopi Arabika 2,40190 ± 3,56 cP; Kopi Robusta 1,15430 ± 0,08 cP) tidak ada perbedaan (p>0,05), sedangkan pada total asam (Kopi Arabika 1,06 ± 0,13%; Kopi Robusta 0,76 ± 0,06%) dan total padatan terlarut (Kopi Arabika 9,60 ± 0,56%; Kopi Robusta 8,82 ± 0,46%) ada perbedaan nyata (p<0,05). Uji organoleptik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata (p>0,05) pada aroma, tingkat kekentalan, dan tingkat kekeruhan, sedangkan pada warna dan rasa manis ada perbedaan nyata (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nyata pada nilai total padatan terlarut dan total asam, sedangkan pada viskositas tidak terdapat perbedaan nyata. Produk kopi rempah varietas Robusta lebih disukai panelis dari segi warna dan tingkat kekentalan daripada varietas Arabika. Kedua sampel dari segi aroma memiliki penerimaan yang serupa.The Differences in Physicochemical and Organoleptic Properties of Spiced Coffee Products from Arabica Coffee (Coffea arabica) and Robusta Coffee (Coffea robusta)AbstractSpice coffee is a beverage product in the form of a mixture of coffee powder and spice powder, one of which is cinnamon powder. Spicy coffee can be added palm sugar as a sweetener. The aim of the study was to determine the difference in Total Dissolved Solids, viscosity, total acid, and organoleptic quality between Arabica Coffee and Robusta Coffee which were added with cinnamon and palm sugar. This study used Arabica and Robusta variety. The research data were analyzed descriptively using SPSS with Independent Sample T-Test at 95% significant level, organoleptic test using Non-Parametric Kruskal Wallis with 95% significance level. The results of the study were between Arabica Coffee and Robusta Coffee on viscosity (Arabica Coffee 2.40190 ± 3.56 cP; Robusta Coffee 1.15430 ± 0.08 cP) and aw (Arabica Coffee 0.7696 ± 0.01; Robusta Coffee 0. ,7693 ± 0.02) there was no significance difference (p> 0.05), while in total acid (Arabica Coffee 1.06 ± 0.13%; Robusta Coffee 0.76 ± 0.06%) and total dissolved solids ( Arabica coffee 9.60 ± 0.56%; Robusta coffee 8.82 ± 0.46%) there was a significant difference (p <0.05). Organoleptic test showed that there was no difference (p>0.05) in aroma, viscosity level, and turbidity level, while in color and sweetness, furthermore  there was a difference (p<0.05). Based on the research that has been done, it can be concluded that the panelists preferred Robusta Coffee products in terms of color and level of viscosity than Arabica Coffee.
PENGARUH PENGGUNAAN SARI KULIT BUAH NAGA MERAH TERHADAP KADAR SERAT KASAR, DAYA SIMPAN, DAN KARAKTERISTIK SENSORIS MI BASAH Bethany, Rahma Vashti; Dwiloka, Bambang; Hintono, Antonius
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 12 No. 2: April 2024
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2024.012.02.6

Abstract

Kulit buah naga merah mengandung serat, antioksidan, dan antimikroba yang cukup tinggi sehingga apabila digunakan pada pembuatan mi basah dapat memperkaya kandungan nutrisi dan memperpanjang umur simpan mi basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kulit buah naga merah dalam bentuk sari terhadap kadar serat kasar, daya simpan, karakteristik sensoris pada mi basah. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 5 ulangan dan 4 perlakuan yakni penggunaan sari dengan konsentrasi 0% (P0); 30% (P1); 60% (P2); dan 90% (P3). Sampel mi basah dengan perlakuan P3 memberikan hasil terbaik dengan kadar serat kasar sebesar 2.10%, daya simpan selama 43.2 jam, tekstur kenyal serta berwarna merah muda. Peningkatan konsentrasi sari yang digunakan meningkatkan kandungan kadar serat kasar, daya simpan, dan daya terima panelis terhadap produk mi basah.
Co-Authors Abdul Rohman Rohman Afrizal Muhamad Nur Aghnia Ulul Azmi Putri Ahmad Al-Baarri Ahmad Ni’matullah Al-Baarri Amanda Pavita Purba Anggara Mahardika Anggun Novita Sari anissa fitria ningrum Annisa Shafa Putri Arini Antonius Hintono Antonius, Antonius Hintono Ardi, Rudi Prasetyo Ayulianti Wakhidah Ayunda Intan Bistyari B Widianarko B. E. Setiani B. Widianarko Bambang Sukamto Bethany, Rahma Vashti Bhakti Etza Setiani Christian Tandrian D. Karuniasih Destriana Meliandasari Destriana Meliandasari Dewi Tri Setyorini Dina Azalea Handayani Edjeng Suprijatna Elisabeth Febriane Lovita Sudjono Elvina Maitri Pratantie Erningtyas Elok Farhan Taufiqul Rahman Farhandhia Devangga Fatmah Fatmah Fransiska Martaryza Forsitawati Frida Purwanti Frida Purwanti Grace Yana Hutasoit Hatta Mardhika Hendro Prawiro Heni Rizqiati Heni Rizqiati Heni Rizqiati Ilma Muliasari Ramadhaningrum Indri Iriana Putri Ingke Endrina James Ngginak Jundina Muthia Zakiy Kamil, Rafli Zulfa Khairina, Anisa Khusna Irsalina Kurnia Andhika Sari Kurniati, Dwitya Kusrahayu Kusrahayu Kusuma, Rudy Aditya Latifah, Aini atul Lita Lusiana Surja Luqman Chakim Luthfi D. Mahfudz Luthfi Hakim Mahacitra, Rima Adhika Mahardhika, Dhanty Amalia Megawangi Megawangi Melania Anindyajati Melda Afrianti Mohammad Aburizal Bahri Muhammad Arffan Arrayyan Muhammad Heru Purnomo Mukson Mukson Muliasari, Septia Nadhia Octaviyanti Narastyawan, Anggoro Rizky Neo Ferdiawan Niken Werdhosari Nova Damayanti Kurniawan Nur Hanifah Nurwantoro . Nurwantoro Nurwantoro Ocky Karna Radjasa Paulus Damar Bayu Murti Pranomo, Yoyok Budi Prantika, Lingga Prasasti, Rahel Nathania Prasasti Prawiro, Hendro Puji Nugroho Purwitasari, Lutfi R Budi Rejeki Dewi Pramesti Renny Aprilliyani Robby Rusdiansyah Robby Rusdiansyah Sabella, Leony Dewi Santi Arum Pertiwi Savira Oktavina Cahyani Silvia Kumala Dewi Siti Susanti Siti Susanti, Siti Sri Mulyani Sri Mulyani Sri Mulyani Syafiq Fahruzaky Syarifah Leismana Zahra U Atmomarsono U. Atmomarsono Ulfi Nihayatuzzahro Ardiani Yasinta Umiyati Atmomarsono V P Bintoro V. Priyo Bintoro V. Priyo Bintoro Valentinus Priyo Bintoro Warsono Sarengat Yoga Pratama Yolanda Yunivia Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Zahra Nafa Aliza Zanuarizky Oryza Ramadhani