Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Berbagai Metode Thawing Daging Ayam Petelur Afkir Beku terhadap Kadar Protein, Protein Terlarut dan Kadar Lemak Steak Ayam Hatta Mardhika; Bambang Dwiloka; Bhakti Etza Setiani
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.44 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.26546

Abstract

Thawing merupakan proses pencairan kembali bahan yang telah beku. Daging yang telah mengalami proses thawing akan mempengaruhi produk steak yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode thawing daging ayam petelur afkir beku terhadap kadar protein, protein terlarut dan kadar lemak steak ayam. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging ayam petelur afkir bagian dada yang dibekukan, lada bubuk dan garam. Penelitian menggunakan uji rancangan acak lengkap dengan variasi perlakuan yang diberikan yaitu : T0 sebagai kontrol, tanpa perlakuan pembekuan dan thawing; T1 dengan merendam daging beku pada air biasa bersuhu  20; T2 dengan dialiri air biasa dengan suhu  30; T3 dengan perlakuan direndam pada air hangat bersuhu  40 (waterbath). Parameter yang diamati yaitu kadar protein, protein terlarut dan kadar lemak steak ayam petelur afkir. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengn taraf signifikansi 95%, jika terdapat pengaruh nyata, maka dilakukan uji lanjutan menggunakan uji wilayah ganda Duncan. Data kadar protein, protein dan kadar lemak menunjukkan pengaruh nyata pada tiap perlakuan. Perlakuan yang paling baik untuk mempertahankan nilai nutrisi yaitu pada perlakuan perendam air pada suhu  20°C.Thawing is a remelting process of frozen substances. Meat that has been undergoing the thawing process is going to affect the product of a steak being produced. The study aims to know the effect of a difference in the thawed method, thawed of post-layer hens against protein levels, dissolved protein and fat content of chicken steak. Among the ingredients used in this study are frozen laying hen meat, pepper and salt. The research used CRD test with variation treatment given are: T0 as a control, without freezing and thawing treatment;T1 by immersing frozen meat in water at  ± 20℃; T2 with water flowing at  ± 30℃; T3 with immersing frozen meat in water at ± 40℃ (waterbath). Observed parameters are water and a preference for protein levels, dissolved protein and fat content of chicken steak. Analysis of the results was analyzed with a analysis of variance (anova) with a 95% significance, hence the further test using the Duncan double region test. The data levels of proteins, proteins and fats reflect an actual impact on the treatment. The best treatment to maintain a nutrient value is in water bath treatment at -20°C temperatures
Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Karasteristik Kimia dan Warna Minuman Fungsional Teh Kulit Kopi (Cascara) dalam Kemasan Kantung Grace Yana Hutasoit; Siti Susanti; Bambang DwiLoka
Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.435 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2021.24204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengeringan terhadap karasteristik fisik dan kimia dari produk teh kulit kopi (cascara) yang dikemas dalam bentuk kantung dengan melakukan uji fisik yakni perubahan warna dan pH sedangkan uji kimia yakni kadar air, abu, tanin, kafein dan aktivitas antioksidan. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan variasi lama waktu pengeringan yaitu T1 4 jam, T2 5 jam, T3 6 jam dan T4 7 jam. Bahan baku yang digunakan berupa limbah kulit kopi varietas yellow caturra dan kartika yang berasal dari Desa Tretep, Temanggung Utara yang kemudian dikeringkan dengan lama waktu yang berbeda, lalu dihaluskan dan dimasukkan kedalam kantung teh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu pengeringan yang berbeda memberikan pengaruh nyata  (P<0,05) terhadap kadar air, abu, tanin, kafein dan aktivitas antioksidan serta perubahan warna seduhan. Perlakuan lama pengeringan yang ideal adalah waktu pengeringan 4 jam dengan kadar air 8,03 %, kadar abu 5,15 %, kadar tanin 124,99 ppm, kadar kafein 0,31 mg/g dan aktivitas antioksidan 39,43% serta warna seduhan kuning keemasan.This study aims to determine the effect pf drying on the physical and chemical characteristcs of coffee skin tea products (cascara) which are packaged in the form of pouches by carrying out chemical tests of water content, ash, tanin, caffeine, antioxidant activity and color changes. The design of study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications with variations in the length of drying time is T1 4 hours, T2 5 hours, T3 6 hours and T4 7 hours. The raw material used fresh coffee skin waste which has been separated from the seeds with yellow caturra and kartika varieties from Tretep, North Temanggung which is then dried with different lengths of time, than mashed and put into tea bags. The results showed that different drying times had a significant effect (P<0,05) on water content, ash, tannins, caffeine, antioxidant activity and color changes. The ideal treatment for drying is the drying time of 4 hours with water content 8,03%, ash 5,15%, tannin 124,99 ppm, caffeine 0,31 mg/g and antioxidant activity 39,43% and golden yellow steeping color.
Perubahan Derajat Kecerahan, Kekenyalan, Vitamin C, dan Sifat Organoleptik pada Permen Jelly Kulit Jeruk Lemon (Citrus medica var Lemon) Erningtyas Elok; Bambang Dwiloka; Bhakti Etza Setiani
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.232 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.20794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui derajat kecerahan, kekenyalan, vitamin C serta sifat organoleptik pada permen jelly kulit jeruk lemon yang diberikan penambahan serbuk kulit jeruk lemon 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8%. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali pengulangan digunakan dalam penelitian ini. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA untuk kecerahan dan kekenyalan, analisis deskriptif untuk vitamin C, dan uji Kruskal Wallis untuk uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serbuk kulit jeruk lemon berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap derajat kecerahan, kekenyalan, vitamin C, dan sifat organoleptik aroma, rasa, warna, serta kesukaan tetapi tidak berpengaruh (p<0,05) pada tekstur. Semakin tinggi konsentrasi penambahan serbuk kulit jeruk lemon, semakin menurunkan tingkat kekenyalan dan kecerahan permen jelly tetapi dapat meningkatkan kadar vitamin C. Penambahan permen jelly serbuk kulit jeruk lemon 2% merupakan konsentrasi terbaik berdasarkan parameter kecerahan dan perlakuan 8% merupakan perlakuan terbaik pada kadar vitamin C.The influence of suppleness, brightness, vitamin C, and organolepctic properties of lemon rind jelly peel (Citrus medica var Lemon)This study aims to determine the degree of brightness, suppleness, vitamin C and organoleptic properties of lemon rind jelly peel with various lemon rind powder adding of 0%, 2%, 4%, 6%, and 8%. Completely Randomized Design (RAL) with 4 repetitions was used in this study. The data obtained were analyzed using ANOVA for brightness and texture analyzer, descriptive for vitamin C, while Kruskal Wallis test was used for organoleptic test. The results showed that the addition of lemon peel powder had a significant effect (p <0.05) on the degree of brightness, elasticity, vitamin C, and organoleptic properties of aroma, taste, color and preferences but did not give effect (p <0,05) texture. The higher concentration of lemon rind powder, the brightness but increasing the vitamin C of lemon rind jelly. The addition of lemon rind of lemon rind of 2% lemon treatment is the best concentration based on the result of brightness and elasticity but for the treatment of 8% is the best treatment on vitamin C levels and organoleptic tests prefer T0 and T1 treatment because it has almost the same taste. 
Fat Content, Water Content, Protein Content, and Antioxidant toward Edamame Tempeh (Glycine max (L) Merrill) with Different Types of Packaging Nova Damayanti Kurniawan; Bhakti Etza Setiani; Bambang Dwiloka
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.559 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.24442

Abstract

The use of beans in Indonesia is very diverse, except for local edamame beans that have been widely grown in Indonesia. Edamame beans contain nutrients that are good for the body and a large amount of production but have not been balanced with large uses, such as processing into tempeh. Although tempeh has been widely circulated in Indonesia, but the tempeh from edamame beans is not known to the public even though it contains good nutrition for the body. The purpose of the study was to determine the effect of different types of packaging on fat content, water content, protein content, and antioxidants of edamame bean tempeh. Edamame bean tempe is made from locally edamame beans fermented using Aspergillus oligosporus mold. This research was conducted with 4 treatments and 5 replications with the treatment of various types of packaging namely T1 PE plastic packaging, T2 banana leaf packaging, T3 teak leaf packaging, and T4 aluminum foil packaging. This study used raw materials of local edamame beans, starter molds of Aspergillus oligosporus, PE plastic, banana leaves, teak leaves, and aluminum foil. The results obtained are the difference in packaging only gives a significant effect on water content, and does not have a significant effect on fat and protein levels. The highest antioxidant content was found in plastic packaging edamame tempeh, which was 86.60% and the lowest was in aluminum foil tempe edamame which was 70.90%.
Pengaruh Berbagai Metode Thawing Terhadap Kadar Protein dan Kadar Mineral Bakso dari Daging Ayam Petelur Afkir Beku Syafiq Fahruzaky; Bambang Dwiloka; Yoyok Budi Pramono; Sri Mulyani
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.891 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.26559

Abstract

Ayam petelur afkir merupakan ayam petelur yang sudah berumur sekitar 80 minggu dengan persentase produksi menghasilkan telur dibawah 75%. Ayam petelur afkir dapat dimanfaatkan dagingnya untuk dibuat menjadi produk olahan bakso. Dalam pembuatannya bakso bahan berupa daging ayam petelur afkir dibekukan terlebih dahulu lalu dilakukan thawing dengan berbagai metode. Thawing merupakan proses penyegaran kembali setelah daging tersebut dismpan dalam bentuk beku sebelum diolah menjadi bakso. Jika metode thawing yang dilakukan tidak benar dapat menurunkan kualitas kimia daging karena adanya nutrisi larut air yang dapat hilang bersamaan dengan cairan yang keluar yang disebut drip. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai metode thawing terhadap kadar protein dan kadar mineral bakso dari daging ayam petelur afkir beku. Bahan yang digunakan dalam  penelitian ini adalah daging ayam petelur afkir beku bagian dada, akuades, dan HCl. Penelitian menggunakan uji rancangan acak lengkap dengan variasi perlakuan yang diberikan adalah (T0) tanpa pembekuan dan thawing, (T1) thawing dengan air suhu ±20oC, (T2) thawing dengan air suhu ±30oC, dan (T3) thawing dengan air suhu ±40oC. Sampel yang telah diberi perlakuan thawing diolah menjadi bakso, kemudian dilakukan pengujian kualitas kimia yang meliputi kadar protein dan kadar mineral. Data hasil pengujian kadar mineral dianalisis secara deskriptif. Sedangkan data hasil pengujian kadar protein dianalisis dengan menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test. Perlakuan thawing dengan berbagai metode dengan kisaran suhu 20-40oC memberikan hasil bahwa thawing dapat menurunkan kualitas kimia bakso daging ayam petelur afkir. Metode thawing yang menggunakan suhu semakin tinggi akan semakin meningkatkan kehilangan kadar protein dan kadar mineral. Post-laying hens are laying hens that are around 80 weeks old with a percentage of production producing eggs below 75%. Post-Laying hen meat can be used to processed meatballs. In its making, post-laying hens meat were frozen first and then thawed using various methods. Thawing is a process of refreshment after the meat is frozen in a frozen form before being processed into meatballs. If the thawing method is done improperly it can reduce the chemical quality of the meat due to the presence of water-soluble nutrients that can be lost together with the liquid that comes out called drip. This research aims to determine the effect of differences thawing method on the protein and mineral content of meatballs from frozen post-laying hens. The material used in this study was frozen post-laying hens breast meat, aquades, and HCl. This research used CRD test with variation of treatment given are (T0) without freezing and thawing, (T1) thawing with water temperature ± 20oC, (T2) thawing with water temperature ± 30oC, and (T3) thawing with water temperature ± 40oC. Samples that have been treated thawing are processed into meatballs, then chemical quality testing includes protein content and mineral content. Data from mineral content testing results were analyzed descriptively. While the data from protein content were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) test with a significance level of 5% and if there are differences then proceed with the Duncan Multiple Range Test. Thawing treatment with various methods with a temperature range of 20-40oC gives results that thawing reduce the chemical quality of meatball from post-laying hens meat. If thawing uses a higher temperature it will further increase the loss of protein and mineral content.
Optimasi Persentase Penggunaan Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L. Poir) pada Yoghurt Berdasarkan Parameter Aktivitas Antioksidan, Derajat Keasaman, Viskositas dan Mutu Hedonik Farhandhia Devangga; Bambang Dwiloka; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.047 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.21755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ubi jalar ungu terhadap aktivitas antioksidan, derajat keasaman, viskositas dan mutu hedonik pada yoghurt. Pembuatan yoghurt dengan penambahan tepung ubi jalar ungu (T0: 0 %; T1: 1 %; T2: 2 %; T3: 3 %). Desain penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Data derajat keasaman dan viskositas diolah menggunakan metode Analysis of Varian (ANOVA), serta parameter aktivitas antioksidan dianalisis secara deskriptif. Data mutu hedonik dengan parameter warna,tekstur, rasa dan overall dianalisis dengan metode Kruskal Wallis Test dan uji lanjut Mann Whitney U Test. Hasil uji aktivitas antioksidan dan viskositas mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan konsentrasi tepung ubi jalar ungu 4,26 % - 20,61 %. Hasil analisis statistik pada derajat keasaman tidak menunjukkan adanya perbedaan nyata pH 4,3 - 4,4. Analisis statistik uji viskositas menunjukkan perbedaan nyata antara semua perlakuan dengan nilai viskositas 240 cP – 4180 cP. Penambahan tepung ubi jalar ungu pada yoghurt memberikan perbedaan nyata pada warna antara T0 dan T1 dengan T2 dan T3 dan tekstur antara T0 dengan T1, T2, dan T3. Tetapi tidak memberikan perbedaan nyata (P>0,05) pada rasa dan kesukaan secara keseluruhan. Perlakuan terbaik adalah pada produk yoghurt T3 dengan penambahan tepung ubi jalar ungu sebanyak 3%.
Pengaruh Penambahan Tepung Porang (Amorphophallus oncophillus) sebagai Bahan Penstabil terhadap Karakteristik Melorin Kacang Tunggak Megawangi Megawangi; Antonius Hintono; Bambang Dwiloka
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.77 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung porang sebagai bahan penstabil terhadap kadar lemak, overrun, waktu leleh, total padatan dan kesukaan melorin kacang tunggak. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi konsentrasi tepung porang yaitu T0=0%, T1=0,25%, T2=0,5%, T3=0,75% dan T4=1%. Bahan baku yang digunakan yaitu kacang tunggak, susu skim, tepung porang, air, gula pasir dan kuning telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung porang yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap overrun, waktu leleh, total padatan serta kesukaan melorin kacang tunggak. Perlakuan yang optimal adalah penambahantepung porang 1% karena menghasilkan kadar lemak (1,29%), overrun (22,63%), waktu leleh (16,55 menit), total padatan (34,49%), nilai warna 4,36 (suka), nilai tesktur 4,54 (sangat suka) dan overall kesukaan 4,52 (sangat suka). 
Pengaruh Penambahan High Fructose Syrup (HFS) terhadap Perubahan Sifat Fisikokimia dan Mikrobiologi Kefir Air Kelapa Hijau Yolanda Yunivia; Bambang Dwiloka; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.939 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.22515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan High Fructose Syrup (HFS) dengan konsentrasi yang berbeda terhadap tingkat keasaman (pH), total asam, jumlah bakteri asam laktat, dan total khamir pada kefir air kelapa hijau. Materi yang digunakan yaitu air kelapa hijau, kefir grains, serta gula High Fructose Syrup (HFS) dengan formulasi bahan yang berbeda tiap perlakuan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Formulasi yang dibagi menjadi 5 perlakuan dalam penelitian ini berupa pemberian gula HFS dengan konsentrasi 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%. Analisis data yang digunakan yaitu Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) apabila berpengaruh nyata. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi HFS berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap derajat keasaman (pH), total asam, dan total bakteri asam laktat, namun tidak berpengaruh nyata dengan total khamir kefir air kelapa hijau. Perlakuan dengan penambahan gula HFS sebesar 7,5% pada kefir air kelapa hijau merupakan perlakuan terbaik untuk parameter yang diuji secara menyeluruh.
Strategi Pengembangan “Wisata Agro Kebun Kaligua” PT Perkebunan Nusantara IX Indonesia Hendro Prawiro; Bambang Dwiloka; Frida Purwanti
Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol. 16 No. 1 (2020): Januari : Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.013 KB)

Abstract

This study aims to identify the characteristics and perceptions of tourists, internal and external factors that affect the development of the company and develop the company's development strategy. Strategy of Agro Tourism Development Kaligua was prepared based on descriptive analysis with analytical tool that is: descriptive analysis to identify tourists' characteristic and perception, SWOT analysis to identify internal and external factors influencing company development, and AHP to develop company development strategy. The result of identification of tourist characteristic that visited at Agro Tourism Kaligua Garden that is average tourist is dominated by young man with age <35 years amount 76% with income less than Rp 2.000.000 some 58%. Tourists judge Agro Tourism Kaligua has beautiful attractions, good facilities and positive institutional and promotional services, but affordability is still negative due to poor road quality and road guidance. Result of SWOT analysis, Agro Tourism Kaligua has five strength factor with score 1.89, five weakness factor with score 1,3, five chance factor with score 1,88, and five threat factor with score 1,21. Having the position of corporate strategy in quadrant I with coordinates X of 0.57 and Y of 0.67 is on the SO position in the form of aggressive strategy that can create Agro Tourism Kaligua to use the strength and chances in determining company policy and develop development strategies to achieve the target profit in the future. The formulation of tourism development strategy of Kaligua Garden Estate is optimizing marketing, improving the quality of tourism, and developing tourism product. In general, Agro Tourism development strategy applied is the best with the status quo and followed by expansionary strategy. The main priority that must be done is to maintain the quality of tourism, especially improving the quality of service so that tourists can feel satisfied and comfortable tour at Agro Tourism Kebun Kaligua.
RENDEMEN, SWELLING POWER, KADAR AIR, TOTAL PADATAN TERLARUT, DAN WARNA TEPUNG UBI JALAR MADU DENGAN VARIASI SUBSTITUSI FILLER MALTODEKSTRIN Fatmah Fatmah; Sri Mulyani; Bambang Dwiloka
Journal of Nutrition College Vol 11, No 4 (2022): Oktober
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v11i4.33348

Abstract

Latar belakang: Tepung ubi jalar madu merupakan salah satu inovasi produk tepung non terigu yang belum banyak diminati karena masih terdapat kelemahan baik dalam proses pengolahan maupun hasil yang diperoleh. Maltodekstrin merupakan bahan tambahan pangan yang bisa disubstitusikan dalam proses pembuatan tepung untuk memperbaiki kualitas tepung.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi maltodekstrin terhadap kualitas tepung ubi jalar madu yang meliputi rendemen, swelling power, kadar air, total padatan terlarut dan warna.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan variasi jumlah substitusi bubur ubi jalar madu dan maltodekstrin, P0=100g: 0 g (b/b), P1=90g: 10 g (b/b), P2=85g: 15 g (b/b), P3=80g: 20 g (b/b), P4=75g: 25 g (b/b), setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil uji rendemen, swelling power, kadar air, total padatan terlarut dan warna dianalisis menggunakan ANOVA dan jika terdapat pengaruh dilanjutkan dengan uji Duncan.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi tepung ubi jalar madu terbaik adalah tepung P1 (bubur ubi madu 90g: maltodekstrin 10 g). Tepung ubi jalar madu terbaik memiliki rendemen 8,22%, swelling power 6,74g/g, kadar air 4,38%, TPT 4,50 ºbrix, kecerahan 66,65, kemerahan 1,52, dan kekuningan 18,82.Simpulan: Formulasi tepung ubi jalar madu terbaik adalah tepung P1 (bubur ubi madu 90g: maltodekstrin 10 g) karena rendemen yang dihasilkan lebih tinggi, swelling power tidak terlalu rendah, kadar air rendah sehingga memenuhi SNI, TPT lebih tinggi, kecerahan lebih tinggi, serta kemerahan dan kekuningan yang lebih rendah.Kata Kunci: Kualitas; Maltodekstrin; Substitusi; Tepung ubi jalar madu.
Co-Authors Abdul Rohman Rohman Adiwiratna, Paras Lintang Afrizal Muhamad Nur Aghnia Ulul Azmi Putri Ahmad Al-Baarri Ahmad Ni’matullah Al-Baarri Aliza, Zahra Nafa Amanda Pavita Purba Anggara Mahardika Anggun Novita Sari anissa fitria ningrum Antonius Hintono Antonius, Antonius Hintono Ardi, Rudi Prasetyo Arini, Annisa Shafa Putri Ayulianti Wakhidah B Widianarko B. E. Setiani B. Widianarko Bambang Sukamto Bethany, Rahma Vashti Bhakti Etza Setiani Bistyari, Ayunda Intan D. Karuniasih Destriana Meliandasari Destriana Meliandasari Dewi Tri Setyorini Dewi, Novita Sintya Dina Azalea Handayani Edjeng Suprijatna El Fayyadh, Muhammad Ariq Ghoniy Elvina Maitri Pratantie Erningtyas Elok Farhan Taufiqul Rahman Farhandhia Devangga Fatmah Fatmah Forsitawati, Fransiska Martaryza Frida Purwanti Frida Purwanti Grace Yana Hutasoit Hapsari, Aprilia Elok Kusumaning Hastrawirid, Rangga Wasi Hatta Mardhika Hendro Prawiro Heni Rizqiati Heni Rizqiati Heni Rizqiati Indri Iriana Putri Ingke Endrina James Ngginak Jundina Muthia Zakiy Kamil, Rafli Zulfa Khairina, Anisa Khusna Irsalina Kurnia Andhika Sari Kurniati, Dwitya Kusrahayu Kusrahayu Kusuma, Rudy Aditya Latifah, Aini atul Lita Lusiana Surja Luqman Chakim Luthfi D. Mahfudz Luthfi Hakim Mahacitra, Rima Adhika Mahardhika, Dhanty Amalia Megawangi Megawangi Melania Anindyajati Melda Afrianti Mohammad Aburizal Bahri Muhammad Arffan Arrayyan Muhammad Heru Purnomo Mukson Mukson Muliasari, Septia Nadhia Octaviyanti Narastyawan, Anggoro Rizky Neo Ferdiawan Niken Werdhosari Nova Damayanti Kurniawan Nur Hanifah Nurohmiasih, Nia Nurwantoro . Nurwantoro Nurwantoro Ocky Karna Radjasa Paulus Damar Bayu Murti Pranomo, Yoyok Budi Prantika, Lingga Prasasti, Rahel Nathania Prasasti Prawiro, Hendro Puji Nugroho Purwitasari, Lutfi R Budi Ramadhaningrum, Ilma Muliasari Rejeki Dewi Pramesti Renny Aprilliyani Robby Rusdiansyah Robby Rusdiansyah Sabella, Leony Dewi Santi Arum Pertiwi Savira Oktavina Cahyani Silvia Kumala Dewi Siti Susanti Siti Susanti, Siti Siwi Gayatri Sri Mulyani Sri Mulyani Sri Mulyani Sudjono, Elisabeth Febriane Lovita Susanto, Farrel Ihza Noer Syafiq Fahruzaky Syarifah Leismana Zahra Tandrian, Christian U Atmomarsono U. Atmomarsono Ulfi Nihayatuzzahro Ardiani Yasinta Umiyati Atmomarsono V P Bintoro V. Priyo Bintoro V. Priyo Bintoro Valentinus Priyo Bintoro Warsono Sarengat Yoga Pratama Yolanda Yunivia Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Zanuarizky Oryza Ramadhani