Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Total Asam, Total Bakteri Asam Laktat, Total Khamir dan Mutu Hedonik Kefir Air Kelapa Hijau (Cocos nucifera) Abdul Rohman Rohman; Bambang Dwiloka; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.353 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama fermentasi paling optimal untuk menghasilkan kefir air kelapa hijau yang paling disukai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan dengan rentang waktu lama fermentasi yaitu T1 (12 jam), T2 (24 jam), T3 (36 jam), dan T4 (48 jam). Bahan baku yang digunakan berupa air kelapa hijau serta butir kefir air sebanyak 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi yang berbeda memberikan pengaruh nyata(P<0,05) terhadap total asam, total bakteri asam laktat, total khamir dan mutu hedonik kefir air kelapa hijau. Perlakuan lama fermentasi yang terbaik adalah pada T1 yaitu dengan waktu lama fermentasi 12 jam yang menghasilkan nilai total asam sebesar 0,119%, nilai total bakteri asam laktat sebesar 1,4x106 CFU/ml, nilai total khamir sebesar 3,9x105 CFU/ml dan memiliki sifat mutu hedonik berupa rasa asam agak suka, sensasi soda agak suka, aroma asam agak suka, kekentalan agak suka, kekeruhan agak suka dan overall kesukaan suka.
Pengaruh Kadar Air, Angka Peroksida, Total Kapang, dan Tekstur Dodol Jambu Biji Merah (Psidium guajava) selama Enam Mingggu pada Suhu Ruang Aghnia Ulul Azmi Putri; Yoyok Budi Pramono; Bhakti Etza Setiani; Bambang Dwiloka
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2018.20539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter uji kadar air, angka peroksida dan angka total kapang dodol jambu biji merah selama masa penyimpanan 6 minggu pada suhu ruang. Penelitian ini menggunakan uji deskriptif dan selanjutnya menggunakan regresi linier. Hasil penelitian dapat dilihat setiap minggunya bahwa parameter uji memberikan pengaruh pada setiap minggunya yang menyebabkan dodol jambu biji mengalami penurunan kualitas. Kadar air yang mengalami penurunan setiap inggunya membuat tekstur menjadi keras dan kapang yang bertumbuh setiap minggunya menyebabkan aroma tengik timbul. This study aims to determine the effect of water content test parameters, peroxide numbers and values number of red guava dodol shoots during the storage period of 6 weeks at room temperature. This research uses descriptive test and then using linear regression. The results of the study can be seen every week that the test parameters give effect on every week causing dodol guava decreased quality. Decreased water levels each week make the texture becomes hard and mold that grows every week causes the aroma rancid arise.
Perubahan Sifat Fisikokimia dan Mutu Hedonik Kefir Air Kelapa Hijau (Cocos nucifera L.) dengan Penambahan High Fructose Syrup (HFS) Savira Oktavina Cahyani; Bambang Dwiloka; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.872 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.22514

Abstract

Penelitian inibertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi penambahan high fructose syrup yang berbeda terhadap sifat fisikokimia serta mutu hedonik dan memperoleh konsentrasi high fructose syrup yang optimal berdasarkan atribut sensori rasa asam, sensasi soda, aroma asam, kekentalan, rasa manis, dan overall kesukaan didalam kefir air kelapa hijau. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 kali replikasi dengan variasi konsentrasi penambahan High Fructose Syrup (HFS) yaitu T0 tidak ditambahkan HFS, T1 dengan konsentrasi HFS 2,5%; T2 dengan konsentrasi HFS 5%; T3 dengan konsentrasi HFS 7,5%; dan T4 dengan konsentrasi HFS 10%. Bahan baku yang digunakan berupa air kelapa hijau, bibit kefir sebanyak 5%, dan high fructose syrup. Metode yang dilakukan meliputi pasteurisasi air kelapa hijau, pemberian bibit kefir 5%, penambahan HFS sesuai perlakuan, fermentasi selama 12 jam, serta penyaringan. Parameter fisik yang diuji meliputi viskositas sedangkan parameter kimia meliputi Total Padatan Terlarut (TPT) serta kadar air. Mutu Hedonik yang diuji meliputi rasa asam, sensasi soda, aroma asam, kekentalan, rasa manis, dan overall kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan HFS dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap nilai viskositas, Total Padatan Terlarut (TPT), kadar air, serta mutu hedoniknya. Penambahan HFS dengan konsentrasi sebesar 10% merupakan perlakuan terbaik dilihat dari parameter fisik, kimia, dan hedonik secara menyeluruh.
Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dengan Metode Skoring pada Analisis Kadar Air, Total Mikroba, dan Bakteri Patogen di CV. Halt Manufaktur Tegal Anggun Novita Sari; Yoyok Budi Pramono; Bambang Dwiloka
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.867 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.23421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji terkait pengaruh penerapan GMP terhadap hasil analisis kadar air, total mikroba, dan bakteri patogen perusahaan susu bubuk kambing PE serta menekan potensi kerusakan susu dengan perbaikan SOP. Rancangan penelitian ini noneksperimental (observasional) dengan metode deskriptif yaitu dilakukan pengamatan dan wawancara dari setiap kegiatan dinilai sesuai aspek GMP menggunakan metode skoring. Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel untuk dianalisis. Setelah itu data yang didapat diinterpretasikan secara deskriptif untuk melihat performa bakteri patogen dan kadar air dari susu bubuk yang dihasilkan berdasarkan SOP perusahaan yang dijalankan dan dibandingkan dengan standar serta apabila tidak memenuhi standar dilakukan perbaikan SOP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan SOP GMP di CV. Halt Manufaktur sangat mempengaruhi kualitas susu bubuk, dimana SOP GMP diterapakan dengan cukup baik dengan skor 592 serta proses produksi dilakukan dengan sanitasi dan higiene yang baik sehingga kandungan kadar air dalam produk masih sesuai dengan persyaratan SNI yaitu 1,86%,  Samonella sp dan Coliform tidak terdeteksi serta total mikroba masih dalam batas aman yaitu 1,67x101 CFU/ml.
Perubahan Derajat Kecerahan, Kekenyalan, Vitamin C, Dan Sifat Organoleptik Pada Permen Jelly Sari Jeruk Lemon (Citrus limon Mohammad Aburizal Bahri; Bambang Dwiloka; Bhakti Etza Setiani
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.647 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.23492

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan derajat kecerahan, kekenyalan, vitamin C, dan sifat organoleptic pada permen jelly dengan penambahan sari jeruk lemon (citrus limon) dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dan 5 kali pengulangan dengan variasi penambahan sari jeruk lemon yaitu T0 tidak ditambahkan sari jeruk lemon, T1 dengan penambahan 1%; T2 dengan penambahan 3%; dan T3 dengan penambahan 5%. Bahan baku yang digunakan meliputi air, agar-agar, gula karagenan dan sari jeruk lemon. Metode yang dilakukan meliputi pembuatan sari jeruk lemon dengan memilih buah jeruk segar, dicuci, dikupas, dibilas dengan air dingin, dipotong-potong kecil, dihaluskan, disaring, dan diambil sarinya. sari jeruk lemon diambil sesuai dengan konsentrasi 1 % (1 ml), 3% (3 ml), dan 5 % (5 ml) masukkan dalam panci yang berisi air sebanyak 100 ml kemudian ditambahkan gula pasir 120 g setelah itu dilakukan pemanasan sambil diaduk hingga suhu 80⁰C selama 5 menit kemudian ditambahkan agar-agar dan karagenan sebanyak 7g. Selanjutnya dituangkan ke dalam cetakan dan didiamkan 10 jam sampai semalaman dalam suhu ruang. Jelly dipotong dengan ukuran 1,5 x 3 cm dan dikeringkan dengan oven sealam 8 jam pada suhu 50-55⁰C. Kemudian permen jelly dilapisi gula kastor dan dikeringkan kembali ke dalam oven selama 30 menit. Parameter yang diuji meliputi derajat kecerahan, kekenyalan dan vitamin c, serta sifat organoleptic meliputi rasa asam, aroma, warna, tekstur dan overall kesukaan. Penambahan permen jelly sari jeruk lemon mempengaruhi derajat kecerahan, kekenyalan, vitamin C, aroma, rasa, warna dan kesukaan secara keseluruhan, tetapi tidak mempengaruhi tekstur. Semakin tinggi penambahan sari jeruk lemon, semakin meningkatkan derajat kecerahan dan kandungan vitamin C, sementara semakin tinggi konsentrasi penambahan sari jeruk lemon dapat menurunkan tingkat kekenyalan pada permen jelly. Penambahan sari jeruk lemon dengan perlakuan 1% merupakan perlakuan terbaik berdasarkan hasil kekenyalan, kecerahan dan sifat mutu organoleptic, sedangkan perlakuan 5% merupakan perlakuan terbaik untuk kandungan vitamin C. Saran dari penelitian ini adalah dalam pembuatan permen jelly dapat ditambahkan jeruk lemon sebanyak 1%. Kata kunci: permen jelly, jeruk lemon, kekenyalan, kecerahan, vitamin C, sifat organoleptik Abstact            This study aims to determine changes in the degree of brightness, suppleness, vitamin C, and organoleptic properties of jelly candy with the addition of lemon juice (citrus limon) with different concentrations. This study used 4 treatments and 5 repetitions with variations of the addition of lemon juice, namely T0, not added lemon juice, T1 with the addition of 1%; T2 with the addition of 3%; and T3 with the addition of 5%. Raw materials used include water, gelatin, carrageenan sugar and lemon juice. The method involved includes making lemon juice by choosing fresh citrus fruits, washing, peeling, rinsing with cold water, cutting into small pieces, mashed, filtered, and extracting the juice. lemon juice is taken in accordance with a concentration of 1% (1 ml), 3% (3 ml), and 5% (5 ml) put in a pot filled with 100 ml of water then added 120 g of granulated sugar after heating and stirring until temperature of 80⁰C for 5 minutes then added agar and carrageenan as much as 7g. Then poured into the mold and left for 10 hours overnight at room temperature. Jelly is cut into a size of 1.5 x 3 cm and dried in an oven for 8 hours at a temperature of 50-55⁰C. Then jelly candy is coated with caster sugar and dried again in the oven for 30 minutes. The parameters tested included the degree of brightness, suppleness and vitamin C, and organoleptic properties including sour taste, aroma, color, texture and overall preference. The addition of jelly candy to lemon juice affects the degree of brightness, suppleness, vitamin C, aroma, taste, color and overall preference, but does not affect the texture. The higher the addition of lemon juice, the higher the degree of brightness and vitamin C content, while the higher the concentration of adding lemon juice can reduce the elasticity of jelly candy. Addition of lemon juice with a treatment of 1% is the best treatment based on the results of elasticity, brightness and quality characteristics of organoleptic, while the 5% treatment is the best treatment for vitamin C content. Keyword : candy jelly, lemon orange, brightness, suppleness, vitamin c, organoleptic 
Kualitas Minuman Sinbiotik Bengkuang (Pachyrhizus erosus) Menggunakan Inokulum Lactobacillus fermentum dengan Waktu Inkubasi yang Berbeda Jundina Muthia Zakiy; Bambang Dwiloka; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.208 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2017.17157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh bakteri Lactobacillus fermentum dengan lama fermentasi yang berbeda dalam pembuatan minuman sinbiotik bengkuang, meliputi kadar serat pangan, total bakteri, pH, dan uji organoleptik. Kadar serat pangan sari bengkuang adalah 31%, setelah dilakukan penambahan inokulum kadar serat pangan mengalami penurunan hingga menjadi 22% yang disebabkan oleh degradasi pati oleh bakteri asam laktat. Total bakteri asam laktat minuman sinbiotik bengkuang tertinggi adalah 1,6x108 dan terendah adalah 4,5x107. Nilai pH minuman sinbiotik bengkuang semakin menurun dalam tiap perlakuan, pH tertinggi adalah 4,92 dan terendah adalah 3,44. Cita rasa sangat asam minuman sinbiotik bengkuang menurut panelis terdapat pada perlakuan inkubasi 48 jam sedangkan cita rasa tidak asam terdapat pada perlakuan inkubasi 12 jam. Minuman sinbiotik bengkuang yang paling disukai oleh panelis adalah pada perlakuan inkubasi 36 jam. Minuman sinbioitk bengkuang telah memenuhi standar minuman probiotik yang telah ditetapkan.
Pengaruh Penggunaan Bekatul terhadap Kadar Protein, Kadar Air, Kadar Lemak, dan Sifat Organoleptik Nugget Belut (Monopterus albus Zuieuw) Rejeki Dewi Pramesti; Bambang Dwiloka Dwiloka; Bhakti Etza Setiani
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.646 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23928

Abstract

Nugget merupakan produk olahan daging siap saji yang dilakukan dengan proses penggilingan daging dan pencampuran dengan bumbu dan pengikat yang kemudian dicetak sesuai dengan bentuk yang diinginkan dan dilumuri tepung roti. Sejauh ini produk nugget yang di produksi masih mengandung serat pangan yang sedikit. Oleh karena itu, perlu di lakukan diversifikasi pangan nugget dengan penggunaan bekatul sebagai sumber serat dan belut sebagai bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan proporsi penggunaan bekatul terhadap kandungan protein, kadar air, lemak dan sifat organoleptik nugget belut. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan persentase bekatul yang digunakan yaitu 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar protein, kadar air, kadar lemak, dan sifat organoleptik. Penggunaan bekatul yang semakin tinggi menyebabkan semakin tinggi nilai kadar protein tiap perlakuan T0-T4 yaitu sebelum digoreng nilai berkisar antara 9,83 – 12,23% dan setelah digoreng 8,05 – 9,54%. Kadar air yang dihasilkan tiap perlakuan semakin menurun yaitu sebelum digoreng 58,22 – 55,36%, sementara setelah digoreng 51,47 – 47,27%.  Kadar lemak sebelum digoreng 1,52 – 2,46%  dan setelah digoreng 8,32 – 10,16%. Semuanya  masih memenuhi standar mutu nugget  menurut SNI 01-7758-2013 yaitu protein > 5%, kadar air < 60%, dan kadar lemak < 15%. Penggunaan bekatul juga meningkatan warna dan bau, serta menurunkan rasa umami dan tekstur kenyal.Nugget is a ready-to-eat meat product that is carried out by the meat grinding process and mixing with herbs and binders which are then printed according to the desired shape and coated with bread flour. So far the nugget products produced still contain little fiber. Therefore, it is necessary to diversify nugget food by using rice bran as a source of fiber and eel as raw material. This study aims to determine the effect of differences in the proportion of the use of bran to the protein content, water content, fat and organoleptic properties of eel nuggets. The treatment given is the difference in the percentage of bran used is 0%, 25%, 50%, 75% and 100%. The results showed a significant effect (P <0.05) on protein content, water content, fat content, and organoleptic properties. The higher use of bran causes the higher protein content value of each treatment T0-T4, that is, before frying the value ranges from 9.83 - 12.23% and after frying 8.05 - 9.54%. The water content produced by each treatment decreases, namely before frying 58.22 - 55.36%, while after frying 51.47 - 47.27%. Fat content before frying 1.52 - 2.46% and after frying 8.32 - 10.16%. All of them still meet the nugget quality standards according to SNI 01-7758-2013, namely protein> 5%, water content <60%, and fat content <15%. The use of rice bran also increases color and odor, and decreases the umami taste and chewy texture.
Pengaruh Proporsi Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) dan Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhisuz) terhadap Karakteristik dan Tingkat Kesukaan Fruit Leather Niken Werdhosari; Antonius Hintono; Bambang Dwiloka
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.017 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi bengkuang dan buah naga merah terhadap aktivitas air, kuat tarik, kadar air, kadar serat kasar dan tingkat kesukaan fruit leather. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan dengan proporsi bengkuang dan buah naga merah yaitu T0 (100:0), T1 (75:25), T2 (50:50), dan T3 (25:75). Bahan baku yang digunakan yaitu bengkuang, buah naga merah, gula, CMC (Carboxylmethyl cellulose) dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi bengkuang dan buah naga merah yang berbeda memberikan pengaruh  nyata (p<0,05) terhadap kadar air, kadar serat kasar, kuat tarik dan tingkat kesukaan fruit leather, namun tidak berpengaruh (p>5) terhadap aktivitas air. Perlakuan terbaik yang dipilih yaitu proporsi bengkuang dan buah naga merah sebesar 75:25 yang menghasilkan nilai aw (0,43), kuat tarik (0,23N), kadar air (12,33%), kadar serat kasar (1,53%), nilai warna 4,04 (suka), nilai tesktur 3,76 (suka), nilai rasa 3,60 (suka), aroma 3,36 (agak suka) dan overall kesukaan 3,84 (suka).
Pengaruh Berbagai Metode Thawing Daging Ayam Petelur Afkir Beku terhadap Kadar Air dan Tingkat Kesukaan Tekstur Bakso Ayam Nur Hanifah; Bambang Dwiloka; Yoyok Budi Pramono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.865 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.26547

Abstract

Metode thawing daging beku akan berpengaruh pada mutu daging maupun produk olahannya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode thawing daging ayam petelur afkir beku terhadap kadar air dan tingkat kesukaan tekstur bakso ayam. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan variasi perlakuan yang diberikan yaitu : T0 sebagai kontrol, tanpa perlakuan pembekuan dan thawing; T1 dengan merendam daging beku pada air biasa bersuhu  20; T2 dengan dialiri air biasa dengan suhu  30; T3 dengan perlakuan direndam pada air hangat bersuhu  20 (waterbath). Metode thawing daging ayam afkir beku dengan kisaran suhu 20-40 berpengaruh signifikan tehadap kadar air dan tekstur bakso yang dihasilkan.  Kadar air bakso makin menurun secara nyata seiring dengan makin tingginya suhu perendaman, namun demikian tekstur bakso masih dalam taraf disukai panelis. Cara thawing terbaik daging ayam petelur afkir beku untuk diolah menjadi bakso adalah dengan direndam air pada suhu 20oC karena menghasilkan bakso dengan kadar air yang sesuai standar dengan tekstur yang dapat diterima oleh konsumen. Thawing method of frozen meat will influence the quality of meat and processing meat product. This research aims to determine the effect of different methods of thawing frozen post-laying hens to the water content and the favorite rate of texture of post-layer hens meatballs. The material used in this research was frozen post-laying hens meat breast, garlic powder, ground pepper, tapioca flour, ice water, flavoring, and salt. The research used CRD test with variation treatment given are: T0 as a control, without freezing and thawing treatment;T1 by immersing frozen meat in water at   20; T2 with water flowing at   30; T3 with immersing frozen meat in water at  40 (waterbath). The parameters observed were water content and level preference for the texture of chicken meatballs. Data from water content were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) with significance level of 95% and continued with Duncan Multiple Range Test. The favorite rate data of texture were analyzed by Kruskal Wallis Test and Continued by Mann Whitney Test. The different treatment of thawing method with various methods, with a temperature range of 20-40 ,significantly decreases the value of the meatball water content. The favorite rate of texture chicken meatballs was generally favored by panelists in all treatment.
Rendemen, Nilai pH, Tekstur, dan Aktivitas Antioksidan Keju Segar dengan Bahan Pengasam Ekstrak Bunga Rosella Ungu (Hibiscus sabdariffa L.) Puji Nugroho; Bambang Dwiloka; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.139 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.19722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa Linn) terhadap rendemen, nilai pH, tekstur, dan aktivitas antioksidan keju segar susu sapi. Konsentrasi penambahan ekstrak bunga rosella ungu yang digunakan adalah 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% (v/v). Rendemen diukur menggunakan timbangan, pH diukur dengan pH meter, tekstur diukur dengan Texture Analyzer dan antioksidan diukur dengan metode DPPH. Data hasil penelitian dianalisis dengan metode one way ANOVA dan Uji Wilayah Ganda Duncan pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bunga rosella ungu secara signifikan menunjukkan peningkatan terhadap rendemen, pH, tekstur, dan antioksidan. Konsentarsi rosella ungu 2,5% menunjukkan data lebih baik dibandingkan perlakuan kontrol.Yield, pH Value, Texture, and Antioxidant Activity Quality of Fresh Cheese using Purple Roselle (Hibiscus Sabdariffa L.)AbstractThe aim of this research is to analyse the effect of addition of purple rosella flower extract (Hibiscus sabdariffa Linn) to rendemen, pH value, texture and antioxidant activity of fresh cow milk cheese. The concentration of rosella flower extract was 0%, 2.5%, 5%, 7,5%, and 10%. (v / v). The yield was measured using a scale, pH measured by pH meter, texture measured with texture analyzer and antioxidants measured by DPPH method. The data were analyzed by one way ANOVA method and duncan multiple range test at significance level α = 0,05. The results showed that the addition of rosella flower extract significantly increased in rendement, pH, texture, and antioxidants. The concentration of purple rosella 2.5% showed better value than the control treatment.
Co-Authors Abdul Rohman Rohman Adiwiratna, Paras Lintang Afrizal Muhamad Nur Aghnia Ulul Azmi Putri Ahmad Al-Baarri Ahmad Ni’matullah Al-Baarri Aliza, Zahra Nafa Amanda Pavita Purba Anggara Mahardika Anggun Novita Sari anissa fitria ningrum Antonius Hintono Antonius, Antonius Hintono Ardi, Rudi Prasetyo Arini, Annisa Shafa Putri Ayulianti Wakhidah B Widianarko B. E. Setiani B. Widianarko Bambang Sukamto Bethany, Rahma Vashti Bhakti Etza Setiani Bistyari, Ayunda Intan D. Karuniasih Destriana Meliandasari Destriana Meliandasari Dewi Tri Setyorini Dewi, Novita Sintya Dina Azalea Handayani Edjeng Suprijatna El Fayyadh, Muhammad Ariq Ghoniy Elvina Maitri Pratantie Erningtyas Elok Farhan Taufiqul Rahman Farhandhia Devangga Fatmah Fatmah Forsitawati, Fransiska Martaryza Frida Purwanti Frida Purwanti Grace Yana Hutasoit Hapsari, Aprilia Elok Kusumaning Hastrawirid, Rangga Wasi Hatta Mardhika Hendro Prawiro Heni Rizqiati Heni Rizqiati Heni Rizqiati Indri Iriana Putri Ingke Endrina James Ngginak Jundina Muthia Zakiy Kamil, Rafli Zulfa Khairina, Anisa Khusna Irsalina Kurnia Andhika Sari Kurniati, Dwitya Kusrahayu Kusrahayu Kusuma, Rudy Aditya Latifah, Aini atul Lita Lusiana Surja Luqman Chakim Luthfi D. Mahfudz Luthfi Hakim Mahacitra, Rima Adhika Mahardhika, Dhanty Amalia Megawangi Megawangi Melania Anindyajati Melda Afrianti Mohammad Aburizal Bahri Muhammad Arffan Arrayyan Muhammad Heru Purnomo Mukson Mukson Muliasari, Septia Nadhia Octaviyanti Narastyawan, Anggoro Rizky Neo Ferdiawan Niken Werdhosari Nova Damayanti Kurniawan Nur Hanifah Nurohmiasih, Nia Nurwantoro . Nurwantoro Nurwantoro Ocky Karna Radjasa Paulus Damar Bayu Murti Pranomo, Yoyok Budi Prantika, Lingga Prasasti, Rahel Nathania Prasasti Prawiro, Hendro Puji Nugroho Purwitasari, Lutfi R Budi Ramadhaningrum, Ilma Muliasari Rejeki Dewi Pramesti Renny Aprilliyani Robby Rusdiansyah Robby Rusdiansyah Sabella, Leony Dewi Santi Arum Pertiwi Savira Oktavina Cahyani Silvia Kumala Dewi Siti Susanti Siti Susanti, Siti Siwi Gayatri Sri Mulyani Sri Mulyani Sri Mulyani Sudjono, Elisabeth Febriane Lovita Susanto, Farrel Ihza Noer Syafiq Fahruzaky Syarifah Leismana Zahra Tandrian, Christian U Atmomarsono U. Atmomarsono Ulfi Nihayatuzzahro Ardiani Yasinta Umiyati Atmomarsono V P Bintoro V. Priyo Bintoro V. Priyo Bintoro Valentinus Priyo Bintoro Warsono Sarengat Yoga Pratama Yolanda Yunivia Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Zanuarizky Oryza Ramadhani