Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pembentukan Kader Jumantik/Jumanah Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit DBD Di MTSN 2 Kota Jambi Kalsum, Ummi; Wisudariani , Evy; Nasution, Helmi Suryani
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.672 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v4i1.10304

Abstract

Pendahuluan: Kota Jambi merupakan daerah endemis DBD. Hasil penelitian di Kota Jambi menemukan bahwa Angka Bebas Jentik 71% (standar harus >= 95%), tingkat pengetahuan rendah relatif rendah demikian pula perilaku Pemberantasan Sarang naymuk dan pelaksanaan 3M Plus. Daerah risiko tinggi DBD ada di tiga kecamatan yaitu Jambi Selatan, Kota Baru dan Telanaipura. Penderita DBD kebanyakan pada kelompok umur 6-14 tahun. Berbagai upaya telah dilakukan, namun belum dapat mengatasi menurunnya incidence DBD. Sekolah merupakan salah satu tempat yang berpotensi menularkan penyakit DBD di samping lingkungan perumahan. Murid sekolah saat ini diminta untuk melakukan gerakan pramuka secara aktif. Tujuan: Pemberdayaan gerakan pramuka sebagai kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dan Juru Pemusnah (Jumanah), baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan tempat tinggalnya untuk pencegahan penyakit DBD. Metode: Kegiatan bermitra dengan MTSN 2 Kota Jambi dan Kelurahan Thehok sebagai penggerakan pemberdayaan dalam memberantas dan mengurangi penyakit DBD secara kontinyu dan berkesinambungan. Kegiatan ini melibatkan murid-murid anggota Pramuka dan PMR, UKS serta Paskibra melalui partisipasi siswa sebagai kader Jumantik dan Jumanah. Kegiatan dilaksanakan dari menyusun rencana kegiatan hingga monitoring dan evaluasi kegiatan sesuai target dan luaran yang ditetapkan. Hasil: Telah terbentuk kader Jumantik/Jumanah sebanyak 46 orang, terbagi dalam 10 kelompok yang akan bertugas memantau jentik secara berkala di lingkungan perumahan dan juga tempat-tempat umum di wilayah Kelurahan Thehok Kota Jambi. Telah terjadi peningkatan pengetahuan tentang perilaku PSN dan 3M serta komitmen untuk memantau jentik secara berkala. Leaflet dan buku saku serta publikasi di media massa adalah sebagian luaran yang sudah dihasilkan. Luaran lainnya adalah artikel jurnal untuk publikasi kegiatan pengabdian masyarakat. Kesimpulan: Pembentukan kader jumantik/jumanah telah terlaksana dan mampu menyatukan persepsi, berkomitmen menjadi pemantau jentik di wilayah Kel. Thehok Kota Jambi serta akan melaksanakan secara berkala dan berkesinambungan. Diharapkan pendampingan dan pengawasan Pembina dan Guru serta pihak Puskesmas demi kesinambungan kegiatan ini.
Pembentukan Posbindu dan Sosialisasi Health Promoting University di STIKES Harapan Ibu Jambi Kalsum, Ummi; Nasution, Helmi Suryani; Syukri, Muhammad; Butar Butar, Marta; Wardiah, Rizalia
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v7i1.968

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) meningkat pada masyarakat dan akademisi seperti dosen. PTM menyumbang 71% dari kematian di dunia dan sebagai penyebab kematian dini. Dosen berisiko terkena PTM yang mengakibatkan kematian dini karena beban kerja, stres, dan gaya hidup yang tidak sehat. Penyebab PTM selain karakteristik individu ada pola istirahat, kurangnya aktivitas fisik, pola makan, gaya hidup tidak sehat, beban kerja dan stres. Upaya pencegahan PTM adalah implementasi perilaku CERDIK melalui penerapan Posbindu PTM, dan implementasi Health Promoting University (HPU). Tujuan pengabdian ini untuk mensosialisasikan dan menginisiasi pembentukan Posbindu PTM dan HPU di STIKes Harapan Ibu, serta membentuk kader dan mensimulasikan pelaksanaan kegiatan Posbindu PTM. Pelatihan kader dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Pakuan Baru dan Dinas Kesehatan Kota Jambi. Kegiatan diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa berjumlah 50 orang. Peserta skrining berjumlah 100 orang dan telah terbentuk kader Posbindu PTM dan Pengelola HPU dengan Surat Keputusan dari Ketua STIKes Harapan Ibu Jambi. Ada peningkatan pengetahuan setelah diberikan sosialisasi dan literasi. Disimpulkan bahwa kegiatan menghasilkan luaran berupa terbentuknya satu Posbindu PTM dan HPU dengan kader terlatih serta memiliki pengetahuan tentang Posbindu PTM dan HPU yang baik. Dibutuhkan komitmen kepemimpinan yang kuat untuk mendorong pelaksanaan Posbindu PTM secara rutin dan berkoordinasi dengan Puskesmas pemangku wilayah.
Analysis Of The Relationship Between Self-Concept And Self-Esteem And The Behavior Of Female Students In Reproductive Health Maintenanceat The District Islamic Boarding School Batanghari Multicenter Study Sari, Puspita; Sri Astuti Siregar; Nasution, Helmi Suryani; Budi Aswin
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkf.v7i1.1971

Abstract

Reproductive health is a serious problem throughout human life. Vaginal discharge is one of the reproductive health problems of adolescents, especially one that women often complain about. Survey results show that 65% of teenage girls in Indonesia experience vaginal discharge. Self-esteem is an important component in forming a person's self-concept, where self-concept is an important thing in determining a person's behavior, including maintaining reproductive health. This research aims to determine the relationship between self-concept and self-esteem and the behavior of female students in maintaining reproductive health in Islamic boarding schools in Batanghari Regency. This research is a correlative descriptive quantitative research with a cross-sectional, multi-centre research design involving 3 Islamic boarding schools in Batanghari Regency. Sampling used random sampling. The total sample was 98 respondents. The data analysis used includes univariate analysis (respondent characteristics, self-concept, self-esteem, student behavior), as well as bivariate analysis to measure the relationship between self-concept and self-esteem. The results of the research showed that 63.3% of respondents had poor female student behavior in maintaining reproductive health. There is a relationship between self-concept (p-value: 0.008), Self-Esteem (p-value: 0.006) and the behavior of female students in maintaining reproductive health. The research results showed that of the 56 respondents with a negative self-concept, 44 (74.6%) respondents had poor behavior among female students in maintaining reproductive health. Of the 39 respondents with positive self-concept, 18 (46.2%) respondents had good female behavior in maintaining reproductive health. Efforts are needed from Islamic boarding schools to conduct training and health promotion for female students in maintaining reproductive health regarding self-concept and self-esteem.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMENGARUHI DISEASE FREE SURVIVAL 5 TAHUN PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI Amanta, Shakira Zahra; Fitri, Adelina; Nasution, Helmi Suryani; Halim, Rd.; Sitanggang, Hendra Dhermawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.38345

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker paling umum di dunia dan penyebab utama kematian global, dengan dua dari tiga pasien yang mengalami kekambuhan tidak bertahan hingga lima tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Disease Free Survival 5 tahun pada pasien kanker payudara berdasarkan aspek penderita dan klinis di RSUD Raden Mattaher Jambi. Penelitian ini menggunakan analisis data sekunder dari rekam medis pasien kanker payudara yang didiagnosis tahun 2017–2019 di RSUD Raden Mattaher Jambi, dengan desain kohort retrospektif. Sampel berjumlah 96 pasien dari populasi kohort dinamis (cohort dynamic). Analisis dilakukan dengan metode Kaplan-Meier dan uji log-rank menggunakan STATA 14, dengan nilai p < 0,05 dianggap signifikan. Probabilitas kesintasan bebas kekambuhan selama 5 tahun pada pasien kanker payudara di RSUD Raden Mattaher Jambi adalah 61,85%. Probabilitas kesintasan bebas kekambuhan lebih rendah pada pasien berusia < 40 tahun (41,30%), IMT ≥23 kg/m² (45,92%), stadium III (5,03%), grade buruk (30,25%), status nodal positif (23,86%), ukuran tumor >50 mm (10,70%), subtipe non-luminal (28,56%), invasi limfovaskular (27,08%), serta yang hanya menjalani pembedahan atau kemoterapi (33,33%). Terdapat perbedaan signifikan dalam rata-rata waktu kesintasan bebas kekambuhan berdasarkan usia, IMT, stadium, grade, status nodal, ukuran tumor, subtipe molekuler, invasi limfovaskular, dan jenis terapi (p<0,05). Meskipun telah menjalani pengobatan utama, pasien tetap berisiko mengalami kekambuhan. Oleh karena itu, diagnosis dini, kontrol rutin dan edukasi terkait gejala kekambuhan sangat diperlukan, serta rumah sakit perlu memastikan pemantauan dan perawatan yang tepat.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMENGARUHI DISEASE FREE SURVIVAL 5 TAHUN PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI Amanta, Shakira Zahra; Fitri, Adelina; Nasution, Helmi Suryani; Halim, Rd.; Sitanggang, Hendra Dhermawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43820

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker paling umum di dunia dan penyebab utama kematian global, dengan angka kekambuhan yang tinggi dan prognosis yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Disease Free Survival (DFS) selama 5 tahun pada pasien kanker payudara berdasarkan faktor penderita dan klinis di RSUD Raden Mattaher Jambi. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan analisis data sekunder dari rekam medis pasien yang didiagnosis pada tahun 2017–2019. Sebanyak 96 pasien dari populasi kohort dinamis dianalisis menggunakan metode Kaplan-Meier dan uji log-rank dengan STATA 14, dengan nilai p < 0,05 dianggap signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa probabilitas kesintasan bebas kekambuhan selama 5 tahun adalah 61,85%. Kesintasan lebih rendah ditemukan pada pasien berusia <40 tahun (41,30%), dengan IMT ≥23 kg/m² (45,92%), stadium III (5,03%), grade buruk (30,25%), status nodal positif (23,86%), ukuran tumor >50 mm (10,70%), subtipe non-luminal (28,56%), invasi limfovaskular (27,08%), serta pasien yang hanya menjalani pembedahan atau kemoterapi (33,33%). Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan dalam rata-rata DFS berdasarkan usia, IMT, stadium, grade, status nodal, ukuran tumor, subtipe molekuler, invasi limfovaskular, dan jenis terapi (p<0,05). Meskipun telah menjalani pengobatan utama, risiko kekambuhan tetap tinggi, sehingga diperlukan kontrol rutin dan edukasi pasien mengenai gejala kekambuhan. Rumah sakit juga perlu memastikan pemantauan dan perawatan yang optimal untuk meningkatkan prognosis pasien kanker payudara. 
SYSTEMATIC REVIEW DAN META ANALYSIS : DAMPAK KEPADATAN HUNIAN DAN PAPARAN ASAP ROKOK TERHADAP KEJADIAN TB PARU PADA ANAK paradiba, anggia; Kalsum, Ummi; Butar, Marta Butar; Nasution, Helmi Suryani; Ibnu, Ismi Nurwaqiah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43857

Abstract

Permasalahan TB paru pada anak masih tinggi. Sejumlah studi telah menemukan berbagai faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian TB Paru. Tujuan penelitian adalah menganalisis hasil studi terkait proporsi dan faktor risiko TB paru pada anak serta memperoleh efek gabung dari variabel yang berpengaruh dengan kejadian TB paru pada anak. Rancangan penelitian adalah Systematic review dengan meta analisis dilakukan pada bulan Oktober 2024-Maret 2025. Sumber database adalah Google Scholar, Pubmed dan Scopus menggunakan Software Publish or Perish. Kata kunci yang digunakan adalah faktor risiko, TB paru dan anak. Artikel yang telah di publish 2019-2023. Diperoleh 4 artikel yang dianalisis dari pencarian awal berjumlah 114731 artikel. Analisis data dengan aplikasi RevMan 5.4. Proporsi TB paru adalah 14,20% (95% CI: 4,34-24,52). Faktor risiko TB adalah kepadatan hunian (SMD=2,42; CI 95%=1,00-5,86; P-value= 0,05) terbukti signifikan sedangkan  sedangkan paparan asap rokok (SMD=1,42; 95% CI=0,89 hingga 2,25; nilai P-value=0,25) belum terbukti signifikan secara statistik. Tidak ada bias publikasi pada setiap variabel yang dianalisis. Tinggal di hunian yang tidak memenuhi syarat berpengaruh terhadap kejadian TB Paru pada anak. Orang tua disarankan lebih waspada terhadap gejala-gejala TB, dan memiliki hunian yang memenuhi syarat agar anak terhindar dari penularan bakteri TB.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN (BABS) DI DESA TANJUNG GENTING TAHUN 2024 Tetrianti, Lia; Nasution, Helmi Suryani; Hidayati, Fajrina; Rini, Willia Novita Eka; Lesmana S, Oka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43899

Abstract

Buang air besar sembarangan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Desa Tanjung Genting, dengan angka kejadian BABS yaitu 58 kasus di tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan di Desa Tanjung genting pada bulan oktober 2024- maret 2025 dengan 232 populasi yaitu Kepala (KK) dan 92 sampel. Teknik pengambilan sampel ialah simple random sampling. Variabel penelitian yaitu perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS), pengetahuan, sikap, nilai-nilai budaya, tingkat pendapatan dan kepemilikan jamban sehat. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner dan observasi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square di aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukan proporsi masyarakat perilaku BABS sebesar (58,7%). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku BABS yaitu pengetahuan (PR= 2,6 (95% CI: 1,6 –4,2); P-value= 0,000), sikap (PR = 4,5 (95% CI: 2,2 – 8,8; P-value= 0,000), Nilai- nilai budaya (PR = 6,6 (95% CI: 2,6 – 16,7 ; P-value= 0,000), tingkat pendapatan (PR = 5,4 (95% CI: 1,4 – 20,2 ; P-value= 0,000) dan kepemilikkan jamban sehat  (PR = 3,5 (95%) CI: 1,6 – 7,2, P-value= 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) berhubungan dengan,pengetahuan kurang, sikap negatif, nilai-nilai budaya negative, pendapatan yang rendah dan tidak memiliki jamban sehat.
ANALISIS FAKTOR RISIKO DAN PEMETAAN KASUS DIABETES MELLITUS DI PULAU SUMATERA (ANALISIS DATA SKI 2023) Siagian, Adelia Debora; Halim, Rd.; Fitri, Adelina; Syukri, Muhammad; Nasution, Helmi Suryani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43909

Abstract

Prevalensi Diabetes Mellitus terus meningkat di Indonesia, menunjukkan peningkatan di wilayah Pulau Sumatera. Proyeksi IDF menunjukkan bahwa pada tahun 2045, 1 dari 8 orang dewasa, atau sekitar 783 juta orang, akan hidup dengan diabetes, dengan peningkatan sebesar 46%. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran faktor risiko antara variabel konsumsi makanan manis, aktivitas fisik, obesitas sentral dan Pemetaan Kasus kejadian DM di Pulau Sumatera berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebesar 195.249 individu yang dipilih melalui teknik complex sampling, mencakup 154 kabupaten/kota di Pulau Sumatera. Analisis data menggunakan SPSS. Uji statistik menggunakan Chi-Square dan Regresi Logistik. Pemetaan dilakukan dengan Qgis. Hasil penelitian menunjukan proporsi penderita Diabetes Mellitus pada penduduk usia ≥15 tahun sebesar 1,6% (95% CI: 1,5–1,7%). Tiga variabel menunjukkan hubungan signifikan dengan DM, yaitu konsumsi makanan manis [POR = 0,39 (95% CI: 0,355–0,439)], aktivitas fisik [POR = 1,34 (95% CI: 1,054–1,717)], dan obesitas sentral [POR = 2,68 (95% CI: 2,416–2,987)]. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan signifikan antara konsumsi makanan manis, aktivitas fisik, dan obesitas sentral dengan kejadian DM. Oleh karena itu, variabel Konsumsi makanan manis, Aktivitas fisik, dan Obesitas sentral berperan dalam jumlah kasus DM dan diperlukan upaya yang efektif dalam penanganannya.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA LAKI-LAKI DI SMP NEGERI 23 MERANGIN TAHUN 2024 Gaol, Miranda Lumban; Butar, Marta Butar; Nasution, Helmi Suryani; Sari, Puspita; Putra, Ashar Nuzulul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43912

Abstract

The Tobacco Atlas 2023 mencatat tingkat merokok di kalangan pemuda dengan rentang usia  ≥15 tahun (laki-laki dan perempuan) tingkat prevalensi penggunaan tembakau di Indonesia, Myanmar, dan Timor-Leste masih tinggi. Remaja mulai merokok pada usia 12-14 tahun. Berdasarkan SKI 2023, perilaku merokok usia ≥15 tahun mencapai 24,7%, dengan rata-rata konsumsi 12-13 batang per hari. RPJMN 2020-2024 menetapkan target  pengurangan jumlah perokok pada kelompok usia 10-18 tahun sebesar 8,7%, sedangkan di Kabupaten Merangin masih 19,69%. Dari data awal pada 10 responden, hanya 4 laki-laki yang merokok, sehingga penelitian difokuskan pada remaja laki-laki. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari seluruh peserta didik laki-laki jenjang VII dan VIII (80 responden) menggunakan teknik total sampling. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, sikap, persepsi terhadap iklan rokok, keyakinan, peran orang tua, dan teman sebaya. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner self-administered dan dianalisis menggunakan uji chi-square serta regresi logistik. Proporsi perilaku merokok sebesar 66,3%. Variabel yang tidak berhubungan signifikan dengan merokok adalah pengetahuan, persepsi iklan rokok, keyakinan, dan peran orang tua. Sementara itu variabel yang berhubungan secara signifikan adalah, sikap (p=0,012; PR 3,99 95% CI 1,16-13,76) dan teman sebaya (p=0,000; PR 9,27, 95% CI 2,77-30,99), dengan variabel teman sebaya sebagai faktor dominan
An Overview of the Immunization Behavior of the Suku Anak Dalam Community Along the Central Sumatra Line Ibnu Rahmad, Rizki; Kalsum, Ummi; Halim, Rd.; Nasution, Helmi Suryani; Sitanggang, Hendra Dhermawan
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 2 (2025): IJHET JULY 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v4i2.302

Abstract

Toddlers have a high level of vulnerability to various diseases. The purpose of this study was to determine the description of immunization behavior and the determinants of immunization behavior of the Suku Anak Dalam community along Lintas Tengah Sumatra. The study used a Cross-Sectional design. Conducted in Bungo Regency and Sarolangun Regency from November 2024 to June 2025. Total sampling technique with a total of 33 mothers of toddlers (0-59 months) in the SAD community. Data were collected through interviews using a questionnaire. Data analysis was descriptive. All mothers of toddlers in the SAD community did not immunize. Some determinants are lack of knowledge (97%), negative attitude (100%), family income <UMK (87.9%), husband does not support (90.9%), access to health facilities is difficult (49.5%), negative customary norms (81.8%) and not exposed to media (42.4%). It is necessary to educate and provide health services that directly reach the SAD community and interpersonal approaches using local languages.