Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh dukungan atasan, rekan kerja, dan keluarga terhadap perilaku pelayanan melebihi standar tugas pada perawat dengan mediator thriving at work Lindayani, Lindayani; Rostiana, Rostiana
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 6 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v7i6.27264

Abstract

This research aims to determine the influence of superior’s support, co-workers, and family on service organizational citizenship behavior in nurses with the mediation of thriving at work. This research was carried out using a single cross-sectional method, and the data collection was carried out using a questionnaire instrument, which was then analyzed by using the SEM (Structural Equation Modelling) method. The data sample in this study amounted to 240 samples obtained from nurses at XYZ Hospital. The results of the data analysis in this study show that thriving at work has an important role in linking the variables of support from superiors, colleagues, and family to service organizational citizenship behavior. The results of this research explain that thriving at work, a sense of enthusiasm and development is needed for workers to be able to engage in service organizational citizenship behavior. However, to be able to feel enthusiastic and develop, you need support from your boss, co-workers, and family first. Penelitian ini bertujuan apakah dukungan atasan, rekan kerja, dan keluarga dapat berpengaruh terhadap perilaku pelayanan melebihi standar tugas pada perawat dengan mediasi thriving at work. Penelitian ini dilakukan dengan metode single cross-sectional dan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen kuesioner yang kemudian dianalisis dengan menggunakan metode SEM (Structural Equation Modeling). Sampel data pada penelitian ini berjumlah 240 sampel yang didapatkan dari perawat rumah sakit XYZ. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan bahwa thriving at work memiliki peran penting dalam menghubungkan variabel dukungan atasan, rekan kerja, dan keluarga terhadap service organizational citizenship behavior. Hasil penelitian ini menerangkan bahwa dibutuhkannya rasa semangat dan berkembang pada pekerja agar dapat terlibat pada perilaku pelayanan melebihi standar tugasnya. Namun untuk dapat merasa bersemangat dan berkembang, dibutuhkannya dukungan dari atasan, rekan kerja, dan keluarganya terlebih dahulu.
Pengaruh literasi keuangan, pengetahuan investasi, dan faktor sosial terhadap minat berinvestasi saham Generasi Z Theresia, Windiane; Rostiana, Rostiana
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v8i4.31640

Abstract

The purpose of this study was to examine the influence of financial literacy, investment knowledge and social factors on investment interest. The type of research used by researchers is quantitative research with a descriptive approach. This research was carried out using a single cross-sectional method, and the data collection was carried out using a questionnaire instrument. The criteria for respondents in this study are undergraduate students with management majors and working employees with a minimum of S1 education, both male and female, who are included in the generation Z group, with a minimum adult age of 17 years to 29 years in Jabodetabek and have an interest in stock investment in the capital market. The data sample in this study amounted to 203 samples obtained from employe and college student. Data analyzed by using SPSS and LISREL 8.80 software. The result showed that good financial literacy and investment knowledge have a positive effect to investment interest and very important to foster Generation Z's investment interest in the capital market, hence the need for education regarding effective and efficient financial management by educational institutions and financial institutions such as the Financial Services Authority. The results of this research explain that social factor including social interaction and human behavior had an impact to investment interest of Generation Z. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh dari literasi keuangan, pengetahuan investasi dan faktor sosial terhadap minat berinvestasi. Jenis Penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan metode single cross-sectional dan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen kuesioner. Kriteria responden pada penelitian ini adalah mahasiswa S1 dengan jurusan manajemen dan karyawan kerja dengan pendidikan minimal S1 baik laki-laki maupun perempuan yang termasuk dalam golongan generasi Z usia dewasa minimal 17 tahun sampai dengan 29 tahun di Jabodetabek serta memiliki minat terhadap investasi saham di pasar modal. Sampel data pada penelitian ini berjumlah 203 sampel yang didapatkan dari karyawan dan mahasiswa. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS dan LISREL 8.80. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan dan pengetahuan investasi yang baik memiliki pengaruh positif terhadap minat berinvestasi dan sangat penting untuk menumbuhkan minat investasi Generasi Z di pasar modal maka perlunya pendidikan mengenai pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien oleh lembaga pendidikan dan lembaga keuangan seperti Otoritas Jasa Keuangan. Hasil penelitian ini menerangkan bahwa faktor sosial termasuk interaksi sosial dan perilaku seseorang memiliki dampak terhadap minat berinvestasi Generasi Z.
PELATIHAN PENGEMBANGAN USAHA KECIL BIDANG PANGAN DI DESA WAHA KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI SULAWESI TENGGARA La Husen, Debi; Surni, Surni; Rostiana, Rostiana; Fitriani, Fitriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 2 No. 06 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v2i06.983

Abstract

Pengabdian pada masyarakat dilakukan di Desa Waha Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara dengan kalayan adalah pengusaha warung Nasi Kuning dan pengusaha Minuman Sarabba. Tujuan pengabdian adalah memberikan pelatihan bagaimana mengembangkan usaha kecil yang saat ini sudah dilakukan dengan cara perbaikan dalam proses produksi. Luaran Pengabdian ini adalah mitra mampu melakukan pengembangan usaha dengan cara yang lebih baik karena menghasilkan produk yang lebih berkualitas (sehat, enak dan menarik). Metode yang digunakan adalah memberikan pelatihan pemahaman produk berkualitas dan memfasilitasi alat produksi dan pemasaran yang lebih sehat. Hasil pengabdian menunjukkan mitra memahami yang ditunjukkan dengan perubahan dalam cara memproduksi dan memasarkan. Pengusaha sudah memahami hasil dari pelatihan yang diberikan baik dalam motivasi maupun proses produksi dan ada beberapa yang sudah terlaksana, sedangkan beberapa lainnya terutama bagaimana citra positif Pedagang diukur hanya dapat dilihat dalam jangka yang lebih lama (kurang lebih satu tahun). Fasilitas juga sudah dipergunakan oleh kalayan untuk meningkatkan produksi maupun penjualannya.
Jarak Bukan Halangan: Peran Pengungkapan Diri dalam Kepuasan Hubungan Jarak Jauh Mahasiswa melalui Remote Communication Jess, Sharon; Rostiana, Rostiana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16683

Abstract

Hubungan jarak jauh sering kali menghadapi tantangan seperti keterbatasan interaksi fisik dan risiko miskomunikasi, yang dapat memengaruhi kepuasan hubungan. Pengungkapan diri memainkan peran penting dalam mendukung komunikasi yang efektif dan meningkatkan kepuasan hubungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengungkapan diri dalam kepuasan hubungan pada mahasiswa yang menjalani hubungan romantis jarak jauh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional, melibatkan 318 mahasiswa yang dipilih secara purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengungkapan diri memberikan kontribusi sebesar 9,6% terhadap kepuasan hubungan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengungkapan diri dalam memelihara hubungan jarak jauh yang memuaskan bagi mahasiswa. Kata Kunci: Hubungan Jarak Jauh, Kepuasan Hubungan, Mahasiswa, Pengungkapan Diri, Remote Communication
Peran Kesepian terhadap Perilaku Cyberbullying pada Usia Dewasa Awal Pengguna Sosial Media: Agresivitas sebagai Mediator Nurisa, Kayla; Rostiana, Rostiana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran antara perilaku cyberbullying, kesepian, dan agresivitas dengan menggunakan pendekatan analisis regresi dan korelasi. Penelitian dilakukan dengan melibatkan 406 partisipan dan menggunakan alat ukur berupa COS (Cyberbullying Scale), UCLA Loneliness Scale versi 3, serta BP-AQ (Aggression Questionnaire). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku cyberbullying pada partisipan tergolong tinggi (M = 3.581) dan memiliki korelasi positif yang signifikan dengan kesepian (r = 0.449, p < 0.05) dan agresivitas (r = 0.817, p < 0.05). Selain itu, analisis dengan uji independent t-test menunjukkan bahwa perilaku cyberbullying lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan perempuan (M = 3.961 vs. M = 3.318, p = 0.000). Penelitian ini juga mengidentifikasi peran agresivitas sebagai mediator dalam hubungan antara perilaku cyberbullying dan kesepian, dengan hasil menunjukkan bahwa agresivitas berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan kedua variabel tersebut. Uji hipotesis menunjukkan bahwa meskipun ada hubungan positif signifikan antara kesepian dan perilaku cyberbullying, kesepian tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan tanpa mediator agresivitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa agresivitas berperan dalam memperkuat hubungan antara perilaku cyberbullying dan kesepian.
Cemas Tentang Hari Esok: Bagaimana Future Anxiety Berperan pada Bedtime Procrastination Mahasiswa Christianto, Anastasia Bernessa; Rostiana, Rostiana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17173

Abstract

Bedtime procrastination, atau kebiasaan menunda waktu tidur tanpa alasan eksternal jelas, semakin sering terjadi pada dewasa muda, termasuk mahasiswa. Kebiasaan ini dapat merusak kualitas tidur dan memengaruhi kesehatan fisik serta mental. Salah satu faktor yang diduga terkait adalah future anxiety, yaitu kekhawatiran berlebihan terhadap ketidakpastian masa depan, yang memicu stres dan kesulitan mengelola emosi. Penelitian ini menganalisis hubungan antara future anxiety dan bedtime procrastination pada 310 mahasiswa di Jabodetabek, menggunakan Future Anxiety Scale dan Bedtime Procrastination Scale. Hasil regresi sederhana menunjukkan pengaruh signifikan dengan hubungan positif yang lemah. Future anxiety berkontribusi sebesar 8,4% terhadap variabilitas perilaku menunda tidur. Meskipun kontribusinya kecil, temuan ini relevan untuk memahami dampak faktor psikologis pada kebiasaan tidur dan merancang intervensi untuk meningkatkan kesehatan tidur.
Cultural intelligence as a determinant of performance: Unveiling the role of job satisfaction and the impact of knowledge sharing Yusuf, Luthfi; Rostiana, Rostiana; Budiana, I Made
INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Vol 5 No 2 (2024): Vol. 5 No. 2 December 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/inspira.v5i2.9428

Abstract

The phenomenon of cultural diversity in the workplace increasingly influences the dynamics of employee performance and interactions. This study aims to deepen the understanding of the impact of cultural intelligence and knowledge sharing on employee performance, with job satisfaction serving as a mediator. Employee performance is defined as the ability and outcomes achieved by employees in fulfilling their tasks. This research employs a quantitative approach, utilizing four questionnaires based on a 1-5 Likert scale to measure cultural intelligence, knowledge sharing, performance, and job satisfaction. The sample consists of 116 employees from X Company, a coal-fired power plant located in Cirebon, West Java, selected based on specific criteria. The results of the analysis indicate that job satisfaction mediates the relationship between cultural intelligence and performance, but does not mediate the relationship between knowledge sharing and performance. This study provides implications for multicultural organizations to focus on the development of cultural intelligence to enhance employee satisfaction and performance.
Identifying Ambidexterity Behavior: The Role of Organizational Support and Career Adaptability to Optimizing Salesperson Performance Priantama, Pramdigdya Sasliandri; Rostiana, Rostiana
International Journal of Economics Development Research (IJEDR) Vol. 5 No. 4 (2024): International Journal of Economics Development Research (IJEDR)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ijedr.v5i4.6110

Abstract

Salesperson are considered as the frontline employees for companies in achieving superiority among other competitors and play an important role in the progress of a company. This study aims to determine whether organizational support and career adaptability plays a greater role in performance, either through direct relationships or through the mediation role of ambidexterity behavior. The high demands of work make salesperson need to display ambidexterity behavior in their work in order to improve performance effectiveness. Ambidexterity behavior refers to efforts to implement two strategic goals simultaneously, namely hunting orientation and farming orientation. When salespeople who have implemented ambidexterity behavior in their work, they aren’t only oriented towards sales, but will also position himself as the frontline who is ready to provide the best service to customers. The results of this study explain that career adaptability plays a greater role in performance when mediated by ambidexterity behavior.
The Role of Toxic Leadership and Exclusion in The Workplace Against Intention to Leave Work With Psychological Distress as A Mediator And Gratitude as A Moderator Pramudya, Thalia Altamilano; Rostiana, Rostiana; Budiana, I Made
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i2.44792

Abstract

This research investigates the impact of toxic leadership and workplace ostracism on employees' intentions to leave their jobs, with psychological distress as a mediator and gratitude as a moderator. Job turnover intention refers to an employee's desire to permanently quit their job, influenced by factors such as toxic leadership—characterized by authoritarian and unpredictable behavior—and ostracism, where individuals are ignored by colleagues. Both toxic leadership and ostracism can lead to psychological distress, which encompasses stress and emotional discomfort affecting mental well-being. Conversely, high levels of gratitude may mitigate the intention to leave. Utilizing an explanatory research design with a quantitative approach, the study employed five measurement instruments: a turnover intention questionnaire, a toxic leadership questionnaire, a workplace ostracism questionnaire, a psychological distress questionnaire, and a gratitude questionnaire. Conducted across three construction companies in West Jakarta, the study involved a sample of 150 employees. Findings indicate that toxic leadership and ostracism predict employees' turnover intentions, mediated by psychological distress. However, gratitude was not found to moderate the relationship between psychological distress and turnover intention in this model. The research highlights the importance of addressing toxic leadership and ostracism to reduce turnover intentions by developing improved policies and interventions that alleviate psychological distress among employees.
MENINGKATKAN REGULASI EMOSI ANGGOTA KELUARGA MELALUI PERMAINAN KARTU PERMAINAN RUMAH EMOSI Zaharani, Angel; Febriana Rahmawati, Safira; Suryaprawira, Ivana; Rostiana, Rostiana
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5692

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of "Kartu Permainan Rumah Emosi" as an intervention to improve emotional regulation within families. A quantitative method was employed using a pretest and posttest design with the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) on 45 participants from 16 families in the Jabodetabek area. The results of the Wilcoxon Signed-Rank Test analysis showed a significant difference between the pretest and posttest scores on the emotional regulation dimension with an increase of 31.46%, specifically in the Cognitive Reappraisal dimension. These findings prove that intervention through this card game is effective in enhancing emotional regulation, supporting Albert Bandura's Social Learning Theory on the importance of social interaction within families. In this regard, this study demonstrates that emotional regulation within families can be improved through "Kartu Permainan Rumah Emosi" as an innovative and enjoyable solution. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas permainan "Kartu Permainan Rumah Emosi" sebagai intervensi dalam meningkatkan regulasi emosi pada keluarga. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pretest dan posttest menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) pada 45 partisipan dari 16 keluarga di wilayah Jabodetabek. Hasil analisis Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest pada dimensi regulasi emosi dengan peningkatan sebesar 31,46% khususnya dalam dimensi Cognitive Reappraisal. Temuan ini membuktikan bahwa intervensi melalui permainan kartu ini efektif dalam meningkatkan regulasi emosi, yang mendukung Social Learning Theory dari Albert Bandura tentang pentingnya interaksi sosial dalam keluarga. Terkait hal tersebut, penelitian ini membuktikan bahwa regulasi emosi dalam keluarga dapat ditingkatkan melalui “Kartu Permainan Rumah Emosi” sebagai solusi yang inovatif dan menyenangkan.