Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PENGEMBANGAN USAHA KECIL BIDANG PANGAN DI DESA WAHA KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI SULAWESI TENGGARA La Husen, Debi; Surni, Surni; Rostiana, Rostiana; Fitriani, Fitriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 2 No. 06 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v2i06.983

Abstract

Pengabdian pada masyarakat dilakukan di Desa Waha Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara dengan kalayan adalah pengusaha warung Nasi Kuning dan pengusaha Minuman Sarabba. Tujuan pengabdian adalah memberikan pelatihan bagaimana mengembangkan usaha kecil yang saat ini sudah dilakukan dengan cara perbaikan dalam proses produksi. Luaran Pengabdian ini adalah mitra mampu melakukan pengembangan usaha dengan cara yang lebih baik karena menghasilkan produk yang lebih berkualitas (sehat, enak dan menarik). Metode yang digunakan adalah memberikan pelatihan pemahaman produk berkualitas dan memfasilitasi alat produksi dan pemasaran yang lebih sehat. Hasil pengabdian menunjukkan mitra memahami yang ditunjukkan dengan perubahan dalam cara memproduksi dan memasarkan. Pengusaha sudah memahami hasil dari pelatihan yang diberikan baik dalam motivasi maupun proses produksi dan ada beberapa yang sudah terlaksana, sedangkan beberapa lainnya terutama bagaimana citra positif Pedagang diukur hanya dapat dilihat dalam jangka yang lebih lama (kurang lebih satu tahun). Fasilitas juga sudah dipergunakan oleh kalayan untuk meningkatkan produksi maupun penjualannya.
PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PEMBENTUKAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI DI TK NEGERI 26 LELAMASE KOTA BIMA Rostiana, Rostiana; Ihlas, Ihlas; Muslim, Muslim
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 6 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i2.3384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan sekolah terhadap pembentukan pendidikan karakter Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Negeri 26 Lelamase, Kota Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah memiliki peran signifikan dalam pembentukan karakter Anak Usia Dini. Faktor-faktor seperti interaksi antara guru dan siswa, fasilitas sekolah, serta kegiatan ekstrakurikuler berkontribusi positif terhadap pengembangan karakter anak. Lingkungan yang kondusif dan dukungan dari seluruh elemen sekolah dapat memperkuat nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kerjasama, dan kejujuran. Temuan ini memberikan implikasi bahwa pengelolaan lingkungan sekolah yang efektif sangat penting dalam mendukung pendidikan karakter Anak Usia Dini, dan dapat dijadikan acuan bagi pengembangan program pendidikan di tingkat Taman Kanak-Kanak.
Kesiapan Kerja Ditinjau Dari Data Demografi Ningtyas, Dinda Zahra; Rostiana, Rostiana
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7822

Abstract

Peningkatan persaingan yang semakin ketat di dunia kerja, tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi, serta adanya ketidaksesuaian antara kompetensi mahasiswa dan lulusan baru dengan tuntutan industri menunjukkan bahwa tingkat kesiapan kerja yang dimiliki masih beragam dan dipengaruhi oleh berbagai pengalaman serta karakteristik demografi. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan tingkat kesiapan kerja ditinjau dari faktor demografi seperti jenis kelamin, keaktifan berorganisasi, pengalaman magang, status perantau dan non-perantau, serta status studi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan melibatkan 399 responden yang merupakan mahasiswa semester akhir dan lulusan baru berusia 20–24 tahun yang memiliki variasi pada aspek jenis kelamin, keaktifan berorganisasi, pengalaman magang, status perantau atau non-perantau, serta status studi. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel kesiapan kerja yaitu Work Readiness Scale (WRS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesiapan kerja yang signifikan berdasarkan jenis kelamin, keaktifan berorganisasi, pengalaman magang, dan status studi, sementara tidak ditemukan perbedaan pada aspek status perantau dan non-perantau, sehingga kesiapan kerja lebih banyak dipengaruhi oleh pengalaman pengembangan diri dibandingkan latar belakang geografis.
PERAN DUKUNGAN SOSIAL DIGITAL MELALUI MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL MAHASISWA GENERASI Z Huang, Fransisca; Rostiana, Rostiana
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.8709

Abstract

The rapid development of social media has given rise to digital social support, which is increasingly utilized by Generation Z as active users of online platforms. This study examines the effect of digital social support on the mental health of Generation Z by adopting the digital social support theory proposed by Nick et al. (2018) and the three-dimensional mental health framework by Keyes (2002). A non-experimental quantitative approach with a correlational design was employed, in which primary data were collected through the Online Social Support Scale (OSSS) and the Mental Health Continuum–Short Form (MHC-SF) questionnaires distributed online to 150 Generation Z university students in the Greater Jakarta area. The analysis included descriptive statistics, classical assumption tests, and simple linear regression, revealing a positive and significant effect of digital social support on mental health (R = 0.483; p < 0.001) with a contribution of 23.3%. These findings indicate that higher levels of digital social support are associated with better mental health quality, thereby confirming the crucial role of social media as a source of emotional, social, and psychological well-being for Generation Z students. ABSTRAK Perkembangan pesat media sosial telah memunculkan dukungan sosial digital yang semakin dimanfaatkan oleh generasi Z sebagai pengguna aktif platform daring. Penelitian ini menguji pengaruh dukungan sosial digital terhadap kesehatan mental generasi Z, dengan mengadopsi teori dukungan sosial digital dari Nick et al. (2018) serta kerangka kesehatan mental tiga dimensi menurut Keyes (2002). Pendekatan kuantitatif non-eksperimental berbasis desain korelasional diterapkan, di mana data primer dikumpulkan melalui kuesioner Online Social Support Scale (OSSS) dan Mental Health Continuum–Short Form (MHC-SF) yang disebar secara online kepada 150 mahasiswa generasi Z di Jabodetabek. Analisis mencakup uji deskriptif, asumsi klasik, serta regresi linear sederhana, yang mengungkap pengaruh positif dan signifikan dukungan sosial digital terhadap kesehatan mental (R = 0,483; p < 0,001) dengan kontribusi 23,3%. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingginya dukungan sosial digital yang diperoleh individu berkorelasi dengan peningkatan kualitas kesehatan mental, sehingga menegaskan peran krusial media sosial sebagai sumber kesejahteraan emosional, sosial, dan psikologis bagi mahasiswa generasi Z.
PERAN GAYA HIDUP SEHAT TERHADAP KESEHATAN MENTAL GENERASI Z Budiman, Melinda Lian; Rostiana, Rostiana
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9147

Abstract

A healthy lifestyle plays an important role in maintaining mental health, particularly among Generation Z university students who are active social media users. High intensity of social media use may influence daily behavioral patterns, including stress management, physical activity, and social interaction. This study aimed to examine the role of lifestyle in mental health among Generation Z students who use social media. A quantitative correlational design was employed in this study. The participants consisted of 150 Generation Z students aged 18–23 years who actively use social media. The instruments used were the Health-Promoting Lifestyle Profile II (HPLP-II) to measure lifestyle and the Mental Health Continuum–Short Form (MHC-SF) to measure mental health. Data were analyzed using correlation and regression analyses. The results indicated a very strong positive relationship between lifestyle and mental health. Regression analysis revealed that lifestyle significantly contributed to the variance in mental health, with stress management emerging as the most dominant predictor. These findings suggest that adopting a healthy lifestyle, particularly effective stress management, plays a crucial role in supporting the mental health of Generation Z students in the digital era.    ABSTRAK Gaya hidup sehat merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam menjaga kesehatan mental, khususnya pada mahasiswa Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial. Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi berpotensi memengaruhi pola perilaku sehari-hari, termasuk manajemen stres, aktivitas fisik, dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran gaya hidup terhadap kesehatan mental pada mahasiswa Generasi Z pengguna media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 150 mahasiswa Generasi Z berusia 18–23 tahun yang aktif menggunakan media sosial. Instrumen yang digunakan adalah Health-Promoting Lifestyle Profile II (HPLP-II) untuk mengukur gaya hidup dan Mental Health Continuum–Short Form (MHC-SF) untuk mengukur kesehatan mental. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara gaya hidup dan kesehatan mental. Analisis regresi menunjukkan bahwa gaya hidup secara signifikan berperan dalam menjelaskan variasi kesehatan mental mahasiswa, dengan dimensi manajemen stres sebagai prediktor yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan gaya hidup sehat, terutama dalam pengelolaan stres, berperan penting dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa Generasi Z di era digital.
PERAN JOB CRAFTING SEBAGAI MODERATOR ANTARA PENGGUNAAN TIK DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA KARYAWAN GENERASI Z Adella Trisna Rachmayanti; Rostiana
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.4913

Abstract

The workforce comprises various generations, each with distinct characteristics, including Generation Z. Known as the “iGen" or internet generation, Generation Z is accustomed to the ease of accessing technology. According to the JD-R model, ICT usage is a work resource and a job demand that can promote work engagement. However, excessive technology use can lead to technostress and burnout. This study examines the role of ICT usage in work engagement and whether job crafting is a mediator to alleviate the pressures associated with ICT usage. This research employed a non-experimental quantitative method with a non-probability sampling technique through purposive sampling. The regression test utilized Moderation Regression Analysis (MRA). The study involved 159 Generation Z employees working in the IT sector. The measurement tools included the Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9) by Kristiana et al. (2018), the ICT Resources & Stressor Scale by Cianci et al. (2024), and the Job Crafting Scale (JC-Scale) by Serpara (2023). The results showed that ICT usage contributed to 39.4% of work engagement, while other factors outside the study influenced the remaining percentage. However, job crafting did not act as a moderator in this study. Additional MRA analysis for each dimension of job crafting as a moderator revealed that 2 out of 4 dimensions could function as moderators .
Workload and turnover intention among gen z bank empoyees: the moderating roles of flourishing and emotion regulation Prisca Yulina Prameswari; Rostiana Rostiana; I Made Budiana
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1175700

Abstract

Digital transformation in the banking sector has intensified the responsibilities and pace of work, increasing workload among Generation Z employees and potentially heightening turnover intention. This study examined the relationship between workload and turnover intention, as well as the separate moderating roles of flourishing and emotion regulation. A correlational non-experimental design was used, employing Moderated Regression Analysis (MRA), with questionnaire and convenience sampling. Participants consisted of 226 Gen Z bank employees in Indonesia, aged 20–27 years, with a minimum of six months work experience. The results showed that workload was positively and significantly assosiated with turnover intention (r = 0.397; p < 0.05), both flourishing and emotional regulation have a significant negative relationship with turnover intention. Moderation analysis showed that flourishing (β = -0.395 p < 0.05) and emotion regulation (β = -0.308; p < 0.05) reduced the strength of the relationship between workload on turnover intention. The highest turnover intention was found among employees with high workload and low flourishing or emotion regulation. These findings supported the Job Demand-Control theory and emphasized the importance of psychological well-being and emotional skills in reducing turnover intention.
Co-Authors Abdul Malik Gismar Adella Trisna Rachmayanti Adinda Andriyani Alimbuto, Selfina Andriyani, Adinda Areli Oldo Faoso Aurellia Indah Pramesti Azizah Aulia Budiman, Melinda Lian Christianto, Anastasia Bernessa Elfira Pipit Kurniawati Elvina Pekasa Ezra Redo Jawentinus Febriana Rahmawati, Safira Ferry Sataputera Fitriani Fitriani Gea Hayfatunisa Hanna Hadipranoto Hayfatunisa, Gea Heryanti Satyadi Hindradjat, Juliana Huang, Fransisca Husen, Debi La Husni Mubarak I Made Budiana I Made Budiana Idulfilastri, Rita Markus Ihlas, Ihlas Jess, Sharon Kentami, Maria Regina Tinon Dyah Krisanti, Yoana Vina Kristanti, Rena Laili Irawati Leksmono Suryo Putranto Lie, Daniel Lie, Daniel Sugianto Lindayani, Lindayani Lintang Alisya Ramadhani Mangarondang, Meina Evelin Merry Ningtias Michelle Michelle Muhammad Ramadhan Muhammad Ramadhan Muslim Muslim Mutia Kusuma Dewi Ni Luh Putu Shinta Eka Setyarini Ningtyas, Dinda Zahra Niziliani, Shyakia Nurisa, Kayla Pramudya, Thalia Altamilano Priantama, Pramdigdya Sasliandri Pricillia, Vany Widya Prisca Yulina Prameswari Purnamasari, Dewa Ayu Inten Raflyawan, Revo Indra Rezky Moudya Muis Rita Markus Idulfilastri Rudy Bunawan, Rudy Salsabila, Wina Sandra Saputra, Cherry Violin Saraswati, Kiky Dwi Hapsari Sari, Abi Dinda Permata Satyadi, Heryanti Sesari, Sesari Shyakia Niziliani Siregar, Gardenia Junissa Skolastika Meta Wedika Titiani Stella Tiara Surni, Surni Suryaprawira, Ivana Suyasa, Putu Tommy Y.S Theresia, Windiane Trifosa R, Angelica Eunike Valen Valen Yesica, Silvia Yusuf, Luthfi Yusuf, Luthfi Ibnu Zaharani, Angel