Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Integrasi aplikasi PHET simulation dengan menggunakan metode gasing sebagai implementasi kurikulum merdeka Muhammad Iman Darmawan; Shofwatunnida Septarini; Hadian Mandala Putra; Istajir Adi Gunawan; Yogi Istamil Ali Majdi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29811

Abstract

Abstrak Pembelajaran fisika merupakan mata pelajaran yang mendapatkan perhatian penuh, karena dalam penerapannya terdapat berbagai kendala baik guru, siswa maupun sarana dan prasarana yang ada disekolah. Oleh karena itu perlu vaariasi model pembelajaran yang diterapkan dengan bantuan media yang baik dan tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran fisika. Tujuan pengabdian ini meningkatkan minat belajar fisika dengan integrasikan aplikasi PHET dengan metode gasing. Pengabdian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Lombok Timur dengan di uji cobakan pada kelas XII MIA sejumlah 90 orang siswa pada uji skala besar dan 10 orang siswa pada uji coba terbatas. Dengan mengunakan metode saintifik. hal ini dibuktikan dengan analisis data nilai pembelajaran fisika dengan aplikasi PHET pada uji coba terbatas skor rata -rata baik sedangkan yang di integrasikan dengan metode gasing Analisis data yang digunakan adalah hasil prestasi belajar yang diukur melalui pre-test dan pos-test pada kelas pengujian. Hasil pre-test  dari kelas diuji gain score guna mengetahui efektifitasnya serta Implementasi metode gasing dengan aplikasi PHET dapat meningkatkan minat, aktifitas dan prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Lombok Timur. Kata kunci: aplikasi PHET; fisika; kurikulum merdeka; metode gasing. Abstract Physics learning is a subject that gets full attention, because in its application there are various obstacles both teachers, students and facilities and infrastructure in schools. Therefore, it is necessary to vary the learning model applied with the help of good and appropriate media to be applied in physics learning. The purpose of this service is to increase interest in learning physics by integrating the PHET application with the gasing method. This service was carried out at Madrasah Aliyah Negeri 1 Lombok Timur by being tested on class XII MIA with 90 students in a large-scale test and 10 students in a limited trial. By using the scientific method. this is evidenced by the analysis of physics learning value data with the PHET application in the limited trial, the average score is good while the one integrated with the gasing method The data analysis used is the results of learning achievement measured through pre-tests and post-tests in the testing class. The pre-test results from the class were tested for gain scores to determine their effectiveness and the implementation of the gasing method with the PHET application can increase the interest, activity and learning achievement of students at Madrasah Aliyah Negeri 1 Lombok Timur. Keywords: PHET application; physics; independent curriculum; top method.
Peran Pendidikan dan Teknologi dalam Menanggulangi Masalah Gizi Anak Asroriyadi; Nurfatehaturrizky; Regita Dwi Anugerah; Rika Indi Sartika; Huswatun Aulia; Edi Wira Bakti; Masruril Hairi; Heri Sopansyah; Wahyu Maulana; Tezen; Hadiatul Rodiah; Hadian Mandala Putra; Muhammad Hikam Hakiki
Al-Tafani: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : Lembaga Einstein College

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63987/AL-TAFANI.v2i3.174

Abstract

Masalah gizi pada anak, termasuk stunting, gizi kurang, dan obesitas, menjadi tantangan besar yang memengaruhi kualitas hidup generasi mendatang. Pendidikan dan teknologi menawarkan peluang strategis untuk mengatasi masalah ini secara efektif dan berkelanjutan. Melalui pendidikan, masyarakat dapat dibekali dengan pengetahuan tentang kebutuhan gizi yang tepat, pola makan sehat, dan praktik pemberian makan yang sesuai, khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan. Teknologi mendukung upaya ini dengan menyediakan akses ke informasi gizi melalui alat pemantauan kesehatan, serta platform digital yang menjangkau lebih banyak kalangan. Kombinasi pendidikan dan teknologi memungkinkan penerapan program gizi berbasis data yang dapat diakses di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil. Dengan kolaborasi lintas sektor, seperti pemerintah, institusi pendidikan, dan pengembang teknologi, intervensi gizi dapat dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara lebih spesifik. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran gizi, mengurangi prevalensi masalah gizi anak, dan menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.