Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Cultural Development Dalam Sistem Pemerintahan Lokal: Sistem Pemerintahan Nagari pada Masyarakat Etnis Mandailing di Nagari Rabi Jonggor Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat Rozi, Fachrur; Setiawan, Husni
Jurnal Administrasi dan Kebijakan Publik Vol. 3 No. 2 (2018): April
Publisher : Laboratorium Administrasi Publik FISIP Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jakp.3.2.125-142.2018

Abstract

Pasca ditetapkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, semakin memberikan penguatan dalam pembangunan sistem pemerintahan lokal yang didasarkan pada hak asal usul dan hak adat istiadat masyarakat setempat. Di Provinsi Sumatera Barat, sistem pemerintahan desa atau yang disebut dengan nagari merupakan sistem pemerintahan lokal yang menggunakan adat Minangkabau sebagai landasan utama dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, sistem Pemerintahan Nagari ini tidak sesuai dengan realitas yang terjadi pada masyarakat di Nagari Rabi Jonggor Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat yang ber-etnis Mandailing. Masyarakat Nagari Rabi Jonggor mempraktekkan Sistem Raja yang didasarkan pada adat istiadat Mandailing, meskipun dalam sistem Pemerintahan Nagari tidak mengenal raja. Artikel ini adalah hasil dari sebuah kajian yang ditujukan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisispembangunan sistem pemerintahan lokal yang terjadi di Kabupaten Pasaman Barat. Kasus yang dikaji adalah kasus yang terjadi pada sistem pemerintahan lokal di Nagari Rabi Jonggor Kabupaten Pasaman Barat. Di dalam pelaksanaan sistem pemerintahan lokal di Nagari Rabi Jonggor, terlihat bahwa adanya praktek sistem Pemerintahan Raja di dalam sistem Pemerintahan Nagari. Hal ini terjadi karena Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Pasaman Barat cenderung memaksakan pelaksanaan sistem Pemerintahan Nagari pada masyarakat yang ber-etnis Mandailing. Pemerintah Daerah tidak mengatur dan memberi kepastian hukum terhadap peran dan fungsi Raja Adat Mandailing dalam sistem kehidupan bernagari. Padahal peran dan fungsi Raja Adat ini dipandang sebagai sebuah status yang penting dalam pengendalian masalah dan pengaturan kehidupan masyarakat setempat. Kondisi ini, menimbulkan kesan bahwa pembangunan sistem pemerintahan lokal yang terjadi di Kabupaten Pasaman Barat dilakukan dengan setengah hati. Penting kiranya bagi Pemerintah Daerah untuk mempertimbangkan dimensi cultural development dalam pembangunan sistem pemerintahan lokal. Seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Di dalam Peratutan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 tahun 2018 tentang Nagari pasal 23 dinyatakan bahwa pembentukan Desa Adat di Kabupaten Kepulauan Mentawai diatur dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Keterlibatan Masyarakat Adat dan Pemerintah Kabupaten dalam Melestarikan Lingkungan Pasca Pengalihan Kewenangan Pengurusan Izin Pertambangan Hanida, Rozidateno Putri; Syamsurizaldi, Syamsurizaldi; Rozi, Fachrur; Irawan, Bimbi
Jurnal Administrasi dan Kebijakan Publik Vol. 3 No. 3 (2018): Oktober
Publisher : Laboratorium Administrasi Publik FISIP Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jakp.3.3.274-291.2018

Abstract

Pasca direvisinya Undang-Undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah telah membawa dampak terhadap hubungan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah dan antar Pemerintah Daerah. Salah satu dampak tersebut menyentuh persoalan kewenangan perizinan pertambangan. Sebelumnya kewenangan perizinan pertambangan dipegang oleh Pemerintah Kabupaten/ Kota, namun pada saat ini kewenangan itu sudah beralih kepada Pemerintah Provinsi. Peralihan kewenangan ini tentu akan merubah pola keterlibatan masyarakat adat dan Pemerintah Kabupaten dalam menjaga kelestarian lingkungan dalam kegiatan pertambangan. Maka dari itu, tulisan ini mencoba untuk menelaah dan menjelaskan bagaimana keterlibatan adat dan Pemerintah Kabupaten dalam melestarikan lingkungan pasca pengalihan kewenangan pengurusan izin pertambangan. Kajian ini dilakukan di Provinsi Sumatera Barat dengan lokus penelitian di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Solok Selatan. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitif. Melalui proses wawancara, pengamatan dan analisis terhadap data, telah memberikan gambaran bahwa perlu pembagian peran antar aktor dalam proses pengawasan Masyarakat adat dapat mengambil peran sebagai aktor pertama yang akan mengidentifikasi gejala-gejala kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas pertambangan. Peran ini akan dikoordinir oleh KAN bersama Pemerintah Nagari. Sedangkan Pemerintah Kabupaten dapat berperan sebagai pihak yang bisa memberikan rekomendasi untuk menghentikan perusahaan yang terbukti melakukan pengrusakan lingkungan. Kemudian, Pemerintah Kabupaten dapat melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi secara berkala untuk melaporkan terkait kondisi lingkungan dan aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh para penambang.
Rancang Bangun Website Profil Sekolah TAUD-SaQu Ashabul Qur’an Surabaya Berbasis HTML Rozi, Fachrur; Haryanti, Tining; Fahriani, Nuniek
Computing Insight : Journal of Computer Science Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/comp_insight.v4i1.12524

Abstract

Perkembangan internet memungkinkan penyebaran informasi sebagai bentuk representasi perusahaan dan sarana promosi lebih mudah untuk diakses. Dengan keberadaan profil perusahaan berbasis media elektronik, publik maupun mitra dapat mengetahui informasi dan detail tentang suatu organisasi tanpa adanya batasan tempat dan waktu. Penelitian ini merupakan rancang bangun pembuatan profil dengan media elektronik. Mitra pada penelitian ini adalah sekolah pada level pendidikan anak usia dini. Hasil dari penelitian ini adalah Profil berbasis elektronik dengan cakupan pembahasan antara lain profil, pendaftaran, aktivitas dan kontak. Uji coba dilakukan dengan pengecekan navigasi oleh pengguna. Tes kecepatan internet sebagai pelengkap uji coba dilakukan pada beberapa perangkat yang berlainan untuk menguji akses ke server tempat profil tersebut di hostingkan. Pada evaluasi profil berbasis elektronik tidak ditemukan error navigasi dan kecepatan rata-rata berbagai perangkat dalam uji coba akses server berada pada score B, yaitu dengan tingkat kecepatan 2detik per akses. Kecukupan pada hasil pengujian ini memungkinkan profil berbasis elektronik untuk dapat dimanfaatkan oleh mitra.  Kata kunci: Web, Profil, CSS, HTML, Internet.
Penerapan K-Means Clustering dengan Evaluasi V-Measure untuk Pengelompokan Wilayah Berdasarkan Data Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial Sholihah, Riza Mar'atus; Rozi, Fachrur
Jurnal Riset Mahasiswa Matematika Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Riset Mahasiswa Matematika
Publisher : Mathematics Department, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jrmm.v5i1.34774

Abstract

Social welfare is a key dimension of national development, aimed at achieving social inclusion by enhancing livelihood resilience and systems, particularly in Mojokerto City and Regency. This study aims to group regions in Mojokerto Regency and City based on Social Welfare Resource Potential (PSKS) data using the K-Means Clustering method. This method was chosen for its efficiency in handling high-dimensional data and its ability to produce a predetermined number of structured clusters. The secondary data comprised 12 indicators of social welfare resource potential from the Central Berau of Statistics and Social Office of Mojokerto, reflecting the presence of institutions and community social conditions across 18 sub-districts. Research stages included data standardization using z-score, outlier detection, optimal cluster determination using the Elbow method, K-Means Clustering implementation, and cluster evaluation using the V-Measure. The results indicate that Mojokerto regions can be grouped into five clusters with specific characteristics: urban, border, historical, industrial, and mountainous areas. The V-Measure evaluation yielded a score of 0.756, with homogeneity at 0.859 and completeness at 0.672, indicating accurate clustering quality.
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi, Pengawasan Internal Dan Key Performance Indicators (KPI) Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Motivasi Bekerja Sebagai Variabel Moderating Di Perum Perumnas Regional I Medan Rozi, Fachrur; Sari, Maya; Astuti, Widia
Jurnal Riset AKuntansi dan Bisnis Vol 21, No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/9453

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effect of Accounting Information Systems, Internal Controls and Key Performance Indicators on employee performance with work motivation as a moderating variable at Perum Perumnas Regional I Medan. The research approach carried out in this study used an associative approach. The population in this study were 78 permanent employees, consisting of the Accounting Section, Production Section, Land Affairs Section, Funding Section, Marketing Section, General Section and Human Resources Section. The results of this study prove that accounting information systems affect employee performance at Perum Perumnas Regional I Medan, internal control affects employee performance at Perum Perumnas Regional I Medan and key performance indicators affect employee performance at Perum Perumnas Regional I Medan. Motivation to work as a moderating variable can moderate the effect of accounting information systems on employee performance at Perum Perumnas Regional I Medan, motivation to work as a moderating variable can moderate the effect of internal control on employee performance at Perum Perumnas Regional I Medan and work motivation as a moderating variable can moderate the effect of key performance indicators on employee performance at Perum Perumnas Regional I Medan
Studi Kelayakan Destinasi Wisata Ramah Muslim untuk Meningkatkan Citra Wisata di Sumenep (Studi Kasus Pantai Lombang dan Pantai e-Kasoghi Kabupaten Sumenep) Rozi, Fachrur; Camelia, Allyvia
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v4i2.1736

Abstract

According to the Minister of tourism and creative economy, Sandiaga Uno, Muslim Friendly Tourism which is one of the advantages of tourism from various types that are developed. The concept of Muslim friendly tourism is Halal tourism that referred to an extension of service or an increase and expansion of services, it does not mean that it is a tourist place. This concept is a brilliant idea in ensuring the comfort of Muslim tourists in tourist places, because Indonesia is a Muslim-majority country. Indeed the concept of a feasibility study there are several items as a guide to measure the feasibility of a tourist destination in this case such as Attraction, Accessibility, Community Socio-Economic Environmental Conditions, Accommodation, Supporting Facilities and Infrastructure, Security, Relationships with Other Tourist Objects. This feasibility study was conducted to see the readiness of tourist destinations as pilot destinations in Sumenep district. This location was chosen because Lambang beach is a tourist destination managed by the government and has become an icon of marine tourism in Sumenep, while e-Kasoghi beach is a new destination managed by local (private) villages. In addition, the COVID-19 pandemic demands many things, especially tourist destinations that must follow the health protocols that have been instructed by the central government to ensure tourists are safe and comfortable while at tourist locations. CHSE certification is the application of health protocols based on Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability. This is a health regulation or protocol with the term CHSE.
Application of Bibliometric Visualization and Mind Mapping for Dadih Development Mutia Sari, Shinta; Amini, Hijratun; Saraswati, Lucia; Rozi, Fachrur; Nazir, Novizar; Azima, Fauzan; Rahmayani, Rahmayani
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v7i2.287

Abstract

Beneficial lactic acid bacteria (LAB) are used to produce dadih, contributing to its health benefits. Dadih is fermented with lactic acid bacteria that convert lactose into glucose and galactose, enhancing digestibility. Despite its potential, dadih has limited appeal due to its traditional production methods and restricted market availability. To address this issue, the article suggests employing methodical concept development techniques, such as Mind Mapping, to generate innovative ideas for dadih product development. In addition, bibliometric analysis is used to obtain insight into the research trends and prospects in the field of food technology as they pertain to local fermented dadih products. The findings from the VOSviewer analysis reveal various aspects of dadih research, including mutagenicity, food safety, and fermented dairy products. Using these insights and mind-mapping techniques, this study advances dadih product development knowledge and is a foundation for future research.
Deradicalization da'wah: Religious rehabilitation efforts for former terrorism convicts Rozi, Fachrur; Supena, Ilyas; Riyadi, Agus
Islamic Communication Journal Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2024.9.2.23317

Abstract

Terrorist acts that often claim religious grounds have become a significant threat to national stability. Based on data from the National Counterterrorism Agency (BNPT), Indonesia, terrorist attacks not only cause casualties but also have an impact on public perception of Islam. This study aims to understand why radical ideology often persists among former terrorist convicts and how deradicalization preaching plays a role in their rehabilitation. This descriptive qualitative study uses a sociological approach, using data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that radical ideology persists due to limited social support, non-holistic deradicalization programs, ideological backgrounds, and social stigma. External factors such as the lack of special programs, limited officer training, and inconsistent funding also contribute. Deradicalization preaching plays a crucial role by teaching peaceful religious values, empowering socially and economically, reducing social stigma, and involving families and communities. For effective rehabilitation, deradicalization preaching must be holistic, involve various parties, and consider cultural, social, and economic aspects to address the root causes of radicalization. ***** Aksi terorisme yang sering mengklaim landasan agama telah menjadi ancaman besar terhadap stabilitas nasional. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Indonesia, serangan teror tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berdampak pada persepsi publik terhadap Islam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami mengapa faham radikal sering kali tetap bertahan di kalangan mantan narapidana terorisme dan bagaimana dakwah deradikalisasi berperan dalam rehabilitasi mereka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologis, menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faham radikal tetap bertahan disebabkan oleh dukungan sosial yang terbatas, program deradikalisasi yang tidak holistik, serta latar belakang ideologi dan stigma sosial. Faktor eksternal seperti kurangnya program khusus, keterbatasan pelatihan petugas, dan pendanaan yang tidak konsisten juga berkontribusi. Dakwah deradikalisasi memainkan peran krusial dengan mengajarkan nilai-nilai agama yang damai, memberdayakan secara sosial dan ekonomi, mengurangi stigma sosial, dan melibatkan keluarga serta komunitas. Untuk rehabilitasi yang efektif, dakwah deradikalisasi harus holistik dan melibatkan berbagai pihak, serta mempertimbangkan aspek budaya, sosial, dan ekonomi untuk mengatasi akar penyebab radikalisasi secara menyeluruh.
HUBUNGAN SEBARAN TITIK PANAS (HOTSPOT) TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT KOTA PONTIANAK Rozi, Fachrur; Akbar, Aji Ali; Kadaria, Ulli
Jurnal Teknik Sipil Vol 20, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v20i2.43531

Abstract

Kebakaran hutan yang terjadi pada saat musim kemarau terutama di Kota Pontianak yang memicu terjadinya titik panas (hotspot). Titik panas (hotspot) adalah sumber utama terbentuknya asap yang merupakan sumber pencemaran yang mengandung partikulat yang apabila terhirup dalam konsentrasi tinggi akan menganggu pernapasan. Penelitian ini di lakukan untuk melihat titik panas (hotspot) karena kebakaran hutan atau lahan di kota Pontianak menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menganalisis pergerakan perubahan titik panas (hostpot) dari tahun 2019 periode bulan Juli "“ September dan melakukan pemetaan. Metode analisis data menggunakan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia NO P.8/ ME NLHK/ SETJEN/ KUM.1 / 3/ 2018 Tentang Prosedur Tetap Pengecekan Lapangan Informasi Titik Panas Dan/Atau Informasi Kebakaran Hutan dan Lahan. Hasil penelitian menunjukkan selama periode sebaran titik panas (hotspot) pada bulan Juli total 136 titik, bulan Agustus total 1.738 titik, bulan September 5.165 titik dengan total jumlah titik panas (hotspot) sebanyak 7.039 titik. Pengaruh titik panas (hotspot) menunjukan dampak pada kesehatan masyarakat Kota Pontianak yang dimana data dari Dinas Kesehatan Kota Pontianak penderita pasien ISPA pada bulan Juli 2.700 orang, bulan Agustus 4.044 orang, bulan September 5.046 orang dengan total 11.790 pasien ISPA. Sedangkan data dari seluruh Puskesmas Kota Pontianak penderita pasien ISPA pada bulan Juli 4.542 orang, bulan Agustus 5.225 orang, bulan September 6.141 orang dengan total 15.908 pasien ISPA.
PARTIAL LEAST SQUARES - MULTIGROUP ANALYSIS ON THE EFFECT OF LEADERSHIP ON WORK CULTURE AND LECTURER PERFORMANCE Rahman, Hairur; Dwi Mulyanto, Angga; Harini, Sri; Rozi, Fachrur; Widjanarko Otok, Bambang; Dwi Trijoyo Purnomo, Jerry
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 20 No 1 (2026): BAREKENG: Journal of Mathematics and Its Application
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/barekengvol20iss1pp0041-0054

Abstract

Higher education institutions depend on leadership to build their organizational culture and achieve better employee performance. However, there remains limited understanding of how the impact of leadership may vary across institutional contexts. This research employs Partial Least Squares - Multigroup Analysis (PLS-MGA) to explore the effects of leadership on work culture and lecturer performance in two Indonesian universities: UIN Maulana Malik Ibrahim and IAIN Ponorogo. A multistage random sampling of 272 lecturers was conducted. The methodological approach allowed for a robust comparative analysis between the institutions. The results reveal that leadership exhibits powerful positive relationships with work culture and lecturer performance in both institutions. Leadership explains 38.7% of work culture variability at IAIN Ponorogo, but only 18.6% at UIN Maulana Malik Ibrahim. These findings underscore the need for context-sensitive leadership development strategies and provide a foundational contribution for future research in higher education leadership and performance.