Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Paparan Tembakau Terhadap Kadar Pb Pada Kuku Pekerja Linting Rokok di Pabrik Rokok X Kabupaten Tulungagung: Paparan Tembakau Terhadap Kadar Pb Pada Kuku Pekerja Linting Rokok di Pabrik Rokok X Kabupaten Tulungagung Putri, Mardiana Prasetyani; Prodyanatasari, Arshy; Purnadianti, Mely; Agustina, Novia
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i1.244

Abstract

Logam Pb pada tembakau berasal dari adanya logam berat Pb yang ditemukan secara alami dalam tanah, penggunaan pupuk yang mengandung Pb atau penerapan agrokimia pada tembakau. Pb masuk dalam tubuh manusia melalui saluran pernafasan, saluran pencernaan dan absorbsi melalui kulit. Pb dalam tubuh dapat terakumulasi pada jaringan lunak dan jaringan keras (rambut, gigi, tulang, kuku). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan tembakau terhadap kadar Pb pada kuku pekerja linting rokok di pabrik rokok X kabupaten Tulungagung berdasarkan lama masa kerja. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan jenis oenelitian quasi eksperimen. Data diambil dari responden dengan menggunakan quota sampling. Instrumen analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah AAS. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar Pb pada masa kerja (<11, 11-12, >12) tahun berturut-turut sebesar (0,017 ; 0,027 ; 0,048) ppm. Hasil analisa statistik menggunakan uji kruskal wallis menunjukkan nilai p=0,002 dengan demikian Ho ditolak dan H1 diterima sehingga diperoleh kesimpulan bahwa paparan tembakau berpengaruh terhadap kadar Pb pada kuku pekerja linting rokok di pabrik rokok X kabupaten Tulungagung berdasarkan lama masa kerja.
Retrospective Study: Serum Hemoglobin, Erythrocyte, and Creatinine Profiles in Chronic Kidney Disease Patients Following Hemodialysis Purnadianti, Mely; Muhtadi, Selviani
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 8 No. 1 (2025): Vol 8, No 1, 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v8i1.327

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is a progressive and irreversible pathological condition with multiple etiologies, leading to a gradual decline in kidney function. Hemodialysis is employed to eliminate metabolic waste products and specific toxins. This study aimed to evaluate the correlation between hemoglobin levels, erythrocyte count, and serum creatinine levels in CKD patients after undergoing hemodialysis therapy. A cross-sectional study with an analytical observational design was conducted on 25 patients selected through purposive sampling. Data were analyzed using Pearson’s correlation test. The analysis revealed a strong positive correlation between hemoglobin levels and erythrocyte count (correlation coefficient r = 0.932; p < 0.001), indicating a statistically significant association. However, no significant correlation was observed between hemoglobin and creatinine levels (r = 0.099; p = 0.636), nor between erythrocyte count and creatinine levels. In conclusion, this study found a significant association between hemoglobin levels and erythrocyte count in CKD patients post-hemodialysis at Gambiran Hospital. However, no significant relationship was observed between hemoglobin or erythrocyte parameters and serum creatinine levels.
JELLY HYPERTENSION MEDICINE FOR THE ELDERLY: FRESH AS A PRACTICAL PREVENTION MEASURE: JELLY OBAT HIPERTENSI UNTUK LANSIA SEGARAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PRAKTIS Prasetyani Putri, Mardiana; Arshy Prodyanatasari; Mely Purnadianti
WISDOM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Wisdom Vol. 2 No. 2 (2025): JPKM WISDOM 4, 2025
Publisher : PT. ROCE WISDOM ACEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71275/wisdom.v2i2.102

Abstract

This community service activity aims to empower the elderly in Segaran Village, Wates District, KediriRegency, through the innovation of making ready-to-consume medicinal jelly as a practical effort to prevent hypertension. Hypertension is a common chronic health problem in the elderly population and can increase the risk of morbidity and mortality. Prevention interventions that are easy to implement and well-received by older people are urgently needed. The implementation method of this activity includes socialisation about hypertension and the importance of prevention, training in making medicinal jelly using natural ingredients with antihypertensive potential, and assistance with packaging and storing products. This activity involves the active participation of older people at every stage. The expected results of this activity are increased knowledge of the elderly about preventing hypertension, skills in making medicinal jelly independently, and the availability of practical natural supplement alternatives that have the potential to support blood pressure control. The medicinal jelly product produced is expected to be a sustainable preventive solution that contributes to improving the quality of life for older people in Segaran Village. Evaluation of the activity will be carried out through observation, interviews, and measuring the level of participant satisfaction.
Comparative Study of Hemoglobin Levels: Adolescents in The Highlands and Lowlands of Blitar Regency, East Java Prodyanatasari, Arshy; Purnadianti, Mely; Putri, Mardiana Prasetyani
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 11 No. 3 (2025): Vol 11, No 3, 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v11i3.234

Abstract

Introduction. Indonesia's geographical area appears to be separated into two regions: highlands and lowlands. Highlands impact hemoglobin levels. Because of the decreased partial pressure of oxygen and the body's acclimatization response, being at a high altitude results in hypoxia. In order to adjust to low oxygen levels, hemoglobin levels rise. This study aimed to compare hemoglobin levels using the hemoglobin POCT test among teenagers residing in the lowlands of Blitar Regency, East Java. Methods. Purposive sampling is used in the research method, which employs a cross-sectional approach. The sample is chosen using inclusion and exclusion criteria. Results. With an average hemoglobin level of 14.6833 g/dl, teenagers in the Highlands had normal hemoglobin levels for up to five of them (42%), and abnormal hemoglobin levels for seven of them (58%). The average hemoglobin level among teens in the lowlands was 12.2333 g/dl, with three (25%) and nine (75%) having normal levels. Using the Independent T-Test, the data analysis revealed a significant value of 0.038 <0.05. Conclusion. Hemoglobin levels of adolescents who live in the highlands of Semen Village RT. 03 RW. 04 had an average hemoglobin level of 14.6833 g/dl, and hemoglobin levels in adolescents who lived in the lowlands of Sutojayan Village, RT. 01 PC. 04 with an average hemoglobin level of 12.23 g/dL and a significance value of 0.038.
Evaluasi Pelatihan Penggunaan Antropometri untuk Meningkatkan Akurasi Pengukuran sebagai Indikator Deteksi Dini Stunting Prodyanatasari, Arshy; Purwasih, Yefi; Putri, Mardiana Prasetyani; Purnadianti, Mely
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i1.778

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah problematika di bidang kesehatan yang penting, memerlukan perhatian dan penanganan sungguh-sungguh. Kejadian stunting berfokus pada balita dan anak-anak. Stunting ditandai dengan pertumbuhan yang lambat, kekurangan asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sejak dalam kandungan. Untuk mendeteksi stunting pada balita, upaya hal yang dapat dilakukan dengan pemantauan pertumbuhan, diantaranya pengukuran tinggi badan dan masa tubuh. Pengukuran tinggi badan pada balita dilakukan dengan menggunakan metode Antropometri, dengan menggunakan alat ukur infantometer atau microtoice. Operasionalisasi kedua alat tersebut terkategori sederhana, namun diperlukan keterampilan dan ketelitian dalam menggunakannya. Tujuan: Pada implementasi penggunaan infantometer dan microtoice masih ditemukan ketidaktepatan pengukuran. Hal ini akan berpengaruh pada keakurasian hasil pengukuran yang diperoleh. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi eksperimental design) dengan rancangan non-randomized pretes-postes design dan strategi unjuk kerja. Penelitian dilakukan dengan empat tahapan penelitian. Hasil: Pada tahapan ke tiga dan keempat diperoleh hasil bahwa keterampilan proses kader Posyandu dalam menggunaan alat sudah terdapat peningkatan, terlihat dari peningkatan nilai posttes. Penilaian dilakukan dengan menggunakan Lembar Pengamatan Keterampilan Proses, dimana setiap kader diminta untuk melakukan unjuk kerja operasionalisasi alat dengan benar. Simpulan: Berdasarkan hasil observasi, tes, monitoring, dan evaluasi diperoleh hasil bahwa kader Posyandu antusias mengikuti pelatihan yang diberikan dan skills penggunaan alat semakin baik dan hasil pengukuran yang diperoleh lebih akurat.
Hubungan Kadar Timbal (Pb) dengan Kadar hemoglobin (Hb) dalam Sampel Darah Petugas Sampah TPS Bandar Lor Kota Kediri Putri, Mardiana Prasetyani; Purnadianti, Mely; Prodyanatasari, Arshy; Agustina, Novia; Nelson, Andy Deski
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i2.826

Abstract

Salah satu pencemar utama lingkungan adalah timbal (Pb). Timbal adalah zat aditif yang ditambahkan ke bahan bakar sebagai campuran bensin untuk meningkatkan pembakaran dan meningkatkan kinerja kendaraan. Timbal adalah jenis logam berat yang dapat merusak tubuh. Timbal mudah diserap oleh tubuh dan dapat terakumulasi dalam jaringannya. Timbal dapat memasuki tubuh melalui sistem pernafasan, oral, dan permukaan kulit. Karena timbal dapat mengganggu sistem heme dalam darah, menyebabkan anemia, kadar timbal tinggi dalam darah dapat menyebabkan trombosit menjadi rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kadar timbal (Pb) dan jumlah trombosit darah pada petugas SPBU Desa Mekikis berhubungan satu sama lain. Penelitian ini dirancang untuk menggunakan pendekatan cross-sectional. Untuk penelitian ini, 10 petugas SPBU menggunakan teknik sampling purposive. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kadar timbal dan trombosit petugas SPBU Desa Mekikis rata-rata 0,4344 ppm dan 293.500/UL, masing-masing. Nilai signifikan uji korelasi Spearman adalah 0,391, dengan nilai signifikan lebih dari 0,05, yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kadar timbal dan jumlah trombosit dalam darah mereka
Bakti Sosial dan Pemeriksaan Golongan Darah pada Siswa SMK Kadiri Kecamatan Kras Kabupaten Kediri Purnadianti, Mely; S, Ningsih Dewi; Agustina, Novia; KM, Yoanita Indra; Imasari, Trifit; Hidayatul, Fatul
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v1i1.79

Abstract

Golongan darah merupakan ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Didunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh (Andriyani et al, 2015). Sistem ABO yang ditemukan oleh Karl Landsteiner merupakan sistem yang paling penting dalam bank darah dan ilmu kedokteran transfusi, antigen-antigen utamanya disebut A dan B, antibodi utamanya adalah anti-A dan anti-B. Gen-gen yang menentukan ada tidaknya aktivitas A atau B terletak di kromosom 9 (Ronald, 2004). Penetapan golongan darah menentukan jenis aglutinogen yang ada dalam sel dan menentukan aglutinin yang ada dalam serum (Subrata, 2007). Subjek penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) KADIRI dengan rentang usia antara 14-20 tahun. Instrumen pengumpul data yang digunakan dalam METODE DIRECT golongan darah.
SILKY STRAWBERRY MILK: A NUTRITIOUS DAIRY INNOVATION FOR STUNTING PREVENTION Prodyanatasari, Arshy; Purnadianti, Mely
Jurnal Pengabdian Masyarakat Dalam Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpmk.v7i2.57700

Abstract

Introduction: Stunting, characterized by impaired child growth, results from multiple factors including inadequate nutrition. Fresh cow's milk, rich in essential nutrients, offers a viable solution. Currently, fresh cow's milk products are deposited to BUMDES with a relatively low purchase price and limited consumer market reach. Currently, fresh milk is only stored and sold through the village-owned enterprise (BUMDES), but demand is low due to its smell and taste, as well as the lack of public awareness about the benefits of fresh milk. Therefore, a high-nutrient processed fresh milk product has been developed as an alternative dessert to support the prevention of stunting in children. Methods: Counseling was conducted on the benefits, processing, and proper storage of fresh milk, as well as a demonstration of making Silky Strawberry Milk. The methods used were lectures and a hands-on demonstration of Silky Strawberry Milk production. The activity was carried out on March 16, 2024, at the Blimbing Village, Kediri Regency. It was attended by 28 participants. Pretest-posttest evaluations confirmed significant improvement in participants' knowledge regarding milk nutrition and processing methods. Results: Silky Strawberry Milk was distributed to participants. They loved its delicious taste, fresh aroma, and attractive colour. This product is expected to increase milk consumption to prevent stunting through better nutrition. Conclusion: Silky Strawberry Milk has been well received by the public due to its delicious taste and attractive appearance. This product has the potential to increase milk consumption and prevent stunting through improved child nutrition.
The Dangers of Cyberbullying for Mental Health in Adolescents at SMK Kadiri, Kras District: Bahaya Cyberbullying Bagi Kesehatan Mental Pada Remaja Di SMK Kadiri Kecamatan Kras Purnadianti, Mely; Sumaningrum, Ningsih Dewi; Agustina, Novia
BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Oktober 2023
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begawe.v1i1.4

Abstract

Perkembangan teknologi informasi saat ini dapat berdampak positif maupun negatif. Kemajuan ini membantu remaja menggunakan internet, yang merupakan hal positif, tetapi juga dapat berdampak negatif pada kehidupan mereka. Salah satu efek buruk teknologi informasi adalah munculnya perilaku cyberbullying di kalangan generasi milenial. Terutama di kalangan generasi milenial, pelecehan online menjadi salah satu fenomena yang meningkat. Tujuan dari penyuluhan dan pengumpulan data ini adalah untuk mendeskripsikan cyberbullying pada remaja melalui deskripsi kuantitatif. Siswa SMK KADIRI berusia antara 14 dan 20 tahun adalah subjek data ini. Skala Cyberbullying adalah alat pengumpul data yang digunakan dalam data ini. Menurut distribusi frekuensi rata-rata grand total masing-masing faktor, yaitu cyber verbal bullying (8,56), hiding identity (6,33), dan cyber forgery (11,57), hasil pendataan ini menunjukkan bahwa perilaku cyberbullying pada subjek data termasuk dalam kategori sangat rendah. Ada kemungkinan bahwa tingginya tingkat perilaku cyberbullying pada data ini disebabkan oleh fakta bahwa karakteristik responden pada pendataan ini mewakili kepribadian yang berkaitan dengan lingkungan sekolah.
Evaluation of Hemoglobin and Creatinine Levels in Chronic Renal Failure Patients Undergoing Hemodialysis Therapy Prodyanatasari, Arshy; Purnadianti, Mely
Majalah Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1: April 2024
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/makein.2024202

Abstract

Chronic Renal Failure (CKD) is a disease that occurs when the kidneys fail to maintain the body's fluid composition. Hemodialysis is one of the therapies to replace deteriorating kidney function. Deteriorating kidney function conditions cause the ability of erythropoietin to be disrupted and anemia occurs, so checking hemoglobin levels is useful to control the patient's hemoglobin levels and creatinine examination to detect the severity of kidney function disorders. This study aims to determine the relationship of hemodialysis therapy with hemoglobin and creatinine levels in CKD patients at Baptist Hospital, Kediri City. This study is important to obtain information and provide education to patients regarding the significant effect of hemodialysis therapy for chronic renal failure patients so that chronic renal failure patients are motivated and disciplined to carry out hemodialysis therapy according to a set schedule. The design of this study was a cross-sectional survey with independent variables being hemodialysis therapy in patients with chronic renal failure and dependent variables being hemoglobin and creatinine levels. 30 respondents were using the quota sampling method. The results of this study were the average examination results of hemoglobin levels of 9.0 g/dL and creatinine of 4.45 mg/dL. Based on the Pearson Correlation test, the correlation coefficient (r) is 0.369, and the p-value = (0.045) > alpha = 0.05 (5%), thus H1 is accepted. The relationship between hemoglobin and creatinine levels in patients with chronic renal failure undergoing therapy hemodialysis at Baptist Hospital in Kediri City.